find me on:

Wednesday, January 6, 2021

Fan Fiction: "Star Traveling" In The Sky

Title: "Star Traveling" In The Sky
Author: Harucin
Cast: Ryota Katayose (GENERATIONS from EXILE TRIBE)
Genre: Slice of life, Fan fiction AU
Length: One Shot


Nanto iu hoshizora, nanto iu shunkan
Mabataki suru kotosura dekinai
Betapa langit berbintang, betapa momen itu luar biasa
Aku bahkan tak bisa berkedip

"Benar sekali.. Aku sulit berkedip saat menatap kilauan bintang-bintang di atas sana yang tak terhitung jumlahnya."

"Sama seperti yang dirimu katakan pada saat itu. Kini aku bisa merasakannya juga."

"Di perjumpaan terakhir kita, kau meninggalkan sebaris kalimat yang akan selalu aku ingat."

"Kau pergi ke langit, menjadi bagian dari bintang-bintang itu."

"Sekarang maumu telah terwujud."

***
Flashback

"Aku sangaattt bahagia! Onii membiarkanku untuk datang sendirian. Meski nyatanya cuman Onii yang tetap memperlakukanku dengan normal, tapi itu sudah cukup."

"Mengapa kakakmu ini harus berlaku beda padamu? Kamu juga manusia. Bisa bernapas, bergerak, sama seperti manusia lainnya."

"Mulai nih.. Apa kakakku yg katanya tampan bak pangeran ini harus sekolah lagi supaya bisa mengerti maksudku?"

"Hmmm.. mungkin.. aku lulus sekolah 8 tahun lalu, jadi otakku sepertinya sudah lemot."

"Hahaha dasar!"

Percakapan yang takkan kunjung habis terjadi antara dua orang, gadis beranjak remaja berumur 13 tahun dan seorang pria dengan usia dua kali lipatnya. Pada malam hari di atas bukit belakang kediaman salah satunya. Berteman tiupan angin dengan udara yang cukup dingin namun takkan membuat keduanya membeku karena telah kalah oleh kehangatan dari canda tawa mereka. Di atas langit, bintang-bintang pun ikut hadir menemani dua insan ini. Walau faktanya, hanya si orang yang dipanggil "Onii" ini saja yang bisa melihat taburan bintang tersebut.

"Aku bisa menebak, pasti Onii sedang menatap luasnya langit yang dipenuhi oleh bintang-bintang." ucap gadis itu polos.

"Dih, sok tahu! Huuhhh," pria di sampingnya coba menjahili dengan mendekatkan mulutnya ke daun telinga gadis itu. Memengangi pendengaran.

Dia pun refleks menjauh setelah ada suara mengagetkan yang masuk ke gendang telinganya, "Yamete yooo.. Katayose Ryota-nii!" tegasnya hingga menyebut nama lengkap pria itu.

Ryota terus tertawa melihat ekspresi kesal dari adiknya. Adik yang bukan terlahir dari rahim Katayose Mama namun telah membuat Ryota merasa sangat dekat dengannya. Perasaan ingin melindungi seperti seorang kakak selalu muncul ketika dia tengah bersama gadis itu. Gadis yang pertama kali ia temui dua tahun lalu ketika diajak oleh sang ayah yang merupakan seorang guru musik pergi ke sebuah panti asuhan. Di mana setiap dua kali dalam seminggu beliau rutin untuk mengajari musik semua penghuni di sana baik dari anak kecil sampai dewasa. Dan Ryota, sering menemani sang ayah untuk berbagi ilmu di sana karena memang berbanding lurus dengan pekerjaan Ryota yang seorang musisi. Jadi, apa salahnya?

Pada perjumpaan pertama, Ryota menemukan sesosok gadis kecil tak biasa bernama Kurumi. Dengan kekurangan yang tampak jelas datang dari indera penglihatannya, namun gadis itu tetap berusaha untuk bisa mengikuti pelajaran ini. Mencoba menekan setiap tuts dari piano berukuran mini yang ada di hadapannya. Tak menyerah untuk dapat menyesuaikan nada hanya dengan melalui pendengaran. Sejak saat itu, Ryota tergerak untuk mulai berinteraksi dengan dia kemudian coba membimbingnya hingga seiring waktu mereka berdua dapat saling berbagi dan menjadi dekat seperti kakak dan adik. Layaknya keluarga. Sampai saat ini.

"Ya, tebakanmu sangat benar! Tapi bukan berarti kamu hebat sih, karena ini sudah sering terjadi.. Kamu hanya mencontek tebakan-tebakan dari yang lalu saja," dengan nada mengejek, Ryota lagi-lagi menggodanya melalui perkataan pedas yang sudah menjadi ciri khasnya.

"Huh! Memang benar apa yang dibilang sama Katayose-sensei waktu pertama kali memperkenalkan Onii. Walau wajahnya tampan, tapi bicaranya tajam seperti pisau!" Kurumi memalingkan wajahnya, berpura-pura jutek pada Ryota.

"Hidup itu harus seimbang. Jika kita memiliki sisi positif, kita juga harus memiliki sisi negatif!" timpal Ryota tak mau kalah. Mengulum tawa, khawatir suaranya akan terdengar. Karena dia hanya bermaksud untuk mengerjai adiknya.

Dahi Kurumi mengkerut mendengar ucapan dari Ryota. "Hah?? Apa itu sebuah kata-kata mutiara? Atau nasehat? Mana ada hal yang seperti itu.." kepalanya lalu menghadap ke arah Ryota.

Pria itu tak sanggup menahan tawanya lagi melihat wajah gadis kecil ini yang kebingungan atas kata-kata yang tadi ia lontarkan. Kurumi pun kemudian sadar jika ia tengah dikerjai setelah suara ngakak Ryota mendominasi keadaan.

"Oniiii!! Menyebalkan!"

Tak tega melihat kemarahan Kurumi, akhirnya Ryota meminta maaf sambil kembali mengontrol dirinya.

"Kalau Onii mau aku maafkan, Onii harus memberitahuku rahasia yang waktu itu sensei bilang!"

Selain satu sifat itu, ayah Ryota juga pernah mengatakan bahwa anaknya ini memiliki rahasia. Namun yang namanya rahasia, pasti tak boleh diketahui oleh orang lain.

Ryota langsung terdiam saat Kurumi menunggu jawaban darinya. Ia menatap lekat wajah mungil itu dari samping. Tanpa berkata, perlahan tubuhnya ia geser mendekat pada si pemilik tanya. Lalu mendekapnya dan membenamkan kepala sang adik di dadanya. Telapak tangan dia, mengelus lembut rambut hitam yang panjangnya sebahu itu.

"Onii.. Ada apa?" Kurumi mulai heran atas sikap Ryota yang tiba-tiba. Sudah kesekian kali ia merasakan dekapan darinya, tapi saat ini, dekapan itu terasa begitu erat.

"Kamu pasti akan tahu rahasiaku, setelah aku bisa melakukan perjalanan ke langit dan menjadi bagian dari bintang-bintang itu." suara lembut Ryota perlahan memelan seperti tertahan. Kepalanya tertunduk bertumpu pada milik Kurumi.

"Onii akan terbang ke sana?" tanyanya dengan polos.

"Mmmm.." singkat Ryota membalas tanya tersebut.

"Aku ingin ikut! Meski aku tidak bisa melihat semua yang ada di sana, tapi kalau bersama Onii aku pasti akan baik-baik saja." Lanjutnya, "Karena Onii akan jadi penerang dalam kegelapanku. Cahaya bintang yang dilihat oleh matamu akan terasa oleh mataku juga."

Ryota semakin memeluk erat tubuhnya. Hatinya begitu terenyuh menerima setiap pengakuan tulus dari gadis ini.

Namun, jawaban Ryota berbanding terbalik. Ia menyangkal, "Tidak bisa! Aku akan pergi ke sana sendiri saja."

Gadis itu tiba-tiba berontak. Menarik dirinya dari dekapan Ryota.

"Kenapa?"

"Jalanmu masih sangat panjang. Ini belum saatnya.." batin Ryota. Tapi yang dia katakan berbeda. "Karena kita akan sama-sama melihat bintang itu dari sini. Tak perlu pergi ke tempat yang jauh." matanya berbinar menatap tatapan kosong dari bola mata Kurumi.

"Seperti sekarang?" Kurumi mendongak memposisikan kepalanya memandang langit.

"Bukan, tapi kamu akan sungguh-sungguh melihatnya." sambil berkata, Ryota ikut melebarkan pandangan ke langit.

"...dan aku akan mengawasimu dari atas sana." lagi, Ryota hanya memendam kalimat ini di dalam hatinya.

"Janji? Aku dan Onii akan sama-sama melihat bintang yang indah itu suatu saat nanti." Kurumi meminta Ryota untuk saling menautkan jari kelingking.

