Hai, untuk kali ini saya mau coba me-review buku nih.. dimulai dari nonton film "Girls In The Dark" yang plot twistnya membuat saya tercengang luar biasa, akhirnya saya mulai cari-cari tahu deh soal dalang di balik cerita gila tersebut yang ternyata merupakan adaptasi dari novel. Pencariannya membawa saya bertemu dengan sang penulis, Rikako Akiyoshi, dan akhirnya saya mulai tertarik untuk membaca karya-karya dari beliau. Pas dilihat, ternyata udah banyak bukunya yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia termasuk "Girls In The Dark". Tapi sekarang bukan buku itu ya yang mau saya review meskipun cerita di versi buku ini lebih sinting dari filmnya wkwkwk. Oke, sekarang akan saya bawa kalian ke dalam review dan spoiler buku bergenre crime/thriller/mystery "Memory of Glass"!
![]() |
| foto pribadi |
Judul: Memory of Glass (Garasu no Satsui)
Penulis: Rikako Akiyoshi
No. ISBN: 978-623-7351-21-4
Penerbit: Haru
Tanggal Terbit: 4 November 2019
Jumlah Halaman: 360
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Prisca Primasari
Penyelaras Aksara: Titish A.K.
Desainer Sampul: Pola
Penata Sampul: @teguhra
"Polisi bilang,
aku melaporkan diriku sendiri.
Kata mereka, aku membunuh seorang pria.
Hanya saja... aku tidak ingat.
Aku tidak ingat pernah melapor,
apalagi membunuh orang.
Sebenarnya, apa yang terjadi?"
(sumber: Buku "Memory of Glass")
***
Langsung deh saya udah gak tahan buat bilang SANGAT AMAT CERDAS untuk jalan ceritanya! Benar-benar dibawa ke arah yang gak terduga tapi semuanya tetap saling berkaitan dengan masuk akal! Eh tapi sebentar, sebelum dilanjut, kita intro dulu ya hahaha.. Jadi, ini bercerita tentang seorang wanita berusia 41 tahun bernama Kashihara Mayuko yang mengalami gangguan ingatan pasca kecelakaan. Kini ia hidup bersama sang suami yang tulus mencintai serta merawatnya, Mitsuharu, yang ternyata masih ada hubungannya dengan peristiwa di masa lalu Mayuko. Suatu ketika, Mayuko terbangun di Rumah Sakit. Kemudian, datanglah dua detektif bernama Kiritani Yuka dan Nomura Junji yang mulai memeriksa soal laporan telepon dari Mayuko. Namun karena gangguan ingatan tersebut, Mayuko sama sekali tidak ingat kejadian sebelumnya, dan dari situ lah tugas pihak berwajib untuk mengungkap kebenaran.
Sepanjang membaca, perasaan tentang bagaimana keadaan Mayuko yang bertahun-tahun dibersamai oleh penyakitnya bisa saya terima. Apalagi dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, ampuh untuk lebih masuk ke dalam kisah dia. Rasanya.. simpati iya, tapi geregetan juga iyaaa hahahaha karena bayangin aja baru ngobrol beberapa menit, Mayuko udah lupa lagi soal pembicaraan dan lawan bicaranya. Pas dia lagi sendiri, dia juga lupa soal "dirinya". Banyak pengulangan kalimat dari ingatan Mayuko, tapi saya gak bosan saat membacanya, justru itu menjadikan saya makin paham penderitaan orang-orang dengan penyakit tersebut, dan belajar agar lebih sabar dalam menghadapinya. Di sini juga dijelaskan dengan rinci mengenai apa itu penyakit Mayuko serta ciri-ciri, penanganan, dan efeknya sehingga bisa menambah pengetahuan kita. Mantep banget risetnya Akiyoshi-sensei!
"Memory of Glass" menggunakan dua sudut pandang. Yang pertama tentu sudut pandang orang pertama dari sisi Mayuko. Dan kedua, adalah sudut pandang orang ketiga yaitu dari sisi detektif Yuka. Bagian Yuka lebih banyak menggambarkan mengenai dirinya yang harus merawat sang ibu yang memiliki penyakit sama seperti Mayuko. Memosisikan dirinya sama seperti Mitsuharu. Kegelisahan yang Yuka rasakan itu sangat valid, dan plis, jangan diadili bahwa dia sudah durhaka pada orangtua akibat perbuatannya. Karena pada kenyataan, dibutuhkan mental dan fisik sekuat baja untuk "menjadi" Yuka dan Mitsuharu. Bukan Yuka yang pantas dicerca, tapi si *tuuuttt*, yang meski cuman tokoh tambahan di ceritanya, namun langsung mengundang kekesalan XD
Selanjutnya, jeng jeng jeng... sudah jelas di mana ada karya Akiyoshi-sensei, di situlah twist akan menanti. Sejak awal, kalimat per kalimat sudah nampak menyudutkan satu pihak untuk jadi tersangka, dan jika dipikir dengan akal sehat, memang pihak itu masuk ke dalam kriteria tersebut. Namun yang sesungguhnya terjadi... yang terlihat baik belum tentu baik, dan yang terlihat jahat belum tentu jahat, alias KENA LU SAMA JEBAKAN!! Hah heh hoh ternyata sebenernya seperti ituuuu!! Padahal kalo dibaca ulang dan dipelototin tuh tiap kata, gak ada yang "disembunyikan" loh. Tapi tetep aja kepeleset mulu wkwkw. Beliau sangat cerdas untuk mengaburkan fakta cerita dari pembaca. Di buku ini, pemikirannya yang dituang kepada setiap tokoh terbilang cermat. Bisa memperkirakan yang ini menjadi itu agar tidak terjadi anu hingga akhirnya darderdor, sungguh patut diberi acungan jempol dari puncak gunung Fuji! Bisa banget deh sampe segininya!
Hal yang paling berkesan pun, adalah bagian ending. Yang mana suksesss besaarrr bikin saya menangis! Nyesek! Patah hati! Pokoknya kenapa harus ditutup dengan adegan seperti ituuu huaahhh.. padahal suasananya romantis, intim, sejuk, dan cocok untuk menghabiskan waktu bahagia dengan pasangan. Tapi justru waktu ini dihabiskan dengan cara yang menyakitkan. Kebayang gak lu habis dikasih tembakan dengan fakta kronologi lengkap terjadinya pembunuhan sampe bikin kaget melongo sambil tepuk tangan, lantas di bagian akhirnya jlebbb dikasih tembakan air mata. Ambyaarrr kaliiii!! Gak kira-kira banget dah ini penulis, I LOVE YOU SENSEI!!
Secara menyeluruh, terjemahan bahasa Indonesianya enak dibaca, mengalir natural di cerita dengan tema yang berat seperti ini tapi bahasa yang digunakan tidak belibet. Pun catatan kakinya sangat membantu! Sampulnya juga suka bangeettt!! Good job team Haru!
RATING: 5/5 WAJIB BACA MAKSA INI MAH AYOOKK DIBACAAA!!!



No comments:
Post a Comment