find me on:

Saturday, July 24, 2021

Interview Moment with GENERATIONS from EXILE TRIBE (ViVi Magazine September 2021)

Bertemu lagi dengan kolaborasi antara boygroup GENERATIONS from EXILE TRIBE dengan sebuah majalah bernama "ViVi"! Lumayan sering yaa mereka bekerjasama.. ini tak luput dari eksistensi GENE yang terus bersinar dan respon positif juga dari para penggemarnya terhadap edisi majalah tersebut, hihi. Sehingga... membuat GENE dapat tampil lagi di sini sekaligus terpilih menjadi sampul untuk ViVi Magazine edisi bulan September 2021! Yeaayy!!! Edisi yang sangat spesial dengan menampilkan potongan video dari masing-masing member GENE pada akun twitter official ViVi di setiap harinya. Dan ada satu video khusus juga mengenai di balik layar dari syuting pembuatannya yang diunggah pada channel YouTube resmi milik ViVi. Eits, bukan hanya ketujuh member GENE aja loh yang ditampilkan di dalamnya. Nyatanya ada 'bintang' lain juga yang diundang untuk membuat pemotretan ini semakin manis. Pengen tahu pengen tahu pengen tahu siapa? Yuk ditonton aja videonya, atau sekalian dibeli juga majalahnya :D


Berbagai jepretan foto menarik dan unik serta banyaknya wawancara yang dilakukan secara bersamaan maupun pada setiap member tentang kehidupan pribadi mereka, terdapat total 12 halaman untuk sesi GENE ini. Salahsatu bagian wawancara tersebut telah coba saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Terjemahan ini tidak akurat 100%, jadi mohon maaf yaa kalo ada salah kata dan kalimat yang tidak dimengerti, ehehe. Akan lebih baik kalo ikut mengoreksi juga setelah membacanya..

sampul ViVi Magazine edisi September 2021
sumber: GENERATIONS Official twitter

Okeee.. mari kita mulai!!

Halaman 112-115: 
"Pagi dan malam bersama GENE" 

~Sekarang mereka semua telah dewasa, kami akan memberikan banyak daya tarik seks yang penuh dengan alam tanpa tumbuh tinggi.  Anda akan lebih menyukai GENE karena kesenjangan antara 7 orang seperti anak laki-laki normal.~

Halaman 112 (Alan)

Alan Shirahama

Q1: Bagaimana pengakuan cintamu pada gadis yang kamu sukai?
"Tsukiatte kudasaaaaaaai!!!!!" (Tolong berkencan denganku!). Itu penuh dengan -aa- (haha). Jika tidak bertatap muka, mungkin dia akan menyukainya juga karena aku menggunakan stiker LINE yang lucu.

Q2: Apa rencana kencan idealmu?
Bersantai di pondok pantai. Aku tidak punya SIM, jadi aku tidak bisa mengemudi. Tapi idealnya aku ingin mengemudi di sepanjang laut.

Q3: Apa teknologi yang pasti bisa menaklukkan wanitamu sendiri?
(Dalam masalah selama 10 detik) Perjalanan kelas cepat (haha).

Q4: Apakah kekasihmu ditinggalkan? Nama panggilan? Nyanyian?
Chan! (menjawab dengan cepat)
(*bagian yang kurang saya pahami, jadi saya sertakan kanjinya juga)
Q4: 恋人は呼び捨て? あだ名? ちゃん付け? 
ちゃん! 

Q5: Apa yang terjadi ketika kamu sedang jatuh cinta?
Ini tidak banyak berubah. Cukup bagus. Aku tidak memikirkan itu terlalu banyak, dan aku rasa itu normal.


Halaman 113 (Ryota & Reo)

Ryota Katayose

Q1: Ajarkan gerakan wanita favoritmu secara berbeda
Isyarat menyentuh rambut dan melepas ikatan rambut. Aku peka terhadap perubahan gaya rambut wanita.

Q2: Apa hubungan romantis idealmu?
Hubungan yang saling menghormati dan menginspirasi. Aku pikir saat seorang wanita berkata, "oo..." untuk mengetahui sesuatu yang dia tidak tahu.

Q3: Apa yang kamu lakukan di hari ulang tahun kekasihmu?
Makan di restoran yang bagus. Aku suka makan dan sake (alkohol). Jadi aku ingin mengobrol dan bersenang-senang di malam hari. Aku dapat mengingat di masa depan bahwa, "Aku membicarakan ini pada waktu itu."

Q4: Apa ekspresi cintamu sendiri?
Aku ingin bersandar di bahu ketika mengalami kesulitan.

Q5: Apa yang terbaik dari Ryuto-kun yang hanya diketahui oleh Ryota-kun sendiri?
LINE pribadi menggunakan banyak akronim. Bukankah itu sedikit mengejutkan?


Reo Sano

Q1: Ceritakan periode favoritmu
Saat kelas 6 SD - 3 SMP. Aku pikir aku disukai oleh orang-orang muda, mungkin karena aku menari dan itu tampak mencolok.

Q2: Bagaimana jika kamu duduk di samping orang yang kamu sukai?
Aku tidak banyak bicara.

Q3: Pakaian apa yang ingin kamu kenakan saat berkencan?
Pakaianku sendiri. Jika ada, aku ingin pakaian yang membuatku menonjol. Aku ingin dia memakai pakaian yang bukan hobiku.

Q4: Bisakah kamu ber-romantisan di depan umum?
Aa, tidak. Aku tidak ingin melakukannya terlalu banyak. Aku masih sadar.

Q5: Seberapa sering kamu mengatakan bahwa kamu mencintai kekasihmu?
Sungguh kadang-kadang.


Halaman 114 (Hayato & Mandy)

Hayato Komori

Q1: Apa yang kamu ingin kekasihmu lakukan?
Bantal lutut.

Q2: Apa pertemuan idealmu?
Un.. pesta minum. Aku pikir lebih baik melihatnya muncul dengan cara yang dinamis.

Q3: Apakah kamu sendiri berkencan buta?
Orang? Aku sama sekali tidak mengerti hal semacam itu, jadi aku ingin menyerahkannya padamu. Aku tidak tahu apa-apa tentang kencan buta, tapi aku mungkin akan mengatakan, "Ini menyebalkan." Namun jadwalnya dapat dikemas dengan baik. Itu egois. Maafkan aku (haha).

Q4: Apa yang kamu suka dari wanita?
Bau bau bau? Mungkin lebih baik secara tidak terduga.


Mandy Sekiguchi

Q1: Masakan rumahan seperti apa yang kamu ingin wanita masak?
Apapun baik-baik saja! Hamburger!

Q2: Bagaimana cara menarik perhatian dari orang yang kamu sayangi?
Dengarkan cerita orang itu!

Q3: Apa yang tidak pernah bisa saingan cintamu kalahkan darimu (jika ada)?
Fufu~~ Apa itu? Aku akan melakukan yang terbaik untuk membuat dia tertawa.

Q4: Mana yang lebih baik, tidak manja atau manja?
Ini mengerikan. Apakah kamu ingin merusaknya?

Q5: Tipe yang berubah dengan cinta?
Aku pikir itu akan berubah. Cukup dekat dengannya. Tampaknya mengasyikkan (haha).
  

Halaman 115 (Ryuto & Yuta)

Ryuto Kazuhara

Q1: Kelompok pendek? Kelompok panjang?
Mana yang lebih cocok untukku. Aku tidak punya preferensi khusus.

Q2: Apa jimatmu?
Ketiak! Hahahaha! Itu tidak berubah sejak aku masih jadi siswa SMP. Saat aku melihat ketiak para gadis yang indah ketika mereka mengenakan pakaian olahraga, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak senang.

Q3: Kepada wanita, apakah kamu tipe S? M?
Aku adalah tipe S (haha).

Q4: Apa yang terjadi ketika kamu berbicara dengan seseorang yang kamu sukai?
Aku akan menemukan lawan bicara yang hebat.

Q5: Persahabatan dan percintaan, pilih mana?
Persahabatan (menjawab dengan cepat).


Yuta Nakatsuka

Q1: Kapan cinta pertamamu?
Saat Taman Kanak-Kanak. Itu adalah guru TK-ku. Aku sangat mengingatnya!

Q2: Aku tidak suka wanita seperti ini! Katakan padaku!
Seseorang yang berkata, "Itulah sebabnya karena seorang pria." Aku berpikir itu tidak baik.

Q3: Melakukan pengakuan cinta? Atau memendam?
Melakukannya.

Q4: Apa yang ingin kamu lakukan setiap hari bersama kekasihmu?
Aku kecanduan memasak, jadi aku ingin memasak bersama.

Q5: Kapan kamu ingin bertemu seseorang yang kamu sukai?
Uunn.. saat aku lelah? Aa, tapi aku selalu ingin bertemu dengannya.

Q6: Apakah kamu seekor landak?
Eeee.. bukan (haha).

Q7: Apakah kamu orang luar angkasa?
Eeee.. aku tidak bisa memberitahumu.
                              ----------

(terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri. Bekerjasama dengan google translate, bing, kamus bahasa Jepang dan ilmu dari penjelajahan internet)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

Terimakasih dan sampai jumpa di wawancara selanjutnyaaaa! ^^


Sunday, July 18, 2021

Forever in Our Hearts

Hari berlalu melewati minggu kemudian berganti bulan hingga tiba pada tahunnya. Bertemu kembali pada hari yang sama di saat luka itu dimulai. Kepergianmu, meninggalkan segala kepedihan. Rasa sakit yang merobek batin akibat kehilangan dirimu. Satu sosok yang sangat berarti bagiku. Satu sosok yang telah lama kukagumi. Satu sosok yang selalu kujadikan sebagai penyemangat. Kehadiranmu yang terus kutunggu tanpa rasa letih. Meski kita belum pernah bertemu, bahkan kau pun tak mengenal diriku, tapi bukankah kita masih berada di bawah langit yang sama? Menapakkan kaki di bumi yang sama pula? Jadi kuanggap bahwa kita sudah terhubung. Hanya saja, waktu itu telah terhenti semenjak satu tahun lalu. Kini kau telah menjadi langit itu. Kini kau telah beranjak dari pijakan di bumi ini. Ruang kita tlah berbeda. Aku masih tetap berada di bawah, menatapmu nanar yang jauh di atas sana.

Bagaimana kabarmu sekarang? Harapan yang selalu terpanjat menginginkan bahwa kau abadi di dalam kebahagiaan. Tak ada yang menyesaki pikiran serta jiwamu lagi. Bebaskan semuanya. Tenanglah bersama kehidupan kekalmu. Apa kau tahu? Ah, pasti kau pun mengetahuinya karena kau selalu mengawasi dari langit itu, kan? Hal yang menghangatkan yang sepantasnya harus terjadi. Mengenai karya-karyamu tetap menemani di sepanjang waktu ini. Sampai detik ini. Berbagai info positif tentangmu berdatangan silih berganti. Apresiasi tanpa batas layak diberikan untukmu. Memang, ragamu sudah tak bersama kami lagi, namun semua tentangmu selalu tersimpan di hati. Di dalam sini, kau tetap hidup.

