find me on:

Thursday, March 24, 2016

Cerpen: Sky of Love



Bayang-bayang dirimu tak pernah lepas dari ingatanku sampai saat ini. Ya! saat ini yang masih dan selalu kuinginkan adalah dirimu. Tak pernah sedikitpun kupalingkan wajah ini pada orang lain. Hatiku masih tertutup rapat oleh kehadiranmu. Sosok kamu yang saat itu selama bertahun-tahun selalu melukiskan keindahan di jajaran hari-hariku dan melekatkan memori manis tepat di pusat otak ini. Ragamu yang menjagaku sepanjang hari. Hingga membuatku yakin kau bukan hanya persinggahan, melainkan tempat hatiku berhenti. Selamanya..

Ah.. manusia hanyalah bisa berharap. Menuliskan rangkaian rencana dalam buku kehidupan. Tapi kembali lagi, semua ketentuan hanya milik Pencipta. Ternyata takdir Tuhan tak sejalan dengan inginku. Aku bisa apa?

Hanya satu kata. Rindu. Masa-masa indah yang kita ukir selama ini. Saat aku dan kamu hanyut dalam tawa bersama. Saat kamu sering mengalah untuk keegoisanku namun tetap bertahan dengan diriku. Kamu yang banyak memberiku pelajaran serta nilai-nilai hidup. Oh ya, kau tahu? Pahatan nama kita di pohon itu masih terjaga. Kumpulan huruf itu tetap terlihat jelas, Tapi tak sebanding dengan ikatan kita saat ini. Rasanya ingin sekali aku mengulang semua kebahagiaan itu. Tak sekedar hanya mengingat dan membongkar masa lalu. Sekarang semuanya tinggal kenangan. Tak akan terjadi lagi kebahagiaan itu. Kau, aku merindukanmu..

Kau menghilang. Pergi jauh tak terhitung jarak. Tak dapat lagi aku dan kamu berjumpa secara nyata. Kita sudah tak dapat menginjak tanah yang sama. Sekarang kau ada disana. Langit luas itulah dirimu. Kulihat wajahmu terbentuk halus di awan. Saat malam bulan sabit bercahaya di langit menandakan kau tersenyum padaku. Bintang pun berkilauan seperti putihnya kasih sayangmu. Selalu ku meminta pada angin untuk sampaikan untaian kalimat yang terucap ke titik dimana kau berada. Memang ragamu tak berwujud, namun jiwamu tetap abadi hidup dalam hatiku. Kerinduan diriku terobati ketika memandang langit cintamu. Kutitip salam dari bumi untuk langit cinta yang berpenghuni. Suatu saat aku pun pasti akan berada disitu. Mendampingimu untuk kekal di keabadian.

“Kulihat awan membentuk wajahmu. Desau angin meniupkan namamu. Bulan sabit melengkungkan senyummu. Tabur bintang serupa kilau auramu”.

Wednesday, March 23, 2016

Beginilah yang Dirasakan Para Wanita Pecinta Sepakbola


Sepakbola merupakan olahraga yang paling popular di dunia. Sejatinya, dalam pemikiran banyak orang sepakbola lebih diminati dan diperuntukkan kaum adam. Namun apa salahnya jika para hawa pun menggemari olahraga ini juga. Bahkan sekarang sudah banyak klub sepakbola resmi untuk wanita yang tak kalah hebatnya. Hey! kalian para wanita penggemar sepakbola, pasti diantara hal-hal ini sudah tak asing bagi kalian, atau bahkan semuanya sudah kalian rasakan.

1.     Mulanya ikut-ikutan bapaknya nonton sepakbola. Lama-lama jadi suka.


Sebenernya bapaknya sih yang nonton bola, tapi anak perempuannya gak sengaja ikut nonton. Eh tapi kok rame ya. Seru, deg-degan juga sampai benar-benar gak bisa menebak siapa pemenangnya sebelum peluit panjang bunyi. Lama-lama tertarik jadi suka nonton bola juga deh.


