find me on:

Sunday, March 27, 2022

ØMI -You (Prod. SUGA of BTS)

You
sumber foto: ØMI official twitter

"You" yang dimaksud oleh ØMI di lagu ini adalah "Fans". Para penggemar yang selalu ada dan mendukung ØMI kapanpun tanpa batas lelah. Dengan gitar dan melodi pop yang terinspirasi dari angin dan langit serta pemandangan alam selama ØMI melakukan perjalanan, maka lagu ini dapat tercipta.


ØMI –You (Prod. SUGA of BTS)
 
Lirik: SUGA, EL CAPITXN. UTA. Yohei, Shin Won Park
Musik: SUGA, EL CAPITXN. UTA. Yohei, Shin Won Park
 
Nani ga shiawase? Nante toikaketeta
Oshiete kureta yo ne
“Kono shunkan ga itoshii to kitsukenai dake”
You you itsumo soba de yasashisa nukumori kureta
Atarimae janai
Kondo wa boku kara sono ai kaesu to kimeta yo
Aku bertanya padamu, apa yang membuatmu bahagia?
Kau mengajarkanku
“Kau tak bisa menyadari bahwa momen ini menyenangkan”
Kau selalu di sisiku dan memberiku kebaikan serta kehangatan
Tentunya aku tidak menerima begitu saja
Saat ini aku akan kembali memberi cinta untukmu
 
Doko made kono yoru tsuzuku to omotteta keredo
Kono basho de wakatta nda
Hokoreru hodo ni jinsei wo aiserutte
Aku pikir berapa lama malam ini berlangsung
Aku menyadari di tempat ini bahwa
Aku memungkinkan untuk sangat mencintai hidupku
 
Reff 1:
You itsu date sou You sono te de
Boku wo dakishimeru koukai mo ayamachi mo
Kakegaenai iro ni kawaru mata susumeru
Oh oh… kogoeta hi mo
Oh oh… kowareta hibi mo Eyye
Oh oh… donna toki mo
You are always by my side
Kau selalu, dengan tanganmu
Memelukku meredam penyesalan dan kesalahan
Berubah menjadi warna yang tak tergantikan, dan aku bisa melangkah
Oh oh… meskipun di hari yang membeku
Oh oh… meskipun di hari-hari yang terputus
Oh oh… kapanpun
Kau selalu ada di sisiku

\
Kokochi yoi ne bokura hone
Iiaeru tte We have a good relationship
Afureteru ai kimi ni waketai
Sono tsubomi mata sakaseyou
Fuan data yoru no namae towa to nazuke waratta ne
You you you you kagi wo kureta
You you you you asu e no tobira
Kita bisa saling berbicara tentang apapun
Ini terasa nyaman, kita memiliki hubungan yang baik
Aku ingin memberi banyak cinta untukmu
Mari membuat bunga-bunga mekar lagi
Kita namai malam kerinduan ini “Selamanya” dan saling berbagi tawa
Kau kau kau kau memberiku kunci
Kau kau kau kau pintu untuk esok hari
 
Doko made kono yoru tsuzuku to omotteta keredo
Kono basho de wakatta nda
Hokoreru hodo ni jinsei wo aiserutte
Aku pikir berapa lama malam ini berlangsung
Aku menyadari di tempat ini bahwa
Aku memungkinkan untuk sangat mencintai hidupku
 
Reff 2:
You itsu date sou You kono te de
Kimi wo dakishimeru koukai mo ayamachi mo
Kakegaenai toki ni kawaru mata susumeru
Oh oh… kogoeta hi mo
Oh oh… kowareta hibi mo Eyye
Oh oh… donna toki mo
Oh oh… soshite mata Running
Kau selalu, dengan tanganmu
Pelukanmu meredam penyesalan dan kesalahan
Berubah menjadi momen yang tak tergantikan, dan aku bisa melangkah
Oh oh… meskipun di hari yang membeku
Oh oh… meskipun di hari-hari yang terputus
Oh oh… kapanpun
Oh oh… dan lagi, berlari
 
Reff 1:
You itsu date sou You sono te de
Boku wo dakishimeru koukai mo ayamachi mo
Kakegaenai iro ni kawaru mata susumeru
Oh oh… kogoeta hi mo
Oh oh… kowareta hibi mo Eyye
Oh oh… donna toki mo
You are always by my side
Kau selalu, dengan tanganmu
Memelukku meredam penyesalan dan kesalahan
Berubah menjadi warna yang tak tergantikan, dan aku bisa melangkah
Oh oh… meskipun di hari yang membeku
Oh oh… meskipun di hari-hari yang terputus
Oh oh… kapanpun
Kau selalu ada di sisiku\



(sumber lirik kanji, romaji dan terjemahan B. Inggris: MV "You")
(terjemahan B.Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

ØMI -SHINE

cover lagu "SHINE"
sumber foto: ØMI official twitter

Lagu berjudul "SHINE" ini dirilis pada 13 Desember 2021. Merupakan theme song untuk single ØMI yang bernama "ANSWER... SHINE" dan menghubungkan single tersebut dengan single sebelumnya yaitu "ANSWER... SHADOW". ØMI mengatakan jika lagu ini mengusung musik EDM dan terasa seperti musik tahun 80'an, di mana itu merupakan musik favoritnya. Dan setiap genre yang ada di lagu-lagunya ia namakan dengan "ØMI genre". :)


ØMI –SHINE
 
Lirik: ØMI, SUNNY BOY
Musik: UTA
 
Talking your light abite afureru Love
Mou tomaranai
Kimi shidai no mesende Fake or real
Kotae wa In your heart
Berbicara tentang cahayamu dengan luapan cinta
Aku takkan berhenti lagi
Palsu atau asli dengan matamu
Jawabannya ada di dalam hatimu
 
Keshitai kesenai Memory
Uwagaki de Change you ushiro no kage sae mo
Aku tak dapat menghapus memori
Menulis terlalu banyak bayangan perubahanmu
 