Aku sudah baik-baik saja tanpamu. Tapi bukan berarti bahwa aku bisa melupakanmu. Sungguh mustahil.. Karena sepanjang waktu, tentangmu akan selalu melekat dalam memoriku. Namamu, akan selalu terukir di dalam jiwaku. Dan sosokmu, takkan pernah melebur dari kisah perjalanan hidupku.

Tersenyumlah. Terus tersenyum. Biarkan cahaya benderang mengitari dirimu. Doa yang mengalir tiada henti takkan membiarkannya padam. Kau hanya perlu berdiam, beristirahat dalam kedamaian.

Kau selamanya di dalam hati kami.. yang selalu dirindukan, Haruma Miura-san ❤ 

Sunday, July 11, 2021

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Love is ?

Kembali, kembali dan kembali lagi dengan postingan tentang lirik lagu. Dan kembali juga dari grup musik yang sudah langganan untuk nongkrong di blog ini. Karena bagi saya, setiap lagu yang mereka miliki selalu mempunyai arti mendalam yang anti mainstream. Tidak mengikuti trend masa kini namun tetap bisa memenangkan hati dan telinga yang mendengarnya. Masa sih? Coba aja deh denger dan rasain :). Dan di antaranya itu adalah sebuah lagu yang akan saya bahas kali ini. Lagu dengan judul "Love is ?" namun sama sekali bukan lagu yang mencerminkan "cinta" pada umumnya. Cinta yang tertulis di dalam lagu ini bersifat universal. Cinta yang memiliki arti lebih dari sekedar "i love you" karena "cinta" yang dijelaskan di sini bertujuan untuk tidak membiarkan orang(2) tersayang merasa sendirian. Entah itu pada teman, sahabat, keluarga atau bahkan pasangan juga. Cinta yang dapat menyemangati diri sendiri agar lebih mencintai diri tersebut. Memberi kepercayaan yang harus ditanamkan dalam diri. Rintangan dalam hidup pasti akan selalu menghadang. Jika kau bersedih, jika kau ingin menangis, maka lepaskanlah. Tapi jangan lupa, ada aku yang akan selalu di sini untuk bersamamu. Mendukungmu. Dan inilah, arti dari bentuk "cinta" di lagu "Love is ?".

sumber foto: GENERATIONS Official Twitter

Salah satu lagu yang masuk ke dalam album terbaru GENERATIONS mengikuti lagu "Make Me Better" pada postingan sebelumnya ini, nyatanya memiliki perhatian lebih dari orang-orang. Di mana semua komponen yang berada di lagu ini dibuat oleh member GENE itu sendiri! Lagu ballad dengan tambahan rap yang terasa unik serta ada bagian lirik yang dinyanyikan bersama semua member GENE ini benar-benar menambah keistimewaan dari lagunya. Komposisi musik yang dikomposeri oleh Alan Shirahama, lalu lirik lagu dikarang oleh Ryuto Kazuhara dan bagian rap ditulis oleh Mandy Sekiguchi. Sang pengarang, telah membagikan kisah di balik dia merangkai setiap barisan lirik dari lagu "Love is ?". Bersumber dari majalah "Men's Preppy" yang telah melakukan wawancara dengan Ryuto, ditambah penjelasan langsung darinya pada video dokumenter GENE di TikTok Live beberapa waktu lalu, ia mengatakan jika lagu ini tercipta pada saat dirinya berada dalam masa-masa pemulihan pasca operasi polip Januari silam. Saat itu, para member GENE mengirimkannya sebuah tayangan video penyemangat berdurasi sekitar 10 menit. Momen berharga itu pun memberikan ide bagi Ryuto untuk dapat menulis sebuah lagu yang tengah mencerminkan perasaannya. Dengan cinta yang diberikan oleh semua member GENE, dengan cinta yang dia terima dari mereka, maka lagu "Love is ?" dapat tercipta dan terselesaikan dengan sangat indah nan menyentuh.

Mau dengerin lagunya? Yuk silahkan kunjungi platform-platform musik yang sudah menyediakan lagu tersebut. Ingin tahu lirik lagunya? Maka sudah saya tuliskan juga lirik romajinya di bawah ini.

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Love is ?
(Cinta adalah ?)

Lirik: Ryuto Kazuhara
Rap: Mandy Sekiguchi
Musik: Alan Shirahama, Hi-yunk, Slay

Omoikaeshite mireba gekidou no hibi nagareta
Up&Down shite sono kurikaeshi no omoi wo
Mune ni kizami On the way, on the way hateshinaku
Melihat pikiranku ke belakang, hari-hari yang bergejolak mengalir
Bangkit & jatuh, pikiran terus berulang
Dalam perjalanan, dalam perjalanan yang tak berujung terukir di dada

Tokito shite ayumi tomete shimau hodo no
Kuyashi-sa ga tsuyoku are! to sakebu nda
Terkadang, aku berhenti berjalan
Menjadi sangat kecewa! berteriak

Reff 1:
Hajimaru aratana.. monogatari ga ima..
Kokoro michibiite hitotsu ni tsunagaru
Moshi kimi ga kanashimi no ame ni nure
Namida shite mo daijoubu boku ga iru!
Sebuah kisah yang dimulai sekarang
Pandu hati untuk terhubung menjadi satu
Jika kau basah dalam hujan kesedihan
Tidak apa-apa untuk berlinang air mata, tapi aku ada di sini!


You & I aratamaru wake de wanai kedo
Sasae au kotode-sa So easy na Everyday
Up & Down shita wagamama sugita jibun wo
Semerunara dare yori mo kimi wo rikai shiyou
Kau & aku tidak akan pernah berubah
Dengan saling mendukung, setiap hari akan terasa sangat mudah
Bangkit & jatuh, diri sendiri terlalu egois
Jika kau menyalahkanku, aku akan memahamimu lebih baik dari oranglain

Ai ni katachi wa nai to wakatte ikite irunda
Hon'no sukoshi dakede ii yasashi-sa hefokasu awasete
Aku hidup untuk mengetahui bahwa cinta tidak memiliki bentuk
Hanya sedikit demi sedikit fokus pada kebaikan

Reff 2:
Ai wo utau kara.. akirametari shinaide..
Yume e tsudzuiteru shiawase no michi wo
Mieru darou harewataru kono sora ga
Hohoenderu daijoubu kimi naraba!
Aku akan bernyanyi cinta, janganlah kau menyerah
Jalan kebahagiaan yang mengarah pada mimpi
Kau dapat melihat langit yang cerah ini
Kau akan baik-baik saja dengan senyuman!


Rap:
Ichido kiri no Life koukai nado shitakunai
Kawaritai kara ii kagen ni suteta ii wake
Chousen mo kira warerukoto mo kowai yo doushite?
Jibun ga kawaii dake You know that hon'ne
Demo Let's go fumidasu yuuki ippon
Yukkuride ii yo kotae wa nai nodakara daijoubu!
Te wo nigitte "Keep my pace"
Tomoni susumou usagi to kame no kame no you ni
Aku tidak ingin menyesali hidupku yang pernah terpotong
Alasanku ingin membuangnya karena aku ingin berubah
Aku takut saat ditantang dan dibenci, mengapa?
Diri sendiri yang lucu, kau tahu niat sejatinya
Tapi ayo kita berani melangkah
Jika tidak ada jawaban yang baik, maka tidak apa-apa!
Pegang tanganku dan katakan "Pertahankan langkahku"
Mari kita bergerak maju bersama seperti kelinci dan kura-kura

Kimi ga iru kara, boku ga utaou
Kimi ga iru kara, boku ga odorou
Karena kau ada di sini, aku bernyanyi
Karena kau ada di sini, aku menari

Reff 3:
Hajimaru aratana.. monogatari ga ima..
Kokoro michibiite hitotsu ni tsunagaru
Ichiban ni jibun jishin wo aisu koto
Wasurenaide.. itsu datte koko ni iru!
Sebuah kisah yang dimulai sekarang
Pandu hati untuk terhubung menjadi satu
Yang paling utama, cintailah dirimu sendiri
Jangan lupa, aku selalu berada di sini!

Ai wo utau kara!
Ai wo odoru kara!
Aku akan bernyanyi cinta!
Aku akan menari cinta! 


(sumber lirik kanji: Spotify)
(lirik romaji dan terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

Tuesday, June 22, 2021

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Make Me Better

Lagu paling baru dari grup musik GENERATIONS from EXILE TRIBE yang video musiknya baru saja dirilis pagi hari tadi. Berjudul "Make Me Better", lagu dengan iringan musik ceria dan bersemangat ini masuk ke dalam album ke-6 dari GENERATIONS yang diberi nama "Up & Down". Album tersebut akan segera dirilis secara resmi pada tanggal 14 Juli 2021. Terdapat 5 video musik dan 15 + 1 bonus lagu yang berada pada album tersebut. Dari lagu-lagu yang sudah dirilis sejak tahun lalu dan beberapa tambahan lagu baru yang pastinya tidak boleh dilewatkan oleh semua penggemar, karena para member GENE pun ikut berkontribusi juga dalam pembuatan lirik serta musik dari lagu-lagu tersebut!

