find me on:

Saturday, August 14, 2021

Fan Fiction: Terbanglah, Para Pemimpi!

Title: Terbanglah, Para Pemimpi!
Author: Harucin
Cast: GENERATIONS from EXILE TRIBE
Genre: Friendship, Dream, Slice of Life
Length: OneShot Story


Langit biru telah berganti menjadi hitam, namun cahaya dari milyaran bintang serta bulan yang membentuk lingkaran sempurna di atas sana mampu memberi kecerahan pada semesta. Seakan mengabdikan diri untuk menjadi saksi dari kisah sekumpulan 7 anak laki-laki yang tengah terduduk bebas berjajar di bagian atap sekolah. Sekolah yang akan segera ditinggalkan oleh mereka setelah tiga tahun menempuh pendidikan di sana. Pengumuman kelulusan tadi siang mengantarkan ketujuh remaja ini untuk mulai memikirkan tentang kehidupan selanjutnya. Di mana di depan sana, gerbang baru yang sesungguhnya siap menanti.

Belum pulang ke rumah sejak datang ke sekolah pagi hari tadi, tubuh para remaja ini masih dibaluti dengan seragam resmi yang dilengkapi pula oleh tas yang melekat di punggung masing-masing. Setelah merayakan kelulusan dengan memanjakan perut oleh makanan yang enak di sebuah kedai daging, ketujuh remaja yang awalnya dipertemukan melalui kegiatan klub seni musik dan tari ini memutuskan untuk kembali ke sekolah dan berkumpul di atapnya. Ajakan tersebut diutarakan duluan oleh seorang di antaranya yang menjadi satu-satunya anak berkacamata dengan tertulis nama Shirahama Alan pada name tag yang terpasang di bagian kiri depan seragamnya. Meski tak berada di kelas yang sama, namun karena kebersamaan mereka dalam melewati waktu di kegiatan klub dari sejak tingkat pertama sampai akhir ini membuat perasaan mereka menjadi dekat satu sama lain. Tak selalu harus full team setiap waktu, tapi yang jelas, mereka telah memiliki ikatan kuat yang disebut dengan persahabatan. Karena hari-hari selama para remaja ini di sekolah telah berada pada ujungnya, kemungkinan mereka dapat pergi ke atap lagi pun sudah hampir tidak ada, maka jadikanlah ini saat terakhir mereka ada di sana sembari bercerita mengenai impian serta rencana masa depan masing-masing.

"Sekarang kita bukan pelajar lagi, guys.." ucapan dari Alan mengawali percakapan dari tujuh anak laki-laki ini. Mengungkapkan status mereka yang sudah lepas kaitannya dengan sekolah.

"Inilah saatnya memulai, bukan?!" suara yang agak keras menyahutnya. Datang dari arah paling ujung yang berjarak cukup jauh dengan Alan karena terhalang oleh empat orang lainnya. Laki-laki keturunan Afrika bertubuh bongsor ini nampak bersemangat pada kata-kata yang baru saja dilontarkannya.

Sementara yang lain masih diam, Alan kembali menimpali, "Apa kau sudah siap, Mandy-kun?" ia mengarahkan tanya ini pada orang yang baru saja berbicara.

Belum juga tanya itu terjawab, satu remaja berkulit paling putih dengan wajah yang terlihat masih bocah serta tubuh yang kecil di sebelah Mandy seakan menyerobot untuk mengambil alih jawaban, "Pasti setelah lulus dia bakal segera menikah."

"Tidak, Reo! Aku belum memikirkannya!" Mandy cepat menyanggah atas ucapan asal yang barusan diterimanya. Cekikikan kecil terdengar dari yang lainnya gara-gara hal ini.

"Lalu apa yang sudah kau pikirkan sekarang?!" volume tinggi suara kembali menyeruak untuk yang kedua kali. Dari orang yang berada di samping kanan Alan, seakan menghantarkan suara miliknya dari ujung ke ujung. Sebenarnya, tanpa berteriak pun volume suara dari orang ini sudah terbilang nyaring, namun dia sering lupa pada kenyataan tersebut karena sudah terbiasa sejak kecil.

Sontak saja Alan dibuat terkejut akibat kebisingan itu, "Ish! Berisik Hayato!" ia menepuk cukup keras pundak orang itu dan hanya dibalas dengan simbol peace dari jarinya serta tebaran senyum lebar yang manis.

"Ah, Minna.. bagaimana kalau kita saling menceritakan impian masing-masing?" yang berada di sebelah kiri Alan mulai bergabung pada obrolan juga. Dia yang tampak bermuka garang bin seram coba memberi usul.

Imbuhnya, "Pasti kita memilikinya, kan?"

"Kita memilikinya, Ryuto-kun! Kau dan aku." respon ini terlontar dari arah kiri orang yang dipanggil dengan nama Ryuto ini. Tepatnya hanya terhalang oleh satu orang saja. Remaja baby face bersuara merdu itu menjadi orang pertama yang menanggapi usul dari Ryuto.

"Sudah kukira, impian utama kalian pasti sama. Aku bisa melihatnya dari sejak kalian bergabung di klub seni musik." Alan menerka.

Empat orang lainnya pun berpikiran yang sama pada dua orang ini. Bagaimana minat mereka pada satu hal itu telah tampak dengan jelas dari dulu.

"Aku dan Ryota akan bersama-sama menjadi penyanyi. Berkolaborasi mengalunkan nada-nada yang indah dengan harmonisasi terbaik!" si wajah garang itu semakin jelas mengungkapkan tekadnya yang telah dibangun lama bersama sang rekan yang tak lain adalah si remaja baby face itu.

"Kita akan masuk tv dan terkenal. Mungkin juga akan jadi idola!" Ryota pun tak mau diam saja, ia melanjutkan gambaran dari masa depan mereka yang terlukis dalam bayangannya.

"Tapi menurutku, kau juga cocok kalau jadi seorang model, Ryota-kun." dengan melihat pada visual dari orang ini, Hayato memiliki pandangan lain juga padanya dan tak segan ia ungkapkan.

"Hmmm.. mungkin jika nanti aku sudah terkenal jadi penyanyi, banyak agensi model yang akan memburuku." balas Ryota.

"Itu benar! Aku bisa membayangkannya." timpal Hayato.

"Eh? Lalu aku bagaimana? Kita kan sepaket, Ryota! Kau jangan ambil job sendirian!" merasa diabaikan, Ryuto khawatir jika hal tersebut benar-benar terjadi nanti. Ia menyadari bahwa visualnya tak sebanding dengan si partner, namun dirinya tak mau berpisah. Sambil wajahnya yang panik dan kebingungan, justru malah tawa lah yang ditunjukkan oleh semuanya. Ekspresi itu sukses menggelitik para remaja ini.

"Jika aku nanti jadi model, kau akan jadi asistenku saja, Ryuto-kun. Kita akan tetap sama-sama kan? Ahaha." sambil tertawa, candaan yang mengandung sebuah ejekan dari Ryota itu membuat Ryuto makin cemberut. Wajah garangnya ditekuk dengan mata yang semakin menyipit. Ryota kembali menertawainya dan mulai melanjutkan obrolan lagi.

"Siapa selanjutnya?" tanyanya.

"Aku saja!" Alan mengacungkan telunjuk tangan kanannya. "Aku bermimpi untuk bisa membuat musik dari berbagai genre!" ungkapnya serius.

"Sugoi!" Ryuto menjadi orang pertama yang merespon.

"Ee.. Sekalian saja kau yang nanti membuatkan aransemen lagu untukku dan Ryuto-kun." kini Ryota ikut menimpal. Ia rasa tak ada salahnya jika sang sahabat berkontribusi untuk karir dirinya. Alan mengangguk-angguk kecil.

"Aku setuju!" jawaban datang bukan dari Alan. Suara baru terdengar untuk yang pertama kalinya saat ini. Orang ke-7 di antara remaja tersebut akhirnya melengkapi perbincangan ini. Dia, yang duduk berpusat paling tengah alias diapit oleh duo calon penyanyi ini telah mengemukakan pendapatnya.