Reff 1:
Now shine bright with me mirai ni
To make a brighter day
Atarashii sekai ni I can see the light today
Mayowanai tonari ni
Illuminate the way
Mou sore dake de I can see the light today
I can see
Sekarang bersinar terang denganku di masa depan
Untuk membuat hari yang lebih terang
Aku bisa melihat cahaya hari ini di dunia yang baru
Selanjutnya di samping
Mengiluminasi jalan
Itu sama, aku bisa melihat cahaya hari ini di dunia yang baru
Aku bisa melihat
 
Now shine your light with me
Sekarang sinar cahayamu denganku
 
 
One day we’ll find kagayaku mushou na Love
Jikan no mondai
Kawaranai sekai wa Fake or real?
Kotae wa In my heart
Suatu hari kita akan menemukan kebebasan cinta yang bersinar
Hanya masalah waktu
Apakah kekuatan dunia ini palsu atau asli?
Jawabannya ada di dalam hatiku
 
Keshita kesenai Destiny
Uwagaki de Changing ushiro no kage sae mo
Aku tidak dapat menghapus takdir
Bayangan di belakang telah berubah
 
Reff 1:
Now shine bright with me mirai ni
To make a brighter day
Atarashii sekai ni I can see the light today
Mayowanai tonari ni
Illuminate the way
Mou sore dake de I can see the light today
I can see
Sekarang bersinar terang denganku di masa depan
Untuk membuat hari yang lebih terang
Aku bisa melihat cahaya hari ini di dunia yang baru
Selanjutnya di samping
Mengiluminasi jalan
Itu sama, aku bisa melihat cahaya hari ini di dunia yang baru
Aku bisa melihat

Now shine your light with me
Sekarang sinar cahayamu denganku


Shining bright
Ray of light
Bersinar terang
Sinar dari cahayamu
 
Reff 1:
Now shine bright with me mirai ni
To make a brighter day
Atarashii sekai ni I can see the light today
Mayowanai tonari ni
Illuminate the way
Mou sore dake de I can see the light today
I can see
Sekarang bersinar terang denganku di masa depan
Untuk membuat hari yang lebih terang
Aku bisa melihat cahaya hari ini di dunia yang baru
Selanjutnya di samping
Mengiluminasi jalan
Itu sama, aku bisa melihat cahaya hari ini di dunia yang baru
Aku bisa melihat
 
 
You’re shining shining my light
Now shine your light with me
Kimi no hikari de
Shining my world
Kau bersinar menyinari cahayaku
Sekarang  pancarkan cahayamu bersamaku
Dengan cahayamu
Menyinari duniaku



(sumber lirik kanji: www.lyrical-nonsense.com)
(lirik romaji dan terjemahan B.Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

ØMI -Love Letter

Halohaloooo!! Sudah lama sekali saya tidak melakukan hal ini, yaitu... membagikan lirik lagu dari abangku tersayang alias Hiroomi Tosaka!! Hikkss maapkan aku yak bang, bukan berarti aku tidak mempedulikanmu karena sampai sekarang dan nantinya aku akan selalu setia menjadi penggemarmu! Hanya saja aku malah kebablasan buat dengerin terus aja lagu-lagu solomu tanpa aku bagi lagi di blog ini, heuheu..

Oke, untuk sekarang yang pertama kalinya lagi, saya akan membagikan "Love Letter" yang ditulis oleh Omi dengan setulus hati untuk semua penggemarnya sekaligus penggemar dari Sandaime yang diberi nama "MATE". Ungkapan hatinya ini telah tertuang menjadi sebuah lagu dengan alunan musik yang sangat menyejukkan hati. Dijamin, perasaan terdalam dari Omi langsung tersampaikan dengan nyata melalui lagu ini. :)

Oh ya, bukan hanya lagu ini saja yang akan saya bagikan liriknya, tapi semua lirik lagu dari album ke-3 nya abang Omi akan saya hadirkan juga di blog ini. Sama seperti saat album yang pertama! So.. pantengin terus yaa ahahaha


ØMI –Love Letter
 
Lirik: ØMI
Musik: UTA
 
Cloudy day, kasunda hibi no naka
Hikari ga hoshiinara boku ga terasu kara
Beautiful day, yukkuri me wo tojite
Ashita kara no koto wo ima wa sukoshi wasurete
Hari yang mendung, di tengah hari yang mendung
Jika kau menginginkan cahaya, akulah yang akan menyinarimu
Hari yang indah, pejamkan matamu perlahan
Untuk melupakan sedikit tentang hal yang akan datang di esok hari
 
Ushinatta mono kazoe
Kokai shiteru no nara
Kiite hoshii
Hal-hal yang hilang darimu
Jika kau menyesalinya
Aku ingin kau mendengarkanku
 
Reff 1:
Sou itsu datte boku datte samishiku naru kedo
Atarimae no sekai ga nakunatta sonna ima dakara
Doko ni itatte boku ni datte nanika dekiru koto
Todoketai arigatou wo o o o o.. kometa Love letter
Ya, itulah mengapa setiap saat aku merasa kesepian
Karena dunia yang seperti biasanya telah menghilang
Di mana pun aku berada, apa yang bisa kulakukan untukmu?
Menyampaikan surat cinta yang penuh dengan ucapan terimakasih
 
 
Rainy day, namida ga furu hi demo
Kata no tsuyu wo harai soba ni iru kara
Beautiful day, yukkuri iki wo shite
Nani mo kangaezu ni ima wa sukoshi yasunde
Hari yang hujan, meskipun air matamu berlinang di hari itu
Aku kan ada di sampingmu, bersandarlah di bahuku
Hari yang indah, tarik napas perlahan
Sekarang istirahatlah sejenak tanpa memikirkan apapun

Hiza wo kakaeta mama de
Kodoku wo kanjiru nara
Kiite hoshii
Jika kau masih memeluk lututmu
Dan merasa kesepian
Aku ingin kau mendengarkanku
 