Jacket Photo Album "Up & Down"
sumber foto: GENERATIONS Official Twitter

Make Me Better, merupakan sebuah lagu cinta yang memiliki makna 'positif'. Di mana lagu ini bercerita tentang keberadaan seseorang yang istimewa yang mampu membuat perasaan pasangannya menjadi lebih baik. Hanya dia satu-satunya, dan bersamanya, berdua dengannya hidup ini akan lebih indah. Yaa bisa dibilang sebagai bucin dalam taraf wajar juga sih yaa ahaha.. tapi eh tapi.. pada video musiknya, justru lagu ini menyajikan gambaran yang dapat memberikan semangat! Menenangkan hati yang gundah agar kembali menjadi lebih baik seperti sedia kala. Dihiasi dengan warna-warni beragam juga tingkah para member GENE yang lucu dan menggemaskan, saya yakin pasti  lagu dan video musik ini akan "membuat lebih baik" siapapun yang menontonnya! :D

Music Video "Make Me Better"

Berikut adalah Lirik Romaji dari lagu "Make Me Better". Yuk, mari bernyanyi bersama hihihi

GENERATIONS from EXILE TRIBE -
Make Me Better
(Membuatku Lebih Baik)

Lirik: KM-MARKIT
Musik: Justin Reinstein

Yeah yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah yeah

You make me better, baby
Kau membuatku lebih baik, Sayang

Yeah yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah yeah

Baby I don't know kimi e what to say
Hajimete no omoi sa marude
Doushiyou monai hodo ni ki ni naru
You're pretty young thing
Sayang, aku tak tahu apa yang harus kukatakan padamu
Pertama kalinya aku merasa seperti ini
Aku sangat peduli dan aku tak bisa menahannya
Kau adalah hal yang indah dan muda

Dare mo kanawanai you're the one
Itsudatte baby you're so fine
Omoidasu tabi I feel like I'm flying
Mou I can't get you outta mind
Tiada yang bisa menandingimu, kau satu-satunya
Sayang, kau sangat baik sepanjang waktu
Aku merasa seperti aku terbang setiap kali aku mengingatnya
Aku tak bisa mengeluarkanmu dari pikiranku

Come on girl ride with me
Sono te wo dashite
Ayo sayang, pergilah denganku
Ulurkan tanganku

Yeah yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah yeah

Kimi to futari irarerunara
Nani mo iranai baby I'm all into you girl
Jika aku denganmu hanya berdua saja
Aku tak butuh apapun, sayang, aku sangat menyukaimu

Reff:
Oh, kimi ga waraeba
Hey girl you make me better
You make me better
Oh, ketika kau tertawa
Hey sayang, kau membuatku lebih baik
Kau membuatku lebih baik

So fancy now kimi to ireba
You know you make me better
Egao ga afureru when we together
Begitu berharga sekarang ketika aku bersamamu
Kau tahu bahwa kau membuatku lebih baik
Ketika kita bersama penuh dengan senyuman

We're better, te wo tsunageba
We're better, kimi to naraba
Everyday ga kawaru like a holiday
(We're better, we're better)
Kita lebih baik jika bergenggaman tangan
Kita lebih baik jika bersamamu
Setiap hari akan berubah seperti liburan
(Kita lebih baik, kita lebih baik)

We're better, te wo tsunageba
We're better, you know you make me better
Futari nara better
Kita lebih baik jika bergenggaman tangan
Kita lebih baik, kau tahu bahwa kau membuatku lebih baik
Berdua lebih baik

Baby I can tell
Kimi ga iru to Worlds gon' change
Donna hi datteuso no you Right away
Kawaru Bright day
Sayang, aku bisa jelaskan
Jika aku denganmu, dunia akan berubah
Setiap hari akan luar biasa, segera
Menjadi hari yang cerah

Boku wo terasu marude Sunshine
Hareru kibun kaze mo Feel alright
Soba ni iru dakede You gonna make my day
Saa baby, just take my hand
Kau menerangiku seperti sinar matahari
Perasaan menyegarkan, bahkan angin pun terasa baik-baik saja
Kau akan membangkitkan hariku hanya dengan berada di sekelilingmu
Sekarang sayang, pegang tanganku

Come on girl ride with me
Sono te wo dashite
Ayo sayang pergi denganku
Ulurkan tanganmu

Yeah yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah yeah

Futari dakede sugoserunara
Nani mo iranai baby I'm all into you girl
Jika kita bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja
Aku tak butuh apapun, Sayang, aku sangat menyukaimu

Reff:
Oh, kimi ga waraeba
Hey girl you make me better
You make me better
Oh, ketika kau tertawa
Hey sayang, kau membuatku lebih baik
Kau membuatku lebih baik

So fancy now kimi to ireba
You know you make me better
Egao ga afureru when we together
Begitu berharga sekarang ketika aku bersamamu
Kau tahu bahwa kau membuatku lebih baik
Ketika kita bersama penuh dengan senyuman

We're better, te wo tsunageba
We're better, kimi to naraba
Everyday ga kawaru like a holiday
(We're better, we're better)
Kita lebih baik jika bergenggaman tangan
Kita lebih baik jika bersamamu
Setiap hari akan berubah seperti liburan
(Kita lebih baik, kita lebih baik)

We're better, te wo tsunageba
We're better, you know you make me better
Futari nara better
Kita lebih baik jika bergenggaman tangan
Kita lebih baik, kau tahu bahwa kau membuatku lebih baik
Berdua lebih baik

Thinking about you all day all night
Konna deai nante sounai
Never see before atamakara mou hanarenai
Oh you're so nice
Memikirkanmu sepanjang hari dan sepanjang malam
Bertemu dengan orang sepertimu itu tak biasa
Aku tak dapat mengeluarkanmu dari kepalaku
Oh, kau sangat menyenangkan

Kimi ga only one who makes me right
Tatoe nani ga atte mo
Hanashitakunai mou
Yeah yeah yeah yeah yeah
Hanya kau satu-satunya yang membuatku baik
Tak peduli apapun yang terjadi
Aku tak ingin membiarkanmu pergi

You make me better!
Kau membuatku lebih baik!

Reff:
Oh, kimi ga waraeba
Hey girl you make me better
You make me better
Oh, ketika kau tertawa
Hey sayang, kau membuatku lebih baik
Kau membuatku lebih baik

So fancy now kimi to ireba
You know you make me better
Egao ga afureru when we together
Begitu berharga sekarang ketika aku bersamamu
Kau tahu bahwa kau membuatku lebih baik
Ketika kita bersama penuh dengan senyuman

We're better, te wo tsunageba
We're better, kimi to naraba
Everyday ga kawaru like a holiday
(We're better, we're better)
Kita lebih baik jika bergenggaman tangan
Kita lebih baik jika bersamamu
Setiap hari akan berubah seperti liburan
(Kita lebih baik, kita lebih baik)

We're better, te wo tsunageba
We're better, you know you make me better
Futari nara better
Kita lebih baik jika bergenggaman tangan
Kita lebih baik, kau tahu bahwa kau membuatku lebih baik
Berdua lebih baik

(sumber lirik Kanji: www.lyrical-nonsense.com)
(sumber terjemahan B. Inggris: MV Make Me Better)
(Lirik Romaji dan terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)


Friday, June 18, 2021

Interview Moment with GENERATIONS from EXILE TRIBE (Ryuto Kazuhara Gekkan EXILE June 2021)

Sebuah wawancara yang dilakukan bersama salahsatu vokalis dari grup musik GENERATIONS from EXILE TRIBE, Ryuto Kazuhara pada 月刊EXILE (EXILE Magazine) edisi bulan Juni 2021 yang telah dirilis pada tanggal 27 April lalu. Terdapat total 8 halaman di majalah yang berisi kumpulan foto-foto serta hasil dari wawancaranya. Di sini, Ryuto bercerita tentang kehidupan pribadinya pada saat mengalami masa sulit di awal tahun ini. Selain itu, ia juga berbagi pemikirannya sebagai seorang vokalis dan menuangkan pendapat mengenai grup-grup senior dan junior di EXILE TRIBE!

RYUTO KAZUHARA
sumber foto: IGTV GENERATIONS

Berikut adalah isi dari wawancara tersebut yang telah saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Terjemahan ini tidak sepenuhnya akurat alias sama persis dengan apa yang tertulis di majalah sesuai dengan yang diutarakan oleh Ryuto. Tapi setidaknya saya berusaha agar ini bisa dimengerti. Dan mungkin bisa membantu juga orang-orang yang ingin tahu tentang isi dari wawancara tersebut hehehe.

Selamat membaca! ^^

Here I am

sumber foto: EXILE Magazine

"Di Sinilah Aku"

Seorang vokalis soliter, Kazuhara Ryuto, memberikan gambaran seperti itu dari penampilannya. Tetapi, dia sebenarnya adalah seorang pria yang penyayang pada rekan-rekan dan juniornya. Hiatus dari aktivitas sesungguhnya karena corona, kisah operasi polip tenggorokan, lalu hubungan dengan senior dan junior... Melakukan wawancara panjang dan pemotretan dengan dirinya yang telah dewasa baik secara pribadi maupun sebagai GENERATIONS. Apa saja yang dibicarakan oleh Kazuhara sebagai seorang vokalis?

~Sesi Wawancara~

1. Menjalani operasi polip pada bulan Januari. Sebagai penyanyi, ini adalah keputusan yang besar. Kapan kau mulai merasa tidak normal?

Sejak awal, suaraku tidak bisa keluar sedikit demi sedikit. Aku menyadari bahwa situasinya mungkin tidak begitu baik pada musim gugur 2020. Saat bernyanyi di LIVExONLINE, aku tidak bisa menyanyikan suara yang sebelumnya dapat aku nyanyikan, dan butuh waktu lebih lama untuk bersuara, dan akhirnya masalah suara itu tidak terpecahkan. Setelah menyanyikan lagu tersebut, rasanya menjadi sulit. Kemudian aku memeriksakan ke dokter, lalu didiagnosa menderita polip. Sejujurnya, aku pikir bahwa aku memiliki suara yang sangat kuat, lalu aku terkejut, "Apa ini yang terjadi padaku?". Tapi akan ada kehidupan setelah itu. Jadi meskipun aku tahu masalahnya, aku hanya dapat melanjutkan untuk menghadapinya. Saat itu, aku tidak bisa tenang setelah didiagnosa, dan aku pun merasa tidak nyaman. Apakah aku bisa terus bernyanyi hingga akhir. Sekarang setelah dipikir-pikir, aku sungguh lelah.


2. Ini adalah ujian terbesar dalam karir seorang penyanyi, kan?

Sejak LIVE berlangsung, penonton tidak bisa merasakan hal yang sama denganku. Ini bisa dianggap sebagai ketegaranku sebagai penyanyi profesional. Jadi meskipun aku merasa hancur, aku tetap mencoba yang terbaik untuk menantangnya. Faktanya, aku sangat takut dalam prosesnya.


3. Apa yang terjadi setelah operasi?

Tidak ada suara yang terdengar sekitar 4 hari setelah operasi. Kemudian dimulai dengan bersenandung, ~hmmm~. Hal yang luar biasa adalah bahwasanya aku tidak bisa mengatakan ini (hmmm) selama 4 hari itu. Dan yang paling menggangguku selama dirawat di rumah sakit adalah ketika aku sedang berada di toilet kemudian perawat datang ke bangsal. Karena ini adalah kamar single, jadi aku tetap membuka pintu toilet (haha). Bahkan jika perawat mengetuk pintu dulu di luar, aku tidak bisa mengatakan, "Aku sedang di toilet!". Aku panik beberapa kali dan tanpa sadar terburu-buru mengeluarkan suara. (haha)


4. Bagaimana kondisi tenggorokanmu sekarang?

Belum ada pemulihan yang sempurna. Tergantung pada harinya, akan ada sensasi seperti benda asing, dan tenggorokanku tiba-tiba menjadi sesak saat bernyanyi, sehingga terjadi ketidaksesuaian dengan musik pengiring. Bahkan ketika aku bernyanyi di atas panggung, aku jadi harus memperhatikan hal-hal yang selama ini tidak aku perhatikan. Hal itu mempengaruhi moodku. Aku merasa pentingnya untuk menyesuaikan dengan suaraku lagi.


