find me on:

Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tuesday, October 7, 2025

Puisi: Duka

Puisi: Duka

Larut dalam lautan kesepian
Hanyut dalam arus kesendirian
Hilang ditelan kegelapan
Musnah bersama kesakitan
Pada siapa mengungkap perasaan
Tak terlihat di manapun
Tak tersampaikan ke manapun
Dingin, datar, dibalut keresahan
Terus mengungkung ditimpa beban
Sampai kapan?


Saturday, December 9, 2023

Puisi: Nestapa

Puisi: Nestapa

Hening malam hampiri
Raga lemah menyendiri
Embus angin menyapa
Sosok malang muram rupa

Tangis langit temani
Kalbu gersang selimut ironi
Kilat guntur dampingi
Jiwa mati menuju lembah sunyi

Tak ada sebaris alasan
Tuk menghempas keresahan
Tiada usai melukis kesan
Yang dilanda kesakitan

Tak punya secercah harapan
Tuk terus bertahan
Tiada usah merasa heran
Pada takdir manusia buangan

Puisi: Hujan

Puisi: Hujan

Hujan
Basahi jalanan
Banjiri perasaan
Bayangi ingatan

Hujan
Membawa kenangan
Memutar di pikiran
Menerjang harapan

Hujan
Memberi tekanan
Menoreh kepedihan
Menguak sakit kehilangan

Hujan, aku segan
Hujan, aku enggan

Saturday, February 11, 2023

Puisi: Mentari

Mentari

Seperti mentari
Bercahaya menerangi diri
Memberi kehangatan di sepanjang hari
Menebar kebaikan yang dicari
Mengikuti langkah ke manapun berlari
Mengembang senyuman yang berseri
Menggelitik sanubari
Ingin raga menari-nari
Kau lah, sang mentari yang terpatri

Puisi: Aku Yang Hilang

Aku Yang Hilang

Aku yang hilang
Mengabur dalam pandangan
Tenggelam tanpa pertolongan
Lenyap dari keberadaan

Aku yang hilang
Dengan mudah dicampakkan
Berselimut kesepian
Didera penderitaan

Aku yang hilang
Tak diharapkan
Tak dipedulikan
Hanya menanti datangnya panggilan

Friday, January 6, 2023

Puisi: Aku Bertahan

Puisi: Aku Bertahan

Meski sulit terjangkau, namun mudah kuterpukau

Meski mustahil tergapai, namun takkan jua kuabai

Meski kehidupan berubah, namun tiada kumenyerah

Meski badai datang, namun kau tetaplah pemenang 

Terlalu pedih untuk terluka
Sebab kau lah penghapus duka

Terlalu sakit untuk kecewa
Sebab kau lah penenang jiwa

Terlalu berat untuk melupa
Sebab kau lah pengusir hampa

Terlalu nekat untuk meninggalkan
Sebab kau lah yang kubutuhkan

Di dalam relung perasaan
Telah bersemai satu ungkapan
Yang meluap dengan ketulusan
Bahwa aku kan terus bertahan


Sunday, July 10, 2022

Puisi: RA(HA)S(I)A

RA(HA)S(I)A

Hai, rasa

Yang tak bisa dibendung atas luapannya

Yang sulit dikendalikan kehadirannya

Yang gagal berganti pada pemiliknya

Yang mustahil bisa terhapus jejak-jejaknya

 

Hai, rasa

Yang hanya mampu terpendam

Yang sanggup untuk terus dibungkam

Yang tertahan pada mimpi setiap malam

Yang cukup menjadi rahasia terdalam


Hening

Di tepi luasnya hamparan air ini kita bertemu
Mata saling beradu dengan tatapan yang sendu
Hingga tak kuasa mulut pun membisu
Kau dan aku seketika membeku
Bergeming, tiada laku
Meski angin menerpa kulit tanpa ragu
Menerbangkan helaian rambut, mengganggu tuju
Menggoyangkan dua lakara yang tengah singgah dengan padu
Namun tubuh ini terasa kaku
Dan hati semakin pilu
Memendam kata yang hanya satu
Bahwa aku ingin “putus” denganmu

Saturday, September 28, 2019

Puisi: Rindu, Di mana Engkau...