Namun, bukannya kembali fokus pada obrolan yang sedang berlangsung, sedikit kejahilan timbul dari Reo akibat terdengarnya suara baru tersebut. "Siapa yang barusan bicara? Apa kalian mendengarnya?" dengan ekspresi pura-pura kebingungan, anak ini meluncurkan aksinya.

Seolah telah berbagi sel otak yang sama, tanpa harus diberi briefing terlebih dulu, lima sahabat lainnya sudah paham pada arah pertanyaan Reo. Mereka pun ikut-ikutan beraksi sama sepertinya. Mencari sosok pemilik suara tersebut dengan gelagat meyakinkan layaknya aktor yang tengah berakting.

Mendapat keusilan ini, si penerima sasaran tak dapat berdiam diri. "Oiii!! Aku di sini!" ia memprotes sembari terus mencari perhatian yang lain agar keberadaannya tak terlihat gaib.

Gelak tawa pun pecah kembali akibat hal ini. Suasana hangat semakin terasa di tempat tersebut. Meski angin malam yang berhembus terasa cukup kencang, itu takkan mampu untuk membuat 7 sahabat ini membeku kedinginan.

"Oke.. karena Yuta-kun akhirnya menampakkan wujud juga, jadi sekarang giliranmu yang menceritakan rencana masa depan!" Hayato mengambil alih acara dan menunjuk Yuta, yang beberapa saat lalu menjadi korban candaan ketika suasana telah kembali tenang.

Yang ditanya belum menjawab. Ia malah senyum mesam-mesem sambil melirik kiri dan kanan. Hanya terdengar sahutan pelan saja dari remaja yang berada di sebelah kiri orang itu, "Sudah jelas kalau itu Yuta-kun.."

"Hmmm.. aku berpikir seperti itu juga.." Reo mendukung perkataan Ryota. Begitu pun yang lainnya yang sudah bisa menebak dengan tepat tentang mimpi dari salahsatu sahabatnya ini.

Yuta semakin merekahkan senyumannya. Dan cukup mengucap dua kata saja, "Benar sekali!"

"Ya ya ya.. Kita semua memang tahu kalau Yuta-kun paling handal dalam menari. Makanya aku dan Reo bisa bertemu dengan dia di klub seni tari tiga tahun lalu." jelas Hayato mengenang sedikit ingatan di masa lampau.

"Hidupnya memang hanya untuk menari." tak mau ketinggalan, Reo semakin memperjelas ucapan dari Hayato. Tampak anggukan pelan serta elusan di dagu masing-masing sembari saling memandang satu sama lain. Seakan kompak berkata, "Sudah kuduga~"

"Pokoknya aku akan terus menari sampai tiba batasku nanti. Peganglah janjiku!" Yuta sungguh bertekad kuat pada mimpinya ini. Dukungan semangat mengalir dari semua.

"Aku juga! Aku akan terus mengasah keahlian menariku.." kini Reo mulai mengutarakan keinginannya. "Tapi, aku ingin melakukan hal lain juga." sambungnya.

"Nani?" Ryuto gercep bertanya saking penasarannya. Belum ada yang bisa menduga hal apa yang kelak akan dilakukan oleh remaja berwajah anak-anak ini.

Sepasang matanya menatap si duo calon penyanyi secara bergantian. Lalu turun hingga ke bagian telapak kaki yang sama-sama tengah menekuk bersentuhan langsung dengan pijakan.

"Ryuto-kun, Ryota.. saat kalian akan tampil di panggung nanti, pasti kalian harus memakai pakaian yang keren, kan?" tanya Reo.

Mereka mengangguk bersamaan sambil membalas tatapan Reo dengan rasa heran.

"Aku akan mengatur itu semua! Kupastikan fashion kalian akan sempurna dari atas kepala sampai kaki!" dengan percaya dirinya, Reo melemparkan kalimat-kalimat ini.

"Aaa! Aku sudah paham maksudmu!" Ryota pun akhirnya mengerti mengapa sebelumnya pertanyaan tersebut terlontar dari mulut Reo untuk dia dan Ryuto.

"Aku akan mempelajarinya lebih jauh lagi." ungkap Reo. "Apalagi jika nanti aku mempunyai brand sendiri juga!" imbuhnya. Remaja ini, meski sudah memiliki bakat di bidang tari namun ia juga nyatanya tertarik untuk mendalami dunia fashion. Awalnya, dia hanya melakukan untuk diri sendiri. Tapi lama-lama, ia ingin coba mengaplikasikannya pada oranglain juga. Ia akan terus belajar hingga mencapai tujuannya. Karena kemauan besarnya ini telah mengalahkan semua ketakutan dan kepesimisannya.

"Deal!" dengan segera Ryuto menjabat tangan Reo sebagai tanda kesepakatan. Tanpa harus memikirkannya lagi, ia sudah mempercayakan 'tugas' ini padanya kelak.

"Benar sih.. Si Reo ini kan memang punya selera fashion yang lebih tinggi dari kita semua. Aku ingat! Saat dia sering menggunakan dasi sekolah untuk dijadikan bandana. Lalu dia bilang 'ini adalah style'." ungkap Alan sambil tertawa.

Hayato tak ingin ketinggalan untuk membagi kisah. Ia juga menerangkan apa yang dia tahu mengenai kelebihan Reo ini, "Selain itu, dia juga suka melipat celana seragamnya sampai ke lutut. Tapi dia tetap memakai kaos kaki yang tinggi seperti pemain sepak bola. Hahaha."

"Benar kan, Hayato! Tapi penampilan dia justru tidak terlihat aneh. Itu malah jadi unik dan tetap cocok buatnya."

"Aku menganggap demikian juga.."

Dua orang ini asyik dalam obrolannya tentang Reo. Sementara yang lain menyimak sambil ikut tertawa juga. Dan si pusat pembicaraan sekarang, terus mengarahkan pandangannya pada HayaLan dengan tatapan tajam. Mereka memujinya, tapi di waktu yang bersamaan mereka pun mengejeknya.

"Awas saja, kalau nanti impianku sudah terwujud, kalian berdua tidak akan pernah kuberi pakaian gratis!" ancam Reo pada Hayato dan Alan. Karena mereka khawatir jika ancaman tersebut jadi kenyataan, maka secepatnya si pengejek ini mendekati Reo dan meminta maaf sembari mengeluarkan jurus pujian setinggi langit. Bagaimana pun, mereka tetap ingin 'mencicipi' juga buah dari kerja keras sang sahabat ini nantinya. Ahaha. Kembali empat orang lainnya malah semakin terbahak menyaksikan drama dadakan ini. Sementara Reo terus bertingkah bak penguasa arogan dengan mimik wajah tengilnya yang amat mendukung suasana.

~Yoooo! What's up guys?!~
~Sekarang adalah giliranku~
~Yo! Yo! Yo! Yo!~

Ketika Ryota baru saja menghentikan drama antara HayaLan dan Reo, tiba-tiba timbullah suara cukup keras yang menyeruak yang memberi keterkejutan sekaligus membuat perhatian hanya terpusat padanya. Suara yang bukan suara biasa seperti orang yang sedang berbicara. Namun itu bernada. Nada khas yang selalu dilantunkan oleh penyanyi lagu bergenre musik Rap.

~Hei, minna!~
~Inilah impianku~
~Jika 2R ingin menjadi penyanyi~
~Lalu Alan membuat musik~
~Yuta ingin menari~
~Dan Reo menyukai fashion~
~Maka inilah impianku~
~Inilah impianku~
~Sudah aku tunjukkan sekarang~
~Dan aku akan mewujudkannya~
~Yo! Yo! Yo! Yo!~
~Go Mandy!~
~Yo! Yo! Yo! Yo!~
~Go Mandy!~
~Yo! Yo! Yo! Yo!~
~Go Mandyyyyyy!!~

Beberapa baris lirik lagu Rap dinyanyikan oleh Mandy yang berada di paling ujung. Tercipta secara kilat saat itu juga. Diiringi gerak-gerik yang mencirikan seorang "Rapper banget", Mandy berhasil meloloskan suaranya dengan penuh kebanggaan.

