find me on:

Tuesday, August 25, 2026

Review J-Lit Rikako Akiyoshi "Island Battle Royal"

Di hari yang libur ini *ceilah*, mari menulis review untuk buku terbarunya Rikako Akiyoshi-sensei! Udah lama banget nih saya gak nulis review panjang tentang bukunya sensei, ahaha. Selain itu, postingan ini juga saya persembahkan untuk menyambut kembalinya terjemahan bahasa Indonesia dari bukunya Akiyoshi-sensei setelah penantian tiga tahun lamanya!! Yuhuuuuww cekidot~

foto pribadi

Judul: Island Battle Royal (Mujinto Royal)
Penulis: Rikako Akiyoshi 
No. ISBN: 978-623-5467-49-8
Penerbit: Haru
Tanggal Terbit: 8 Agustus 2026
Jumlah Halaman: 296
Penerjemah: Ribeka Ota
Penyunting: Vie Asano
Penyelaras Aksara: Andry Setiawan
Ilustrator Sampul: Pola
Penata Letak: @mnefend

"Kalau cuma boleh membawa tiga barang ke sebuah pulau kosong, kalian mau bawa apa?"

Pertanyaan sederhana itu berhasil membuat enam pengunjung setia Bar Island jadi berandai-andai untuk pergi ke pulau kosong. Mereka semua pun heboh saat tahu bahwa sang Master pemilik bar memiliki pulau seperti itu, bahkan mengundang mereka semua untuk pergi ke sana.

Begitulah, mereka pun berangkat ke pulau kosong itu dengan gembira sambil membawa tiga barang pilihan masing-masing.

Akan tetapi, keesokan paginya, sang Master beserta yacth-nya raib, meninggalkan sebuah pesan video.

"Dua orang yang bisa bertahan sampai akhir saja yang bisa pulang dan menerima satu miliar yen."

***
Ketika membaca judulnya, saya langsung terbayang apakah ceritanya akan ala-ala film battle royal yang berlatar di sebuah pulau? Dan setelah lanjut membaca sinopsisnya, ternyata memang benar seperti itu. Di buku ini Akiyoshi-sensei mengajak pembaca untuk "berpetualang" di alam bebas bersama tokoh-tokoh dengan beragam kepribadian yang memiliki satu tujuan sama, yaitu menjadi yang tetap hidup sampai akhir dan mengantongi uang superrr buanyak! Eits, tentu saja, cara untuk bertahan itu tidak mudah, karena di balik kekompakan lingkaran "pertemanan" ini, akan selalu ada pengkhianatan yang menanti, ha ha ha ha //ketawa setan//.

Sudut pandang orang pertama digunakan di buku ini. Masing-masing pemikiran tokoh kecuali Master dituangkan secara bergantian di setiap babnya. Dari cara bicara yang berbeda-beda, pun pada penilaian mereka terhadap setiap individunya. Dari sini pembaca bisa tahu nih sifat asli para tokohnya, apalagi saat dihadapkan dengan situasi terdesak macam cerita ini. Lalu pembaca juga bisa menimbang-nimbang mana yang dirasa layak selamat, layak tidak selamat, dan yaudah lah terserah suka-suka dia aja mau selamat atau enggak XD. Buku ini menggambarkan sisi gelap manusia dengan keegoisan, keserakahan, dan kenekatannya. Ditambah, hubungan toxic antara pasangan yang sukses bikin saya emosi pada kelakuan dua sejoli ini! Apalagi saat pemilihan tiga barang yang akan mereka bawa ke pulau, sumpaaahhh ini tokoh beban banget yak!!

Meski jalan ceritanya agak mudah ditebak, tetapi saya tetap dibuat tegang dan terjaga saat membaca. Kayak siap-siap ya, jangan meleng loh 😂 Dannn ketemulah dengan satu adegan yang bikin kaget dadakan, dan saya langsung mikir, "Aa! It's show time~!"Makin dibuka halaman demi halaman, makin terasa suram. Saya pun jadi merasa seperti malaikat maut yang siap mencabut nyawa, hahah. Kemudian membuat saya bertanya-tanya lagi siapa ya giliran berikutnya, gimana nih cara matinya. Dari proses hingga eksekusi selesai itu membuat saya takjub dengan ide Akiyoshi-sensei dalam menentukan cara menyambut ajal dari tiap tokoh yang dikehendakinya. Taktik yang dijalankan oleh para tokohnya ini sukses bikin memuji dan mengumpat secara bersamaan. 

Bukan Rikako Akiyoshi-sensei kalo di bukunya tidak ada penjabaran tentang suatu hal. Di "Island Battle Royal", ilmu tentang alam dan cara agar bisa beradaptasi dengan keterbatasan di alam liar dijelaskan secara detil. Tapi ada "pengetahuan" baru yang agak lucu sih yang saya dapat, ternyata orang Jepang itu banyak yang gak tau warna dari air kelapa yak, wkwkw. Mungkin di sana jarang ditemui, jadinya ya gituuu hahahah.

Tidak ada plot twist yang membuat tercengang sih, namun sudah jadi kebiasaannya juga kalo karya Akiyoshi-sensei ini jangan dulu disimpulkan isinya sebelum membaca sampai halaman terakhir. Karena ketika sudah dibuat yakin bahwa akan seperti itu, nyatanya beliau memutarbalikkan alur di menit-menit akhir yang mengundang reaksi hahh???!!!! Dan cerita selesai di saat saya masih mencoba menerima ending yang asli 😂. 

Oh ya ini spoiler sih, tapi saya gatel pengen bilang wkwkw. Jadi awalnya, saya kira semua tokoh di buku ini itu perempuan karena covernya menampakkan seorang gadis. Tapi... ternyata perempuannya cuma ada satu! Dan karena dijadikan cover, saya pun jadi punya tebakan bahwa dialah yang akan bertahan sampai akhir. Dan bener aja deh~ Hmm.. saya menyayangkan aja sih. Gambanya cantikkk, dan "battle" banget, tapi malah gak surprise jadinya hehehe. Dan, untuk terjemahannya, saya merasa kurang pas di beberapa kalimat bahasa non baku. Mungkin memang asli dari bahasa Jepangnya seperti itu, tapi saat diubah ke bahasa Indonesia, rasanya kurang sreg. Ini jadi tantangan berat sih ya buat para penerjemah. Semangat terus ya!! Meski demikian, penyampaiannya mudah dipahami kok. Sekali lagi saya berterima kasih kepada tim Penerbit Haru yang sudah menerbitkan buku terbarunya Rikako Akiyoshi-sensei. Saya tunggu terbitan karya selanjutnya yaaaaa :)))


4/5 PENASARAN KAN SAMA BUKUNYA? AYOK BACA GAESSS!!

No comments:

Post a Comment