5. Aku mendengar katanya suara akan berubah setelah operasi polip.

Seseorang berkata padaku, "Setelah operasi, suaranya akan menjadi suara muda yang sama seperti lima tahun lalu." Nyatanya, sepertinya suaraku telah berubah. Selama rekaman baru-baru ini, sutradara yang bekerjasama lagi setelah 3 tahun mengatakan, "Suaramu telah berubah," dan, "Suara itu berubah menjadi lebih baik." Menurutku sendiri, ada perasaan bahwa suaranya menjadi lebih ringan. Jika aku dapat menggabungkan flash dalam arti yang baik dengan nada favoritku, ini mungkin akan menjadi suara baru yang berbeda dari sebelumnya. Namun masih belum stabil dan meraba-raba. Itu normal jika aku tidak bisa menyanyikan nada tinggi setelah operasi. Dan sekarang, aku tidak bisa menyanyikan nada tinggi ke arah yang aku rencanakan. Aku membidiknya, tetapi ketika aku menyanyikannya, aku menemukan bahwa, "Ah, aku 'pergi' di sana!" Hal semacam ini terjadi ketika aku menyanyikannya sekitar mengulang 3 kali sebanyak 10 kali. Tujuannya agar aku bisa menyanyikan suara yang ingin aku nyanyikan sebanyak 100 kali dalam sehari baik secara live maupun di setiap hari.


6. Untuk penyanyi profesional, tidak mudah untuk menyesuaikan agar bisa sama dengan instrumen yang indah dan mesin yang canggih.

Tetapi, bahkan dengan kerja keras seperti itu, kegembiraan bahwa aku bisa kembali bernyanyi jauh lebih besar. Tidak hanya konser yang diadakan di berbagai tempat sejauh ini. Tidak hanya mimpi-mimpi itu yang jadi kenyataan. Aku bisa memiliki lingkungan di mana aku bisa bernyanyi lagi dan merasakan situasi untuk bernyanyi lagi. Yang bisa aku lakukan hanyalah berterimakasih. Aku akan menghargainya. Member GENE selalu mendukungku. Kelembutan dari mereka membuatku bertingkah seperti bayi. Mereka juga mengirimiku video penyemangat.


7. Video seperti apa itu?

Ini adalah video berdurasi 10 menit yang diedit oleh Alan-kun. Kontennya sangat aneh, itu bagus! (haha). Setiap member memberikan pesan untukku. Tidak tahu kenapa Ryota mengambil foto ayahnya juga. Lalu Reo berkata, "Aku mengambil jalur Yamanote setelah sekian lama." Dan mengambil foto diam-diam di trem, membuat orang kebingungan (haha). Karena saat ini aku tidak bisa bersuara, sulit untuk menahan tawa. Namun, aku rasa setiap dari mereka harus menikmati liburan Tahun Baru yang santai. Aku sangat senang bahwa mereka peduli padaku. Meskipun ini adalah video yang tidak boleh diposting di mana pun, itu akan menjadi ingatan luar biasa di seumur hidupku. (haha)


8. Apakah ada perubahan dalam persepsi anggota?

Tidak ada perubahan tertentu. Karena kami sudah seperti keluarga, tidak perlu mengungkapkan rasa terimakasih secara formal. Tahun depan akan menjadi ulang tahun ke-10. Bersama selama 10 tahun dalam menghadapi cara kerja, cara untuk menyelesaikan musik serta pertunjukkan dan sebagainya, kami semua bergerak ke arah yang sama. Sejauh ini, meski ada kebingungan dan kecemasan, tetapi karena ada sesuatu ungkapan seperti, "Semua orang memang seperti ini," mirip seperti  pada notebook GENE, itu stabil dalam arti yang baik. Ini bukan untuk mengatakan bahwa aku mengikuti cara kuno dan selalu bertujuan untuk hal-hal baru. Itu membuatku sangat bahagia.


9. Pada bulan Mei dan Juni, GENERATIONS akan mengadakan konser solo yang telah lama hilang, "~GENERATIONS LIVExOFFLINE~ Loading..." dan dihadiri oleh penonton. Apa motivasimu sekarang?

Ini adalah ringkasan dari LIVExONLINE yang kami adakan pada tahun 2020. Itu adalah OFFLINE yang dimulai dari ONLINE hingga pertemuan yang sebenarnya. Dengan melihat ke belakang sekarang, LIVExONLINE memiliki banyak hal yang perlu dipikirkan, dan ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Dalam keadaan terbatas, waktu trial dan error yang terus-menerus menjadi peluang untuk berkembangnya kombinasi tersebut. Setelah mengalami ONLINE seperti itu, pasti akan menjadi sangat menarik untuk mempertimbangkan komposisi track OFFLINE. Apalagi karena Arena adalah tempat yang lebih dekat ke Kubah, bagaimana cara kami agar bisa membiarkan penggemar melihat kinerja kami yang berkembang? Kami sedang melakukan persiapan seperti itu.


10. Menurutmu, apa yang membuat orang merasakan pertumbuhan dewasa?

Aku memiliki perasaan yang dalam di EXILE TRIBE LIVE TOUR 2021 RISING SUN TO THE WORLD. Aku merasa bahwa ekspresi setiap member TRIBE tiba-tiba meningkat. Aku menyadari bahwa kesulitan bukan hanya terjadi padaku saja yang menjalani operasi, tetapi para member lain pasti telah melalui berbagai hal juga. Selama periode saat konser tidak bisa diadakan, meski ada juga cara untuk berkomunikasi dengan semua orang melalui YouTube dan lainnya, tapi tetap saja, tidak tampil langsung di depan penonton rasanya jadi membosankan. Aku juga, aku telah bekerja keras dengan rasa tegang, tetapi tiba-tiba aktivitas berhenti dan setelah beristirahat, aku merasa, "Apakah aku seorang penyanyi?" Aku jadi tidak tahu di mana aku berdiri. Tapi ketika aku naik ke atas panggung untuk melihat wajah penonton, "Ini dia!" Suasana hatiku kembali membaik. Pemandangan yang terlihat dari atas panggung saat itu tidak bisa dilupakan. Sepertinya semua hal penting yang hilang bisa kembali secara sekaligus.


11. Tour EXILE TRIBE memang merupakan tempat yang penting untuk memulai kembali.

Terutama antusiasme saudara-saudara yang energik dari grup ini, sangat kuat! Penampilan dari kakak-beradik ini terlihat begitu keren, dan kami telah menaklukannya! Aku merasa cemas karena aku tidak bisa bekerja keras. Perasaan seperti itu dapat disampaikan meski tidak melalui kata-kata.


12. Di mata generasi yang lebih muda, GENERATIONS itu terlalu keren, bukan?

Apakah akan seperti ini? (haha). Aku akan senang jika diperlakukan seperti itu. Setiap kali kami (GENE) tampil, kami juga ingin semuanya berpikir, "GENE-san, benar-benar sangat bagus!". Memiliki generasi yang lebih muda akan sangat membantu pertumbuhan kami sendiri. Sejauh yang aku ketahui, aku ingin menjadi generasi muda seumur hidup jika memungkinkan, karena itu akan lebih mudah. (haha).


13. Apakah sulit menjadi senior?

Ya. Aku baru sadar jika aku sudah menjadi senior. Para senior peduli dengan generasi muda. Atsushi-san juga berkata, "Jadi senior benar-benar sulit." "Benarkah? Para senior tiba-tiba memikirkan tentang itu." Jadi jika aku menjadi senior, grup tersebut pun (GENE) tampaknya menjadi dewasa sekaligus. Tapi jujur saja, aku benci menjadi senior (haha). Kepada para generasi muda, aku juga menyampaikan kata-kata, "Waktu sebagai generasi muda akan cepat berlalu."


14. Baru-baru ini, karena BATTLE OF TOKYO dan proyek lainnya, aktivitas sebagai Jr.EXILE juga meningkat. Apakah benar bahwa Kazuhara Ryuto-san adalah penyanyi utama tertua di Jr.EXILE?

Di Jr.EXILE, meskipun kami (GENE) sebagai senior, kami hanya baru saja terbentuk sedikit lebih awal dari grup lainnya. Tidak ada hubungannya antara senior terdahulu dan junior. Aku pikir kami (Jr.EXILE) adalah rekan-rekan yang memiliki mimpi yang sama. Jr.EXILE tidak hanya menyatukan penyanyi utama (vokalis) yang unik, tetapi juga para performers memiliki karakteristik masing-masing. Sebagai penyanyi utama, aku harus mengatakan bahwa aku memimpin bagian inti dari Jr.EXILE. GENERATIONS telah menghabiskan waktu yang lama bersama para senior, dan kami (GENE) berfungsi sebagai jembatan untuk menyampaikan semangat EXILE TRIBE kepada generasi berikutnya.


15. Kazuhara-san seperti seorang senior yang dikagumi oleh generasi muda dalam hal kepribadian. Memberikan kesan kepada orang-orang sebagai saudara yang dapat diandalkan.

Meskipun aku tidak tahu apakah aku dikagumi atau malah ditakuti, mungkin aku merasa seperti itu. Aku juga akan aktif menyapa generasi muda dan membuat janji dengan mereka. Aku akan senang jika semua orang mau mengikutiku. Namun, sejauh menyangkut hal ini, aku bertanggungjawab untuk menjadi lucu.


16. Aku bisa mengerti tentang ini (menjadi lucu). Dalam wawancara, kau sering bersikap konyol yang diselimuti keseriusan, kan?

Ketika aku serius, aku tidak bermaksud untuk berpura-pura bodoh. Sebenarnya aku tulus, tapi aku tidak menyampaikannya kepada yang lain (haha). Apa yang aku bicarakan dengan serius, tampaknya oranglain menganggap itu lucu. Karena itu, semuanya jadi kebingungan. Tapi aku harap semua orang bisa mengerti bahwa Kazuhara Ryuto adalah orang yang seperti itu... sangat nakal! (haha). Namun aku menikmatinya, dan aku ingin membuat generasi muda merasa 'bermasalah'! Sebagai contoh, di grup LINE Jr.EXILE  para generasi muda yang pernah mengucapkan kata-kata membosankan tiba-tiba keluar dari grup. Lalu junior itu berkata padaku, "Ryuto-san sudah keterlaluan, tolong biarkan aku masuk lagi!" Episode kecil seperti itu membuat suasana menjadi sangat hangat dan sangat bahagia (haha). Baik bagi semua orang untuk mengejar impian mereka bersama dengan kebahagiaan seperti ini.