"Aku bukan anak kecil lagi, mana mau melakukan hal itu? wleee" Ryota menolak ajakannya sambil menjulurkan lidah. Bermaksud mengejeknya agar suasana kembali ceria lagi.

Sudah jelas, gadis itu dibuat kesal untuk yang kedua kalinya. Ryota kembali menertawai dan malah mencubit gemas kedua pipi Kurumi yang bulatnya sama persis seperti milik Ryota.

"Kau telah memberiku tujuan, Kurumi-chan. Aku takkan menyesal dengan semua perjalanan hidupku ini. Terima kasih."

Percakapan malam itu tampak sangat panjang. Walau masih dibumbui candaan, lalu bernyanyi bersama, namun hawanya berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya. Ryota lah yang paling merasakan. Karena pada kenyataannya, ini adalah perjumpaan langsung mereka yang terakhir.

Flashback end

***

"Kau sungguh menepati janjimu, Onii.." sambil terus bertahan pada posisinya di tempat favorit ini, Kurumi mengingat kembali semua kenangan antara dia dan sang kakak yang saat ini tengah dipandangi. Di langit malam. Satu cahaya yang amat bersinar di atas sana. Berwujudkan bintang, itulah dirinya.

"Kita bisa melihat bintang-bintang itu bersama. Melalui matamu yang juga merupakan milikku."

"Kilauannya.. Kerlap-kerlip itu.. Kita akan selalu menatap titik yang sama!" 

"Aku bersamamu, sama-sama memandang dirimu."

"Apa yang aku katakan ini, Onii? haha." Kurumi terus bermonolog disertai tawa tipisnya.

Dengan terbongkarnya rahasia yang dimiliki oleh Ryota, maka pria itu pun  kini telah damai menuju ke tempat yang ia inginkan. Rahasia itu, menyangkut tentang sisa usianya yang tak bisa bertahan lebih lama lagi. Sejak mengenal Kurumi, ia jadi memiliki tekad untuk menyerahkan penglihatannya pada gadis itu di saat waktunya telah tiba. Tak ada penyesalan sedikitpun, ia bahagia karena hidupnya bisa berarti bagi kehidupan lain. Dan tujuan mulia itu, akhirnya tercapai.

Hanya saja, hati si gadis kecil hancur. Ia yang belum mengerti apa-apa tak bisa menerima. Pikirannya selalu berbisik jika sang kakak tega meninggalkan dia sendirian di dunia ini.

Empat tahun berlalu, sekarang sang gadis kecil telah berubah menjadi seorang gadis remaja. Sepanjang waktu itu, dengan dibantu oleh keluarga Katayose yang telah resmi menjadi orang tua angkatnya atas permintaan terakhir dari Ryota, Kurumi mulai paham dengan semua keadaan. Ia dapat memperluas pemikirannya dan bisa menerima jalan hidup ini. Justru rasa optimislah yang sekarang tertanam di dirinya. Ia takkan menyia-nyiakan 'kehidupan' yang telah diberi oleh Ryota. Ia akan terus berusaha dengan berpegang pada setiap nasehat yang dulu sering dikatakannya.

"Aku harap Onii takkan lelah mengawasiku dari sana. Teruslah berjalan mengikuti kemanapun aku pergi." senyumnya mengembang kala terus menerus menatap satu bintang paling terang itu.

"Aku selalu bisa melihatmu."

"Bagiku kau bukan pangeran seperti yang dikatakan oleh orang-orang. Tapi kau adalah pahlawan. Satu-satunya pahlawanku."

"Terima kasih, Onii.."

-TAMAT-

Friday, January 1, 2021

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Ame Nochi Hare

Selamat Tahun Baru 2021!! Semoga kita semua sehat selalu dan tetap kuat dalam menjalani hidup ini!

Untuk mengawali tahun yang baru ini, saya akan membuat postingan yang bisa jadi juga merupakan harapan yang diinginkan terwujud oleh semua orang di tahun ini. Di mana 'hujan' yang terus menerus turun pada tahun 2020 akan berhenti untuk selamanya dan berganti  menjadi 'cerah' di tahun 2021. Maka dari itu, kali ini saya akan berbagi lirik dari lagu terbarunya GENERATIONS from EXILE TRIBE dengan judul "Ame Nochi Hare" yang berarti "Cerah Setelah Hujan".

GENERATIONS dengan kostum di lagu Ame Nochi Hare
sumber foto: GENERATIONS Official Twitter

"Ame Nochi Hare" yang merupakan single ke-25 dari GENERATIONS from EXILE TRIBE akan dirilis pada tanggal 10 Februari 2021. Lagu bertempo santai ini telah dipilih sebagai lagu tema dari drama TV Asahi berjudul "Mokomi ~Kanojo Chotto Hendakedo~" yang akan mulai tayang pada 23 Januari 2021 setiap hari Sabtu malam. Ini adalah lagu yang menghangatkan dan inspiratif yang akan memelukmu dalam kehangatan manusia dan membantu melepaskan kerumitan serta masalah yang dimiliki oleh semua orang. [sumber: LDH Global Website]

Lagu ini untuk menghapus rasa sepi dan menyakitkan. Memiliki pengertian dan simpati atas kesulitan dalam mengambil langkah. Dengan suara hangat dari vokal yang menyegarkan, ini adalah lagu positif yang bisa mendorongmu. Lirik ini didasarkan pada citra pemeran utamanya, 'sekarang' dan 'masa depan' dari Mokomi. Seperti judulnya "Ame Nochi Hare", aku berharap dunia akan mendapatkan kembali kehidupan sehari-hari yang normal sehingga tidak akan ada hujan yang tidak berhenti. [Alan Shirahama pada wawancara ORICON]


GENERATIONS from EXILE TRIBE -雨のち晴れ / Ame Nochi Hare
(Cerah Setelah Hujan)

Kanpeki na mono na do kono sekai ni wa mou nai kedo
Kimi ga kimirashiku iru dake de sekai wa akaruku naru
Kawaranai mono ga tada aru dake de mou subete ga
Kagayaite mieru yo I know kitto
Tak ada yang namanya sempurna di dunia ini
Dunia akan menjadi cerah jika kau yang seperti dirimu
Ada sesuatu yang tak berubah begitupun lainnya
Ini tampak bersinar, aku tahu pasti

Hajimaru shunkan ima wa mae dake wo
Muite mune ni kizamu
Me ni wa mienakute mo
Saat momen itu dimulai
Hadapilah dan ukir di dadamu
Meskipun tak terlihat oleh mata

Reff 1:
Hirogaru sekai ni fumidashite yukou
Ame nochi hare no mirai e to
Kimi ga itsudatte kimi de aru tame ni
Shinjirareru tsuyo sa te ni ireta
Mari melangkah ke dunia yang berkembang ini
Untuk masa depan yang cerah setelah hujan
Karena kau selalu baik, demi dirimu sendiri
Percayalah akan kau dapatkan

Me to me ga atte, te to te wo tsunagi
Issho ni aruku kono michi wo
Itsumade mo taisetsu ni shite zutto susunde yuku
Kontak dari mata ke mata, genggaman dari tangan ke tangan
Ikuti jalan ini untuk dilalui bersama
Aku akan menghargai sesuatu penting itu selamanya dan terus maju


Kansei nante mono hodo ayafuyana mono wa nai kedo
Tashikana koto wa kimi ga aru koto
Tak ada yang lebih samar-samar seperti kepekaan
Karena yang pasti itu adalah kau

Juunin hito iro chigatte kamawanai
Hiki hagashita retteru ni
Ima koso sayonara wo
Tak masalah jika ada 10 orang dan 10 warna yang berbeda
Untuk label yang kau robek
Ucapkan selamat tinggal sekarang

Reff 2:
Kyukutsuna sekai ni wakare wo tsugeyou
Ame nochi hare no mirai e to
Kimi ga soko ni iru tada sore dakede ii
Atarimae no you de tokubetsuna koto
Ucapkan selamat tinggal pada dunia yang sempit
Untuk masa depan yang cerah setelah hujan
Kau berada di sana, hanya itu yang kau butuhkan
Yang sudah jelas damai dan istimewa

Me to me ga atte, kokoro ga fureru
Koboreru egao no tsuyo sa yo
Kyou ga subarashii hi ni naru I believe kakushin suru
Kontak dari mata ke mata dan sentuhan dari hati ke hati
Kekuatan senyum meluap
Aku percaya bahwa hari ini adalah hari yang luar biasa


Kimi no sono te no naka zutto nigirishimeta mama no yume
Yuuki dashite ima Set it free
Dare no mono demo nai sono omoi
In your dream
Mimpi yang selalu tergenggam di tanganmu
Beranilah dan bebaskan sekarang
Perasaan yang bukan milik siapapun
Di mimpimu

Reff 3:
Hirogaru sekai ni fumidashite yukou
Ame nochi hare no mirai e to
Kimi ga itsudatte kimi de aru tame ni
Shinjirareru tsuyo sa te ni ireta
Mari melangkah ke dunia yang berkembang ini
Untuk masa depan yang cerah setelah hujan
Karena kau selalu baik, demi dirimu sendiri
Percayalah akan kau dapatkan

Me to me ga atte, te to te wo tsunagi
Issho ni aruku kono michi wo
Itsumade mo taisetsu ni shite zutto susunde yuku
Kontak dari mata ke mata, genggaman dari tangan ke tangan
Ikuti jalan ini untuk dilalui bersama
Aku akan menghargai sesuatu penting itu selamanya dan terus maju


(sumber lirik kanji: LxO GENERATIONS "Ballad Best")
(lirik romaji dan terjemahan Bahasa Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

Monday, December 28, 2020

GENERATIONS LIVE ONLINE 2020 "BALLAD BEST" ~ORCHESTRA LIVE~

sumber foto: Nikkan LDH twitter

Live Online terakhir yang dilaksanakan oleh grup musik besutan LDH, GENERATIONS from EXILE TRIBE di tahun 2020. Dengan mengusung tema "BALLAD BEST" yang diiringi oleh live orchestra menjadikan konser yang digelar malam tadi di Abema TV ini berada dalam suasana yang syahdu dan menyejukkan.