2.     Nemu satu pemain yang paket komplit. Nontonin dia main di klubnya dan jadi ngefans juga sama klubnya.


Saat nonton sepakbola, tidak dapat dipungkiri bahwa kita pasti menemukan sesosok pemain yang membuat kagum. Begitupun halnya dengan cewek saat melihat seorang pemain yang menakjubkan. Langsung aja mencari tahu tentang pemain tersebut. Dari profil, tim nasional dan klub yang dibelanya sekarang. Saat menonton pemain itu bermain, otomatis pasti mendukung klubnya juga. Dan karena sudah terbiasa, timbul deh rasa cinta sama klub tersebut.

3.     Sosial media miliknya sebagian besar berisi update-an tentang sepakbola.


Twitter, facebook, path dan sosial media lainnya rata-rata berisi tentang sepakbola. Dari mulai hasil pertandingan, bursa transfer dan pendapat tentang persepakbolaan. Jarang banget curhat tentang perasaannya hihi. Mungkin teman cewek lainnya merasa aneh, tapi ya mau gimana lagi kata hati gak bisa dibohongin.


4.     Lebih tahu nama-nama pemain sepakbola daripada artis-artis Korea yang sampai sekarang paling digilai banyak wanita.


Karena terbiasa nonton sepakbola, maka nama-nama pemain sepakbola pun sudah hafal diluar kepala. Sebenarnya ada juga sih wanita yang menggemari sepakbola plus hal-hal yang berbau K-pop sejenisnya, tapi sebagian besar yang melekat di pikirannya tetep aja nama-nama pemain bola. Ga percaya? Coba tanyakan.


5.     Punya jersey klub kesayangan lebih penting dibanding punya baju model terbaru.


Jersey itu ibarat identitas dari sebuah klub sepakbola. Bagi wanita pecinta sepakbola pun memang sangat penting memiliki jersey klub kesayangan. Rasanya itu seperti sebuah kehormatan dan rasa bangga juga terhadap klub favorit. Mungkin banyak yang heran,
“jersey kan cocok nya dipake sama cowok, kok ini cewek sih yang pake? Harusnya cewek itu pake baju yang bermodel-model gitu kan”.
hmmm.. jersey untuk cewek juga ada kali! Kalaupun pakai yang untuk cowok, gak masalah kok, cewek sih nyaman-nyaman aja. Ngapain habisin uang buat beli baju model terbaru, toh baju lama juga masih bagus.


6.     Memburu pernak-perniknya pun harus! Masa bodoh sama tas, sepatu, pakaian yang lagi nge-hits.


Punya jersey aja gak cukup loh. Aksesoris lainnya pun harus dimiliki. Cewek penggemar sepakbola lebih sering menggunakan uang untuk dibelikan syal, topi, gelang ataupun segala pernak-pernik yang berhubungan dengan klub favorit. Kalau masalah tas, sepatu, itu mah nanti-nanti aja deh kalo dibutuhin.


7.     Dianggap tomboy (hah?)

Mungkin karena menyukai olahraga yang dalam pemikiran banyak orang itu khusus untuk laki-laki, jadi cewek pecinta sepakbola sering dianggap cewek tomboy. Karena disangka ‘dekat’ dengan cowok-cowok lah, pake jersey sepakbola lah, datang ke stadion sepakbola lah. Hellooooo… itu normal kali. Jiwa kami tetap perempuan kok. Kami juga bertingkah laku layaknya perempuan. Dan satu hal lagi, walaupun satu hobi dengan cowok, kami juga tetap bisa jaga diri dan tetap menjaga norma-norma.


8.     Terkesima saat lihat cowok yang pakai jersey/jaket klub kesayangannya.


Saat sedang jalan-jalan, ataupun duduk santai kemudian ada cowok yang lewat dengan memakai jersey atau jaket dari klub kesayangan, matanya terus aja tertuju kesitu. Dan dimata kami, cowok tersebut ketampanannya bertambah berkali-kali lipat. Pokoknya ganteng maksimal wahahaha


9.     Punya pacar klub rival? Ga masalah, (Tapi…….)


Pacaran sama penggemar sepakbola juga? Dia fans klub rival? Ga masalah kok. Tapi jangan sampai berdebat dengan kami tentang klub kesayangan. Kalau tidak, siap-siap aja hari buruk akan menimpa para pria.