Rindu, Di mana Engkau...

Kucari jawaban dari kata rindu
Diselimuti rasa sendu
Seketika terbisik suaramu yang merdu
Membuat hatiku syahdu
Indah rasanya semanis madu

Namun ku tahu..
Ku tersadar itu hanyalah khayalan tabu
Saat perasaan ini terus menggebu
Lambat laun kau lenyap layaknya debu
Lalu kemana lagi aku bisa mengadu?
Sedangkan dirimulah satu-satunya yang ku tuju

Dari mata terbuka hingga terpejam
Belum juga kutemukan sosokmu, aku muram
Bahkan diri ini seakan geram
Terlalu lama dihiasi sang kelam
Bagai tubuh dilumuri luka lebam
Semakin kusam
Suram
Karam
Wahai rindu, sembunyimu sungguh menyiksaku kejam

Puisi: Pemimpi Raihlah Impian

Pemimpi Raihlah Impian

Berlari
Kejar harapan
Melompat tinggi
Gapai angan-angan
Doa pada Illahi
Ucapan terpanjatkan
Dalam sunyi
Mendambakan kenyataan

Rintangan ada untuk diterjang
Badai menerpa segera serang
Tembok di depan sebagai penghalang
Terus hancurkan hingga hilang
Demi cita masa depan gemilang

Pemimpi
Berjuang tanpa henti
Pemimpi
Tekad kuat sampai mati
Pemimpi
Mantapkan tujuan sepenuh hati
Pemimpi
Raihlah impian sebagai bukti

Wednesday, October 31, 2018

Puisi: Teruntuk Calon Pemimpinku

Teruntuk Calon Pemimpinku


Hai, sapaan dariku untuk kau yang masih samar
Tulang rusuk yang belum jelas kutemukan
Namun ku yakin engkau takkan pernah tertukar
Karena itulah ketetapan Tuhan

Saat ini, giat kupanjatkan doa
Berharap untuk dimudahkan jalan
Terus perbaiki diri agar kecewa tak melanda
Sebab sesuai janji-Nya lah, dirimu itu adalah cerminanku, kan?

Teruntuk calon pemimpinku nanti
Aku percaya engkau pun tak henti berjuang disana
Bersabarlah wahai pemilik hati
Kita pasti berjumpa hingga akhirnya bisa abadi dan bahagia


Sunday, August 5, 2018

Puisi: Masa Lalu, Berlalulah

Senyumku, itu kamu
Senangku, itu kamu
Sayangku, itu kamu
Hanya kamu, dulu

Tak ada yang salah dengan kisah kita
Kenangan yang terukir akan tetap ada
Tentangmu takkan terhapus dari jiwa
Kau hadirkan rasa
Kau hadirkan cinta
Aku bahagia.. 

Hanya saja perpisahan..
Itulah jalan
Guncangan badai dahsyat menerpa pertahanan
Kau dan aku tak sanggup menahan
Kau dan aku tak bisa lagi sejalan
Kau dan aku takkan ada masa depan
Terimalah kenyataan

Kini aku siap menata hidup yang cerah
Terus berjalan tanpa menghentikan langkah
Melepas bayang-bayangmu tanpa menyerah
Meyakinkan hatiku agar tak goyah
Merelakan masa laluku, untuk berlalulah..