Konser ini menyajikan penampilan para member yang berbalut tuxedo dengan sangat rapi. Memancarkan aura ketampanan yang sangat kuat. Dilanjutkan dengan suguhan hangat dari salah satu vokalis, Ryota Katayose dalam memainkan piano. Jari-jarinya dengan manis menari indah menghasilkan denting yang sangat merdu. Kemudian rap dari Mandy, tak ketinggalan untuk dihadirkan di sini. Lagu-lagu dari album yang sudah cukup lama pun dibawakan secara medley. Dengan menggaet satu persatu performernya untuk menari di setiap lagu tersebut. Foto-foto para member saat di momen berbagai live tour sebelumnya ikut terpajang di sisi-sisi sebuah lorong yang merupakan salah satu set untuk penunjang konser ini. Lagu baru yang akan dirilis bulan Februari 2021 telah ditampilkan untuk yang pertama kalinya. Hingga diakhiri dengan kejutan ulang tahun Ryuto, kebersamaan mereka sangat nyata!

sumber foto: GENERATIONS Official Twitter

Sebagian besar penggemar mengatakan bahwa ini adalah Live Online terbaik GENERATIONS di antara tiga Live Online yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dan saya sangat setuju! Melalui konser ini, GENE berhasil membawa penonton untuk masuk ke dalam dunia yang dibuatnya. Dunia yang memberikan perasaan campur aduk. Memainkan emosi penonton saat menyaksikan penampilan mereka. Terhipnotis dengan segala yang ditunjukkan. Setiap detik yang berjalan begitu berharga.

Penonton akan dibuat larut dalam lagu-lagu nuansa ballad yang dinyanyikan oleh kedua vokalisnya. Di beberapa lagu lain, harmoni dari semua anggota grup DEEP SQUAD yang ikut memeriahkan akan semakin menghanyutkan perasaan. Kemudian sentuhan tarian dari para performer GENE, mustahil untuk terabaikan. Pemandangan yang takkan bisa membuat penonton berpaling meski hanya sekejap. Musik orkestra yang megah, alunan biola dari para violinist hebat, menjadikan konser ini lebih berkelas. Gabungan dari semua itu adalah mahakarya yang luar biasa!

GENERATIONS, DEEP SQUAD, Team Orchestra
sumber foto: GENERATIONS Official Twitter

Bagi saya, yang sangat menunggu-nunggu lagu favorit untuk dinyanyikan sejak konser pertama, tak mampu untuk menahan air mata ketika akhirnya lagu itu dinyanyikan di sini! Always with you, lagu yang sangat saya cintai dari segala sisinya telah berkumandang di konser 'terakhir' ini. Jelas, air mata yang mengalir adalah untuk kebahagiaan. 

Tak berhenti di situ, saya pun kembali menangis saat lagu Kataomoi menjadi salah satu setlist di konser ini. Lagu yang dibawakan dengan cara berbeda, memberi rasa baru yang tak kalah dari aslinya. Indah namun sesak, saat melihat penampilan lagu ini sambil merenungkan maknanya.

ECHO! Keinginan saya berikutnya yang terkabul. Lagu yang sudah lama sekali ingin saya saksikan livenya, dan di sini dapat menjadi kenyataan. Bagaimana respon saya? Tentu saja, menangis lagi.

Tiga lagu yang menjadi harapan saya untuk bisa dinyanyikan oleh GENE dari sejak live pertama, namun belum terwujud satupun hingga live ketiga. Tapi.. di live akhir tahun ini, tak tanggung semuanya langsung terkabul! GENE memberikan bahagia yang tak terbendung oleh diri saya!

Tangis, tawa, haru, kehangatan, rasa merinding, senyum gemas, semua terasa saat di konser ini. Utamanya, untuk tangisan. Bukan saya saja, semua yang menonton konser ini saya jamin tak akan ada yang bisa menahan air mata. Melihat penampilan mereka yang menakjubkan. Dan melihat pada pribadi masing-masing member GENERATIONS. Apa yang terjadi pada sang leader, kemudian Yuta, lalu Mandy dan Ryuto yang tiba-tiba memberi kabar mengejutkan. Yang mengatakan bahwa dirinya terkena penyakit Polyp pada pita suara dan akan melakukan operasi di awal tahun depan. Dia masih terlihat tegar saat itu. Suara dalam berbicaranya tetap stabil. Namun setelahnya saat menyanyikan lagu terakhir, tangisnya pecah seketika! Hingga dia tak sanggup melanjutkan lirik di lagu yang sedang dinyanyikan. Kami tak tahu apa yang tengah ada di pikirannya saat itu. Namun tangis yang ia keluarkan amat berpengaruh pada kami. Pada penonton. Langsung menular dengan cepat membuat kami ikut larut dalam emosi tersebut sampai acara selesai. Jujur saja, keadaan hati saya sangat berantakan akibat konser ini!
sumber foto: Alan Shirahama Official Instagram

Live Online GENE di tahun ini diawali dengan tawa dan diakhiri dengan tangis. Namun tangis tak berarti selalu buruk. Tangisan itu merupakan bentuk perwujudan dari sebuah perasaan yang akan membuat diri menjadi lebih kuat lagi untuk ke depannya.

Terimakasih GENERATIONS, atas semua kerja keras hingga membuahkan hasil yang sangat tak terduga untuk kami. Yang akan selalu diingat sampai kapanpun. Kebahagiaan yang kalian beri akan menjadi kekuatan untuk kami. Mari sama-sama membuat masa depan yang lebih hebat dari ini! Kalian pasti bisa. Perjuangan kalian takkan sia-sia!

LOVE YOU,
ALAN
RYOTA
RYUTO
HAYATO
REO
MANDY
YUTA

LOVE YOU ALL, GENERATIONS from EXILE TRIBE!

Friday, December 25, 2020

My Favorite: GENERATIONS from EXILE TRIBE

Mari mengenal lebih jauh tentang apa-apa saja kesukaan dari setiap member grup musik GENERATIONS from EXILE TRIBE! Info ini saya dapat dari buletin digital EXILE TRIBE FAMILY volume. 71 yang baru saja dirilis hari ini! Sebenarnya, ini tersedia dalam bentuk visual alias sebuah gambar yang di dalamnya terdapat foto setiap member beserta poin-poin yang akan menjadi bahasan saya sekarang. Tapi.. karena mustahil untuk saya bisa menebar gambar tersebut, jadi saya pindahkan saja info itu menjadi berbentuk tulisan. Saya rasa ini tidak masalah karena sesuai pengalaman, banyak juga yang melakukan hal seperti ini. Intinya.. tidak ada visual, visual dan VISUAL!! Ahahaha

sumber foto: GENERATIONS Official Twitter


1. ALAN SHIRAHAMA


BASIC DATA

Tanggal Lahir: 04 Agustus
Tempat Lahir: Prefektur Ehime

MY FAVORITE..??

Makanan → Ramen
Minuman → Bir
Binatang → Anjing
Olahraga → Sepakbola
Warna → Putih
Lagu LDH → GENERATIONS "Hirahira"


2. RYOTA KATAYOSE


BASIC DATA

Tanggal Lahir: 29 Agustus
Tempat Lahir: Prefektur Osaka

MY FAVORITE..??

Makanan → Kare, Daging, Oumichou (seafood)
Minuman → Wine
Binatang → Binatang kecil
Olahraga → Sepakbola
Warna → Biru, Merah
Lagu LDH → Sandaime J SOUL BROTHERS "Tokyo"


3. RYUTO KAZUHARA


BASIC DATA

Tanggal Lahir: 28 Desember
Tempat Lahir: Prefektur Hyogo

MY FAVORITE..??