17. Apakah tidak ada rasa persaingan di antara penyanyi utama?

Ya, sebagai partner, tentu ada juga perasaan menjadi rival. Ada juga alasan untukku berpikir seperti ini. Ketika VOCAL BATTLE AUDITION 2 akhirnya ditinjau kembali, Atsushi-san mengatakan, "Orang yang memenuhi syarat di sini adalah pesaingku. Jadi apapun kualifikasinya, silahkan lakukan semua." Aku terkejut ketika mendengar kalimat ini terlontar. Sudah jelas bahwa eksistensi beliau setingkat dewa, tetapi menganggap kami (peserta VBA 2 yang lolos) sebagai lawan yang setara. Kami harus bekerja lebih keras, bukan? Aku tidak akan pernah melupakan kalimat itu di hidupku. Jadi sekarang aku pun memegang perasaan tersebut. Meski generasi yang lebih muda tampak sangat imut, dalam hal bernyanyi, aku tidak akan membuat orang-orang berpikir bahwa, "Orang itu (Kazuhara Ryuto) sangat lucu," tetapi, "Dia bernyanyi dengan sangat baik!" Ini bukan untuk mengatakan bahwa, "Aku bernyanyi lebih baik dari oranglain!" Tetapi ini adalah untuk sejauh mana aku bisa mencapai ekspresi yang mengesankan, itu yang sangat penting.


18. Apa yang menurutmu merupakan nilai jual terbesar dari seorang penyanyi utama Kazuhara Ryuto?

Apa kau bertanya tentang kekuatanku? Maka itu adalah suara nyanyian yang benar-benar berbeda dari penampilannya. Aku sering mendengarkan orang-orang di sekitarku mengatakan bahwa dalam kasus GENE, aku menyanyikan banyak nada tinggi. "Bukankah aku menyanyikan bass?", "Aku merasa seperti bernyanyi rap," sering diucapkan. Lalu, sebenarnya aku lebih suka mendengarkan rekaman daripada pergi ke tempat-tempat seperti bar. Terlepas dari jenis rekamannya, aku suka musik yang lembut. Hal tak terduga semacam ini juga ditampilkan dalam lagu tersebut.


19. Suaramu sangat rendah saat berbicara, dan sangat kontras dengan nada tinggi saat bernyanyi.

Ini juga mengejutkan semua orang. Suara berbicara sama sekali berbeda dari suara nyanyian. Jika penampilannya sangat keren... ini juga menjadi semacam keseimbangan (haha). Lirik pembuka dari lagu 雨のち晴れ/ Ame Nochi Hare (Cerah Setelah Hujan) adalah, "完璧なものなどこの世界にはもうないけど (Tidak ada yang sempurna lagi di dunia ini)." Sebenarnya diriku lah yang paling tersentuh oleh kalimat ini.


20. Penampilanmu juga sempurna (haha). Namun, apakah massa ototmu agak menurun di tahun ini?

Meskipun sekarang aku terus berolahraga, pada umumnya aku melakukan olahraga di tubuhku yang bisa aktif. Aku berada dalam adrenalin yang melonjak untuk sementara waktu, dan aku ingin mengenakan setelan yang menggembung dan memanjakan diri dalam kegembiraan latihan ini. Sekarang aku *memiliki kesempatan untuk berpikir bahwa aku ingin melihat diriku bernyanyi dalam kondisi yang lemah.


21. Apakah *kesempatan untuk memikirkan tentang operasi polip?

Tidak, perubahan pemikiranku benar-benar dipengaruhi oleh Atsushi-san. Bukankah ada periode ketika Atsushi-san sangat pantang? Saat itu, Atsushi-san menjadi sangat tajam. Meskipun beliau terlihat kurus, sekali saja dirinya bernyanyi, suaranya akan sangat kuat. Tiba-tiba terpikir olehku bahwa aku telah digerakkan oleh Atsushi-san seperti itu, dan aku ingin mencoba merasakannya juga. Meskipun (tubuhku) tidak bisa sekurus Atsushi-san, aku ingin membuktikan bahwa aku bisa menyanyikan lagu yang kuat ketika tubuhku melemah. Sekarang aku membangun tubuhku dengan tujuan seperti itu.


22. Akhirnya, tolong bicarakan tentang prospek masa depanmu sebagai penyanyi.

Di tahun 2021, aku menjalani operasi tenggorokan lalu memulai konser lagi. Aku tidak hanya merasakan kegembiraan membuat musik lagi, tetapi juga secara langsung merasakan momen tampil sebagai GENERATIONS. Jadi aku ingin fokus pada kegiatan grup. Ada lebih banyak hal kecil yang membuatku merasakan nikmatnya bernyanyi lagi. Misalnya saat merekam, aku tiba-tiba akan menyanyikan suara yang belum pernah muncul sebelumnya. Ketika aku pertama kali memulai aktivitas dengan GENERATIONS, aku sering merasakan sesuatu. Dan aku memiliki kesempatan untuk mengalami pikiran-pikiran itu lagi. Apakah perlu memasang antena persepsi? Jika aku melupakan ini, aku tidak akan menyadari bahwa aku sebenarnya menyanyikan lagu yang tidak meyakinkan. Mungkin 10 atau 20 tahun telah berlalu seperti ini. Banyak hal telah terjadi selama waktu itu. Dan aku menyadari bahwa ini juga merupakan aset bagiku. Dan aku akan menggunakannya sebagai asupan spiritual yang penting di masa depan.

-----

(terjemahan Bahasa Indonesia oleh saya sendiri, bekerjasama dengan google translate, bing, kamus Bahasa Jepang dan ilmu dari penjelajahan internet)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

Sampul Depan dan Belakang dari
Gekkan EXILE edisi Juni 2021

Terimakasih telah berkunjung! :D

Sunday, May 30, 2021

Cerita Singkat Kehidupan Pribadi: UCL Chelsea FC 2012 - 2021

sumber foto: Chelsea FC Official Twitter

Halo! Hari ini adalah harinya Chelsea FC! Oleh karena itu, saya akan menuliskan beberapa postingan mengenai klub tersebut di hari ini! Sebelumnya sudah ada dua butir, dan sekarang mari masuk ke butir yang ketiga, ahaha.. Kali ini saya mau bercerita singkat tentang peristiwa yang dialami di kehidupan pribadi saya saat Chelsea FC menjuarai Liga Champions pada tahun 2012. Lalu perjalanan berikutnya hingga klub ini berhasil meraih kemenangannya lagi di tahun 2021!

Bulan Mei pada Tahun 2012, di saat Chelsea memenangkan piala ini untuk yang pertama kalinya. Kala itu usia saya masih belasan, tepatnya bisa disebut dengan sweet seventeen. Berada di bangku akhir SMA, sebagai siswi yang tengah menunggu kelulusannya beberapa hari lagi. Ketika waktu tersebut tiba, saya baru menggemari Chelsea selama satu tahun. Berkat Fernando Torres, si pemain berkebangsaan Spanyol yang melabuhkan tujuannya pada klub dengan ciri khas berwarna biru tua ini. Karena dia bermain di Chelsea FC, maka saya pun mulai mengikuti klubnya. Lalu semakin lama, saya bisa menyatu dengan keseluruhan yang menyangkut klub ini, dan saya benar-benar bisa mencintai Chelsea FC dengan sepenuh hati tanpa embel-embel ada pemain favorit.

Kala itu, di kompetisi UCL, saya belum pernah menontonnya satu kali pun. Karena jam penayangan yang tidak cocok dengan jadwal tidur normal, maka dengan berat hati saya selalu melewatkannya. Menyaksikan hasil pertandingan hanya dari berita olahraga di televisi pada pagi hari sebelum berangkat sekolah, utamanya untuk mengetahui kabar dari sang klub favorit. Selain itu, berita yang tertulis di twitter pun semakin membantu keingintahuan saya. Jangan salah, pada zaman tersebut, saya sudah memiliki akun media sosial twitter dan lumayan aktif juga dalam menjalankannya loh. Akun-akun yang saya ikuti, rata-rata berhubungan dengan Chelsea FC! Hehehe.

Sampai partai final segera digelar, akhirnya Chelsea FC menjadi salahsatu finalisnya! Keinginan saya untuk menonton pertandingan puncak ini semakin memuncak. Dengan alasan yang dikemukakan bahwa saya telah bebas dari semua urusan sekolah dan tidak ada kepentingan yang mendesak lagi, maka untuk yang pertama kalinya saya mendapat izin dari orangtua untuk bisa begadang! Walau di hari libur, tapi beliau tetap tegas dalam mengatur jam tidur anak-anaknya. Alhamdulillah, saya pun bisa menyaksikan pertandingan Chelsea FC sekaligus kali pertama menonton pergelaran UCL!

Tidak mudah, di sepanjang menonton sendirian, kantuk selalu menyerang. Namun permainan yang disajikan dari menit ke menitnya semakin menarik hingga membuat saya lebih memfokuskan pandangan pada layar televisi sampai berkali-kali susah payah menahan teriakan saking gemasnya melihat pertandingan tersebut. Jam dinihari sangat tidak wajar untuk mengeluarkan suara yang bising, jadi sekuat tenaga saya menyembunyikan hal itu. Sampai match telah berakhir sepenuhnya dengan ketegangan luar biasa di adu penalti, maka kemenangan berhasil diraih oleh klub ini! Betapa senangnya! Bahagia! Excited! Mengelilingi perasaan hati. Dan untuk saat ke depannya, ketika saya mulai menjadi mahasiswa baru, akhirnya saya mendapat izin penuh untuk dapat begadang agar bisa menonton pertandingan sepakbola terutama Chelsea FC di jam-jam yang larut.

Waktu ke waktu, saya terus menanti agar klub kebanggaan ini mengulang momen istimewa tersebut. Namun belum juga terwujud sampai menghabiskan waktu bertahun-tahun. Kesedihan, kepedihan, keterpurukan, dirasa pula di sepanjang perjalanan itu saat Chelsea FC menelan kekalahan hingga harus tersingkir di babak yang masih terbilang permulaan.

Masa Perkuliahan telah selesai ditempuh, lalu lanjut ke masa-masa saya menjadi pengangguran hingga mendapat pekerjaan sampai sekarang. Masih, saya terus menanti agar klub ini dapat bermain di Liga Champions bahkan meraih juara lagi meski kesulitan semakin terasa. Terseok-seok di Liga Primer dan tumbang juga di kompetisi-kompetisi liga kejuaraan resmi.

Kemudian, tahun 2021 tiba, secercah harapan itu mulai tumbuh kembali. Chelsea FC mulai mendapat kepercayaan diri lagi dalam permainannya. Ditambah pemain-pemain muda yang mendominasi skuad serta dipimpin oleh pelatih yang cukup mudah bisa beradaptasi dengan para tim. UCL tahun ini membawa Chelsea FC sampai ke finalnya, dan mengantarkan klub tersebut untuk jadi pemenang! Saya tetap senantiasa menyaksikannya dari depan layar televisi di ruangan yang sama seperti 9 tahun silam. Mengenakan jersey Si Biru juga meski desainnya yang berbeda. Di usia 26 tahun sekarang ini, rasa excited yang dahulu membuncah, tetap didapatkan kembali. Malah semakin menggila! Rasa bahagia yang sulit diungkap dengan tulisan, karena hati lah yang menjadi sumber itu berasal. Yang jelas, saya tidak akan pernah menyesal karena mengalami peristiwa-peristiwa ini di sepanjang kehidupan dalam kurun waktu tersebut. Bahkan untuk di masa depan pun, saya akan bersedia untuk melewatinya lagi!