10.   Mah, Pah, ijinin aku nobar!!


Namanya juga cewek, banyak larangannya. Apalagi keluar rumah malam ataupun dini hari untuk nonton bareng sepakbola. Di Indonesia memang tayangan sepakbola luar negeri jatuhnya pas malam hari sampai menuju subuh. Apalagi sekarang di tv lokal hanya sedikit pertandingan yang ditayangkan. Jalan lainnya sih bisa streaming atau baca-baca live report. Tapi ya kurang rasanya. Jadi yang pas itu cuma nobar! Sekalian bisa nambah teman, nambah info-info juga tentang sepakbola. Tapi apa mau dikata, ijin orangtua tidak terucap. Hmmm…


11.   Klub favorit kalah, mood berantakan berkepanjangan.


Kalau lihat cewek pecinta sepakbola gak bersemangat di hari itu, bisa jadi itu karena klub favoritnya kalah. Rasanya itu sama lah kaya lagi PMS. Sensitif, lemes, cemberut, pokoknya badmood deh. Disarankan jangan tanya-tanya tentang sepakbola dulu ya sampai moodnya kembali baik lagi.


12.  Klub favorit menang, malah nangis (bahagia).


“horeee klub kesayangan menang!”
“juara BPL.”
“juara Liga Champions.”
Pastinya semua fans bahagia, termasuk kalangan wanita. Sampai airmata pun gak tertahan untuk mengalir di pipi. Memang kan cewek lebih pakai perasaan, terlalu bahagia pun malah jadi nangis. Maklum ya ^^


13.   Wah! Sudah terlanjur cinta klub, tapi pemain favorit hengkang? Tidaaakk!!!

Ini nih! Rata-rata wanita penggemar sepakbola itu dimulai dari menyukai salahsatu pemain di klub itu. Dan lama-lama jadi suka juga sama klub nya. Udah nyaman kan punya pemain favorit bermain di klub kebanggaan juga. Eh tiba-tiba pemain tersebut malah hengkang!! Gimana reaksinya? GALAAUU!!!! rasanya kecewa, sedih pokoknya campur aduk.
“kenapa sih malah pindah?”
“kok bisa dijual? kurang apa?”
Semua pertanyaan bla bla bla di pikirannya. Dan yang paling disalahkan siapa? jelas pelatihnya!


14. Akhirnya tetap cinta klub favorit dan mendukung favorite player di klub barunya.


“ini klub favorit lagi main, tapi ada yang kurang ya. Gak ada si A lagi. Gak semangat nih, tapi tetep pengen nonton juga.”
Mulanya sih emang seperti terjadi perang batin. Udah gak ada penyemangat lagi tapi tetap penasaran pengen nonton klub favorit main. Kalau klub kalah tetap sedih, klub menang ikutan senang. Sampai berjalannya waktu akhirnya bisa menerima favorite player meninggalkan klub favorit dan bermain bersama klub barunya.
“PEMAIN FAVORIT TIDAK SELALU HARUS ADA DI KLUB FAVORIT”

Begitulah yang dirasakan oleh para wanita pecinta sepakbola. Gimana ladies? Ada yang kurang? Silahkan menambahkan ya.. Salam Damai untuk seluruh pecinta sepakbola. ^^

Friday, October 16, 2015

Cerpen: Almost is Never Enough


Satu tahun sisa waktu kami untuk menimba ilmu di sekolah menengah pertama ini. Pelajaran tambahan pun mulai kami ikuti sekaligus mengikuti kursus yang menggiurkan karena mereka akan menjamin kalau kami dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Tetapi walaupun demikian kami juga harus belajar dengan giat demi mendekatkan jarak dengan cita-cita.

Suara klakson sepeda motor sudah terdengar di depan rumahku. Irsan, salahsatu sahabatku sudah menjemput. Rumah kami berada di satu komplek dan berdekatan, jadi setiap hari selalu pergi ke sekolah bersama-sama.