Makanan → Daging
Minuman → Air asam
Binatang → Anjing (Tono dan Waka)
Olahraga → Berselancar
Warna → Hitam, Orange
Lagu LDH → EXILE "Motto Tsuyoku"


4. HAYATO KOMORI


BASIC DATA

Tanggal Lahir: 13 Juni
Tempat Lahir: Prefektur Mie

MY FAVORITE..??

Makanan → Potongan daging babi
Minuman → Soda melon
Binatang → Induk Ayam
Olahraga → Bola Voli
Warna → Biru, Kuning
Lagu LDH → Ini pertanyaan yang sulit... EXILE "Love, Dream & Happiness"


5. REO SANO


BASIC DATA

Tanggal Lahir: 08 Januari
Tempat Lahir: Tokyo

MY FAVORITE..??

Makanan → Ikan (Nodoguro)
Minuman → Kopi (hitam)
Binatang → Anak Singa
Olahraga → Skateboard (khusus jadi penonton)
Warna → Hijau, Hitam
Lagu LDH → Sandaime J SOUL BROTHERS "starting over"


6. MANDY SEKIGUCHI


BASIC DATA

Tanggal Lahir: 25 Januari
Tempat Lahir: Amerika

MY FAVORITE..??

Makanan → Roti isi daging (hamburger)
Minuman → Kopi
Binatang → Manusia //*hah??
Olahraga → Baseball
Warna → Biru
Lagu LDH → EXILE "This Is My Life"


7. YUTA NAKATSUKA


BASIC DATA

Tanggal Lahir: 07 Januari
Tempat Lahir: Prefektur Osaka

MY FAVORITE..??

Makanan → Tuna
Minuman → Sake Jepang
Binatang → Landak
Olahraga → Sepakbola
Warna → Hitam
Lagu LDH → GENERATIONS "Lonely"

--
(sumber foto member: Abema TV Official Instagram)

Saturday, December 5, 2020

Ryuto Kazuhara -Time Capsule

Di akhir tahun ini, Ryuto Kazuhara merilis single solo ke-3 nya! Ini terasa lebih istimewa karena Ryuto sendirilah yang menulis liriknya! Berjudul "Time Capsule" yang sekaligus dijadikan sebagai OST dari kelanjutan drama HiGH&LOW "6 from HiGH&LOW THE WORST". Ini kedua kalinya Ryuto mengisi lagu di project tersebut setelah satu tahun lalu lagu debutnya mengiringi kisah sebuah persahabatan yang terjalin dalam filmnya.

Bersumber dari  info mobile blog EXT, lagu ini ditulis sesuai dengan isi dramanya. Interaksi santai dengan sahabat dan rekan kerja yang pernah dialami oleh semua orang. Kenangan menyenangkan yang tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah lagu dengan suara nyanyiannya yang santai dan segar. Diikuti perasaan yang pada akhirnya akan hilang dari ingatan seiring berjalannya waktu. Dan itu akan menjadi seperti harta karun.

Ini adalah lagu yang dapat membuat semua orang bersimpati pada ikatan enam orang yang berada di dalam drama.

Cover lagu Ryuto Kazuhara -Time Capsule
sumber: GENERATIONS Official Twitter

Ryuto Kazuhara -タイムカプセル / Time Capsule
(Kapsul Waktu)

Lirik: Ryuto Kazuhara
Musik: DAICHI, Erik Lidbom

Itsu kara
Bokura konna fuuni
Mirai wo
Egaku youni natta?
Sejak kapan
Kita seperti ini
Masa depan
Apakah kau menggambarnya?

Natsukashii neiro to keshiki
Sore zore idaku omoi
Terashi awasetara
Bernostalgia nada dan pemandangan
Saat menggabungkan penerangan
Dari pikiran masing-masing

Kawaru koto no nai
Sekai ga kirei ni
Irodoru darou
Kitto...
Tak pernah berubah
Dunia itu indah
Kau akan mewarnainya
Pasti...

Reff 1:
Bakamitai ni
Warai atta
Kyou made no hibi ga
Sou
Asu wo tsumugu sutori
Seperti orang bodoh
Menertawakan satu sama lain
Hari-hari hingga hari ini
Begitu
Sebuah cerita yang berputar di masa depan

Surechigatte
Butsukatta
Donna kizudatte subete ga
Kakegaenai kara
Melewati satu sama lain
Menabrak
Setiap semua goresan
Itu tak tergantikan


Toki ni wa
Erabu michi wo mayoi
Kidzukeba
Hitori bocchi datta
Iminonai tawamureda to
Wakatteita hazu na no ni
Ijiwoharu bakari
Terkadang
Tersesat untuk memilih jalan
Jika kau melihat
Aku sendirian
Ini adalah permainan yang tak masuk akal
Aku seharusnya telah mengetahui
Hanya saja bersikap keras kepala

Wasureteta
Ano hi no kioku
Ima, flashback
Kasundeku shikai...
Afureta
Aku lupa
Kenangan hari itu
Sekarang mengingat ke belakang
Pemandangan yang kabur...
Meluap

Reff 2:
Bakamitai ni
Fuzake atta
Kyou made no hibi ga
Sou
Senaka oshite kureta
Seperti orang bodoh
Bergurau satu sama lain
Hari-hari hingga hari ini
Begitu
Mendorongku kembali

Omoide wo tsumekonda
Kokoro no taimu kapuseru wo
Saa, hirakunda
Mengemasi kenangan
Kapsul waktu dalam hati
Ayo, buka


Oboeteru kana?
Itsuka hanashita
Yume no tsuzuki ga sugu sobade
Bokura wo matteiru
Apakah kau ingat?
Kelanjutan dari mimpi kita sudah dekat, di sebelah
Aku akan bicarakan suatu hari nanti
Menunggu kita

Reff 3:
Bakamitai ni
Warai atta
Kyou made no hibi ga
Sou
Asu wo tsumugu sutori
Seperti orang bodoh
Menertawakan satu sama lain
Hari-hari hingga hari ini
Begitu
Sebuah cerita yang berputar di masa depan

Riyuu nante iranakatta
Kotae mo motomezu tada
Onaji sora wo miteta
Aku tak butuh alasan
Aku tak minta jawaban
Aku sedang melihat ke langit yang sama

Kore made mo
Kore kara mo bokura wo
Tsunagu basho ga aru
Hitori jyanaikara
Mulai sekarang
Kita akan terus melanjutkan
Ada tempat untuk terhubung
Aku tak sendirian

My precious place
Tempat berhargaku

(sumber lirik kanji: Ryuto Kazuhara official blog)
(lirik romaji dan terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

Sunday, November 29, 2020

#KaraokeTimeCindy (2)

I don't care about my voice, cz i really enjoy doing this. For my love GENERATIONS, thanks for the beautiful and truly meaningful songs from you all. ❤

You & I


Star Traveling


Lonely



 

Saturday, November 21, 2020

GENERATIONS from EXILE TRIBE Part. 4

Selamat perayaan ulang tahun ke-8 untuk tujuh orang manusia ajaib dengan segudang bakat, GENERATIONS from EXILE TRIBE! Di angka 8 yang garisnya terus menyambung tanpa ada ujungnya ini, semoga perjalanan kalian pun akan terus tersambung lalu melesat hingga tak ada ujungnya. Kalian yang akan tetap energik dan selalu berhasil memberikan keceriaan pada semua orang melalui suara, tarian serta pribadi masing-masing. I Love You GENE!!



Berjumpa lagi nih dengan postingan tahunan dari saya. Yang dikhususkan untuk ditulis satu tahun sekali. Ini sangat spesial karena menyangkut idola saya yang begitu spesial juga! Hihihi. Kali ini sudah sampai di part. 4 yaak.. sungguh tidak terasa nyatanya terhitung lumayan lama juga saya menjadi penggemar dan pastinya mengikuti perkembangan mereka. Niatnya sih saya ingin terus membuat bahasan tentang ini sampai ke poin terakhir alias Z. Entah itu akan menghabiskan waktu bertahun-tahun ke depannya lagi, tapi saya akan berusaha semampu dan sebisanya untuk tidak melewatkan ini. Saya cuman berdoa agar terus diberi kesehatan oleh Yang Di Atas, lalu dikonsistenkan dalam menulis serta masih punya waktu luang meskipun mungkin nanti tidak sebebas sebelumnya ataupun hari ini karena berbagai macam alasan di kehidupan nyata.. Aamiinn *tolong doakan saya juga yaa gaes ahaha*. Pokoknya, selama GENE masih bersama dan terus berkarya, tulisan dari saya tentang mereka tak akan ada habisnya!