Reff 2:
Sou itsu datte boku datte kimi ni furetai kedo
Daremo ga kotae sagashiteru youna sonna ima dakara
Doko ni itatte boku ni datte nanika tsutaerareru koto
Taisetsu ni arigatou wo o o o o.. kometa Love letter
Ya, itulah mengapa setiap saat aku ingin menyentuhmu
Sekarang semuanya telah mencari jawaban
Di mana pun aku berada, apa yang bisa aku ungkapkan padamu?
Memberi surat cinta yang berharga yang penuh dengan ucapan terimakasih
 
 
You know what I’m saying oh oh..
Wakatte hoshii hu hu hu hu~ u u u~
Sukoshi de iikara boku no omoi
Wasurezu ni ite hu hu hu~
Kau tahu apa yang aku katakan oh oh..
Aku ingin kau memahaminya
Tentang perasaanku walau hanya sedikit
Jangan pernah melupakannya
 
Reff 1:
Sou itsu datte boku datte samishiku naru kedo
Atarimae no sekai ga nakunatta sonna ima dakara
Doko ni itatte boku ni datte nanika dekiru koto
Todoketai arigatou wo o o o o.. kometa Love letter
Love letter to MATE
Ooohh..
You’re treasure for me
Ya, itulah mengapa setiap saat aku merasa kesepian
Karena dunia yang seperti biasanya telah menghilang
Di mana pun aku berada, apa yang bisa kulakukan untukmu?
Menyampaikan surat cinta yang penuh dengan ucapan terimakasih
Surat cinta untuk MATE
Ooohh..
Kau adalah harta untukku


(sumber lirik kanji: Lirik Video "Love Letter")
(lirik romaji dan terjemahan Bahasa Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

Thursday, March 3, 2022

Roman Abramovich Menjual Chelsea FC

Kabar mengejutkan terjadi di dunia sepakbola pada awal bulan Maret ini. Bukan datang dari pemain, pelatih atau pun stafnya, melainkan dari pemilik sebuah klub sepakbola besar lagi tersohor. Nama yang sudah tidak asing lagi bukan hanya di kalangan pecinta klub tersebut, namun telah dikenal oleh semua kalangan penggemar sepakbola dunia. Roman Abramovich, sang bos besar bagi klub asal Inggris, Chelsea FC ini telah memutuskan untuk melepas statusnya sebagai pemilik dari klub tersebut. Sebagaimana yang telah diumumkan secara resmi pada website official milik Chelsea FC dinihari tadi waktu Indonesia.

Pernyataan dari Roman Abramovich:

"Saya ingin menyampaikan tanggapan terkait spekulasi di media selama beberapa hari terakhir sehubungan dengan kepemilikan saya atas Chelsea FC. Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya, saya selalu mengambil keputusan berdasarkan kepentingan terbaik untuk Klub. Dalam situasi saat ini, karena itu saya telah mengambil keputusan untuk menjual Klub, karena saya yakın ini demi kepentingan terbaik Klub, para penggemar, karyawan, serta sponsor dan mitra Klub.

Penjualan klub tidak akan dipercepat tetapi akan mengikuti proses yang semestinya. Saya tidak akan meminta pinjaman apapun untuk dilunasi. Ini bukan tentang bisnis atau uang bagi saya, tetapi tentang hasrat murni untuk permainan dan Klub. Selain itu saya telah menginstruksikan tim saya untuk mendirikan yayasan amal di mana semua hasil bersih dari penjualan akan disumbangkan. Yayasan akan untuk kepentingan semua korban perang di Ukraina. Ini termasuk menyediakan dana penting untuk kebutuhan mendesak dan segera bagi para korban, serta mendukung pekerjaan pemulihan jangka panjang.

Perlu diketahui bahwa ini adalah keputusan yang sangat sulit untuk dibuat, dan menyakitkan bagi saya untuk berpisah dengan klub dengan cara ini. Namun, saya yakin ini demi kepentingan terbaik Klub.

Saya harap dapat mengunjungi Stamford Bridge untuk terakhir kalinya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada anda semua secara langsung. Merupakan hak istimewa seumur hidup untuk menjadi bagian dan Chelsea FC dan saya bangga dengan semua pencapaian bersama kami. Chelsea Football Club dan pendukungnya akan selalu ada di hati saya."

Terimakasih,
Roman.

Keterpaksaan Roman Abramovich untuk menjual Chelsea FC disebabkan karena penyerangan Rusia ke Ukraina yang mendapat kecaman keras dari berbagai negara juga aspek kehidupan, termasuk sepakbola. Abramovich yang diketahui merupakan keturunan negara Rusia dan dekat dengan pimpinannya tak dapat terhindar dari hukuman sanksi akibat peristiwa tersebut. Membuatnya tidak dapat berkutik dengan leluasa. Oleh karena itu, demi keamanan dan kenyamanan klub Chelsea FC, ia rela melepas kepemilikannya yang sudah berjalan selama 19 tahun. Waktu yang tidak singkat yang membuat Chelsea FC bisa menjadi seperti sekarang yang berhasil mengoleksi torehan trofi berjumlah lebih dari 20.

Ini sangat menyedihkan, namun.. atas segala pengorbananmu untuk Chelsea FC, terimakasih banyak, Roman Abramovich!

Roman Abramovich
sumber foto: Chelsea FC Official Twitter


Sunday, February 13, 2022

Chelsea FC Juara Piala Dunia Antar Klub 2021

Pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2021 baru saja digelar tengah malam tadi waktu Indonesia. Bertempat di Stadion Mohammed bin Zayed, Abu Dhabi, laga ini mempertemukan Chelsea FC klub asal Inggris dengan Palmeiras yang berasal dari Brazil sebagai finalisnya. Gemuruh suara penonton pun membisingi stadion ketika laga akan berlangsung, membuat atmosfer final ini semakin terasa panas.

Chelsea FC Juara!!
sumber foto: Chelsea FC Official Twitter

Kedua tim saling beradu serang memainkan taktik masing-masing sampai gol pertama terjadi pada menit ke-55 yang dicetak oleh Romelu Lukaku sebagai pemain Chelsea FC. Namun kurang dari 10 menit setelahnya, gol balasan dari Palmeiras melalui titik putih membuat skor imbang dan bertahan sampai 90 menit pertandingan. Menyebabkan babak extra time tak bisa dihindari.