Karena saya, mencintai Chelsea FC ❤

Juara Liga Champions Chelsea FC 2020/2021 Berdasarkan Cocokologi. Percayakah?

Cocokologi, bisa saya definisikan sebagai ilmu buatan ala-ala masyarakat Indonesia untuk menyama-nyamakan suatu hal dengan hal lainnya. Istilah ini pertama kalinya dikenalkan oleh sebuah program televisi Indonesia yang pernah meraih kejayaan di masa tayangnya. Lalu semakin menyebar hingga tidak asing lagi terdengar di telinga setiap warga dari negara dengan warna bendera Merah Putih ini. Lalu cocokologi seperti apa yang akan saya tuliskan di sini? Tak lain dan tak bukan adalah tentang satu-satunya klub sepakbola luar negeri kesukaan saya! Yang mana klub tersebut baru saja menjuarai Liga Champions musim 2020/2021 pada beberapa jam lalu. Dan klub itu bernama, Chelsea FC!

Kemenangan dari klub tersebut tak surut dari anggapan cocokologi oleh orang-orang. Karena jauh sebelum partai final dari Liga Champions musim 2020/2021 ini digelar, sudah menyebar kesamaan yang terjadi antara peristiwa di masa lampau dan masa kini, meski belum pasti secara akurat. Apa yang dialami di tahun 2012 oleh klub ini dan beberapa klub lain saat Chelsea berhasil memenangkan Juara Liga Champions untuk yang pertama kalinya, kini terulang lagi pada tahun 2021. Membuat dugaan jika klub dengan julukan The Blues ini mungkin saja akan mengulang sejarah itu pada musim yang sekarang tengah dijalani. Namun meski digadang-gadang demikian, banyak juga pihak yang hanya menganggap ini sebagai kebetulan semata atau bahkan lelucon untuk hiburan saja. Selama pertandingan belum dimulai, apa saja dapat terjadi tanpa terkira. Hingga tiba pada akhirnya, Chelsea FC benar-benar terbukti meraih kemenangan UEFA Liga Champions untuk yang kedua kalinya di tahun 2021!!

Bagi saya, yang merupakan salahsatu penggemar Chelsea FC, justru cocokologi tersebut bisa dijadikan sebagai motivasi sekaligus kepercayaan diri agar klub favorit dapat mencapai asa itu. Apakah saya percaya? Ya, tapi tidak mutlak. Karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, apa saja bisa terjadi dalam olahraga ini. Hanya terus menjaga keoptimisan dan doa agar itu benar-benar terwujud. Apakah saya setuju? Ya, sebagai penggemar, saya menginginkan hal tersebut menjadi nyata. Tapi saat itu dapat berbanding lurus dengan realita, itu terjadi bukan karena sebuah kebetulan, apalagi keberuntungan. Karena tetap, diperlukan kerja keras dari pemain, staf serta seluruh bagian di dalam klub Chelsea FC. Mereka harus berlatih, meluncurkan taktik permainan, menjaga kondisi tubuh dan berjuang di lapangan untuk bisa menggapai titik tertinggi ini. Ditambah doa dan dukungan yang tak henti dari para penggemar, maka itu akan bersatu menghasilkan energi yang dahsyat! Dan inilah, yang paling saya percaya dalam kemenangan Chelsea FC di partai final UCL!

Angka yang cantik, bukan? 2012, lalu 2021. Hanya cukup dibalik namun kenyataannya penantian itu harus ditunggu selama 9 tahun. Melewati rasa sakit yang bertubi sampai sukses menuju ke gerbang kebahagiaan kemudian. Cocokologi hanyalah akan menjadi cocok-cocokkan saja tanpa ada arti. Hal itu takkan berfungsi jika tidak diimbangi dengan usaha dari semua pihak yang terlibat. Jadi, jangan terlalu terbawa serius pada ilmu ini, dan jangan terlalu menyangkal juga pada kecocokkan yang telah dibuat!

CHELSEA FC Juara Liga Champions 2020/2021

CHELSEA FC
sumber foto: Chelsea FC Official Twitter

Kompetisi Piala UEFA Champions League musim 2020/2021 kini telah mencapai puncaknya. Pada tanggal 30 Mei 2021 dinihari Waktu Indonesia bagian Barat, Partai final ini mempertemukan dua klub raksasa Inggris, Chelsea FC dengan Manchester City. Pertandingan yang semula akan digelar di Istanbul, Turki dialihkan ke Portugal tepatnya bertempat di Stadion do Dragao, Porto. Pertandingan ini berakhir dengan hasil 0-1 untuk kemenangan Chelsea FC! Permainan yang bertempo cepat dari awal dimulainya match membuat laga ini sudah terasa panas. Banyak peluang yang datang dari kedua klub yang sukses membuat jantung penonton semakin terpacu. Hingga pada menit ke-42, Chelsea memecah kebuntuan dengan berhasil mengelabui kiper lawan lalu mencetak gol dari sepakan kaki salahsatu pemain asal Jerman, Kai Havertz! Suara riuh menggema ke seluruh bagian dari stadion ini. Meski penonton yang hadir sangat dibatasi karena pandemi ini belum berakhir, namun buncahan kesenangan tetap dapat terasa!

Di babak kedua, tim lawan masih terus menggempur pertahanan dari Chelsea FC. Ball possession lebih banyak diambil alih oleh mereka membuat tim yang berjuluk The Blues ini harus memperketat penjagaan tanpa ada celah sedikitpun. Sampai tambahan waktu sebanyak 7 menit telah habis, tak ada lagi gol yang tercipta dari kedua klub tersebut. Sehingga mengantarkan Chelsea FC untuk mutlak menjadi juara dari Liga Champions musim ini!

Membanggakan! Ini adalah trofi pertama yang diraih Chelsea FC setelah di musim lalu tak mendapat trofi apa-apa. Juga trofi satu-satunya yang diraih oleh Si Biru di musim sekarang. Tak ketinggalan, trofi pertama yang berhasil diperoleh oleh Thomas Tuchel selaku manager Chelsea sejak Januari 2021. Banyak rekor yang dipecahkan oleh beliau untuk Chelsea FC dalam kurun waktu keberadaannya di klub ini yang cukup singkat tersebut. Selain itu, Chelsea FC pun telah mematahkan banyak anggapan dari orang-orang yang lebih menjagokan lawan untuk menjadi juaranya. Namun segalanya dapat terjadi dalam olahraga ini, sekecil apapun kemungkinan, itu adalah sebuah harapan yang bisa saja terkabulkan tanpa diduga oleh siapa saja. Dan terbukti dengan kemenangan Chelsea FC pada pertandingan kali ini!

Sangat membahagiakan! Penantian selama 9 tahun dari sejak terakhir kalinya Chelsea FC menjuarai UCL, kini telah berakhir dengan penuh kepuasan! Rasa senang, bangga, lega, haru, bergetar, semua tercampur menjadi airmata yang membawa pada kebahagiaan. 2012, lalu 2021. Kami bisa kembali! Dan satu fakta lagi, seseorang yang membawa Chelsea FC untuk menjuarai UCL pertama kalinya di tahun tersebut, tengah merayakan ulang tahun di hari yang sama pula. Ini merupakan persembahan terindah juga baginya! 

Selamat untuk kemenanganmu, klub sepakbola favoritku, Chelsea FC! Jangan hanya puas dengan ini saja. Tetaplah konsisten dalam setiap permainanmu. Apalagi jika ditingkatkan agar memberi kebaikan yang tak ternilai. Kepakkan selalu sayapmu. Teruslah terbang tinggi, biru kebanggaanku! Sesuai dengan semboyan kalian, Keep The Blue Flag Flying High! Happy #BlueDay!!!

Sekali lagi, selamat untukmu, CHELSEA FC!! ❤❤❤

Kai Havertz
sumber foto: Chelsea FC Official Twitter

Saturday, May 22, 2021

Fan Fiction: Mata, Ashita (Sampai Jumpa Esok)

Title: Mata, Ashita (Sampai Jumpa Esok)
Author: Harucin
Cast: Ryuto Kazuhara (GENERATIONS from EXILE TRIBE)
Genre: Sad story (semoga beneran sedih)
Length: One shot


Aku menangkap sosokmu dalam derasnya air hujan di awal musim semi ini. Kala itu, kupikir kau seperti seekor kucing yang diterlantarkan. Pandangan kita beradu, terpancar jelas luapan kesedihan dari sepasang bola matamu. Namun bibir itu terus membisu meski bertubi pertanyaan tlah aku lempar. Hanya suara gemerincik yang kemudian mengiringi langkah kita saat kau bangkit dengan segera setelah kedatanganku. Di bawah payung ini, kudampingi dirimu yang sama sekali tak kukenali hingga kau tiba di tujuanmu. Berlalu tanpa meninggalkan sepatah kata. Justru aku yang spontan meneriaki sebaris kalimat pendek padamu.

"Mata, ashita!"

Ada kejanggalan yang kurasa sampai aku harus bisa menemuimu lagi esok hari.

***

Kubuka pintu dari sekotak alat pendingin ini. Tanpa melihat intens ke dalamnya, tanganku meraba-raba untuk meraih sebuah minuman kaleng favoritku yang sudah semestinya tersedia di sana. Namun, sentuhanku tak menemukan tujuannya. Hingga kusapu seluruh bagian dari tempat itu, hanya angin belaka yang mutlak tergenggam di telapak tangan ini.

"Loh, habis?!" tidak ada apapun yang terlihat di dalam sana saat kuputuskan untuk mengintipnya.

Aku sungguh tak menyadari. Bagaimana bisa aku kecolongan dengan hal sekecil ini? Akibat padatnya jadwal bersama grup ditambah pekerjaan pribadiku sejak dua minggu ke belakang, aku seolah melupakan kebutuhanku yang tak terlihat dengan langsung, contohnya seperti persediaan minuman ini.

Biasanya, aku rutin membeli minuman tersebut secara online dengan jumlah dua box. Ya, aku akan langsung memesannya saat ini juga. Tapi itu mustahil untuk tiba sekarang. Padahal aku sudah sangat ingin meminumnya!

Terpaksa, aku harus pergi ke minimarket terdekat untuk mendapatkannya. Membeli dua kaleng sebagai teman bersantaiku di malam ini sudah cukup. Yang penting, pencernaanku dapat terpuaskan.