Untuk mengingat kembali pembahasan di tahun-tahun yang lalu, ini saya tampilkan lagi postingannya ↓

Dan sekarang berlanjut ke part. 4, let's gooo!!
--------------------------------------------------

L. GOLONGAN LAGU-LAGU GENERATIONS from EXILE TRIBE

Setiap lagu pasti memiliki jenis-jenis irama yang mengikatnya hingga dapat menjadi sebuah musik yang bisa dinikmati. Baik dari irama yang menghentak keras hingga mengalun dengan lembutnya. Berikut saya coba untuk mengklasifikasikan lagu-lagu dari GENERATIONS berdasarkan jenis irama musiknya.

1. Jenis Lagu Hard-Beat

Lagu yang musiknya terkesan keras dengan tempo cepat dan sukses meningkatkan suasana berapi-api. Hampir mengarah ke jenis lagu rock juga. Cocok untuk melepas stres saat bisa dinyanyikan dengan suara lantang!

Album 1 "GENERATIONS"
  • ANIMAL
  • HOT SHOT
  • BURNING UP
Album 2 "GENERATION EX"
  • Sing it Loud
  • REVOLVER
Album 3 "SPEEDSTER"
  • AGEHA
  • Hard Knock Days
Album 4 "Namida wo Nagasenai Pierrot wa Taiyou mo Tsuki mo nai Sora wo Miageta"
  • Taiyou mo Tsuki mo
  • PIERROT
  • RUN THIS TOWN
Album 5 (BEST ALBUM "BEST GENERATION")
  • ALRIGHT! ALRIGHT!
Album 6 "SHONEN CHRONICLE"
  • F.L.Y. BOYS F.L.Y. GIRLS
  • SNAKE PIT
Single 22 "HiraHira"
  • HiraHira

2. Jenis Lagu Up-Beat

Lagu-lagu yang bisa membangkitkan semangat dengan iramanya yang masih bertempo lumayan cepat.

Album 1 "GENERATIONS"
  • BRAVE IT OUT
  • to the STAGE
  • Go On
  • Into You
Album 2 "GENERATION EX"
  • HIGHER
  • Pump It
  • NEVER LET YOU GO
Album 3 "SPEEDSTER"
  • Gimme!
  • Evergreen
  • TRANSFORM
  • I Believe In Miracles
Album 4 "Namida wo Nagasenai Pierrot wa Taiyou mo Tsuki mo nai Sora wo Miageta"
  • Make You Mine
  • be the ONE
  • Y.M.C.A.
Album 5 (BEST ALBUM "BEST GENERATION")
  • BIG CITY RODEO
Album 6 "SHONEN CHRONICLE"
  • A New Chronicle
  • G-ENERGY
  • MAD CYCLONE
  • UNITED JOURNEY
  • 心声 / 

    Shinsei
Single 22 "HiraHira"
  • Red Carpet
Other songs:
  • Organ Donor ~Off Da Hook~ (feat DJ Makidai, SWAY)
  • Possible (Ryota Katayose solo song)

3. Jenis Lagu Up-Beat Santai

Irama yang sudah tidak terlalu cepat tapi hentakannya masih terasa. Lagu yang cocok sekali didengarkan saat keadaan sedang bersantai ataupun untuk menemani beraktivitas agar mood tetap stabil.

Album 1 "GENERATIONS"
  • Ima Kaze ni Natte
  • LET ME FLY
  • My Eyes On You
  • Fallin'
  • BELIEVE IN YOURSELF
Album 2 "GENERATION EX"
  • EVERLASTING
  • Always with you
  • My Only Love
  • Think of you
  • Make It Real
  • I Remember
  • STORY
  • Hana
Album 3 "SPEEDSTER"
  • ALL FOR YOU
  • LOADSTAR
  • ...for you
Album 4 "Namida wo Nagasenai Pierrot wa Taiyou mo Tsuki mo nai Sora wo Miageta"
  • Togetherness
  • SOUND OF LOVE
  • NEXT
Album 5 (BEST ALBUM "BEST GENERATION")
  • SUMMER TIME LOVE
  • I Believe
Album 6 "SHONEN CHRONICLE"
  • Brand New Story
  • Control Myself
  • DREAMERS
  • EXPerience Greatness
  • One in a Million ~Kiseki no Yoru ni~
Single 24 "Loading..."
  • You & I
  • Lonely
Other songs:
  • Need Is Your Love (feat Joji 88rising)
  • Mou Ichido Kimi to Odoritai (Ryuto Kazuhara solo song)
  • Psychic Magic (Ryota Katayose solo song)

4. Jenis Lagu Ballad Emosional

Lagu dengan alunan melodi yang lambat namun menusuk hati. Permainan nada yang mampu mengaduk-aduk perasaan. 

Album 1 "GENERATIONS"
  • ECHO
Album 3 "SPEEDSTER"
  • Tell Me Why
  • Rainy Room
Album 4 "Namida wo Nagasenai Pierrot wa Taiyou mo Tsuki mo nai Sora wo Miageta"
  • Stupid ~Makkana Bracelet~
Album 6 "SHONEN CHRONICLE"
  • Mata, Ashita
  • Nani mo Kamo ga Setsunai
  • Shounen

5. Jenis Lagu Ballad Menyentuh

Ini merupakan lagu-lagu dengan tempo lambat yang membuat hati terenyuh. Bisa karena lagunya yang manis menenangkan ataupun bersifat sebaliknya.

Album 1 "GENERATIONS"
  • Kataomoi
  • Love You More
  • Itsuka Harewataru Sora no Shita de
Album 3 "SPEEDSTER"
  • PAGES
Album 4 "Namida wo Nagasenai Pierrot wa Taiyou mo Tsuki mo nai Sora wo Miageta"
  • Sora
  • Namida
  • Pray
Album 5 (BEST ALBUM "BEST GENERATION")
  • Lovers Again
Album 6 "SHONEN CHRONICLE"
  • Nostalgie (Ryuto Kazuhara solo song)
  • Kaiten
Single 24 "Loading..."
  • Star Traveling
--------------------------------------------------

M. REKOMENDASI LAGU-LAGU GENERATIONS from EXILE TRIBE

Setelah membagi jenis-jenis lagu dari GENERATIONS, kemudian saya akan memberikan rekomendasi mana aja sih yang merupakan terbaik dari yang terbaik di antara lagu-lagu tersebut. Daftar rekomendasi ini sebenarnya merupakan campuran antara penilaian objektif dan selera pribadi saya. Setuju atau tidaknya itu saya serahkan lagi kepada pembaca. Yang jelas, tidak akan ada penyesalan dalam diri kalian setelah mendengarkan lagu-lagu ini hahaha.

1. Lagu Hard-Beat
  • PIERROT

  • AGEHA

  • RUN THIS TOWN

  • HOT SHOT


2. Lagu Up-Beat
  • Love You More

  • Kataomoi

  • PAGES

  • Namida


6. Lagu Cinta
  • Always with you
  • Love You More
  • One in a Million ~Kiseki no Yoru ni~

7. Lagu Patah Hati
  • Stupid ~Makkana Bracelet~
  • Kataomoi
  • Namida
  • Rainy Room
  • Mata, Ashita

8. Lagu Penyemangat
  • DREAMERS
  • Hard Knock Days

  • to the STAGE
  • Evergreen
  • EXPerience Greatness
  • AGEHA
  • NEXT

--------------------------------------------------

N. ACARA-ACARA REGULAR GENERATIONS from EXILE TRIBE

Selain tampil di atas panggung musik sebagai dance-vocal group, GENE juga mempunyai beberapa acara regular yang pastinya bisa semakin mendekatkan hubungan mereka dengan para penggemarnya. Berikut adalah daftar dari acara-acara regular GENERATIONS:

1. GENE-TALK

GeneTalk merupakan sebuah acara radio milik GENERATIONS yang dimulai sejak bulan April 2013 setiap hari senin malam. Sudah berjalan tujuh tahun dan acara ini masih mengudara sampai sekarang. Setiap member GENE bergiliran menjadi penyiarnya. Baik itu sendiri, berdua, bertiga dan ada kalanya semua member melakukan siaran secara bersama-sama.

Untuk mendengarkan siaran radio dari GeneTalk ini, bisa diakses melalui PROGRAM GENETALK. Website ini adalah sumber asli dimana GeneTalk disiarkan. Kita sebagai pendengar sekaligus penggemar bisa mengetahui info-info terbaru tentang GeneTalk, lalu jaringan radio Jepang yang terhubung dengan acara ini, dan tak ketinggalan kita juga bisa melihat foto-foto di balik layar dari para penyiarnya!

Untuk yang ingin mendengar siaran radio ini secara praktis, di YouTube sudah ada yang berbaik hati memberikan rekamannya loh. Silahkan dikunjungi → GENETALK YouTube.