Masih, kedua klub terus saling bergantian menggempur berburu gol selanjutnya. Drama menegangkan pun terjadi dan membuat pertandingan ini makin terpacu adrenalin. Pelanggaran yang dilakukan oleh bek Palmeiras di kotak terlarang menjadikannya harus diusir dari lapangan. Wasit pun menghadiahkan Chelsea FC sebuah penalti dan.. BOOM!! Berhasil dieksekusi dengan baik oleh Kai Havertz di sisa waktu 4 menit pertandingan. Papan skor milik Chelsea FC berubah, 2-1! Kepercayaan diri dari klub berjuluk The Blues ini meningkat pesat. kemenangan di depan mata akan segera diraih. Gelar baru kemungkinan besar akan disandang. Dan benar saja, sampai laga selesai, Chelsea FC mutlak dinobatkan sebagai juara dari Piala Dunia Antarklub 2021 untuk yang pertama kalinya.

Kai Havertz
sumber foto: Kai Havertz Official Twitter

Selamat, selamat, selamat, Chelsea FC!

"The World is Ours"

Ya, dunia kini adalah milik kita. Chelsea FC dan seluruh penggemarnya di muka bumi. Mari hiasi dunia ini dengan warna kebanggaan. Warna biru berhak tersebar ke semua belahan dunia! Kita menang, kita adalah pemenang!

Piala kedua yang diraih di musim ini, dan piala pertama yang didapat tahun ini. Tapi, jangan puas dulu Chelsea! Di depan sana, piala-piala lainnya sedang menanti. Kesempatan masih terbuka sangat lebar. Terus berjuang untuk menggapainya! Tetap semangat agar kebahagiaan selalu menyertai kita!

BLUE IS THE COLOUR

 HAPPY #BLUEDAY

sumber foto: Chelsea FC Official Twitter
 

Friday, February 11, 2022

Fan Fiction: Tragedi Valentine

Title: Tragedi Valentine
Author: Harucin
Cast: Ryuto Kazuhara "GENERATIONS from EXILE TRIBE"
Genre: Romance-Sad
Lenght: Oneshot Story


Tirai berwarna krem masih terbentang sempurna pada jendela di sebuah ruangan hingga menutupi pencahayaan alami dari sinar matahari yang masuk ke sana. Membuat keadaannya dilingkupi oleh keredupan. Suasana ini seketika mampu menjadikan satu sosok penghuni sejati ruangannya yang tengah terbaring secara sembarang di atas tempat tidur enggan terbangun. Dengan sekujur tubuhnya yang berbalut selimut, ia bagai dimanjakan oleh kedamaian ini. Namun rasa damainya itu akan berakhir karena satu sosok lagi yang baru saja datang ke ruangan tersebut segera mengambil tindakan.

"Banguunnn!!!" sosok berwujud perempuan dengan surai sepanjang bahu berteriak sambil menarik paksa selimut yang tergeletak di tempat tidur itu. Tampak sosok laki-laki yang muncul dari baliknya.

"5 menit lagi..." pengguna selimut itu membalas pelan dengan mata yang terpejam, kembali menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.

"Tidak bisa! Kau harus bangun sekarang juga!" tak menyerah, perempuan itu mengulang apa yang dia lakukan sebelumnya, malah kini lebih giat hingga selimut tersebut tidak dapat terselamatkan dari si pemakai. Kemudian ia bergegas membuka penuh tirai yang langsung mengubah keredupan di ruangan ini menjadi terang benderang. Sayang, reaksi yang ia terima dari laki-laki itu belum memuaskan. Alih-alih bangun, untuk membuka mata saja masih sangat sulit.

"Bangun dong, Kazuhara Ryuto! Ayo bangunn!!" sekarang ia mengguncang-guncang tubuhnya berharap laki-laki yang barusan ia panggil namanya secara lengkap dapat menuruti perkataannya. "Jika kau tidak mau bangun juga, maka aku tidak mau bicara denganmu lagi!" saking geram karena terus diabaikan, perempuan itu akhirnya memberi ancaman.

"Hai', hai'." jawaban terlontar. Laki-laki bernama Ryuto itu sontak membuka kedua matanya diikuti gerakan menggeliat. Sepertinya kalimat yang baru saja melintas di telinganya ampuh untuk membuat dia segera mengumpulkan kesadaran. Terlihat wujud dari perempuan yang telah membangunkannya sedang duduk di tepi kasur sebelah kanan. Menatapnya kesal.

Tetapi kekesalan dari perempuan itu malah menyalurkan energi yang sebaliknya pada Ryuto. Dalam posisinya yang masih terlentang, Ryuto beralih menghadap ke arahnya. la tersenyum seraya bibirnya bergerak mengucapkan sebaris kalimat, "Happy Valentine, Rei." ucapan untuk hari ini yang bertepatan dengan hari kasih sayang ia sampaikan pada perempuan itu.

"Happy Valentine, Ryuto-kun." pergantian ekspresi kesal yang berubah mengikuti senyuman Ryuto mengiringi balasan yang sama yang terucap dari Rei, perempuan tersebut.

"Suki dayo." kemudian Ryuto melanjutkan kalimatnya. Senyumannya masih bertahan disertai tatapan penuh kesungguhan.

"Gomennasai." pancaran senyumnya masih sama namun balasan secepat kilat yang dilemparkan Rei pada lawan bicaranya ini tidak sama lagi seperti sebelumnya.

Tawa terpancar dari wajah Ryuto sebagai reaksi atas jawaban Rei beberapa detik lalu. Matanya terus memandangi perempuan itu yang sekarang telah beranjak menjauh dari hadapannya. Tak terhitung berapa kali ia sudah mengutarakan kata cinta ini padanya, dan jawaban yang sama pun selalu diterima dari orang yang telah menjadi penghuni di sebelah rumah sekaligus sahabatnya sejak masa SMP sampai lulus kuliah ini. Namun Ryuto tidak pernah merasa patah hati akibat jawaban tersebut. Ia takkan pernah menghentikannya meski keseriusan yang dimiliki selama ini malah dianggap gurauan saja oleh perempuan itu.