Tepuk tangan ia dapat dari para 'penonton'. Dibumbui pujian, "Hebat!" juga yang terucap beberapa kali. Namun tidak untuk Reo, dia yang duduk tepat di sebelah Mandy, malah melayangkan tangannya ke arah kepala si rapper yang bulat itu.

"Belum juga ditanya, malah main nyamber aja!" Reo memarahi. "Mana ngagetin pula! Telingaku sakit nihhh!" lanjutnya yang masih kesal.

"Bukannya kau juga langsung bicara tanpa disuruh, Reo? Aku mengikuti jejakmu loh.." Mandy berkelit membela diri.

Reo diam sejenak. "Iya juga yaa.. tadi aku pun begitu." batinnya. Tapi tentu saja dia tidak akan mengakui hal ini. Karena sudah tanggung menggeplak kepala Mandy, maka Reo akan tetap mengeles mempertahankan argumennya.

"Jangan ikut-ikutan dong! Kau tidak punya pendirian!" plak! dua kali kepala milik Mandy menerima penderitaan. Wajah menantang si anak bontot itu harus membuat Mandy lebih bersabar lagi dalam menghadapinya. Tahan emosi.. tahan.. karena ini sudah sering terjadi antara mereka. Dan Mandy selalu mengalah dengan lapang dada. Namun pada akhirnya, mereka akan kembali akur seperti tak terjadi apa-apa.

"Hoi.. kalian yang di ujung sana! Berhentilah!" suara nyaring yang muncul pada saat awal, kini terdengar lagi. Lagi-lagi, Alan yang ada di dekatnya dibuat kaget seketika.

"Sekarang aku yang harus sabar.." lirih Alan menenangkan dirinya.

Sontak yang ditegur pun langsung diam. Sepertinya suara Hayato yang lebih ribut memang sangat handal untuk membungkam keributan yang sedang terjadi.

"Intinya, kau memiliki impian untuk menjadi seorang Rapper kan, Mandy?" Hayato kemudian memastikan.

~Yo! Yo!~
~Kau benar sekali, Hayato!~

Jawaban terlempar dari Mandy dengan cara yang unik. Kali ketiganya ia melantunkan rap di malam ini.

"Lalu bagaimana mimpimu, Hayato?!" untuk sekarang, Mandy dapat bicara dengan normal lagi dan ia memberikan pertanyaan yang sama pada Hayato. Tinggal dia yang belum menceritakan impian dan rencana masa depannya.

"Menjadi penari, sama seperti Reo dan Yuta-kun."

"Itu saja?" tanggap Alan.

"Tidak! Aku berharap juga bahwa suatu hari nanti aku bisa membawakan sebuah acara variety show. Aku akan tampil sebagai hostnya!" pikirannya lalu melayang membayangkan masa depan yang ia idamkan. Yang ia inginkan terwujud. Sesuai dengan minatnya.

"Tidak salah kalau itu Hayato.. Kau memang pandai dalam berkata-kata. Aku sangat mendukung mimpimu! Berjuanglah!" Ryota mengepalkan tangan memberi dorongan pada si pemilik senyum semanis madu ini.

"Sankyu Ryota-kun!! Nanti aku akan mengundang kau dan Ryuto-kun ke dalam acaraku secara eksklusif." balasnya bersemangat. "Aku akan membuat acara yang menginspirasi. Semua yang menjadi tamuku adalah orang-orang berbakat." Hayato lebih menjelaskan konsep yang ia inginkan.

"Apa aku juga bisa jadi tamumu?" Alan menanyakan mengenai dirinya.

"Tentu saja! Kau yang sudah menjadi seorang komposer, akan aku undang juga." balas Hayato membuat Alan tersenyum bahagia. "Yuta-kun yang seorang koreografer, Reo yang mempunyai brand fashion sendiri, dan Mandy yang sukses sebagai rapper, akan aku undang kalian juga ke acaraku!" imbuhnya.

"Yuhuuu sasugaaaa!!"

Mereka semua tersenyum larut dalam angan-angan besar yang begitu optimis untuk tergapai. Semua bisa jadi kenyataan, jika ketujuh sahabat ini pantang menyerah pada mimpinya. Berusaha kuat disertai doa yang tak pernah lelah terpanjat.

"Seperti pesawat terbang, mimpi kita akan melesat dengan tinggi." kata-kata yang refleks datang dari mulut Yuta. Sambil mendongak menatap langit, ia telah mematok tujuannya!

"Seperti pesawat terbang..." Alan bergumam mengulang ucapan Yuta. "Ah! Aku punya ide!" gumaman itu berubah menjadi suara yang cukup keras hingga terdengar oleh semuanya.

"Ide?"

Alan mengangguk cepat.

"Minna, ayo keluarkan selembar kertas untuk masing-masing." suruh Alan. Tanpa menjelaskan apa dulu ide yang dia maksud, dia meminta keenam orang ini untuk mengikuti instruksinya.

"Untuk a--" sebelum Ryuto menyelesaikan kalimat, Alan lebih dulu memotongnya.

"Ikuti saja."

Alhasil Ryuto pun diam seketika. Ia turuti saja suruhan dari sahabatnya. Setelah itu, Alan kembali memberi arahan.

"Sekarang.. kalian tulis dengan tulisan yang besar tentang impian yang baru saja kalian katakan di kertas ini." lanjutnya. Semua pun masih mengikutinya.

Hanya selang kurang dari 30 detik, mereka sudah melakukan arahan ini. Alan berlanjut pada instruksi berikutnya. "Mari kita lipat kertas ini menjadi bentuk pesawat terbang!" sambil menatap satu persatu sahabatnya, Alan memberi kode agar mereka terus mengikuti langkah-langkah yang ia lakukan.

Sudah selesai. Alan kemudian bangkit dan mengajak yang lain untuk menuju ke tembok pembatas dari atap sekolah ini. Tak lupa, kertas berbentuk pesawat terbang itu dibawa pula di genggaman masing-masing. Tampaknya apa yang menjadi ide dari Alan ini telah dapat dimengerti oleh semua.

"Apa kau mengajak kita untuk menerbangkan kertas ini bersama-sama?" tebak Ryota.

"Tepat sekali! Mari kita terbangkan kertas impian ini layaknya pesawat terbang yang berada di langit!" Alan menjawab dengan semangat menggebu yang menyelimuti dirinya.

"Ide cemerlang!!" Ryuto ikut memuji orang yang berada di samping kanannya.

"Perkataan dari Yuta-kun tadi yang memberi ide ini. Arigatou!" Alan menghadap pada Yuta lalu membungkukkan badannya.

"Ah.. aku jadi malu.." Yuta malah menggaruk kepalanya setelah menerima perlakuan dari Alan. Ia tersipu.

"Yasudah! Ayo kita terbangkan pesawat impian kitaaaa!!" karena sudah tak sabar, Mandy mengajak semuanya untuk segera melakukan 'ritual' ini.

Tiga kali, geplakan kepala ia dapatkan dari orang yang sama. Ajakannya yang buru-buru ini tidak mendapat persetujuan dari Reo. "Jangan dulu sekarang!"

Selain berlontar rasa sakit, Mandy sudah tak bisa berkutik lagi untuk melawan Reo. Ujung-ujungnya dia kembali diam dan menjadi pendengar saja. Wkwk.

"Sebelum kita menerbangkannya, akan lebih baik jika kita pun sama-sama meneriakkan sesuatu!" ungkap Reo. "Seperti motto untuk mengiringi terbangnya pesawat ini." sambungnya. Ia menambahkan ide lain untuk melengkapi si 'ritual'.

"Aku setuju!!" dari Hayato, persetujuan ini menular juga pada yang lainnya.

"Oke! Apa yang akan kita ucapkan?" tanya Alan.

"Reo bisa memberi ide ini pasti karena dia sudah menyiapkan kata-katanya." lagi, Ryota menebak dengan tepat.

Reo tersenyum sumringah. "Bagaimana kalau.. Let's fly, Dreamers!" ia harap bahwa kata-kata ini dapat disetujui juga.