2. GENERATIONS HIGH SCHOOL TV (GENE-KOU)

Info tentang GeneKou sudah saya bahas sebelumnya secara khusus di postingan tahun lalu. Mari dibaca kembali di sini. Oleh karena itu, saya akan beri tebaran foto-foto member GENE aja yaak saat mereka berada di 'sesi tertentu' dari GeneKou! Tinggal klik tulisan di bawah ini dan kesegaran akan terasa nyata pada kedua bola matamu~ *aiihh*


3. GENE-CHAN

Nah yang ketiga ini, acara regular GENE dengan nama Gene-Chan yang dimulai sejak Januari 2018, tayang setiap hari Rabu pukul 9 malam dan bisa saya bilang sebagai acara 'terbatas'nya GENE. Kenapa demikian? Karena acara ini tidak tersedia secara bebas. Tidak semua orang bisa menontonnya. Karena jika ingin menyaksikan acara ini, kita diharuskan untuk berlangganan alias membayar biaya yang sudah ditentukan setiap bulannya. GeneChan sebelumnya ditayangkan di channel LDH TV, yang merupakan channel khusus dari agensi LDH yang didalamnya berisi semua acara-acara dari artis di agensi tersebut termasuk GENERATIONS. Tapi kini channelnya telah berganti nama menjadi CL meskipun isinya tetap sama bahkan kontennya semakin bertambah.

Walau berbayar tapi kita masih bisa melihat cuplikan-cuplikan acaranya dengan gratis melalui CL Official YouTube Channel. Memang sih cuman dalam hitungan detik, tapi lumayan juga kan daripada enggak sama sekali hihi.

4. GENE-HOUSE

Terakhir yang paling baru, Gene House ini ibarat acara regular 'dadakan'nya GENE. Karena dimulai saat terjadinya penyebaran virus corona di seluruh dunia. Untuk bisa menemani dan menghibur orang-orang di rumah agar tetap tenang dalam menghadapi situasi ini, GENE dengan khusus memberikan tayangan-tayangan tentang apa saja kegiatan yang mereka lakukan selama berada di rumah. Dengan demikian, GENE berharap semua orang yang melihat acara Gene House ini akan kembali mendapat kekuatannya. "Meskipun berjauhan, namun hati kita tetap satu."

Konten-konten dari acara ini semuanya tersedia di YouTube, tepatnya bisa dilihat di channel LDH JAPAN. Jadwal pengunggahan video Gene House ke YouTube tidak menentu, ini bergantung dari penyesuaian aktivitas antar membernya. Tapi saya berharap meskipun nantinya pandemi ini sudah menghilang seutuhnya dari dunia, acara ini masih akan terus berlangsung. Dan ruang lingkupnya pun lebih luas. Karena saya merasa di Gene House ini merupakan gambaran sisi lain dari para member GENE. Tidak seperti mereka pada umumnya yang selalu kita lihat di depan layar kaca. :D

Salah satu tayangan dari Gene House ↓


--------------------------------------------------

O. FAN FICTION GENERATIONS from EXILE TRIBE

Fan Fiction atau dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai fiksi penggemar, merupakan sebuah cerita fiksi yang dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter atau latar yang sudah ada [Wikipedia]. Untuk di poin ini, saya ingin menyampaikan beberapa karya fan fiction yang saya tulis dengan memakai tokoh para member dari GENERATIONS! Mungkin ini bisa dibilang sebagai promosi juga sih yaak, sambil menyelam minum air ahahaha. Ketika saya suka menuangkan pikiran halu ke dalam karangan cerita, maka seperti ini lah hasilnya. Saya menyadari masih banyak kekurangan dari hasil karya ini, tapi mudah-mudahan saja siapa yang membacanya bisa menikmati setiap jalan cerita yang tertuang. Apalagi kalau bersedia untuk meninggalkan jejak dengan memberi tanggapan, kritik dan saran. Pasti saya akan senang sekali! :D

GENERATIONS from EXILE TRIBE

Member GENERATIONS

***********************************
Sudah sampai di akhir nih, semoga yang telah saya bagikan ini bisa bermanfaat untuk pembaca :). Oh yaa, sebelum berpisah, selain ucapan selamat ulang tahun buat GENE, saya pun ingin mengucapkan selamat karena GENE telah terpilih untuk tampil kembali di acara musik Kouhaku Uta Gassen 2020!! Yeeaayyy!! Ini kedua kalinya GENE menjadi pengisi acara di program akhir tahun yang paling bergengsi dan membanggakan! Karena artis yang bisa menembus ke sana bukan sembarang artis loh. Semuanya telah melalui penilaian yang ketat dan GENE berhasil masuk ke dalam kriterianya! Kalian memang pantas berada di sana dengan melihat apa yang telah kalian bertujuh beri dan raih di tahun yang sulit ini. Tetaplah menghasilkan karya yang bisa mewakilkan perasaan banyak orang. Terus kobarkan semangatmu, GENERATIONS!!!

Baiklah, sampai jumpa lagi di 'postingan' tahun depan semuanyaaa.. Salam hangat, tertanda, penulis, permaisuri hatinya Ryota Katayose. Baybayyy ^_^

⬇️
⬇️

Saturday, November 7, 2020

Fan Fiction: I Will Survive

Title: I Will Survive
Author: Harucin
Cast: Yuta Nakatsuka (GENERATIONS from EXILE TRIBE)
Genre: Slice of Life, Fiction
Length: One Shot


Kegagalan dan kegagalan. Selalu berulang tak pernah lelah mengerubungi hidupku. Mengapa satu kata itu amat senang menghadang jalanku? Mengapa satu kata itu sulit sekali menjauh dari sekelilingku? Dari setiap hal yang kulakukan. Dari setiap tujuan yang telah kupatok. Serta dari terwujudnya mimpi yang ingin aku gapai.

Aku menyebut diriku sebagai seorang penari. Hanya itu. Satu-satunya yang menjadi peganganku selama ini. Sampai sekarang usiaku telah menginjak seperempat abad. Kudedikasikan seluruh jiwa ragaku untuk mendalami hingga menyelam sampai ke dasar pemahaman tentang segala hal yang menyangkut dengan tarian. Aku senang melakukannya. Aku percaya diri dalam setiap sentuhan gerakanku. Dan aku mengakui bahwa aku berbakat dalam bidang ini. Tapi aku tak puas jika hanya dengan itu saja. Wajar kan bila aku menginginkan hasil yang lebih nyata dari keahlianku itu? Sering kutunjukkan tarianku di depan banyak orang. Di hadapan mereka yang disebut sebagai senior. Tapi apa hasilnya? Semua usahaku sia-sia. Berkali-kali aku mengikuti kejuaraan, namun tak pernah sekalipun aku meraih juara, bahkan untuk masuk ke dalam peringkat pun nihil. Berkali-kali aku mengikuti audisi pencarian bakat yang merupakan jalan masuk menuju mimpi utamaku, tapi tetap saja aku dilanda kegagalan untuk menembus sampai pada tahap yang diharapkan. Menjadi pemenang, belum pernah kucicipi meski hanya satu kali saja seumur hidup.

Saat aku sedang berada di titik terendah seperti ini, pastinya aku membutuhkan seseorang untuk menguatiku. Untuk menemaniku agar bisa terus bertahan hingga berhasil melewati masa-masa sulit ini. Bukan orangtuaku, karena keberadaan beliau sungguh jauh dari ragaku. Namun kekasih, wanita yang sekarang tengah menjalin cinta denganku. Orang paling terdekat yang aku miliki. Satu-satunya yang bisa kuharapkan. Tapi apa yang dia beri untukku? Dia meninggalkan si pria malang ini. Memutuskan sepihak hubungan kami lalu pergi memilih lelaki lain yang entah apa kelebihan dari orang itu hingga membuat wanitaku tega mencampakkanku. Aku hanya mampu diam mematung. Menyaksikannya berlalu semakin menjauh sampai hilang dari penglihatanku. Aku tak bisa mengeluarkan amarah. Mulutku rapat bagai dilumuri oleh perekat.

Meratapi kemeranaanku yang tak ada habisnya, aku sudah tak sanggup membendung itu lagi. Aku tak tahan dengan hidupku yang sungguh telah berantakan ini. Berbagai hal buruk bertubi-tubi menyerangku. Aku bagai terlempar ke jurang paling dalam. Puncak emosi yang sedari tadi kusembunyikan akhirnya meledak. Dalam kesendirianku di kediaman ini, sekuat tenaga aku memekik melepas kekesalan. Kedua tanganku mengobrak-abrik apa saja yang tertangkap oleh mataku. Aku hancur. Tembok pertahananku roboh. Batas kesabaranku terlampaui. Selalu tanya ini yang berputar-putar di pikiranku, mengapa kesialan selalu menimpa padaku? Apa kesalahanku hingga Tuhan nampaknya enggan berbaik hati padaku? Untuk apa aku terus bertahan jika terpojokkan melulu di dunia kejam ini? Lebih baik aku menyerah.

Kosong. Setelah amukan hebat yang baru pertama kali muncul dari sisi lain diriku berhenti, pikiranku langsung kosong. Kekalapanku telah membuang banyak energi. Aku terkulai lemah di lantai dengan napas yang terengah. Bersandar pada tepi ranjang, lalu terlelap saat kedua netraku masih memerah sekaligus basah karena aliran air mata kepedihan.