Sampai di kelas, tiga sahabat kami yang lainnya sudah menunggu. Menunggu untuk menyalin PR matematika dari Irsan ataupun aku. Memang mereka sangat tidak menyukai pelajaran itu, makanya dari kelas 1 SMP merak tak pernah sekalipun mengerjakannya.

“kalian ga pernah berubah ya? dari awal kenal sampe sahabatan sama kalian terus aja kaya gini, gimana kalian bisa ujian matematika nanti?” Tanya Irsan

“tenang ajalah ujian itu gampang, kan kita udah ikut pelajaran tambahan, ikut les juga lagi.” Jawab Devia

“Iya nih, lagian guru juga bakalan ngasih kunci jawaban, aku yakin deh. Kakak kelas taun kemaren juga bilangnya gitu.” Jawab juga Tyan

“Yaudah deh, pada bisa ngelesnya,, terserah kalian aja lah..” Irsan

Tak lama, seorang perempuan masuk ke kelas dan menghampiri kami,

“Tyan, kok masih disini sih, ayo rapat Osis..”  ajak orang itu

“oh iya aku lupa!! Duh gimana ya aku belum selesai lagi ngerjain PR nya, mana pelajaran pertama ini!” Tyan
“hmmm.. yaudah kamu rapat aja sana, biar aku yang ngerjain, daripada nganggur gaada kerjaan kan?” Jawabku

Mereka pun pergi ke ruang Osis.

“ciyeee ciyeeee..” Canda Alsy

“ih apaan sih, ga lucu tau!” Jawabku ketus

“udah udah cepet kerjain malah pada ngobrol.” Devia

“eh.. tuh cewe siapa sih? Sering banget aku liat dia bareng ma Tyan terus.” Tanya Irsan

“setau aku sih dia namanya Dira, anak Osis juga. Terus di facebooknya dia juga sering upload foto berdua gitu sama Tyan. Itu kata sodara aku sih yang sekelas sama dia.” Alsy

“udahlah ngapain sih bahas mereka, mending cepetan deh ngerjain PR nya! Sebentar lagi bel tau!” Ucapku
“iya deh siap Ibu Chery sayang, calon guru matematika.” Jawab Alsy

Hmmm.. sebenarnya aku menyukai Tyan dari awal kita berteman. Dulu aku ingin sekali dekat dengannya, dan seiring berjalannya waktu keinginan aku terkabul. Aku dan dia pun kini menjadi sahabat bersama dengan Devia, Alsy dan Irsan. Kita menjunjung tinggi persahabatan namun tak melarang jika diantara kami ada yang saling jatuh cinta. Tyan sering sekali memberikan perhatiannya padaku. Dan teman-teman pun mengatakan kalau kami serasi. Tapi mungkin itu cuman perasaan mereka saja. Sampai sekarang kami belum ada yang saling menyukai. Entah itu fakta, atau kami yang tidak saling jujur mengenai perasaan. Karena untuk masalah percintaan, itu terlalu dini untuk kami yang baru berada di fase awal remaja. Walaupun demikian, salahsatu dari kami, Devia sudah menjalin kebersamaan dengan kakak kelas yang sekarang sudah menjadi alumni. Untuk yang lainnya? Ya seperti inilah, bersama dengan sahabat saja sudah membuat kami bahagia.
**
Bel istirahat bunyi, dan kami pergi ke kantin bersama. Tak kusangka Tyan memberiku cokelat, yang merupakan makanan kesukaanku. Sebagai ucapan terimakasihnya karena sudah menyalinkan PR miliknya. Aku senang bukan kepalang. Teman-teman hanya tersenyum melihat ke arahku dan Tyan. Memang jika aku bertemu dengan cokelat, aku tak bisa menahan untuk mengekspresikan kebahagiaanku. Namun jika yang memberikannya adalah orang yang kusukai, ah.. rasanya aku ingin jingkrak-jingkrak dan… seperti itulah pokoknya. Namun aku tahan dan berusaha bersikap seperti biasa lagi.
**
“Cher mau pulang sama aku atau sama Tyan?” Tanya Irsan