"Suki dayo" to tsugeta ichibyou go ni "Gomennasai" to iwa re
Mou kore wa toritsuku shima mo nai torajiidii warau shika nai ya~~~
Satu detik setelah aku berkata, "Aku menyukaimu,”
Kau memberitahu, "Maafkan aku.”
Aku tidak punya pilihan selain menertawakan 'tragedi' yang menimpa ini

Rei kembali dengan sebuah handuk yang baru saja ia ambil dari balik pintu kamar ini. Lalu tanpa segan ia lemparkan pada Ryuto yang masih bersantai di atas kasurnya. "Cepat mandi, Ryuto-kun! Ini sudah jam 10!" Rei berkacak pinggang seperti atasan yang memerintah bawahannya saja.

Ryuto akhirnya bangkit. Tapi ia belum berniat untuk cepat-cepat menuju kamar mandi. Handuk yang ada bersamanya malah ia main-mainkan dahulu. Dijadikanlah handuk itu jubah bagai pahlawan super lalu ia berdiri di atas kasur dengan pose bersiap untuk terbang.

Kedua kalinya Rei merasa geram pada tingkah sahabatnya ini. la segera menghentikan kebiasaan Ryuto yang suka berperilaku konyol dengan volume suara tinggi, "Stoopppp!!" lanjutnya. "Ayolah, Ryuto-kun! Aku sedang tidak mau bercanda!!" daripada menampakkan kemarahan, kini Rei malah merengek. Bahkan ia memohon.

Melihat Rei yang seperti itu, Ryuto khawatir jika perempuan yang dicintainya ini akan menangis akibat dari kenakalannya. Maka ia langsung turun dan benar-benar akan menuruti perintah darinya. "Baiklah, aku akan mandi sekarang." ia segera pergi ke arah lemari untuk mengambil pakaian.

"Bagus!" Rei kembali tersenyum. "Kita harus latihan sekali lagi agar penampilan spesial nanti malam berjalan dengan sangat baik!"

"Haha, kau sangat bersemangat!" tanggap Ryuto yang masih memilih pakaian.

"Tentu saja! Selama satu tahun menjadi penyanyi di cafe itu, baru sekarang kita akan tampil selama satu jam. Apalagi itu atas permintaan dari managernya sendiri."

"Kita pasti bisa melakukannya." Ryuto meyakinkan bahwa mereka akan mampu memberikan yang terbaik.

"Makanya kita harus latihan lagi supaya tidak membuat kesalahan dan mengecewakan penonton!" tekad Rei.

Kedua insan ini diberikan kelebihan oleh Tuhan pada pita suaranya. Sejak sekolah, mereka selalu berduet di acara Festival yang diadakan di tempat menuntut ilmu tersebut. Dan kemenangan di ajang-ajang kompetisi setingkatnya sering juga diraih. Hingga saat masa perkuliahan dimulai, mereka ingin menjadikan bakat ini sebagai sumber pemasukan. Lumayan kan? Jika digabungkan dengan uang jajan dari orangtua, maka isi dompet akan semakin tebal dan bisa mereka pakai untuk memenuhi keinginan. Berada di jurusan dan kelas yang sama membuat Ryuto dan Rei seringkali memiliki banyak waktu berdua. Mau itu untuk bermain atau melakukan hobi mereka ini. Coba-coba menawarkan diri untuk menjadi penyanyi di cafe-cafe atau pun acara-acara. Hingga tiga tahun berlalu dari sejak mereka menjadi freelance, akhirnya mereka mendapat pekerjaan tetap di sebuah cafe modern dan masih bertahan sampai satu tahun setelahnya.

"Aku tidak mau kehilangan pekerjaan ini!" Rei tampak khawatir. Karena ia merasa beruntung di saat teman-teman yang lain masih belum memiliki pekerjaan, tapi dia telah mendapatkan 'jalan' baginya meski masih sementara. Sambil menunggu wisuda dan bisa bekerja sesuai gelar yang dimilikinya, ia akan tetap bernyanyi seperti ini. 

Ryuto terus menyimak perkataan Rei yang nyatanya belum selesai. Perempuan ini lanjut mengoceh. "...seperti aku yang sudah kehilangan cincinku dua hari lalu!" ia mengangkat telapak tangan kanannya, memamerkan jari-jari dan tatapannya tertuju pada jari manis yang seharusnya tersemat cincin namun kini benda tersebut tidak ada di tempatnya.

Ryuto berbalik dengan memegang pakaian gantinya. Ikut menatap jari-jari itu dari jarak 2 meter di belakang Rei. "Masih belum ketemu?" tanyanya. Rei menggeleng sambil membalikkan tubuh. Mereka kini berhadapan.

"Relakan saja, kau pasti akan mendapat cincin yang lebih bagus!" hibur Ryuto.

"Hmmm maksudmu aku harus membelinya lagi?"

"Tidak. Tapi akan ada orang yang memberikannya padamu."

"Eh? Memberikan?"

"Benar.. mungkin di malam istimewa ini."

"Malam istimewa ini.. ah! Mungkinkah ada yang akan melamarku?" tebak Rei tanpa pikiran matang.

Ryuto tersenyum misterius, "Mungkin saja."

Rei pun perlahan tersungging dengan pikirannya pada bayangan indah akan tebakannya tadi.

"Apa itu teman kampusku ya?" Rei masih menerka. 

"Hmmm.." hanya gumaman yang menjadi respon dari Ryuto.

"Atau.. bagaimana jika yang melamarku itu adalah manager cafe tempat kita bernyanyi?!" sekarang ucapan Rei tambah ngaco.

"Apa? Kenapa kau menebak dia orangnya?" Ryuto agak sewot.

"Dia kan baik padaku. Ramah, sering mengajakku bicara. Terus kita sering diberi bonus juga olehnya." jelas Rei yang mendeskripsikan sosok yang menjadi bahan obrolannya.

"Terlalu umum. Semua pria bisa seperti itu." batin Ryuto.

"Memangnya kau yakin jika dia masih single?" Ryuto bak mencibir.

