find me on:

Wednesday, May 6, 2026

Review J-Lit Hiroshi Mori "EVERYTHING BECOMES F: THE PERFECT INSIDER"

Yuhuuu akhirnya wishlist buku nomor satu saya bisa terpenuhi! Cukup lama menanti kali ini buku berjudul "EVERYTHING BECOMES F: THE PERFECT INSIDER" karya Hiroshi Mori sudah di tangan. Dan setelah baca, saya acungi empat jempol untuk bukunya!

foto pribadi

Sejak kecil, Profesor Magata Shiki hidup terisolasi di ruangannya di sebuah pusat riset berteknologi tinggi. Namun, pada suatu malam, ruangan yang seharusnya selalu terkunci rapat bak penjara itu tiba-tiba terbuka. Dari dalamnya, sebuah mayat bergaun pengantin muncul, menggelinding di atas robot --dengan tangan dan kaki yang termutilasi.

Kebetulan, Saikawa Sohei --seorang dosen jurusan arsitektur-- dan Nishinosono Moe, mahasiswinya, sedang mengunjungi pulau tersebut. Kini mereka berdua harus memecahkan misteri pembunuhan ruang tertutup yang tampak mustahil ini. 


Judul: EVERYTHING BECOMES F: THE PERFECT INSIDER (Subete ga F ni Naru) 
Penulis: Hiroshi Mori
No. ISBN: 978-623-5467-35-1
Penerbit: Haru
Tanggal Terbit: Maret 2025
Jumlah Halaman: 448
Penerjemah: Andry Setiawan
Penyelaras Aksara: Salsa Chintya
Ilustrator Sampul: rein.vl

(sumber: buku "EVERYTHING BECOMES F")

***

Saat membuka halaman awal, penyajian buku ini tidak seperti buku berjenis novel yang kebanyakan langsung masuk pada cerita. Pembaca akan dijumpai dahulu dengan daftar isi dari bab-bab ceritanya. Lalu ada pengenalan tokoh-tokoh dilengkapi dengan perannya masing-masing, barulah menuju ke inti cerita. Selain itu, saat pertemuan pertama dengan bab 1, pembaca langsung disambut dengan dialog yang bahasannya berat! Disuruh langsung mikir nih.. dan ini jadi warning juga bahwa keseluruhan buku ini akan dibutuhkan konsentrasi tinggi saat dibaca. Buku ini mengandung cerita yang rumit, bikin mikir keras, fokus yang utama. Meleng dikit, bisa kehilangan arah tuh, haha. Jadi kayaknya kurang bisa dibaca sambil nyemil atau disambi kegiatan lain ya. "EVERYTHING BECOMES F" melibatkan cerita utama mengenai teknologi, komputer, programming yang notabene bahasa pemrogramannya memusingkan. Eiitss, meski demikian, janganlah menyerah, karena saya berani jamin bahwa tidak akan ada yang menyesal setelah membaca buku ini sampai selesai!

Sepanjang membacanya, saya merasa hawa penyelidikan di sini seperti di Detective Conan dengan teori-teori yang kesulitannya tingkat tinggi untuk dicerna. Dan otomatis saya jadi terbayang visual Moe adalah Ai Haibara yang kerasukan sifatnya Ran karena dia suka grasak-grusuk, nekat, keras kepala, dan gak bisa lihat situasi XD. Serta visual Shinichi Kudo untuk Saikawa-sensei, yang tenang, santai, tapi pemikir. Yaa karena perbedaan usia dua tokoh utama ini yang jauh juga, jadi bagi saya Ai-Shinichi lebih cocok 😆. Hanya saja mereka berdua adalah detektif amatir, yang banyak error dalam jalan tempuhnya dan semakin membawa saya untuk ikut berpetualang dengan tebak-tebakan mereka.

Cerita ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, dan setiap bergantian sub bab, dan bab, adegannya masih menyambung dari bab sebelumnya, jadi bagi saya tensi dalam ceritanya bisa terjaga. Makin dibuka halaman demi halaman, makin penasaran akut pula pada hasil dari penyelidikannya. Dan makin bikin muter pikiran, "Kok bisa-bisanya ada kasus ini.. Siapa pelaku sebenarnya woyy cepet ngaku aja deh mumet banget ini wkwkw!!"

Untuk penyelesaian kasusnya di sini, saya merasa saluttt karena ditentukan lewat Virtual Reality (VR). Dan yang bikin saya takjub parah lagi, semua teknologi yang digunakan di pusat riset tersebut dari awal hingga akhir cerita, sungguhlah modern. Nyaris kekinian. Ngomong-ngomong, jika berpaku pada terbitan bahasa Indonesia tahun 2025, pasti bakal mikirnya wajar aja tahun segitu atau sampai 2010-an udah ada teknologi canggih. Tapiiii kenyataannyaaaa.. buku ini pertama terbit di Jepang pada tahun 1996 lalu 1998! Nah, di tahun segitu, "orang gila" mana yang nulis penjelasan tentang kemampuan teknologi tinggi secara detil? Hmmm memang deh ya Jepang itu negara maju, ahaha!

Dengan penulis yang jenius, tentu saja mampu menghasilkan tokoh profesor yang jenius pula. Benar-benar di luar batas pemikiran manusia biasa kejeniusannya! Hingga menghasilkan plot twist yang duarrrr darderdor meledak-dak-dak!! Bukan hanya satu, di saat masih tercengang, muncul lagi twist lain. Belum habis, muncul lagi twist tambahannya. Pembaca diserang plot twist yang bertubi dalam jarak yang berdekatan. EDYAAAAANNNN!!! Saking mantap betulnya ini buku, menyajikan fakta dari kasusnya secara tidak diduga sama sekali. Pembunuhan di ruang tertutup memang jadi masuk akal jika kenyataannya seperti itu! Dengan demikian, Overthinkingnya saya karena kasus yang rumit ini terbayar lunas dengan shikshakshok yang sangat memuaskan! Buku ini menyiratkan juga bahwa orang yang genius, tetap memiliki ketidaksempurnaan. Membuat saya berbalik ironi pada nasib Profesor Magata Shiki dari masa kecil hingga sekarang. Tapi tetap saja pula dirinya sulit dilampaui oleh orang lain. Pokoknya mah, saya maksa nih ya, karya ini patut jadi MASTERPIECE!!

Ada romance tipis-tipis juga sih di sini antara Moe dan Saikawa. Meski si Saikawa nih gak pekanya minta ampun! Dia cuman peka sama rokok aja, entah udah puluhan batang kali ya rokok yang dia hisap selama 448 halaman buku. Tiap waktu hanya mikirin barang itu. Hati-hati loh kesehatanmu, Sensei! Hahaha! Saya suka juga sama penggambaran dua karakter utama yang bertolak belakang. Moe ini berasal dari keluarga kaya raya, lagak orang kayanya diperlihatkan, tapi dia bisa berbaur juga, akrab dengan orang lain tanpa memandang status. Terus cemburunya dia malah bikin menggelitik hati. Mampu dijadikan sebagai penetral dulu dari ruwetnya penyelidikan.

Di bagian akhir paling akhir, gak disangka ada sesuatu yang tiba-tiba bikin kaget. Hal ini tidak berpengaruh ke inti kasus sih.. tapi kesannya jadi lucu. Dan keterkejutan Moe nular juga ke saya sebagai pembaca 😆. Adegan penutup yang tepat!


5/5 SUKA TINGKAT DEWA YUUUKK CEPAAATTT DIBACA KAWAN!!




No comments:

Post a Comment