“ya sama kamu kan biasanya juga. Kenapa sih?” Jawabku

“siapa tau aja mau bareng Tyan, kan sama-sama se-komplek kita.” Goda Irsan

“apaan sih gaje tau!!” ketus aku

“Iya apaan sih gajelas kamu San.” Ucap Tyan sambil pergi keluar kelas

Memang aku, Irsan dan Tyan tinggal di daerah yang sama. Hanya rumahku paling dekat dengan Irsan jadi setiap hari aku lebih memilih pergi dengannya. Selain itu, aku takut salah tingkah jika bersama dengan Tyan, apalagi hanya kami berdua. Aku sering berkhayal apa dia juga menaruh hati padaku? Tapi dia belum pernah sekalipun mengungkapkannya. Bicara hal romantis pun belum pernah. Dia selalu menunjukkannya dengan perbuatan saja. Tapi aku rasa itu hal biasa yang dilakukan oleh satu sahabat ke sahabat lainnya.

“Cher, asal kamu tau ya, Tyan itu suka tau sama kamu.” Ucap Irsan
“hah?? Apaaa??” Aku

“iya.. udah keliatan kali dari sikapnya dia ke kamu kaya gimana. Devia sama Alsy juga ngerasa hal yang sama.” Irsan

“tapi dia ga pernah bilang apa-apa sama aku. Sikap dia juga biasa-biasa aja ga ada yang lebih.” Aku

“udah deh jangan nyangkal Cher, kamu juga suka kan sama dia?” goda Irsan

“apaan sih Irsaaann!! Udah deh lah yang bener aja tuh ngejalanin motornya, ntar malah jatoh lagi.” Ucap Aku

Aku bingung. Apa benar yang dikatakan Irsan. Tapi belum ada bukti yang kuat. Saat Irsan menanyakan pada Tyan, dia selalu menyangkal. Aku pun demikian saat Devia bertanya hal itu. Arrrggghhh!!
**
Tak terasa waktu berjalan dengan cepatnya. Tibalah kami menjalani ujian nasional yang berlangsung selama empat hari. Kemudian setelah menunggu satu pekan hasil ujian pun keluar. Dan kami berlima lulus dengan hasil yang memuaskan. Usaha kami tak sia-sia. Dan kami mulai mencari SMA yang diinginkan. Kita sepakat untuk masuk ke sekolah yang sama dan merupakan sekolah unggulan juga. Namun ternyata, Tyan memberitahu bahwa dia akan melanjutkan sekolah di Kalimantan. Mengikuti ayahnya yang seorang tentara dan ditugaskan untuk bekerja disana. Kami sangat sedih, terutama aku pastinya. Tyan pergi meninggalkan kami dan ia berjanji akan selalu menghubungi kami walau jarak yang terbentang jauh.
**
Waktu terus berlalu. Enam tahun berjalan. Kami semakin tumbuh dewasa. Pada saat SMA aku hanya satu kelas dengan Alsy. Tapi kami ber-empat masih terus bersama walau waktunya menjadi berkurang. Tyan pun sering meneleponku dan menceritakan pengalamannya berada disana. Hanya saja setelah lulus, dia jadi jarang dan bahkan sudah tak pernah menghubungiku lagi. Mungkin kini dia sibuk. Aku, Irsan, Alsy dan Devita melanjutkan ke perguruan tinggi yang berbeda. Devia dan Alsy diterima di salahsatu perguruan tinggi di ibukota. Sementara aku dan Irsan tetap setia berada di kota tercinta.

Menjelang HUT RI, karang taruna di komplek ku menyiapkan acara untuk menyambut HUT tersebut. Saat aku datang ke tempat rapat, aku lihat adiknya Tyan yang umurnya tak jauh berbeda sedang duduk disana. Apa? Berarti Tyan juga ada disini. Dan benar saja, tak lama ada dua telapak tangan yang menutup mataku. Setelah aku melihat, ternyata orang itu adalah Tyan! Aku langsung memeluknya. Kemudian aku sadar dan melepas pelukan itu lalu meminta maaf.