Kini Rei diam. Tersirat wajah muram, "Aku tidak tahu.. ahh! aku tidak pernah memikirkan ini.." ucapnya melambat. Sementara Ryuto menyembur tawa melihat ekspresi Rei hingga terdengar keras seakan mengejek.

"Diam kau!" Rei membentak. Ia bete. Lalu Ryuto bergegas menuju kamar mandi meninggalkan perempuan ini sendirian di kamarnya sebelum ia mendapat amukan lebih parah.

Di dalam kamar mandi, Pikiran Ryuto melayang mengingat apa yang dia lakukan kemarin. Handuk dan pakaiannya telah ia gantung, namun dirinya malah mematung belum melakukan pergerakan selanjutnya.

"Cincinmu tidak hilang, tapi aku yang telah mengambilnya.."

*kemarin sore*

Langkah kaki Ryuto menuntunnya masuk ke sebuah toko perhiasan. Pandangan matanya bagai dimanjakan oleh kilauan indah dari beragam jenis benda mahal itu sampai ia berhenti di depan tujuannya. Pegawai yang berada di sana mulai melakukan tugas yang semestinya.

"Selamat sore, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan sopan.

"Ya. Aku ingin membeli cincin." balas Ryuto ramah. Moodnya dalam keadaan yang sangat baik dari sejak ia tiba di tempat ini.

Pegawai itu pun mempersilakan Ryuto untuk melihat-lihat dahulu semua koleksi cincin wanita yang tersedia. Kemudian coba memberi rekomendasi saat komunikasi dua arah mulai terjalin. Sekitar 15 menit berlalu, Ryuto telah menemukan pilihannya. Cincin emas dengan desain bernuansa mewah yang dihiasi dengan 3 batu permata berbentuk hati akan ia persembahkan untuk satu-satunya wanita yang telah bertahun-tahun singgah di hatinya.

"Baik Tuan, bagaimana dengan ukurannya?" kemudian pegawai itu menanyakan Iuas lingkar jari pemakainya.

Ryuto merogoh saku celananya. Mendapat sebuah cincin dari hasil pencarian tangan itu. Lalu ia berikan pada pria di hadapan. "Tolong samakan dengan cincin ini." pintanya. Segera pegawai itu memeriksa model cincin pilihan Ryuto yang memiliki ukuran sama seperti cincin yang baru saja ia terima. Dapat! Salah satunya berukuran sesuai dengan ingin dari pembelinya tersebut. Maka ia tidak usah susah-susah mengubah ukurannya lagi. Dan Ryuto tidak perlu menunggu lebih lama di sana.

Setelah pembayaran selesai, cincin yang baru dibeli Ryuto telah tersimpan rapi di dalam kotaknya. la masukkan ke dalam saku celana. Sementara cincin yang sebelumnya ada di saku itu masih dalam genggamnya. la memandangi si bulat itu,

"Maafkan aku, Rei. Kemarin telah diam-diam mengambil cincin milikmu yang kau lepaskan saat akan masuk ke toilet. Biar aku saja yang sekarang menyimpannya. Dan aku akan memberimu yang baru tepat di hari valentine besok." batin Ryuto sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

*kilas balik selesai*

Wajah Ryuto mendadak tersipu setelah ia mengingat perilakunya kemarin. la senyam-senyum sendiri membayangkan adegan yang akan terjadi nanti malam sesuai khayalannya. Saat ini Rei berdebar karena sebab penampilan mereka. Sedangkan Ryuto berdebar karena hal yang akan ia lakukan di penghujung penampilan mereka nanti. la memiliki keyakinan bahwa wanita itu akan menyadari perasaannya selama ini. Benar-benar menyadari. Bukan hanya menganggap candaan belaka. Dan mereka akan resmi mengikat sebuah hubungan yang serius.

Nani banme no koi ga kazoete nante inai keredomo kimi koso
Unmei no hito da to omoi konda yo jibungatte ni
Aku tidak bisa menghitung berapa banyak cinta, tapi kaulah satu-satunya
Kupikir aku adalah orang yang ditakdirkan untukmu

***
Malam di hari Valentine selalu menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh para pasangan. Namun yang bukan sebagai pasangan pun tidak menutup kemungkinan untuk ikut merasakan kebahagiaan dari malam tersebut. Seperti halnya dua penyanyi ini, Ryuto dan Rei yang akan segera melakukan sesuatu yang luar biasa. Mereka bukan pasangan yang sebenarnya, namun mereka adalah pasangan ketika telah berada di atas panggung untuk melantunkan melodi-melodi indah.

Mobil yang dikendarai Ryuto dan Rei telah sampai di tujuan. Sebuah cafe tempat mereka menjalankan pekerjaan paruh waktu sebagai penyanyi yang akan menghibur para pengunjung. Penampilan visual keduanya telah sempurna! Dalam balutan gaun casual namun terlihat serasi yang dikenakan oleh Rei serta riasan wajah natural namun menawan. Dan Ryuto, yang memakai setelan kemeja biru dongker dan celana jeans juga kacamata gaya yang selalu jadi andalannya.

"Apa kau sudah siap? Aku sangat siap!!" sebelum keluar, Rei bertanya sedikit pada Ryuto karena dirinya telah bersemangat dari sejak keberangkatan mereka.

"Aku juga!" balas Ryuto menoleh ke sebelah kiri di mana Rei duduk.

"Oke, let's go!" perempuan itu turun duluan dengan senyum mengembang. Sementara Ryuto belum beranjak.

"Kau hanya siap untuk penampilan luar biasa kita saja. Tapi aku memiliki kesiapan yang double untuk malam ini!" dari balik kaca, Ryuto terus memandang Rei yang kian berlalu hingga tak bisa ia lihat lagi. Hatinya berdegup kala pandangan itu beralih pada sebuah cincin yang baru saja ia ambil dari saku kemejanya.