Kurasakan sebuah tangan membelai rambutku dengan lembut. Mampu memberi kedamaian untuk hatiku. Menenangkan jiwa. Aku seperti tak ingin lepas dari sentuhan ini.

"Apa kamu lelah?"

Suara parau kemudian terdengar masuk ke gendang telingaku. Dengan mata yang masih terpejam aku mengangguk menjawab tanya tersebut mengungkapkan apa yang kini tengah kurasa.

"Tapi bukan berarti kamu harus menyerah."

Lagi, suara itu menyahutku.

"Tidak mungkin bisa.." balasku pelan. Tak bertenaga dan mataku belum mau terbuka.

"Kamu tak mengingat tentang mimpi kita dahulu? Bukankah kamu yang akan melanjutkan mimpiku?"

Kata-katanya kembali terlempar padaku sambil posisi tangannya yang belum berubah. Tangan itu malah semakin terasa lembut.

"Aku sudah tersingkir, aku tak sanggup lagi."

"Kamu bukan tersingkir, kamu hanya belum mendapatkan jalanmu!"

Kini suara ketegasan yang aku dengar.

"Teruslah berjuang! Kamu harus tetap bertahan untuk mewujudkan mimpi itu!"

Terus-menerus suara itu seakan memberi dorongan agarku mengurungkan niat negatifku.

Aku tak bisa membalasnya. Aku malah mengekspresikan perasaanku saat ini melalui tangisan yang keluar dari mataku meski masih terpejam. Seperti enggan untuk membukanya.

"Ingatlah bahwaku selalu ada bersamamu. Aku akan selalu menyatu dengan dirimu. Kamu tak sendirian, kamu memilikiku."

Mulutku makin terkunci. Air semakin deras mengalir di wajah. Dan hatiku makin terenyuh atas ucapannya.

"Ingatlah juga pada janji kita, justru akan lebih menyakitkan jika kamu mengingkarinya."

Kalimat terakhir ini, langsung menyadarkanku. Mengembalikan lagi pada ingatanku sejak masa kecil. Pada sebuah janji yang kami ikat saat itu. Antara aku dan pemilik suara ini. Aku tahu siapa yang sekarang berada di dekatku.

Hening. Aku menunggu orang itu bersuara lagi. Tapi cukup lama menunggu, aku tak bisa mendengar apapun. Dan mataku, tiba-tiba dengan mudahnya terbuka. Yang tadinya begitu rapat, sekarang bisa dengan jelas melihat segalanya.

Bangun tergesa. Mengusap air mata lalu melebarkan pandangan ke setiap sudut di ruangan ini. Mencari sosok itu yang sangat ingin kutemui. Namun aku tak menemukannya. Apa yang barusan aku alami? Jika itu hanya bunga tidur, tapi sungguh terasa nyata. Pabila itu nyata, apa kini aku telah berada di tempatnya? Di surga keabadian.

Tidak, kakiku masih menapak di bumi. Peristiwa sekejap barusan membuatku merenung. Memberi setitik cahaya untuk kegelapanku. Aku perlahan mengerti. Bahwa aku tak bisa seenaknya membuang begitu saja mimpi serta tujuan yang aku punya. Yang sudah lama kugantungkan dengan penuh pengorbanan. Aku harus  bisa lebih menguatkan diri. Meyakinkan diri. Menyemangati diri. Aku takkan kalah menghadapi semua rintangan kehidupan.

Terimakasih atas 'tamparan keras' nya, Ayah. Engkau menuntun diri ini ke jalan yang benar lagi. Kegagalan bukan akhir dari hidupku. Bukan alasan untukku melarikan diri. Aku berjanji kembali bahwa aku akan terus bertahan. Demi dirimu yang memang selalu ada di dalam diriku, aku siap bertarung untuk dapat meraih angan ini. Hingga suatu saat nanti jika telah tercapai, maka aku akan menjaga dengan baik dan mempertahankannya dalam genggamanku sampai saatnya aku bisa berjumpa secara langsung denganmu.

-TAMAT-

Fan Fiction: Hilang

Title: Hilang
Author: Harucin
Cast: Ryuto Kazuhara (GENERATIONS from EXILE TRIBE)
Genre: Romance-Sad
Length: One Shot
Inspired by Anime Movie "Kimi to, Nami ni Noretara" + Ryuto's photo blog :D ↓


Hamparan air yang begitu luas ini menjadi saksi dari pertemuan pertama aku dan dirimu. Kau datang dengan cekatan, mendekati sekujur tubuh ini yang saat itu kurasa hampir berada di ambang kematian. Tenggelam tergulung ombak akibat kesembronoanku dalam berselancar. Dengan sok hebatnya aku yang seorang pemula ini nekat mengambil ancang-ancang dengan jarak yang cukup jauh dari daratan tanpa mengenakan pengaman satupun. Dalam pikiranku hanya memuaskan diri. Aku ingin secepatnya bisa menaklukkan sebuah olahraga ekstrim yang menjadi hobi baruku ini. Resiko aku abaikan. Kemungkinan buruk aku acuhkan. Terus melesat mementingkan ego. Dan akhirnya, seperti inilah akibat yang kudapat. Memang, dasar pria yang ceroboh aku ini.

Masih kuingat jelas, di keadaanku yang sudah kalang kabut dan hampir kehabisan napas malah beberapa kali air terhirup oleh hidungku dan masuk ke dalam mulut serta telinga, kau meraih tanganku yang masih berada di atas permukaan air lalu menuntunnya untuk berpegangan pada papan seluncur yang kau bawa. Dengan mengerahkan seluruh tenagamu, sedikit demi sedikit kau membantu mengangkat tubuhku yang sangat jelas berbanding terbalik dengan tubuh mungilmu agar dapat naik ke papan tersebut. Dengan tempo yang pelan namun pasti kau arungi luasnya lautan dan mendampingiku menggiring si orang asing ini hingga ke tepi. Lagi, setelah itu kau coba membantu tubuhku untuk bangkit dan kau bopong menjauh dari pesisir pantai.

Meski aku sudah tak bertenaga lagi, tapi beruntungnya aku masih mendapat kesadaran. Kau memberi langkah-langkah penanganan agar kondisiku bisa kembali pulih. Satu-persatu secara rinci, baik pertolongan lisan dengan terus mengajakku berbicara supaya tak kehilangan kesadaran serta pertolongan fisik saat kau mengecek ke seluruh bagian tubuhku yang dirasa bermasalah, kau berhasil membuat aku membaik dengan cepat! Mendapatkan kondisi tubuhku yang jauh lebih baik dibanding waktu sebelumnya. Sejak itu aku yakin bahwa kau bukanlah orang sembarangan.

Kata "Terimakasih", tentunya yang segera aku tuturkan padamu saat itu. Sosok dewi fortuna yang baru saja kutemukan di dunia nyata. Penyelamatku. Perantara yang bisa memberiku 'kehidupan kedua'.

"Apa kau tak memikirkan nyawamu? Sayangilah hidupmu." balasmu akan ucapanku. Sepertinya kau tahu bahwa aku kini sudah bisa diajak berbicara dengan normal.

Aku langsung menunduk lesu dibumbui penyesalan atas perbuatan fatal yang bisa saja menghilangkan satu-satunya nyawa berhargaku. "Aku terlalu bersemangat hingga tak memikirkan apapun lagi."

Lanjutku yang kemudian mengangkat kepala menatapmu, "Tapi aku beruntung karena telah ditolong olehmu. Entah bagaimana nasibku jika kau tak kebetulan melihatku di tengah sana?"

Kau mengguratkan senyuman tipis. Memberi jawaban yang mengejutkanku. "Itu bukan kebetulan. Sebenarnya aku sudah memperhatikanmu sejak beberapa waktu lalu sebelum kau mengalami kecelakaan ini."

Sungguh, kau mengatakan itu dengan penuh kepercayaan diri. Aku terkesiap. Bola mata membulat dari kedua indera penglihatanku.

Kau meneruskan kalimatmu saat aku masih membeku memandangmu, "Di sini tidak terlalu ramai, dan tingkahmu yang begitu gigih dari percobaan berselancar pertamamu mampu untuk mengundang perhatianku."

Karena itu lah.. kau bisa langsung menemukanku ketika bahaya datang. Ketika aku tak berdaya membutuhkan uluran tangan untuk menyelamatkanku. Dengan terang-terangan kau katakan bahwa aku adalah pria yang menarik bagi dirimu yang ternyata sudah handal dalam melakukan hobi yang baru saja aku tekuni selama dua minggu ini. Kau ceritakan pula betapa dirimu sangat mengagumi sang lautan. Menganggap panorama itu sebagai rumahmu. Gelombang ombak yang datang bergiliran adalah sahabatmu. Membuat dirimu teramat nyaman berada di sekitarnya. Hei nona, kita baru saja berkenalan namun kau seperti tak canggung menceritakan apa yang kau suka sekaligus rasakan padaku. Dan aku pun, sama sekali tak keberatan mendengar semua kisahmu bahkan aku siap untuk menjadi pendengar setiamu kapan saja. Kali ini aku memang mengalami tragedi buruk, namun itu malah kuanggap sebagai anugerah dari Tuhan. Takdir atas kuasa-Nya yang telah digariskan untuk jalan hidupku. Karena berkat insiden ini, aku jadi bisa mengenal dirimu.