Rinai hujan turun saat kulangkahkan kaki keluar dari pintu rumah. Membuatku harus berputar balik untuk mengambil payung agar dapat melindungiku dari gerombolan air tersebut. Sebenarnya, bisa saja sih aku menerobos si hujan ini, toh hanya gerimis. Tapi aku masih menyayangi diriku sendiri yang tidak bisa egois. Aku tak boleh nekat, karena jika aku sakit akibat kenakalan tersebut, maka banyak pihak yang akan dirugikan. Jadi, aku akan tetap menggunakan alat pelindung itu.

Setelah mendapatkan minumannya dari dalam minimarket yang masih terletak di wilayah kompleks rumahku, aku bergegas pulang karena sudah tak sabar untuk menikmatinya. Inginku berlari, namun itu takkan terlaksana. Saat ini, volume air yang turun dari langit telah meningkat dari sejak tadi aku pergi. Serta kecepatannya pun bertambah. Seolah rintikan itu memanggil kawan lainnya untuk ikut mengeroyok bumi.

Aku hanya sanggup berjalan dengan pelan di permukaan aspal yang telah basah tanpa celah ini. Akan jadi licin dan membahayakan jika tidak berhati-hati. Menyusuri jalanan yang sudah sepi di sekitaran jam 9 malam. Tak ada kendaraan yang tampak, pun oranglain selama aku terus berjalan. Mungkin mereka sudah beristirahat duluan dalam cuaca yang seperti ini, atau malah terjebak di tempat lain sebelum bisa sampai ke sini. Bersenandung lagu menemani perjalananku untuk menuju rumah. Biar sepiku tak harus dibisingi oleh suara riuh hujan. Karena suara emasku, jauh lebih indah daripada itu.

Tinggal lurus saja dari persimpangan ini, aku sudah bisa melihat wujud rumahku. Namun sebelum tiba, langkahku terhenti tepat di tengah-tengahnya. Terlihat bayang-bayang keberadaan sesuatu dari ekor mataku. Dari jarak sekitar 70 meter, kutangkap satu sosok yang tengah terduduk sembarang di tepi jalanan. Ia mematung meski air hujan telah membasahinya. Seolah tak memiliki kekuatan, sosok itu bagai seekor kucing tak berdaya yang telah diterlantarkan oleh pemiliknya. Tak tahu arah tujuan. Kebingungan.Lalu putus asa.

Langkahku terbuka kembali. Hanya saja kini menjauh dari arah rumah untuk mendekat pada sosok yang kutemukan. Semakin jelas aku melihatnya, dari belakang, surai kemerahan yang terkena hantaman air hujan tergerai hampir sepanjang pinggangnya. Sebagai sesama manusia, aku tergerak untuk menolongnya. Dan sebagai seorang pria, mana bisa aku tega mengacuhkan wanita dalam keadaannya yang seperti itu?

Kepalanya terangkat ketika ku telah berada di hadapnya. Menurunkan tubuh coba menyeimbangkan dengan posisi dirinya. Pandangan kami beradu, sepasang bola mata yang kulihat itu sangat jelas diluapi oleh kesedihan.

"Apa kau baik-baik saja?"

Tanya itu kubuka untuk memastikan kondisi dirinya. Tapi aku tak mendapat jawaban. Dia diam.

"Apa kau terpeleset lalu jatuh?"

Lagi, kulemparkan tanya lain padanya. Lebih tepatnya adalah sebuah dugaan mengingat jalanan yang basah akibat hujan. Kedua kali, dia tak memberi respon.

"Di mana rumahmu?"

Terus menerus aku memengangi telinganya dengan pertanyaan. Hingga menawarkan diri untuk mengantarnya sampai kediaman. Namun tetap, bibir itu membisu. Tubuhnya yang kemudian memberi reaksi. Seketika dirinya bangkit dengan perlahan lalu berpaling dari hadapanku. Berjalan tertatih seolah ada beban berat yang membelenggu alat gerak bagian bawah itu.

Aku bersedia untuk memapahnya. Membiarkan lengan wanita ini untuk bertumpu pada leherku. Tapi aku tak dapat melakukan itu dengan asal. Aku harus menerima persetujuannya dahulu. Dan untuk kesekian kali, dia tak mau membuka mulutnya. Tawaran yang kuberikan diabaikan begitu saja. Yang berujung dengan keheningan di antara kami. Hujan mulai reda, gemerincik suaranya mengiringi perjalanan kami. Hanya ini satu-satunya yang bisa kulakukan untuk membantu dia. Berbagi tempat untuk berteduh di bawah payung yang kubawa. Dia tak memberontak untuk menolaknya. Maka kuanggap bahwa dia setuju untukku mengantarnya pulang.

Dia berlalu begitu saja ketika kami telah tiba. Menembus pagar rumah, yang dalam sekejap ia tutup kembali meninggalkan aku di depannya. Tanpa sepatah kata yang terucap. Dalam pikiranku, bersarang berbagai pertanyaan mengenai dirinya. Sikapnya sungguh menimbulkan keheranan. Alih-alih aku merasa kesal, justru kejanggalan lah yang lebih menguasai perasaan.

"Mata, ashita!"

Kuteriakkan kalimat ini secara spontan seiring dengan dia yang masuk membuka pintu rumahnya. Bisikan hati mendorongku untuk menemuinya lagi esok hari. Aku masih penasaran dengan kesedihan yang dialami oleh wanita muda itu yang usianya bisa kutebak hanya berbeda sekitar dua atau tiga tahun di bawahku.

"Dia pasti butuh ketenangan untuk malam ini. Aku akan segera pergi saja."

Kembali ke rumah kesayangan setelah meluncurkan niat untuk pergi ke minimarket terdekat, yang tak disangka bisa menyita waktu sampai satu jam karena ada suatu sebab yang menjadikannya harus demikian. Menutup alat pelindung ini dan menyimpannya ke tempat semula. Lalu sebelum masuk, aku harus menyeka air hujan yang terciprat ke lengan baju panjangku ini. Keinginanku untuk mengaliri pencernaan dengan minuman favorit tersebut telah musnah. Yang ada, pikiranku hanya tertuju pada dia yang baru kutemui beberapa saat lalu.

Kurebahkan tubuh di pangkuan tempat tidur. Meregangkan otot-otot sembari terus menerka tentang apa yang telah terjadi pada wanita itu. Sorotan matanya menyimpan kepiluan yang mendalam. Meski hanya bertahan beberapa detik dari pandanganku, aku bisa meyakini bahwa dia sedang berada dalam situasi yang sangat sulit. Dan bisa berakhir pada keputusasaan.

"Andai saja kau mau mengatakan sesuatu, mungkin aku bisa membantumu untuk melewati masalah. Meski hanya sedikit.."

"Kita tak perlu saling mengenal, aku akan senantiasa mendengarkan semua keluhan yang kau rasa."

"Wanita adalah dewi bagiku. Keberadaannya harus selalu diagungkan. Siapapun kau, aku tidak akan pernah tega melihat dirimu terpuruk seperti tadi."

Pasti, aku akan datang lagi ke rumahnya besok. Aku takkan memaksa dia untuk mengatakannya. Perlahan tapi pasti. Aku memiliki cara pendekatan rahasia terhadap wanita agar dapat menciptakan komunikasi yang baik. Sebagai seorang pria yang dipercaya untuk membawakan satu program radio yang bertajuk pada pemberian solusi curahan hati para kaum dewi ini, aku percaya bahwa aku bisa menolong wanita itu.

***

Pria sejati selalu menepati ucapannya. Dan kini aku tengah melakukan itu. Di sore hari setelah menyelesaikan pekerjaan, aku mendatangi sebuah rumah yang sama dengan semalam. Beberapa kendaraan lewat dan aku berpapasan juga dengan penghuni kompleks ini yang bisa dihitung jari ketika menuju ke sana. Saling menyapa meski tak mengetahui tentang satu sama lain. Biarpun aku seorang artis, tapi aku tak pernah ingin untuk dipandang seperti itu oleh oranglain. Jika tak ada yang mengenalku, biarkan saja. Jangan paksakan mereka untuk selalu mengetahui siapa kita.

Beberapa kali aku menekan bel yang terdapat di sebelah pagar rumah tersebut. Rumah bertingkat yang cukup besar. Kini bisa kusaksikan dengan jelas berkat langit yang cerah dibanding pada malam pekat lalu. Kemungkinan penghuni di dalamnya merupakan sebuah keluarga. Wanita itu masih tinggal di rumah orangtuanya meski aku tak bisa menemukan nama keluarga yang notabene selalu terpampang di bagian muka rumah.

"Apa rumah ini sedang kosong?" tak ada siapapun yang keluar. Malah sahutan tak kudengar juga. Sepertinya saat ini tidak ada orang di dalam sana.

Aku akan kembali lagi besok.

"Mata, ashita!" gumamku sendiri menatap pintu yang semalam dimasuki oleh wanita itu.

***

Sama seperti kemarin, pekerjaanku berakhir di sore hari dan tak ada aktivitas lain setelah itu. Kuputuskan untuk segera pulang dan kembali mendatangi rumah tersebut untuk kali ketiga.

Hal yang kulakukan hampir 24 jam lalu, kini terulang lagi. Dan hasil yang kudapat pun tak ada bedanya. Penghuni di dalam rumah ini terutama wanita yang ingin kujumpai, tak menunjukkan batang hidungnya.

"Mata, ashita.." 

Empat hari berturut-turut aku mengulang hal yang sama. Dan hasil nihil lah yang tetap kudapat. Selalu kuakhiri dengan harapan agar dapat menjumpainya pada esok hari. Kecemasanku padanya belum menghilang. Kejanggalan yang kurasa masih merundung hati. Aku takkan membiarkannya untuk terus menahan kesedihan. Mata itu, aku tak salah dalam mengartikannya!

Selalu kuedarkan pandangan pada seluruh bagian dari rumah ini kala kuterus menantinya di depan pagar. Hujan pun tak menghalangi langkahku untuk menuju ke sini. Payung yang menjadi saksi pertemuan kami, menemani kesendirianku. Aku menengadah, berharap dirinya akan muncul dari balik jendela di atas sana. Tapi itu belum juga terkabul. Aku pulang tanpa membawa hasil.

Saat itu, aku pikir kau telah diterlantarkan. Dan kini, seperti aku yang malah diterlantarkan olehmu.

***

Di tengah jam rehat dari rehearsal grup, tanpa disadari aku menjauh dari lingkup anggota lain. Tenggelam dalam lamunan bayang-bayang wanita itu. Kepedihan yang kutangkap darinya kala itu, menulari jiwa yang terekspresikan pada wajahku kini. Meski aku masih tak mengetahui penyebabnya, namun batinku dapat merasakan.

"Ryuto-kun, daijoubu?" tepukan agak kencang yang terarah pada pundakku membuyarkan lamunan ini. Hayato, yang merupakan salahsatu anggota grup datang menghampiriku.