“sorry Tyan.. aku ga sengaja. Aku refleks aja gitu. Ya kalo ketemu sama Alsy sama Devia juga aku bakal ngelakuin hal yang sama.” Ucap aku terbata-bata

“iya gapapa kok Chery. Aku seneng kok kamu peluk hehe..” jawab Tyan

“woy bro!! gimana berhasil ga kejutan buat Chery nya?” terdengar teriakan dari belakangku. Ternyata itu adalah Irsan yang sudah mengetahui bahwa Tyan akan kembali lagi dan merahasiakan kejutan ini.

“ohh jadi kalian sengaja.. jahat banget sih. Dan udah seminggu Tyan ada disini tapi ga ngasih tau aku? Sahabat macam apa kalian hah??” sebal Aku sambil menjewer kuping mereka berdua.

“aduh duh.. ampun Cher ampuunn..” teriak mereka.

Setiap hari aku, Tyan, Irsan dan seluruh karang taruna komplek berkumpul dan bekerjasama untuk merayakan acara tersebut. Tak kusangka sikap Tyan padaku masih sama seperti dulu. Tak berkurang sedikitpun. Malah sekarang dia jadi lebih berani untuk mengungkapkan sesuatu yang special untukku. Namun dalam benakku, apa dia tidak punya kekasih? Selama enam tahun terpisah, mana mungkin dia masih tetap sendiri. Dan ternyata memang, ia sudah memiliki hubungan dengan seorang wanita. Karena adiknya memberitahuku tentang hal ini. Tapi kini aku sedang sendiri. Kekasihku terdahulu terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga aku merasa tak nyaman lagi dan memutuskan hubungan. Apa yang harus aku lakukan? Aku tak ingin disebut sebagai perusak hubungan orang.

“nih minum dulu..” Tyan

“thankyou..” jawabku

“mau aku beliin makanan juga? Mau apa? Cemilan atau apa?” Tanya nya

“gausah aku ga lapar kok Yan.” Jawabku

“oh yaudah deh. Eh udah lama ya kita ga ketemu. Aku kangen banget sama kamu Cher,, sorry ya aku ga pernah ngehubungin kamu lagi…” Ucap Tyan sambil menyenderkan kepalanya ke pundakku

“karena kamu udah punya pacar kan?” tanya ku sambil menatapnya

Seketika Tyan langsung kembali duduk tegap dan pergi meninggalkanku. Tak perlu ia jawab, dengan melihat sikapnya seperti itu aku sudah yakin kalau Tyan memang sudah tak sendiri.
**
“San, menurut kamu sikap Tyan ke aku sekarang kaya gimana?” tanyaku

“Tyan masih sama kaya dulu. Dia tetep perhatian sama kamu, peduli, ngelindungin kamu. Bahkan sekarang dia lebih dari dulu. Emang dia ga pernah secara langsung bilang ke aku. Tapi coba liat dari sikapnya itu, udah bisa ngebuktiin. Dia itu sayang sama kamu Cher, dari dulu! Dan sampai sekarang gaada yang berubah!” Jawab Irsan

“tapi kenapa dia punya pacar kalo dia sayang sama aku? Dan kamu tau, mereka udah pacaran dua tahun. Masa sih selama itu Tyan masih nyimpen perasaan sama aku. Apa coba maksudnya!!” tanyaku

“iya aku tau Cher.. buat masalah itu aku juga ga ngerti sama jalan pikirannya. Dia ga pernah curhat apapun tentang pacarnya sama aku. Coba kamu tanya sendiri sama dia. Mungkin dia bisa jujur kalo sama kamu.” Jawabnya

“kamu juga sayang kan sama Tyan? Dari dulu?” tanya Irsan

“iya.. aku emang sayang sama dia. Dari dulu. Dari awal kita temenan. Tapi aku gabisa buat apa-apa. Aku cewe, aku gabisa dengan gampangnya nyatain perasaan aku sama dia. Aku cuman bisa nunggu. Tapi waktu yang aku tunggu gapernah ada, San! Dan sekarang aku ketemu lagi sama dia, perasaan yang dulu itu tumbuh lagi..” jawabku hingga tak terasa air mata menetes.