"Yosh! Let's fly, Dreamers!" Ryuto mengulang apa yang diucapkan oleh Reo. Ia dapat menerima dengan mudah saran tersebut.

Akhirnya, semua sepakat untuk sama-sama meneriakkan kata-kata ini. Pesawat kertas berisi impian dari masing-masing telah siap untuk diterbangkan dan melayang dengan setinggi-tingginya.

Mulai menghitung mundur..

3
2
1

LET'S FLY, DREAMERS!!!

Pesawat milik mereka telah terlepas dari genggaman. Terbang dengan bebas di udara membawa impian yang telah digantungkan setinggi langit. Tekad kuat membaluti harapan mereka yang besar agar angan itu dapat tercapai sesuai dengan keinginan. Percaya dan yakinlah.

Senyuman terus merekah dari bibir ketujuh remaja ini menyaksikan terbangnya pesawat-pesawat tersebut. Kejahilan pun muncul ketika ada salahsatu pesawat yang menukik duluan dan meluncur ke darat. Bukan berarti itu adalah hal yang buruk. Karena ini hanyalah simbol belaka. Ketika mereka telah melepas pesawat impian itu untuk terbang, mereka pun telah siap untuk memulai kehidupan baru dalam meraih cita-cita dan menata masa depan agar sesuai khayalan.

Perpisahan di malam berkesan ini ditutup dengan rangkulan yang saling mereka bagi dalam posisi melingkar. Mendukung satu sama lain untuk menggapai asa, kesuksesan yang terberkati telah menunggu mereka di masa depan.


-TAMAT-

Friday, August 13, 2021

#KaraokeTimeCindy (4)

Karaokean lagiiii dengan suara yang pas-pasan tapi saya tetap enjoy dalam melakukannya! AHAHAHA biarin aja lah yaak.. Menyanyikan dua lagu di album terbaru GENERATIONS "Up & Down" dan satu lagu lama yang bikin saya tertarik buat nyanyiin karena Ryuto membawakan lagu ini dengan romantisnya di channel YouTube milik THE FIRST TAKE! 

Love is ?


HELLO! HALO!


Love You More


Terimakasih ^^

Thursday, August 12, 2021

Chelsea FC Juara UEFA Super Cup 2021

CHELSEA FC Juara UEFA Super Cup 2021
sumber foto: Chelsea FC Official Twitter

Piala UEFA Super Cup musim 2021 baru saja digelar dinihari tadi waktu Indonesia, 12 Agustus 2021. Dengan bertempat di Windsor Park, Belfast, Irlandia Utara, final kejuaraan ini mempertemukan dua klub antara pemenang dari UEFA Champions League, yaitu Chelsea FC yang berasal dari Liga Inggris dengan pemenang UEFA Europe League, Villareal CF yang merupakan tim dari Liga Spanyol. Kick off dimulai pada pukul 02.00 WIB dengan dihadiri oleh para suporter kedua klub yang bertarung. Pertandingan ini menyuguhkan aksi panas dengan saling bergantiannya memberi serangan antara si jersey biru dan kuning. Hingga pada menit ke 27, Hakim Ziyech selaku gelandang Chelsea FC berhasil melesatkan tendangan luar biasa yang bisa langsung membobol gawang Villareal. The Blues unggul hingga babak pertama berakhir. Di paruh kedua pertandingan, nyatanya tim lawan masih tak mau menyerah dan secara mengejutkan mampu menyamakan kedudukan. Sampai 90 menit berjalan, tidak ada tambahan gol lagi bagi keduanya yang memaksa harus melanjutkan laga ke babak extra time.

Dalam 2x15 menit extra time yang berlangsung, masih belum juga tercipta gol baik bagi Chelsea ataupun Villareal. Hingga waktu berakhir, maka satu-satunya jalan terakhir untuk menentukan juara dari UEFA Super Cup ini adalah melalui adu tendangan penalti. Jantung para pendukung mulai terpacu. Detak dan debarannya pun tak menentu. Raga tak bisa berdiam menyaksikan satu persatu pemain unggulan untuk melakukan tugas berat ini. Apalagi saat Thomas Tuchel, sang manajer Chelsea memutuskan untuk mengganti Edouard Mendy, penjaga gawang di laga tersebut dengan Kepa Arrizabalaga. Pria tinggi yang berasal dari Spanyol ini dipercaya untuk menjadi tembok pertahanan terakhir Chelsea. 

Keoptimisan dari si Biru sedikit memudar saat tendangan penalti pertama yang dieksekusi oleh Kai Havertz, gagal. Namun nyatanya pada tendangan penalti kedua dari tim lawan pun, mereka mengalami hal yang sama. Menjadikan skor kembali imbang dan berlanjut pada tendangan-tendangan penalti berikutnya. Sampai pada tendangan terakhir Chelsea yang dilakukan oleh Antonio Rudiger berbuah manis, sedangkan berkebalikan dengan nasib tim lawan yang tendangannya mampu ditahan oleh sang kiper Chelsea, akhirnya kemenangan ini berhak diraih oleh Chelsea dengan skor akhir 6-5! Chelsea FC menjadi juara UEFA Super Cup musim ini!

Kepa Arrizabalaga, Pahlawan!
sumber foto: Chelsea FC Official Twitter

Chelsea!

Chelsea!

Chelsea!

Ayo terus teriakkan nama ini dengan lantang dan penuh kebanggaan! Nama dari klub jagoan yang bermarkas di Stamford Bridge! Musim terbaru, 2021/2022 dimulai dengan sangat baik oleh Chelsea FC! Piala pertama sukses digaet untuk menambah koleksi penghargaan bergengsi dari segala kompetisi. Akhirnya, setelah sebelumnya Chelsea mengalami kegagalan dalam kompetisi ini sampai tiga kali, kini pada kesempatan selanjutnya, The Blues akhirnya dapat menorehkan namanya pada trofi tersebut! Kebahagiaan dan rasa bangga terus mengalir pada semua yang mencintai klub ini. Terimakasih, sang manager! Terimakasih, para pemain. Terimakasih, para staf. Terus pertahankan dan tingkatkan konsistensi bermain yang luar biasa. Kobarkan selalu semangatmu! Pantang menyerah, angkat kepala kalian, hancurkan semua tembok yang menghadang. Mari buktikan secara percaya diri pada orang-orang di luar sana yang selalu mencemooh bahwa kita bisa untuk terus berada di puncak. Keep The Blue Flag Flying High!

WE LOVE YOU,
CHELSEA FOOTBALL CLUB
YES, WE DO!!

SUPER CUP WINNERS
sumber foto: Chelsea FC Official Twitter

Friday, August 6, 2021

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Feel Alright

Mari berbagi lirik lagu lagi! Masih bagian dari album "Up & Down" miliknya GENERATIONS. Dan kali ini adalah sebuah lagu yang merupakan paling favorit bagi saya di album tersebut! Sekaligus menjadi lagu favoritnya Reo juga loh.. sesuai dengan yang udah dia katakan pada video singkat GENE mengenai "5s Q&A Member" yang diunggah di akun official YouTube GENERATIONS.

Jadi, bisa ditebak kan judul lagunya apa? Hihiw. Lagu yang lagi-lagi menghadirkan sentuhan rap di liriknya ini berada pada track ke-11 di album tersebut. Bersumber dari informasi yang diberikan oleh sang penulis lirik rap sekaligus rapper di lagu ini, Mandy Sekiguchi, ia menjelaskan jika lagu berjudul "Feel Alright" ini adalah sebuah lagu yang seksi! Berbau ero dan cocok untuk "bed time"! Aw aw awwww selain itu jika lagu ini memiliki MV, maka itu akan menjadi MV 'dewasa'-nya GENE! Yabaaaiiiii!!! *tapi saya menantikannya juga sih ahahaha* Itu pun memang terasa dari keseluruhan lirik yang tertuang di dalamnya. Meski tidak sampai ditulis secara jelas, namun penggambarannya dapat tersampaikan dengan nyata. Alunan melodi bertempo santai namun memiliki ketukan yang asyik dengan harmonisasi suara duo vokalis yang menggoda juga melembutkan, menjadi satu kesatuan yang istimewa! Terkhususnya bagi saya yang sudah 'terjebak' ke dalam lagunya.