"Daijoubu." singkatku. Lalu anggota lain, Reo, datang ke arahku juga.

"Apa kau sedang memikirkan wanita?"

Hayato menimpali, "Eee? Ryuto-kun punya pacar? Atau kau sedang pendekatan dengannya?"

Benar, dan tidak benar. Itulah jawaban untuk pertanyaan dari mereka berdua.

"Ya, aku sedang memikirkan wanita. Tapi dia tidak memiliki hubungan lebih denganku. Bahkan, kami saja tak saling mengenal." terangku. Mereka membalas dengan tatapan curiga.

Karena dua orang ini akan terus berisik jika aku tak menceritakannya, maka aku beritahu saja secara singkat mengenai pertemuanku dengan wanita itu hingga membuatku terlihat uring-uringan seperti sekarang.

"Kau tulus untuk menolongnya kan?" tanya Hayato.

"Tentu saja."

"Maka lanjutkan perjuanganmu untuk bisa bertemu dengan dia!" sambungnya. Ia dan Reo menyemangatiku yang hampir hilang harapan ini. Tak kusangka juga dua bocah paling muda di grup bisa memberi motivasi yang besar padaku. Aku berjanji, aku akan kembali menemuinya sepulang latihan!

Malam ini, aku tak langsung menuju ke tempat tinggalku. Aku akan datang ke rumah itu dahulu. Dengan harapan besar agar dapat menjumpainya lagi.

Dari kejauhan, aku menyaksikan beberapa orang keluar dari dalam pagar rumah yang akan kutuju. Peluangku semakin tinggi, kini aku pasti dapat bertemu dengan dia. Atau mungkin penghuni rumah lainnya yang bisa menuntunku pada wanita itu.

Seorang pria dewasa yang bisa kuperkirakan berada pada usia yang sama dengan pamanku, keluar dari dalam pintu yang selalu menjadi arah pandangku ketika datang ke sini. Setelah dua kali menekan bel, akhirnya kutemukan salahsatu penghuni dari rumah ini.

"Selamat malam.." sapaku. Beliau membalas kata yang sama.

"Ano.. maaf jika aku mengganggu."

"Tidak apa-apa."

Pagar rumah ini menjadi pembatas di antara kami. Aku masih bertahan di posisi semula tanpa meminta untuk dipersilahkan masuk.

"Bisakah aku bertemu dengan--- etto.." kalimatku menggantung. Aku tidak tahu nama dari wanita yang akan kutemui. Lantas bagaimana bisa aku mengutarakan maksud kedatangan ini?

Aku tak memiliki jalan keluar untuk menyelesaikan ucapanku. Hanya raut kebingungan yang pasti sudah bisa beliau tangkap dari wajah ini.

"Apakah kau yang bernama Kazuhara Ryuto?" tanyanya memecah kebuntuan yang merundungku. Malah sekarang aku dibuat terkejut olehnya. Beliau tahu namaku?

Ah.. atau mungkin beliau mengenaliku karena pekerjaan yang kugeluti selama ini? Itu masuk akal juga, tapi aku takkan mengatakan langsung tentang ini padanya.

"Hai'.. Kazuhara Ryuto desu."

"Ternyata kau.. Tunggu sebentar." pria itu berbalik, melewati pintu yang sama seperti saat dirinya keluar menyambutku.

Menantinya kembali, berteman angin malam di musim semi yang entah mengapa berhembus cukup kencang dari biasanya. Menerpa kulit, seolah menusuk, menyisipkan hawa mendalam yang mengandung keresahan.

Orang yang sama kembali lagi untuk menemuiku. Tangannya terangkat, menyerahkan sesuatu padaku.

"Ini untukmu."

Kuambil perlahan benda tersebut. Sepucuk surat kini telah berpindah pada tanganku. Namun aku belum memahami maksudnya.

"Surat?"

"Ya.. dari orang yang kau cari."

Apa beliau sudah tahu siapa yang aku cari di rumah ini?

"Lalu di mana dia sekarang?"

"Jawabannya bisa kau temukan setelah membaca surat itu." pria itu menutup sepihak perbincangan kami. Dengan diakhiri kata sapaan seperti di awal, kakinya melangkah pergi meninggalkan aku yang masih terpaku belum mengerti sepenuhnya pada apa yang baru saja beliau katakan.

Dengan tergesa aku segera membuka surat itu ketika telah tiba di rumah. Tanpa berganti pakaian atau membersihkan diri, aku sudah tak sabar untuk membaca apa yang tertulis di dalamnya. Karena aku sungguh ingin tahu keberadaan wanita itu sekarang. Aku ingin bertemu dengannya. Menjumpai dia yang sudah kunanti selama satu minggu ini.

Terimakasih atas pertolonganmu saat itu, Kazuhara Ryuto-san!

"Aa! Dia mengenaliku."

Baru membaca baris pertama dari surat tersebut, aku langsung mengomentarinya. Dia menulis namaku di sana, berarti dia tahu siapa aku. Tapi mengapa hanya kau yang tahu namaku? Sedangkan aku tidak mengetahui namamu! Huh!

Aku melanjutkan lagi untuk membacanya.

Apa kau kaget karena aku bisa tahu namamu? Harusnya sih tidak, karena kau adalah orang terkenal, jadi siapapun dapat mengenalimu. :)

"Kau berlebihan! Aku tidak se-terkenal yang kau kira."

Mataku terus fokus pada rentetan kalimat-kalimat itu.

Kau adalah orang yang sangat peduli serta tulus. Sebelum kehadiranmu di malam itu, ada dua buah sepeda motor yang melintas di jalanan sana. Tapi mereka mengabaikanku meski aku yakin bahwa keberadaanku disadarinya. Lalu kau datang, memayungi tubuhku yang sudah basah kuyup karena hantaman hujan. Ini bukanlah pencitraan dirimu saja, kan? Haha. Aku percaya jika kau memang memiliki dua sifat terpuji itu.

"Tentu bukan! Demi apapun, aku takkan pernah bisa melihat wanita dalam kesusahan. Apalagi di kondisi seperti dirimu saat itu."

Tapi malah aku yang tidak tahu diri. Bukannya mengucapkan terimakasih, aku malah acuh padamu saat kau sudah mengantarku sampai ke depan rumah. Menyelonong masuk, meninggalkanmu dengan seenaknya. Gomenne..

"Tidak apa-apa."

Pandanganku beralih pada paragraf berikutnya.

Saat kau berteriak, "Mata, ashita!", aku mendengarnya dengan sangat jelas!

Yang benar? Dia mendengar suaraku? Lalu mengapa keesokan harinya dia tak menampakkan diri saat aku datang ke tempatnya?

Aku ingin menemuimu juga. Entah apa tujuanmu untuk bertemu denganku, tapi aku akan menebus kesalahanku yang semalam padamu di esok hari. Hanya saja, keinginanku itu tak pernah terwujud. Takkan pernah bisa.

"Eee.. Mengapa?"

Kemungkinan besar kau sudah melihat kesedihan dari mataku di saat pertama kita bertemu.

"Aku melihatnya dengan jelas!"

Aku telah putus asa akan hidupku. Penyakit yang sudah lama kuderita terus menggerogoti tubuh ini. Hingga mencapai titik tertingginya di malam itu yang merupakan titik terendah dalam hidupku. Dokter memvonis bahwa hidupku sudah tak lama lagi. Aku hancur. Tak tahu harus berbuat apa. Aku hanya sendirian di rumah ini. Kedua orangtuaku sudah tiada sejak lima tahun lalu. Dan tak ada seorangpun yang tahu tentang penyakitku.

Mataku terhenti sesaat di ujung kalimat itu. Aku belum mampu meneruskannya. Detak jantungku kini meningkat akibat mengetahui fakta tentang wanita yang selalu kucari-cari. Menghela napas panjang untuk menetralkan lagi kondisi hati.

"Karena itu, tidak ada seorangpun yang membukakan pintu untukku?"

Mungkin jika kita bisa bertemu di esok hari, aku akan memberanikan diri untuk menceritakannya padamu. Maafkan aku karena kelancangan ini. Aku sadar pada posisiku, dan menyadari juga bahwa kau adalah 'siapa'. Namun keyakinanku terus mengatakan jika kau takkan pernah membeda-bedakan manusia. Kau pasti akan bersedia untuk menjadi pendengarku. Seperti kau yang  telah menolongku tanpa pandang bulu.

"Aku akan melakukannya! Pasti!" air mata mulai menggenang di pelupuk mataku. Kondisi hati mulai tak beraturan. Ada sesak yang timbul dari dalam sini. Rasanya aku takut untuk meneruskan membaca surat ini, namun aku tak sepantasnya berhenti di tengah jalan.

Sayang sekali, di hari itu aku harus dilarikan ke rumah sakit ketika ditemukan pingsan di tempat kerja. Aku dirawat selama berhari-hari. Tapi keadaanku tak kunjung membaik, malah sebaliknya. Sampai akhirnya paman dari keluarga ayahku mengetahui tentang apa yang aku derita selama ini. Beliau menjadi satu-satunya orang yang menemaniku..

hingga ajal menjemput.

"HAH?!"

Jalan napasku menyempit. Kesesakkan menyeruak dalam tubuh ini. Pacuan jantung sudah tak memiliki irama yang senada. Airmataku pun tak bisa tertahan untuk tak jatuh membasahi wajah.

Aku tak mengenalnya, namun aku sangat kehilangan sosoknya. Tlah kutemukan jawaban dari tak selalu direstuinya perjumpaanku dengan dia. Tapi bukan ini yang kumau.

Mungkin jika saat itu aku bisa lebih memaksa dirinya untuk berbicara, jalan cerita kami takkan seperti ini. Takdirnya memang tak dapat dicegah, namun aku akan berada di sana, mendampinginya dan senantiasa mendengarkan kisah dirinya. Itulah yang ingin kulakukan untuknya.

Kutulis surat ini untukmu agar kita dapat benar-benar berjumpa. Kau akan melihatku, dan akupun pasti bisa melihatmu. Datanglah ke pemakaman umum di kompleks ini, dan temukan pusara milikku. Kau pasti bisa menemukannya dengan caramu! Di sana, kita akan bertemu. Dan dapat berkenalan juga karena namaku tertulis jelas pada batu nisan itu.

Aku menunggumu!

Surat ini telah sampai pada ujungnya. Masih dengan perasaanku yang tak menentu, aku akan mengambil sisi positif dari maksud yang coba dia sampaikan.

Kini, aku sudah mendapat kepastian. Penantianku akan segera berakhir. Aku bisa bertemu dengannya esok hari. Tak peduli dalam bentuk apapun, yang jelas, aku bisa berhadapan dengannya lagi. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali sesuai dengan keinginanku.

"Mata, ashita."


-TAMAT-