“cinta itu rumit. Padahal kalian begitu deket. Padahal kalian punya perasaan yang sama. Tapi gengsi yang ngalahin kalian. Hingga akhirnya kalian menyesal kan?” Ucap Irsan

Aku hanya bisa mengangguk. Aku tak sanggup untuk berbicara lagi.
**
Esoknya aku mengajak Tyan untuk bertemu.

“hey.. kenapa kok tiba-tiba pengen ketemu berdua?’ tanya nya sambil tersenyum

“Yan,, aku ngerasa kamu perhatian banget sama aku. Dan temen-temen yang lain juga bilang gitu?” tanya ku

“itu em.. hmm.. yaaa.. kita kan sahabat jadi ya wajar kan aku perhatian sama kamu.” Jawabnya

“tapi Yan, kamu tuh udah melebihi batas sewajarnya. Masa sih kamu ga nyadar juga? Kamu itu udah punya pacar, dan aku sekarang lagi sendiri. Terus yang lainnya ngeliat sikap kamu ke aku kaya gitu, mereka pasti berpikir kalo aku itu cewe penggoda lah, perusak hubungan oranglah. Trus nanti kalo ada yang ngasih tau ke pacar kamu tentang ini, aku juga kan yang pasti disalahin!! Kamu ngerti dong!!” ucapku dengan emosi

“biarin aja orang lain mau bilang apapun, jangan kamu peduliin.” Ucapnya

“jangan peduli? Aku Yan yang jadi bahan omongan mereka. Dan aku ngerasa terbebani banget sama ini semua!!” bentakku

“tapi Cher… aku sayang sama kamu!!” jawab Tyan

“aku sayang sama kamu! Dari dulu, dari awal kita ketemu aku udah pengen deket sama kamu. Aku selalu pengen ngejaga kamu dan ngelindungin kamu Cher.” Ucap Tyan

“sayang? dari dulu? kenapa kamu baru bilangnya sekarang? Sekarang bukan dulu lagi. Dan yang dulu ga akan terjadi sekarang. Kalau kamu ngungkapin itu dari dulu, sekarang ga akan ada hal kayak gini. Apa dulu kamu malu? Apa kamu ga yakin hubungan kita akan bertahan lama? Kamu ga akan tau jawabannya kalo kamu ga mencoba! Dan sekarang, disaat yang ga tepat kamu malah ungkapin sesuatu yang seharusnya kamu ungkapin dulu! Kalo aja dulu kamu bilangnya, aku pasti bisa jawab iya. Karena aku juga sayang sama kamu. Bahkan sekarang pun aku masih sayang sama kamu. Tapi gimana sama pacar kamu? Mana bisa kamu mencintai dua orang wanita dalam waktu yang sama. Kalian itu udah lama bersama, jangan gara-gara aku hubungan kalian jadi retak!” ucapku diiringi uraian air mata

“aku gatau Cher, aku emang sayang sama dia. Tapi aku juga sayang sama kamu. Setelah ketemu kamu lagi, perasaan aku yang dulu dengan cepatnya tumbuh begitu besar. Dan aku gabisa nahan itu Cher!” Ucap Tyan dengan tersedu

“Tyan, yang dulu biar kita kubur aja. Kita lebih baik menatap ke depan. Kehidupan kita sekarang udah berubah. Kamu harus tetep pertahanin hubungan kalian. Dan aku, aku bahagia dengan kehidupan aku sekarang.” aku

“tapi ga segampang itu Chery” jawabnya

“iya, emang ga gampang. Tapi ini kehidupan. Kenyataannya kita harus berjalan terus ke depan. Kita udah punya kehidupan masing-masing. Kalo kamu mencoba, kamu pasti bisa! Kita akan tetep jadi sahabat selamanya. Bareng Irsan, Devia sama Alsy. Ya kan?” ucapku

“it’s ok! Sahabat..” jawabnya

Aku dan Tyan pun beradu tangan seperti yang sering kita lakukan dulu bersama sahabat yang lainnya. Status kami adalah sahabat. Dan akan selalu menjadi sahabat selamanya. Penyesalan yang kami alami sungguhlah sakit. Karena hati yang menjadi korban dari peristiwa ini. Memang, well we almost, we almost knew what love was. But almost is never enough..