Saat pertama mendengar lagu "Feel Alright", iramanya membuat saya seperti merasa terbawa pada suasana yang pernah saya sukai di masa lalu. Entah gimana jelasinnya, yang pasti itu berhasil menggelitik perasaan saya! heuheu. Lalu, bagi saya, aura dari lagu ini hampir mirip juga sama lagu "One Last Time" milik abang Hiroomi Tosaka yang juga merupakan lagu favorit saya. Dan secara kebetulan, ternyata makna lagunya juga sama-sama beraroma ++!! hahahaha *kok bisa sih gue demen lagu cem gini*. Tapi it's okay! Ini adalah seni yang harus diapresiasi karena mereka pun telah menciptakan karya yang dibuat dengan sepenuh hati.


GENERATIONS from EXILE TRIBE -Feel Alright
(Merasa Baik-Baik Saja)

Lirik: ELIONE, Mandy Sekiguchi
Musik: Henrik Nordenback, Christian Fast, Jest Meinertz Byg

Baby, baby
Ki ni naru LINE no henji
Au hi made wa Lonely night
Nazeka nemurenai
I wanna say it.. You are teasing me?
Maybe crazy
Koware kaketa bureeki
Sayang, sayang
Cemas menanti balasan Line
Malam kesepian sampai hari kita bertemu
Aku tak bisa tidur karena suatu alasan
Aku ingin mengatakannya.. Kau menggodaku?
Mungkin gila
Rem ini telah rusak

Sewashinai Tokyo
Wakatteru "Time is money"
Hayasugiru kono ichi-byou mo
Kimi dake wo daiteitai oh
Tokyo yang sibuk
Aku tahu bahwa "Waktu adalah uang"
Satu detik ini terlalu cepat
Aku hanya ingin memelukmu oh

I feel you
Sora wo miagete
Aku mengerti perasaanmu
Lihatlah ke langit

Reff:
Oh baby I feel alright
Kaketa tsuki no shita de
Baby I feel alright
Hie kitta shitsu no ue
Mou modorenai
Kimi no inai sekai
Yakusoku shita Sunday
Baby I feel alright
Feel alright? Oh yeah
Oh sayang, aku merasa baik-baik saja
Di bawah bulan yang hilang
Sayang, aku merasa baik-baik saja
Di atas lembaran seprai yang dingin
Aku tak bisa kembali
Dunia tanpamu
Hari Minggu yang dijanjikan
Sayang, aku merasa baik-baik saja
Merasa baik-baik saja? Oh ya

Rap:
Yeah yeah
Shuto-kou hashiri mada juutai
Having a long night machidjuu wo nagameteru
Yureru In my eyes
Sagashiteru Baby, hora Baby
Koko ni inai no ni Yeah yeah
Yeah yeah
Metropolitan expressway masih padat
Memiliki malam yang panjang untuk melihat-lihat kota
Getaran di mataku
Aku mencarimu sayang, kau tahu sayang
Meskipun tidak ada di sini Yeah yeah

Sewashinai Tokyo
Wakatteru "Time is money"
Hayasugiru kono ichi-byou mo
Kimi dake wo daiteitai oh
Tokyo yang sibuk
Aku tahu bahwa "Waktu adalah uang"
Satu detik ini terlalu cepat
Aku hanya ingin memelukmu oh

I feel you
Sora wo miagete
Aku mengerti perasaanmu
Lihatlah ke langit

Reff:
Oh baby I feel alright
Kaketa tsuki no shita de
Baby I feel alright
Hie kitta shitsu no ue
Mou modorenai
Kimi no inai sekai
Yakusoku shita Sunday
Baby I feel alright
Feel alright? Oh yeah
Oh sayang, aku merasa baik-baik saja
Di bawah bulan yang hilang
Sayang, aku merasa baik-baik saja
Di atas lembaran seprai yang dingin
Aku tak bisa kembali
Dunia tanpamu
Hari Minggu yang dijanjikan
Sayang, aku merasa baik-baik saja
Merasa baik-baik saja? Oh ya

Kimi to futari no himitsu Rendezvous
Bed wo terasu Moon light
Futari no himitsu Rendezvous
Eien ni tsudzuitara
Pertemuan denganmu dan rahasia berdua
Cahaya bulan yang menerangi tempat tidur
Pertemuan rahasia berdua
Jika itu berlangsung selamanya

Futari no himitsu Rendezvous
Kanjinai mou Distance
Futari no himitsu Rendezvous
Eien ni tsudzuitara
Baby.. so what you want yeah.. oohh
Pertemuan rahasia berdua
Aku tak merasakan jarak lagi
Pertemuan rahasia berdua
Jika itu berlangsung selamanya
Sayang.. jadi apa yang kau inginkan yeah.. oohh

Rap:
24-ji sugitara Monday
Jikan (subete) wasure saseru Run away
Appudeeto suru kimi no besuto
Kuraimakkusu made ikki ni Let's go
Hari Senin setelah pukul 24.00
Pergi jauh untuk membuatmu melupakan waktu (semuanya)
Untuk memperbarui yang terbaik darimu
Ayo menuju klimaks sekaligus

I feel you
Sora wo miagete
Aku mengerti perasaanmu
Lihatlah ke langit

Reff 2:
Oh baby I feel alright
Michita tsuki no shita de
Baby I feel alright
Tsutsumatta shitsu no naka
Mou modorenai
Kimi no inai sekai
Yakusoku shita Sunday
Baby I feel alright
Feel alright? Oh yeah
Oh sayang, aku merasa baik-baik saja
Di bawah bulan purnama
Sayang, aku merasa baik-baik saja
Di dalam seprai yang membungkus
Aku tak bisa kembali
Dunia tanpamu
Hari Minggu yang dijanjikan
Sayang, aku merasa baik-baik saja
Merasa baik-baik saja? Oh ya

Kimi to futari no himitsu Rendezvous
Bed wo terasu Moon light
Futari no himitsu Rendezvous
Eien ni tsudzuitara
Pertemuan denganmu dan rahasia berdua
Cahaya bulan yang menerangi tempat tidur
Pertemuan rahasia berdua
Jika itu berlangsung selamanya

Futari no himitsu Rendezvous
Bed wo terasu Moon light
Moon light, moon light, baby
Bae I feel alright
Pertemuan rahasia berdua
Cahaya bulan yang menerangi tempat tidur
Cahaya bulan, cahaya bulan, sayang
Sayang, aku merasa baik-baik saja


(sumber lirik kanji: www.lyrical-nonsense.com)
(lirik romaji dan terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)



Wednesday, August 4, 2021

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Beautiful Sunset

Lagu ke-2 di album terbaru dari GENERATIONS from EXILE TRIBE yang liriknya ditulis oleh Ryuto Kazuhara! Dengan judul "Beautiful Sunset", yang pertama kali terpikirkan saat mendengar kata ini adalah suasana sejuk nan romantis bak berada di pesisir pantai. Dan itu memang berbanding lurus dengan cerita yang tertuang di dalam keseluruhan isi liriknya. Lagu cinta yang menggambarkan kebersamaan dengan kekasih hati ketika tengah bersantai sambil menikmati keindahan terbenamnya matahari di lautan yang biasa dikunjungi berdua. Nuansa musik yang bertempo santai pun ikut disajikan di lagu ini. Membuat lagunya sangat cocok didengar untuk merelaksasikan jiwa dan ragamu!