Sunday, May 13, 2018

Puisi: Permintaan Hati

Permintaan Hati


Tuhan, kutanya
Salahkah jika aku mengharapkannya
Dosakah apabila aku menginginkan dirinya
Burukkah aku memberikan hati ini padanya

Aku tahu...
Kau telah menyimpan seseorang untukku
Aku yakin dan percaya itu
Cintaku adalah kuasa-Mu

Namun.. bersamanya yang kucinta
Buatku merasakan kebahagiaan dengan kesan yang berjuta
Sulit kuucap dalam kata-kata
Hanya pancaran wajahku saja yang mampu tertata

Rasa ini semakin mendalam
Tak mampu kucoba tahan saat tangannya menggenggam
Tatapan penuh makna dari sorotan mata yang tajam
Ucapan kata cinta darinya yang mampu membuatku terbungkam

Kini doa atas permintaan hati yang bisa kupanjatkan
Agar aku dan dia bisa Kau persatukan
Bersama mengarungi hidup tanpa ada keraguan
Sampai nanti maut yang memisahkan

Wednesday, November 15, 2017

Puisi: PUTUS

Tak ada yang lebih sakit selain rasa kecewa
Rangkaian ingkarmu membuatku muak seketika
Sudah cukup untuk diri ini merasakan luka
Disini, kita bertemu
Aku dan kamu
Tanpa berkata, kita tetap membisu
Namun diam takkan berarti
Hanya menambah semrawut hati
Harus ku mulai, tanpa terkecuali
Indera ini memandangmu dengan bola mata besar
Genggaman tangan mungilku pun terasa kasar
Isyarat dariku membuat dirimu gemetar
Kau dengar ucapan serius?
Membuat jiwamu terguncang bagai tanah yang tergerus
Inilah kenyataannya sayang, aku ingin kita putus

Monday, March 9, 2015

Terbanglah Biru Kebanggaanku

Jutaan pasang mata tertuju pada kehebatanmu
Kobaran semangat terdengar di seluruh sudut dunia
Nyanyian indah untukmu selalu bergemuruh
Hanya kau yang kami junjung
Biru penerang kegelisahan
Penghapus penat kala sepi itu tiba
Walau merah api membara
Langit pun menghantui
Awan putih dan kuda zebra pernah menguburmu
Serta pelangi terus menghadang
Cacian hina kaum tertindas melontar
Namun .........
Kepakkan selalu sayap gemilangmu
Tetap terbanglah kau CHELSEA
Si biru kebanggaanku



Saturday, July 6, 2013

Puisi : Terima Kasih, Selamat Tinggal


Terima kasih
Sudah membuatku mengenalmu
Terima kasih
Kau pernah beri aku harapan itu
Terima kasih
Bayanganmu selalu ada dalam khayalku
Terima kasih
Telah hadir dalam bunga tidurku

Kini ku tahu
Aku bukan pilihan hatimu
Dia…. Kau persembahkan hatimu untuknya
Walau kau tahu
Dan ku pun mengetahui
Bahwa hatimu terluka karena dia
Tapi kau tetap pada pendirianmu
Hatimu sudah dipenuhi olehnya
Aku tak bisa menyusuri lagi ruang hatimu
Sudah cukup bagiku
Terima kasih
Atas hari indah menatap lukisan wajahmu
Terima kasih untukmu
Selamat tinggal kenangan itu

Friday, July 5, 2013

Puisi : SMA


Putih biru tlah kutinggalkan
Putih abu kini kukenakan
Semakin besar tanggung jawabku
Semakin besar pengorbananku
Bersama kawan wujudkan mimpi
Bersama kawan meraih masa depan
Sebagai langkah awal menuju dewasa
Memang…….
Sangat indah masa SMA kita
Asam manis kehidupan kita rasakan disini
Percintaan, pertemanan, permusuhan
Selalu bersahabat dengan kita
Tapi harus selalu kita ingat kawan
Tak selamanya kita bersama
Tiga tahun pasti akan berakhir
Putih abu akan terlipat sempurna
Dan menjadi kenangan
Menjadi masa lalu
Yang  tak akan pernah kembali
Selamanya...