Tibalah Ryuto dan Rei melakukan pekerjaan mereka setelah beberapa saat lalu sedikit berkoordinasi dengan manager dan tim yang mengurus keperluan panggung. Semangat pun diberikan oleh sang manager itu agar dua penyanyi ini dapat mempersembahkan penampilan terbaiknya. Dorongan ini mampu membuat Rei yang sudah sangat siap menjadi lebih siap lagi. Mana sekarang pikirannya tiba-tiba tertuju pada perkataan Ryuto tadi siang tentang pemberian cincin malam ini. Meski akal sehatnya telah menyadari jika kemungkinan besar hanya angan saja, tapi secuil bisikan kenarsisan menjadikan Rei memiliki sekelebat bayangan untuk menjadikan ini nyata. la tak bisa menyembunyikan senyum.

"Ada apa? Kita belum tampil dan menerima respon dari para penonton, tapi kau sudah terlihat senang." Ryuto terheran.

"Malam ini indah!" balas Rei singkat. Tanpa mengulur waktu lagi, ia segera mengait lengan Ryuto dan mereka bersama-sama naik ke panggung.

Sambutan meriah datang dari para pengunjung cafe yang juga ingin menyaksikan penampilan dari 2R. Tidak sulit mencari nama untuk duo ini, dari inisial yang sama maka tercetuslah nama tersebut. Suasana di dalam sini telah didekorasi sesuai dengan perayaan hari ini. Banyak cinta yang menghiasi tempatnya. Ditambah pencahayaan lampu yang sedikit dibuat remang, semakin menambah keromantisan dari hari kasih sayang ini. Semakin menambah kesyahduan dari lagu-lagu cinta yang akan dibawakan oleh 2R selama satu jam ke depan dengan iringan musik akustik dari gitar yang dipetik oleh Ryuto.

Perpaduan keindahan suara Ryuto dan Rei mampu menyihir para pengunjung untuk tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya. Untuk selalu mendengarkannya lagi dan lagi. Ditambah dengan komunikasi yang dibangun oleh 2R pada para pengunjung yang mengajak mereka untuk bernyanyi bersama menyanyikan lagu-lagu cinta hits, telah berhasil menciptakan suasana yang hangat. Malah pengunjung baru terus berdatangan hingga membuat cafe ini ramai bahkan penuh. Sang manager sampai tertarik untuk turun tangan menyapa para tamu yang akan mendatangkan keuntungan juga bagi tempat yang ia kelola ini. Sambil perhatiannya pun tertuju berkali-kali ke atas panggung. Senyuman lebar terlukis dari wajah tampan nan berwibawa itu.

"Menakjubkan sekali! Aku sangat menyukainya. Tidak salah jika aku tetap mempertahankan penyanyi ini di sini." batinnya.

Satu-persatu lagu telah selesai dibawakan oleh 2R. Kemistri mereka dalam menyanyikan lagu-lagu ini sangat terasa. Tatapan mata yang ikut berbicara untuk mengungkapkan makna lagu. Sentuhan tangan yang lembut untuk mengekspresikan perasaan dari setiap lirik agar makin tersampaikan pada pendengar. Mereka bak pasangan serasi di antara para pasangan yang hadir di tempat ini.

Lagu terakhir telah berakhir. Penampilan mereka mendapat tepuk tangan yang sangat meriah. Para pengunjung terpuaskan. Bagi Rei, inilah penghujungnya. Namun bagi Ryuto ini belum selesai. la akan menjalankan niat terpendamnya sesegera mungkin. Mana orang-orang masih memadati tempat ini, nyalinya semakin tertantang, perasaan itu semakin menggebu dengan banyaknya saksi untuk malam yang akan meninggalkan jejak berarti bagi kehidupannya.

Lampu panggung yang menerangi, sontak mati. Membuat keberadaan Ryuto dan Rei tampak kabur dari mata penonton. Keterkejutan datang dari si perempuan yang langsung bertanya pada laki-laki di sebelahnya, "Eh kenapa lampunya mati, Ryuto-kun?"

Tanpa ada jawaban, lampu tersebut nyala kembali. Rei akan bangkit untuk memberi penghormatan terakhir pada penonton. Tapi ia mengurungkan maksud tersebut setelah kepalanya menoleh dan melihat orang yang ada di sampingnya ternyata bukan orang yang sama yang telah bernyanyi dengannya tadi.

Mulutnya sulit berkata. la tak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Dimana orang itu? Orang yang sudah 10 tahun berada di sisinya sebagai sahabat.

Orang yang dicari oleh Rei kini berada di bawah samping panggung. Hanya sekejap, ia berpindah posisi ketika lampu itu mati. Ini bukanlah keinginannya, bukan juga bagian dari rencananya. Namun ada bisikan pelan dari arah belakang yang memohon dirinya untuk meninggalkan posisinya, dan ia langsung mengikuti saja permintaan tersebut tanpa ia tahu tujuannya. Ryuto kini memandang Rei yang masih berada di atas sana. Tengah berdampingan dengan orang yang dia kenali pula. Orang itu lalu berdiri, seolah meminta Rei untuk ikut berdiri juga.

"Maaf, kau pasti terkejut dengan keadaan ini." ucapnya pada Rei yang kini berhadapan dengannya. Suara maskulin dari mikrofon terdengar jelas ke seluruh penjuru tempat ini yang seketika menjadi hening.

Masih dengan raut kebingungan, Rei membalas, "Ya. Tapi apa ini?" ia sungguh tidak memahaminya.

"Happy Valentine." pemilik suara dengan tubuh tinggi itu lalu mengeluarkan setangkai bunga mawar dari balik jas yang rutin ia kenakan setiap hari di tempat ini. Keheningan yang terasa berubah menjadi sorakan akibat melihat sang manager dari cafe ini memberikan bunga pada salahsatu "karyawannya".

Rei dibuat salah tingkah karenanya. la terus menutup mulutnya dengan kedua tangan saking tak percaya dengan apa yang baru dialaminya.

Masih, Ryuto masih terpaku pada pemandangan ini. Terbesit sebuah pemikiran tentang tujuan dari orang itu melakukan hal ini. Jika hanya mengucapkan kalimat 'itu' saja, tak perlu harus seperti sekarang. Terlalu mencolok dan berlebihan. Ataukah... Jangan-jangan?!!