Ryuto Kazuhara and Sunset
sumber foto: Ryuto official account

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Beautiful Sunset

Lirik: Ryuto Kazuhara
Musik: Kengo Minamida

Mujaki ni warau kimi ga soko ni ita kato omottara
Kyuu ni futeta kao wo shite soppo muku tokoro toka
Nandakanda itoshii
Kimi no boku shika shiranai kao de
Hitorijime shita kibun ni nattari shiteru
Ketika kau tertawa selama 1 detik, begitu riang
Selanjutnya kau tiba-tiba cemberut, memalingkan wajah menghadap ke tempat yang jauh
Selalu ini dan itu, sayangku
Dengan ekspresi wajahmu yang hanya kutahu
Membuatku merasa seperti aku memilikimu seutuhnya

Otagai no ii toko dame na toko wa
Ii daseba kimi ga nakunaru kedo
Kekkyoku itsumo futari motome au
No wave datta boku ni totte
Kimi ga ite kureru sore dake de shiawase-sa
Poin baik dan buruk satu sama lain
Kita bisa menghilangkan itu selamanya
Tapi pada akhirnya, kita berdua selalu saling mencari
Tidak ada ombak bagiku
Hanya kebahagiaan saat kau ada di sini

Reff:
Kazaranai de kiowanai de
Ari no mamade ii n janai?
Mi wo makashite nami ni notteku
Ano kankaku mitai ni
Hora ne? tte warai atte
Itsumo no you ni kisu shichatte
Kimi ga omou yori mo raku darou
Jangan coba untuk membuat dirimu tampak lebih baik, jangan mencoba terlalu keras
Itu baik-baik saja menjadi dirimu sendiri
Biarkan dirimu mengarungi ombak
Seperti perasaan itu
Lihatlah? Kita saling menertawakan
Dan berciuman seperti biasanya
Ini akan lebih mudah dari yang kau pikirkan

Beautiful Sunset..
Nante utsukushii no darou
Beautiful Sunset..
Akaku somaru kono sora wo
Beautiful Sunset..
Touku hanareta basho demo
Beautiful Sunset..
Kimi to futari miraretara
Beautiful Sunset..
Betapa indahnya!
Beautiful Sunset..
Mewarnai langit ini menjadi merah
Beautiful Sunset..
Meski di tempat yang jauh
Beautiful Sunset..
Asalkan aku bisa melihatnya berdua denganmu


Onaji mi no juutai demo kimi no yokogao mireba
Zeitaku ni omoeru no sa aikawarazuda 134
Okimari no deetokousu
Miruku tii katate ni sukoshi Break time
Kimi no kigen nantonaku saguttari shiteru
Bahkan dalam kemacetan lalu lintas yang sudah akrab
Jika kau melihat pada wajah sampingmu, tampak mewah seperti biasa 134
Mengikuti rencana kencan kita yang rutin
Sedikit waktu istirahat dengan teh dan susu di satu tangan
Entah bagaimana aku mencari sesuatu dalam suasana hatimu

Otagai ga ii toki dame na toki ga
Tsudzuite mo merou na kaze kanji ni
Kekkyoku itsumo futari ano umi e
No wave datte kamawanai nda
Kimi ga egao ni narerunara eien ni...
Ketika kita dalam waktu yang baik, ataupun tidak baik
Bahkan jika terus berlanjut, rasanya seperti angin yang lembut
Lagipula, kita berdua selalu pergi ke laut itu
Aku tidak peduli jika tak ada ombak
Jika kau bisa tersenyum, selamanya...

Reff:
Kazaranai de kiowanai de
Ari no mamade ii n janai?
Mi wo makashite nami ni notteku
Ano kankaku mitai ni
Hora ne? tte warai atte
Itsumo no you ni kisu shichatte
Kimi ga omou yori mo raku darou
Jangan coba untuk membuat dirimu tampak lebih baik, jangan mencoba terlalu keras
Itu baik-baik saja menjadi dirimu sendiri
Biarkan dirimu mengarungi ombak
Seperti perasaan itu
Lihatlah? Kita saling menertawakan
Dan berciuman seperti biasanya
Ini akan lebih mudah dari yang kau pikirkan


Reff:
Kazaranai de kiowanai de
Ari no mamade ii n janai?
Mi wo makashite nami ni notteku
Ano kankaku mitai ni
Hora ne? tte warai atte
Itsumo no you ni kisu shichatte
Kimi ga omou yori mo raku darou
Jangan coba untuk membuat dirimu tampak lebih baik, jangan mencoba terlalu keras
Itu baik-baik saja menjadi dirimu sendiri
Biarkan dirimu mengarungi ombak
Seperti perasaan itu
Lihatlah? Kita saling menertawakan
Dan berciuman seperti biasanya
Ini akan lebih mudah dari yang kau pikirkan

Beautiful Sunset..
Nante utsukushii no darou
Beautiful Sunset..
Akaku somaru kono sora wo
Beautiful Sunset..
Touku hanareta basho demo
Beautiful Sunset..
Kimi to futari miraretara
Beautiful Sunset..
Betapa indahnya!
Beautiful Sunset..
Mewarnai langit ini menjadi merah
Beautiful Sunset..
Meski di tempat yang jauh
Beautiful Sunset..
Asalkan aku bisa melihatnya berdua denganmu


(sumber lirik kanji: www.lyrical-nonsense.com)
(lirik romaji dan terjemahan Bahasa Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

Saturday, July 24, 2021

Interview Moment with GENERATIONS from EXILE TRIBE (ViVi Magazine September 2021)

Bertemu lagi dengan kolaborasi antara boygroup GENERATIONS from EXILE TRIBE dengan sebuah majalah bernama "ViVi"! Lumayan sering yaa mereka bekerjasama.. ini tak luput dari eksistensi GENE yang terus bersinar dan respon positif juga dari para penggemarnya terhadap edisi majalah tersebut, hihi. Sehingga... membuat GENE dapat tampil lagi di sini sekaligus terpilih menjadi sampul untuk ViVi Magazine edisi bulan September 2021! Yeaayy!!! Edisi yang sangat spesial dengan menampilkan potongan video dari masing-masing member GENE pada akun twitter official ViVi di setiap harinya. Dan ada satu video khusus juga mengenai di balik layar dari syuting pembuatannya yang diunggah pada channel YouTube resmi milik ViVi. Eits, bukan hanya ketujuh member GENE aja loh yang ditampilkan di dalamnya. Nyatanya ada 'bintang' lain juga yang diundang untuk membuat pemotretan ini semakin manis. Pengen tahu pengen tahu pengen tahu siapa? Yuk ditonton aja videonya, atau sekalian dibeli juga majalahnya :D


Berbagai jepretan foto menarik dan unik serta banyaknya wawancara yang dilakukan secara bersamaan maupun pada setiap member tentang kehidupan pribadi mereka, terdapat total 12 halaman untuk sesi GENE ini. Salahsatu bagian wawancara tersebut telah coba saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Terjemahan ini tidak akurat 100%, jadi mohon maaf yaa kalo ada salah kata dan kalimat yang tidak dimengerti, ehehe. Akan lebih baik kalo ikut mengoreksi juga setelah membacanya..

sampul ViVi Magazine edisi September 2021
sumber: GENERATIONS Official twitter

Okeee.. mari kita mulai!!

Halaman 112-115: 
"Pagi dan malam bersama GENE" 

~Sekarang mereka semua telah dewasa, kami akan memberikan banyak daya tarik seks yang penuh dengan alam tanpa tumbuh tinggi.  Anda akan lebih menyukai GENE karena kesenjangan antara 7 orang seperti anak laki-laki normal.~

Halaman 112 (Alan)

Alan Shirahama

Q1: Bagaimana pengakuan cintamu pada gadis yang kamu sukai?
"Tsukiatte kudasaaaaaaai!!!!!" (Tolong berkencan denganku!). Itu penuh dengan -aa- (haha). Jika tidak bertatap muka, mungkin dia akan menyukainya juga karena aku menggunakan stiker LINE yang lucu.

Q2: Apa rencana kencan idealmu?
Bersantai di pondok pantai. Aku tidak punya SIM, jadi aku tidak bisa mengemudi. Tapi idealnya aku ingin mengemudi di sepanjang laut.

Q3: Apa teknologi yang pasti bisa menaklukkan wanitamu sendiri?
(Dalam masalah selama 10 detik) Perjalanan kelas cepat (haha).

Q4: Apakah kekasihmu ditinggalkan? Nama panggilan? Nyanyian?
Chan! (menjawab dengan cepat)
(*bagian yang kurang saya pahami, jadi saya sertakan kanjinya juga)
Q4: 恋人は呼び捨て? あだ名? ちゃん付け? 
ちゃん! 