Kita sering mengikat janji untuk bertemu di tempat indah ini. Kesibukanku yang tidak menentu tak menjadikan halanganku untuk memenuhi pertemuan kita. Kau ajarkan aku untuk bisa berselancar dengan baik, benar dan aman. Sesekali kau memarahiku jika si pria bertattoo ini nakal tak mau menuruti setiap intruksimu. Haha, maaf ya. Hal lain pun kita lakukan bersama di sini. Yang jelas, semuanya memberi kebahagiaan.

Dari pesisir pantai itu lalu kita menutup hari dengan menuju ke tempat favorit. Sebuah tebing yang jaraknya cukup dekat kemudian duduk bersampingan di sana. Aku yg refleks bersila dan kau yang senang menekuk kaki lalu melingkarkan kedua tanganmu memeluknya. Diikuti kepalamu yang senantiasa bersandar di bahuku, aku ikut menyender menyentuhkan kepala ini dengan milikmu. Bersama-sama merehatkan diri ditemani pemandangan agung dari luasnya laut, suara deburan ombak yang menggetarkan jiwa, embusan angin yang terasa menggelitik menyusuri kulit serta damainya menyaksikan langit cerah. Kita menanti momen sang raja siang terbenam sambil berbagi cerita yang telah dilewati sepanjang hari itu dengan diselimuti tawa bahagia. Salahsatunya, kecintaanmu pada lautan ini menular penuh pada diriku yang kini juga bisa mencintainya.

Waktu terus berjalan, kita semakin dekat. Kita semakin merasakan kenyamanan satu sama lain. Kebersamaan kita melibatkan perasaan yang tak tertahankan. Hingga bukan janji saja yang kita ikat, melainkan hubungan juga. Kita merangkai kisah selama satu tahun lamanya. Asam manis bumbu percintaan bisa kita lalui bersama. Sampai aku yakin jika kau bukan sekedar persinggahan, tapi telah menjadi pemberhentianku. Aku ingin mengarungi masa depan hanya denganmu. Seperti kita yang saat ini bisa bersama-sama mengarungi lautan.

Menikah, menjadi tujuan kita berikutnya setelah kau menerima lamaranku. Betapa sempurnanya hidup yang kumiliki saat itu. Indah sekali. Aku bagai manusia paling beruntung di dunia.

Hanya saat itu.

Sampai satu bulan lagi kita menuju hari bersejarah dalam hidup, kau menghilang. Menyakitkan. Tak diduga kau mengalami peristiwa yang sama denganku saat di pertemuan pertama kita. Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku tak bisa sesigap dirimu seperti waktu itu. Aku tak bisa menolongmu. Ambruk terkulai lemah hanya mampu merintih. Mengungkung diri. Berurai air mata untuk segalanya. Untuk kekhawatiran akan dirimu. Untuk penyesalan diriku yang sungguh tak berguna ini. Untuk kebodohanku yang lalai dalam menjagamu. Untuk tanggungan dosaku yang gagal menjadi penyelamatmu. Tak ada apapun lagi yang kupikirkan selain dirimu. Pasrah dalam ketidaktenangan. Memohon pada Tuhan, mengharap kau dapat kembali dalam keadaan yang sama seperti semula. Tapi percuma, harapanku semu, memudar bahkan seutuhnya lenyap. Saat pencarian untuk dirimu selalu nihil hingga 'mereka-mereka' menghentikannya. Kau sungguh tak kembali.

Aku hanya bisa duduk sendiri di sini. Di mana lagi jika bukan di tempat yang menjadi kesukaan kita. Mengingat semua kenangan antara kau dan aku. Harusnya, hari bersejarah kita telah tiba, sayang. Tepat di tanggal ini kita bisa mewujudkan mimpi masa depan berdua. Menjadikan sebuah perayaan luar biasa yang akan tersimpan selamanya di album kehidupan kita. Namun itu malah berubah menjadi sebuah peringatan. Tak ada pesta pernikahan untuk kita, yang ada justru ingatan kepedihanku karena kehilanganmu. Tak ada kelopak-kelopak dari bunga favoritmu yang juga merupakan salahsatu gambar tattoo yang melekat di lenganku yang ditaburkan oleh para tamu undangan pada kita yang tengah berjalan melewati karpet merah menuju puncak kebahagiaan. Yang ada malah aku yang kini menaburkan kelopak-kelopak itu ke atas lautan ini.

Apa Tuhan mengirimmu padaku hanya untuk menjadi 'guru'?

Apa Tuhan mengirimmu padaku agar aku bisa lebih dan lebih mencintai alam ciptaan-Nya yang megah ini?

Apa Tuhan mengirimmu padaku untuk bisa merasakan cinta sesaat?

Namun satu yang aku tahu kebenarannya, bahwa Tuhan mengirimmu bukan untuk menjadi pendamping hidupku. Bukan untuk menjadi pasangan yang akan menemani perjalanan kehidupanku sampai akhir kelak. Sampai maut memisahkan. Ya, maut memang memisahkan kita, tapi bukan ini jalan yang kumau. Ia seakan tak mengijinkan kita untuk bersatu pada tahap kehidupan yang sesungguhnya.

Kau bilang bahwa laut ini adalah rumahmu, kan? Mungkin juga ragamu memang telah menyatu dengannya. Kau menghilang dari dunia 'daratan' dan lebih memilih untuk tinggal selamanya di dunia air yang membentang ini. Berkumpul bersama keluarga yang kau inginkan. Maka memang ini satu-satunya tempat agarku bisa menjumpaimu. Aku hanya mampu berdoa untuk bahagiamu di sana agar tak berujung meski kebahagiaanku dengan dirimu telah berada pada ujungnya.

Kau tahu, terkadang aku tak bisa mengendalikan kewarasanku. Mungkin jika aku sengaja melakukan kesalahan keduaku maka aku bisa berjumpa denganmu lagi. Melihat wajah ceriamu lagi. Memandang senyum manismu lagi. Berbagi kisah yang tak ada habisnya. Kita bisa bersama-sama lagi. Tapi kalimat pertama darimu untukku selalu menyadarkanku.

"Apa kau tak memikirkan nyawamu? Sayangilah hidupmu."

Maka aku berusaha merelakanmu. Tapi ijinkanlah aku meneriaki namamu dari atas sini untuk melepas kerinduan. Ijinkanlah aku untuk menangis saat mengingatmu agar perasaanku bisa tenang kembali. Sampai kini aku hanya bisa menatap jauh tempatmu. Tapi jika nanti aku telah mampu untuk mengarungi lautan ini lagi, aku percaya kau akan selalu menyertaiku. Kau akan tetap menjadi dewi fortunaku. Kehadiranmu yang tak nampak namun bisa kurasakan karena laut ini adalah dirimu.

-TAMAT-

Tuesday, November 3, 2020

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Star Traveling

Sesungguhnya banyak yang ingin saya tulis di sini yang semuanya berkaitan dengan si grup ini sejak hari Minggu kemarin! Karena bertubi-tubi konten yang telah mereka berikan semuanya menarik perhatiaaann. Dan juga saya pun ada 'rencana' yang niatnya ditulis pada awal-awal bulan ini. Tapi sayang,  karena serangan yang datangnya keroyokan ini akhirnya bikin saya jadi kelabakan sendiri hahaha. Ketika tangan memang hanya ada sepasang dilengkapi dengan sepuluh jari, juga mepetnya waktu luang di saat sekarang, membuat saya harus memilih mana yang akan didahulukan lalu mencicil yang lain atau bahkan mungkin merelakan untuk tidak ditulis. Bukan masalah sih, jika saya sanggupnya hanya seperti ini, maka saya tidak akan memaksakan diri, hihi. Ah, malah jadi curhat nih~

Okee, yang akan menjadi pilihan pertama saya kini yaitu sebuah lagu baru dari GENERATIONS from EXILE TRIBE! Karena saya sudah terbiasa buat menebar lirik romaji dari beberapa lagunya mereka, jadi saya putuskan untuk mengedepankan ini dulu. Lagu yang diberi judul "Star Traveling" ini menjadi salahsatu tracklist di single terbaru GENE dengan nama "Loading...". Single tersebut berisi tiga buah lagu serta dua buah video musik dan mulai dirilis pada tanggal 18 November 2020.
cover single GENERATIONS -"Loading..."
sumber: GENERATIONS Official Twitter