Semua pasang mata menyaksikan dua orang manusia yang tengah menjadi pusat perhatian di atas panggung sana. Setelah bunga itu berpindah tangan, nyatanya ada lagi sesuatu yang dikeluarkan oleh pria itu dari tempat yang sama. Dan yang terjadi kemudian, merupakan bukti nyata dari apa yang sudah dibayangkan oleh Ryuto saat ia berada di mobil menerawang cincin yang kini masih tersimpan rapi di saku kemeja.

Telah terjadi pernyataan cinta dan lamaran pernikahan di malam ini dengan hasil yang membahagiakan!

Hanya saja...

Bukan Ryuto yang mengambil peran sebagai sang calon mempelai pria bagi wanita cantik itu. Bukan dia yang memberi dan memakaikan cincin ke jari manisnya. Apa yang Ryuto katakan pada wanita itu siang tadi telah menjadi kenyataan. Namun tidak seperti ini jalan cerita yang ia mau.

Kinou eranda yubiwa ga
boku no poketto no naka
Deban wo zutto matte iru kedo
Kimi no kirei na yubi ni wa sudeni kirakira
Hikari kagayaku yubiwa ga atta
Cincin yang kubeli kemarin
ada di sakuku
la telah menunggu gilirannya
Tapi jari-jari indahmu tampak berkilauan
Karena telah tersemat cincin yang bersinar di sana

Suasana semakin ramai dan orang-orang membisingi tempat ini ketika mereka dapat menjadi saksi dari peristiwa manis nan romantis di malam Hari Valentine.

Mengapa ada petir menyambar jiwa Ryuto di cuaca yang cerah ini? Mengapa ada ledakan yang memborbardir hatinya di hari penuh kedamaian ini? Riuh suara dari orang-orang yang tak ada hentinya bagai menjadi hujan lontaran ejekan untuk nasib cinta Ryuto yang tidak bisa terwujud, bahkan takkan pernah tersampaikan pada pilihan hatinya.

Ryuto mundur perlahan. Meninggalkan keramaian tempat ini yang masih membuatnya syok.

"Aku ucapkan selamat untuk kalian. Mulai sekarang anda yang lebih berhak untuk mengantarnya pulang. Tolong jaga sahabatku ini dengan sebaik-baiknya, Katayose-san."

Sebuah pesan Ryuto kirimkan pada calon pendamping hidup dari wanita yang dicintainya sebelum ia benar-benar menghilang.

***
Berkendara sendirian, saat ini tidak mungkin baginya untuk pulang. la sungguh tidak ingin melihat Rei bersama dengan 'pemenang' itu untuk kedua kalinya di hari ini. Ia tidak sanggup jika hatinya yang telah pecah berkeping-keping semakin didera kehancuran.

Kemudi itu membawanya ke suatu tempat yang selalu jadi tempat suka dan dukanya. Suara deburan ombak terdengar makin kencang mengiringi langkahnya yang perlahan mendekat ke sumber itu. Kegelapan yang mengitari tempat ini, seakan menjadi perwujudan dari keadaan jiwanya. Pandangannya lurus namun tak terpusat. Di pikirannya, terus terbayang-bayang paras sang mantan pujaan meski dia berusaha untuk menghilangkannya. Teringat kembali saat-saat indah yang terakhir kali ia dan Rei lakukan beberapa jam lalu. Dan ia tersenyum.

Omowaseburi ni kawasu me to me mo sarigenaku fureru te mo
Mata saling memandang untuk pertama kali dan tangan yang menyentuh dengan santai

Tapi saat memori setelahnya melintas tanpa diminta, pecahan tajam dari hati yang menancap batinnya terasa menusuk lebih dalam. Rasa sakit itu tersalurkan melalui air matanya yang tak dapat ditahan lagi. Mengalir bebas di pipinya setelah kacamata yang bertengger itu ia lepas dan menabrak bebas hamparan pasir di sekeliling.

Ia memandang sendu cincin yang sejak tadi berada di sakunya. Tapi ketika cincin itu telah keluar dari sarangnya, justru ia malah kehilangan arah tujuan. Untuk siapa benda berkilau itu sekarang? Orang yang Ryuto inginkan untuk memakainya sudah tak patut ia impikan lagi. Ia telah kalah tanpa berlomba.

Bodoh. Hanya itu cacian yang ia lontar untuk diri sendiri. Menimbulkan tawa disela air matanya belum mengering. Menganggap lucu pada jalan asmaranya. Pria malang ini terus saja menertawakan khayalan kisah romansa malam valentine miliknya yang berubah menjadi tragedi.

Ichi Ichi sa uka rete yorokonda torajiidii warau shika nai ya~~~
Aku tidak punya pilihan selain menertawakan tragedi yang senang datang padaku satu-persatu

"AARRGGHHH!!!" Ryuto berteriak sampai batas maksimalnya. Seraya cincin itu yang kini telah lenyap terbawa arus ombak. Kakinya tak mampu lagi berdiri. Tubuh itu kini membungkuk dengan kepala tertunduk. Kedua tangannya mengepal kuat dalam jiwa yang dirundung kelemahan. Jika ini adalah adegan dalam sebuah film, maka penonton akan sangat terhanyut pada emosi yang dibangun begitu totalitas oleh sang aktor. Tapi apadaya, ini adalah peristiwa nyata yang tak bisa disamakan dengan adegan fiktif dalam sebuah cerita.

Ikiba nakushita yubiwa wo umi ni nageru nante
Eiga mitaina koto wa shinai kedo
Kimi wo omoi sugiteita mune ga itainda
Warai banashi ni sae dekinai na
Melemparkan cincin ke laut karena ku kehilangan tempat untuk pergi
Tapi yang kulakukan ini bukan hal seperti di film
Dadaku sakit karena aku terlalu memikirkanmu
Aku bahkan tidak bisa membuat cerita lucu

Malam ini memang meninggalkan jejak bagi kehidupan Ryuto. Tapi bukan jejak untuk kebahagiaannya..


-TAMAT-