Q5: Apa yang terjadi ketika kamu sedang jatuh cinta?
Ini tidak banyak berubah. Cukup bagus. Aku tidak memikirkan itu terlalu banyak, dan aku rasa itu normal.


Halaman 113 (Ryota & Reo)

Ryota Katayose

Q1: Ajarkan gerakan wanita favoritmu secara berbeda
Isyarat menyentuh rambut dan melepas ikatan rambut. Aku peka terhadap perubahan gaya rambut wanita.

Q2: Apa hubungan romantis idealmu?
Hubungan yang saling menghormati dan menginspirasi. Aku pikir saat seorang wanita berkata, "oo..." untuk mengetahui sesuatu yang dia tidak tahu.

Q3: Apa yang kamu lakukan di hari ulang tahun kekasihmu?
Makan di restoran yang bagus. Aku suka makan dan sake (alkohol). Jadi aku ingin mengobrol dan bersenang-senang di malam hari. Aku dapat mengingat di masa depan bahwa, "Aku membicarakan ini pada waktu itu."

Q4: Apa ekspresi cintamu sendiri?
Aku ingin bersandar di bahu ketika mengalami kesulitan.

Q5: Apa yang terbaik dari Ryuto-kun yang hanya diketahui oleh Ryota-kun sendiri?
LINE pribadi menggunakan banyak akronim. Bukankah itu sedikit mengejutkan?


Reo Sano

Q1: Ceritakan periode favoritmu
Saat kelas 6 SD - 3 SMP. Aku pikir aku disukai oleh orang-orang muda, mungkin karena aku menari dan itu tampak mencolok.

Q2: Bagaimana jika kamu duduk di samping orang yang kamu sukai?
Aku tidak banyak bicara.

Q3: Pakaian apa yang ingin kamu kenakan saat berkencan?
Pakaianku sendiri. Jika ada, aku ingin pakaian yang membuatku menonjol. Aku ingin dia memakai pakaian yang bukan hobiku.

Q4: Bisakah kamu ber-romantisan di depan umum?
Aa, tidak. Aku tidak ingin melakukannya terlalu banyak. Aku masih sadar.

Q5: Seberapa sering kamu mengatakan bahwa kamu mencintai kekasihmu?
Sungguh kadang-kadang.


Halaman 114 (Hayato & Mandy)

Hayato Komori

Q1: Apa yang kamu ingin kekasihmu lakukan?
Bantal lutut.

Q2: Apa pertemuan idealmu?
Un.. pesta minum. Aku pikir lebih baik melihatnya muncul dengan cara yang dinamis.

Q3: Apakah kamu sendiri berkencan buta?
Orang? Aku sama sekali tidak mengerti hal semacam itu, jadi aku ingin menyerahkannya padamu. Aku tidak tahu apa-apa tentang kencan buta, tapi aku mungkin akan mengatakan, "Ini menyebalkan." Namun jadwalnya dapat dikemas dengan baik. Itu egois. Maafkan aku (haha).

Q4: Apa yang kamu suka dari wanita?
Bau bau bau? Mungkin lebih baik secara tidak terduga.


Mandy Sekiguchi

Q1: Masakan rumahan seperti apa yang kamu ingin wanita masak?
Apapun baik-baik saja! Hamburger!

Q2: Bagaimana cara menarik perhatian dari orang yang kamu sayangi?
Dengarkan cerita orang itu!

Q3: Apa yang tidak pernah bisa saingan cintamu kalahkan darimu (jika ada)?
Fufu~~ Apa itu? Aku akan melakukan yang terbaik untuk membuat dia tertawa.

Q4: Mana yang lebih baik, tidak manja atau manja?
Ini mengerikan. Apakah kamu ingin merusaknya?

Q5: Tipe yang berubah dengan cinta?
Aku pikir itu akan berubah. Cukup dekat dengannya. Tampaknya mengasyikkan (haha).
  

Halaman 115 (Ryuto & Yuta)

Ryuto Kazuhara

Q1: Kelompok pendek? Kelompok panjang?
Mana yang lebih cocok untukku. Aku tidak punya preferensi khusus.

Q2: Apa jimatmu?
Ketiak! Hahahaha! Itu tidak berubah sejak aku masih jadi siswa SMP. Saat aku melihat ketiak para gadis yang indah ketika mereka mengenakan pakaian olahraga, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak senang.

Q3: Kepada wanita, apakah kamu tipe S? M?
Aku adalah tipe S (haha).

Q4: Apa yang terjadi ketika kamu berbicara dengan seseorang yang kamu sukai?
Aku akan menemukan lawan bicara yang hebat.

Q5: Persahabatan dan percintaan, pilih mana?
Persahabatan (menjawab dengan cepat).


Yuta Nakatsuka

Q1: Kapan cinta pertamamu?
Saat Taman Kanak-Kanak. Itu adalah guru TK-ku. Aku sangat mengingatnya!

Q2: Aku tidak suka wanita seperti ini! Katakan padaku!
Seseorang yang berkata, "Itulah sebabnya karena seorang pria." Aku berpikir itu tidak baik.

Q3: Melakukan pengakuan cinta? Atau memendam?
Melakukannya.

Q4: Apa yang ingin kamu lakukan setiap hari bersama kekasihmu?
Aku kecanduan memasak, jadi aku ingin memasak bersama.

Q5: Kapan kamu ingin bertemu seseorang yang kamu sukai?
Uunn.. saat aku lelah? Aa, tapi aku selalu ingin bertemu dengannya.

Q6: Apakah kamu seekor landak?
Eeee.. bukan (haha).

Q7: Apakah kamu orang luar angkasa?
Eeee.. aku tidak bisa memberitahumu.
                              ----------

(terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri. Bekerjasama dengan google translate, bing, kamus bahasa Jepang dan ilmu dari penjelajahan internet)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

Terimakasih dan sampai jumpa di wawancara selanjutnyaaaa! ^^


Sunday, July 18, 2021

Forever in Our Hearts

Hari berlalu melewati minggu kemudian berganti bulan hingga tiba pada tahunnya. Bertemu kembali pada hari yang sama di saat luka itu dimulai. Kepergianmu, meninggalkan segala kepedihan. Rasa sakit yang merobek batin akibat kehilangan dirimu. Satu sosok yang sangat berarti bagiku. Satu sosok yang telah lama kukagumi. Satu sosok yang selalu kujadikan sebagai penyemangat. Kehadiranmu yang terus kutunggu tanpa rasa letih. Meski kita belum pernah bertemu, bahkan kau pun tak mengenal diriku, tapi bukankah kita masih berada di bawah langit yang sama? Menapakkan kaki di bumi yang sama pula? Jadi kuanggap bahwa kita sudah terhubung. Hanya saja, waktu itu telah terhenti semenjak satu tahun lalu. Kini kau telah menjadi langit itu. Kini kau telah beranjak dari pijakan di bumi ini. Ruang kita tlah berbeda. Aku masih tetap berada di bawah, menatapmu nanar yang jauh di atas sana.

Bagaimana kabarmu sekarang? Harapan yang selalu terpanjat menginginkan bahwa kau abadi di dalam kebahagiaan. Tak ada yang menyesaki pikiran serta jiwamu lagi. Bebaskan semuanya. Tenanglah bersama kehidupan kekalmu. Apa kau tahu? Ah, pasti kau pun mengetahuinya karena kau selalu mengawasi dari langit itu, kan? Hal yang menghangatkan yang sepantasnya harus terjadi. Mengenai karya-karyamu tetap menemani di sepanjang waktu ini. Sampai detik ini. Berbagai info positif tentangmu berdatangan silih berganti. Apresiasi tanpa batas layak diberikan untukmu. Memang, ragamu sudah tak bersama kami lagi, namun semua tentangmu selalu tersimpan di hati. Di dalam sini, kau tetap hidup.

Aku sudah baik-baik saja tanpamu. Tapi bukan berarti bahwa aku bisa melupakanmu. Sungguh mustahil.. Karena sepanjang waktu, tentangmu akan selalu melekat dalam memoriku. Namamu, akan selalu terukir di dalam jiwaku. Dan sosokmu, takkan pernah melebur dari kisah perjalanan hidupku.

Tersenyumlah. Terus tersenyum. Biarkan cahaya benderang mengitari dirimu. Doa yang mengalir tiada henti takkan membiarkannya padam. Kau hanya perlu berdiam, beristirahat dalam kedamaian.

Kau selamanya di dalam hati kami.. yang selalu dirindukan, Haruma Miura-san ❤ 

Sunday, July 11, 2021

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Love is ?

Kembali, kembali dan kembali lagi dengan postingan tentang lirik lagu. Dan kembali juga dari grup musik yang sudah langganan untuk nongkrong di blog ini. Karena bagi saya, setiap lagu yang mereka miliki selalu mempunyai arti mendalam yang anti mainstream. Tidak mengikuti trend masa kini namun tetap bisa memenangkan hati dan telinga yang mendengarnya. Masa sih? Coba aja deh denger dan rasain :). Dan di antaranya itu adalah sebuah lagu yang akan saya bahas kali ini. Lagu dengan judul "Love is ?" namun sama sekali bukan lagu yang mencerminkan "cinta" pada umumnya. Cinta yang tertulis di dalam lagu ini bersifat universal. Cinta yang memiliki arti lebih dari sekedar "i love you" karena "cinta" yang dijelaskan di sini bertujuan untuk tidak membiarkan orang(2) tersayang merasa sendirian. Entah itu pada teman, sahabat, keluarga atau bahkan pasangan juga. Cinta yang dapat menyemangati diri sendiri agar lebih mencintai diri tersebut. Memberi kepercayaan yang harus ditanamkan dalam diri. Rintangan dalam hidup pasti akan selalu menghadang. Jika kau bersedih, jika kau ingin menangis, maka lepaskanlah. Tapi jangan lupa, ada aku yang akan selalu di sini untuk bersamamu. Mendukungmu. Dan inilah, arti dari bentuk "cinta" di lagu "Love is ?".

sumber foto: GENERATIONS Official Twitter

Salah satu lagu yang masuk ke dalam album terbaru GENERATIONS mengikuti lagu "Make Me Better" pada postingan sebelumnya ini, nyatanya memiliki perhatian lebih dari orang-orang. Di mana semua komponen yang berada di lagu ini dibuat oleh member GENE itu sendiri! Lagu ballad dengan tambahan rap yang terasa unik serta ada bagian lirik yang dinyanyikan bersama semua member GENE ini benar-benar menambah keistimewaan dari lagunya. Komposisi musik yang dikomposeri oleh Alan Shirahama, lalu lirik lagu dikarang oleh Ryuto Kazuhara dan bagian rap ditulis oleh Mandy Sekiguchi. Sang pengarang, telah membagikan kisah di balik dia merangkai setiap barisan lirik dari lagu "Love is ?". Bersumber dari majalah "Men's Preppy" yang telah melakukan wawancara dengan Ryuto, ditambah penjelasan langsung darinya pada video dokumenter GENE di TikTok Live beberapa waktu lalu, ia mengatakan jika lagu ini tercipta pada saat dirinya berada dalam masa-masa pemulihan pasca operasi polip Januari silam. Saat itu, para member GENE mengirimkannya sebuah tayangan video penyemangat berdurasi sekitar 10 menit. Momen berharga itu pun memberikan ide bagi Ryuto untuk dapat menulis sebuah lagu yang tengah mencerminkan perasaannya. Dengan cinta yang diberikan oleh semua member GENE, dengan cinta yang dia terima dari mereka, maka lagu "Love is ?" dapat tercipta dan terselesaikan dengan sangat indah nan menyentuh.

Mau dengerin lagunya? Yuk silahkan kunjungi platform-platform musik yang sudah menyediakan lagu tersebut. Ingin tahu lirik lagunya? Maka sudah saya tuliskan juga lirik romajinya di bawah ini.

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Love is ?
(Cinta adalah ?)

Lirik: Ryuto Kazuhara
Rap: Mandy Sekiguchi
Musik: Alan Shirahama, Hi-yunk, Slay

Omoikaeshite mireba gekidou no hibi nagareta
Up&Down shite sono kurikaeshi no omoi wo
Mune ni kizami On the way, on the way hateshinaku
Melihat pikiranku ke belakang, hari-hari yang bergejolak mengalir
Bangkit & jatuh, pikiran terus berulang
Dalam perjalanan, dalam perjalanan yang tak berujung terukir di dada

Tokito shite ayumi tomete shimau hodo no
Kuyashi-sa ga tsuyoku are! to sakebu nda
Terkadang, aku berhenti berjalan
Menjadi sangat kecewa! berteriak

Reff 1:
Hajimaru aratana.. monogatari ga ima..
Kokoro michibiite hitotsu ni tsunagaru
Moshi kimi ga kanashimi no ame ni nure
Namida shite mo daijoubu boku ga iru!
Sebuah kisah yang dimulai sekarang
Pandu hati untuk terhubung menjadi satu
Jika kau basah dalam hujan kesedihan
Tidak apa-apa untuk berlinang air mata, tapi aku ada di sini!


You & I aratamaru wake de wanai kedo
Sasae au kotode-sa So easy na Everyday
Up & Down shita wagamama sugita jibun wo
Semerunara dare yori mo kimi wo rikai shiyou
Kau & aku tidak akan pernah berubah
Dengan saling mendukung, setiap hari akan terasa sangat mudah
Bangkit & jatuh, diri sendiri terlalu egois
Jika kau menyalahkanku, aku akan memahamimu lebih baik dari oranglain

Ai ni katachi wa nai to wakatte ikite irunda
Hon'no sukoshi dakede ii yasashi-sa hefokasu awasete
Aku hidup untuk mengetahui bahwa cinta tidak memiliki bentuk
Hanya sedikit demi sedikit fokus pada kebaikan

Reff 2:
Ai wo utau kara.. akirametari shinaide..
Yume e tsudzuiteru shiawase no michi wo
Mieru darou harewataru kono sora ga
Hohoenderu daijoubu kimi naraba!
Aku akan bernyanyi cinta, janganlah kau menyerah
Jalan kebahagiaan yang mengarah pada mimpi
Kau dapat melihat langit yang cerah ini
Kau akan baik-baik saja dengan senyuman!


Rap:
Ichido kiri no Life koukai nado shitakunai
Kawaritai kara ii kagen ni suteta ii wake
Chousen mo kira warerukoto mo kowai yo doushite?
Jibun ga kawaii dake You know that hon'ne
Demo Let's go fumidasu yuuki ippon
Yukkuride ii yo kotae wa nai nodakara daijoubu!
Te wo nigitte "Keep my pace"
Tomoni susumou usagi to kame no kame no you ni
Aku tidak ingin menyesali hidupku yang pernah terpotong
Alasanku ingin membuangnya karena aku ingin berubah
Aku takut saat ditantang dan dibenci, mengapa?
Diri sendiri yang lucu, kau tahu niat sejatinya
Tapi ayo kita berani melangkah
Jika tidak ada jawaban yang baik, maka tidak apa-apa!
Pegang tanganku dan katakan "Pertahankan langkahku"
Mari kita bergerak maju bersama seperti kelinci dan kura-kura

Kimi ga iru kara, boku ga utaou
Kimi ga iru kara, boku ga odorou
Karena kau ada di sini, aku bernyanyi
Karena kau ada di sini, aku menari

Reff 3:
Hajimaru aratana.. monogatari ga ima..
Kokoro michibiite hitotsu ni tsunagaru
Ichiban ni jibun jishin wo aisu koto
Wasurenaide.. itsu datte koko ni iru!
Sebuah kisah yang dimulai sekarang
Pandu hati untuk terhubung menjadi satu
Yang paling utama, cintailah dirimu sendiri
Jangan lupa, aku selalu berada di sini!

Ai wo utau kara!
Ai wo odoru kara!
Aku akan bernyanyi cinta!
Aku akan menari cinta! 


(sumber lirik kanji: Spotify)
(lirik romaji dan terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)