find me on:

Friday, February 11, 2022

Fan Fiction: Tragedi Valentine

Title: Tragedi Valentine
Author: Harucin
Cast: Ryuto Kazuhara "GENERATIONS from EXILE TRIBE"
Genre: Romance-Sad
Lenght: Oneshot Story


Tirai berwarna krem masih terbentang sempurna pada jendela di sebuah ruangan hingga menutupi pencahayaan alami dari sinar matahari yang masuk ke sana. Membuat keadaannya dilingkupi oleh keredupan. Suasana ini seketika mampu menjadikan satu sosok penghuni sejati ruangannya yang tengah terbaring secara sembarang di atas tempat tidur enggan terbangun. Dengan sekujur tubuhnya yang berbalut selimut, ia bagai dimanjakan oleh kedamaian ini. Namun rasa damainya itu akan berakhir karena satu sosok lagi yang baru saja datang ke ruangan tersebut segera mengambil tindakan.

"Banguunnn!!!" sosok berwujud perempuan dengan surai sepanjang bahu berteriak sambil menarik paksa selimut yang tergeletak di tempat tidur itu. Tampak sosok laki-laki yang muncul dari baliknya.

"5 menit lagi..." pengguna selimut itu membalas pelan dengan mata yang terpejam, kembali menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.

"Tidak bisa! Kau harus bangun sekarang juga!" tak menyerah, perempuan itu mengulang apa yang dia lakukan sebelumnya, malah kini lebih giat hingga selimut tersebut tidak dapat terselamatkan dari si pemakai. Kemudian ia bergegas membuka penuh tirai yang langsung mengubah keredupan di ruangan ini menjadi terang benderang. Sayang, reaksi yang ia terima dari laki-laki itu belum memuaskan. Alih-alih bangun, untuk membuka mata saja masih sangat sulit.

"Bangun dong, Kazuhara Ryuto! Ayo bangunn!!" sekarang ia mengguncang-guncang tubuhnya berharap laki-laki yang barusan ia panggil namanya secara lengkap dapat menuruti perkataannya. "Jika kau tidak mau bangun juga, maka aku tidak mau bicara denganmu lagi!" saking geram karena terus diabaikan, perempuan itu akhirnya memberi ancaman.

"Hai', hai'." jawaban terlontar. Laki-laki bernama Ryuto itu sontak membuka kedua matanya diikuti gerakan menggeliat. Sepertinya kalimat yang baru saja melintas di telinganya ampuh untuk membuat dia segera mengumpulkan kesadaran. Terlihat wujud dari perempuan yang telah membangunkannya sedang duduk di tepi kasur sebelah kanan. Menatapnya kesal.

Tetapi kekesalan dari perempuan itu malah menyalurkan energi yang sebaliknya pada Ryuto. Dalam posisinya yang masih terlentang, Ryuto beralih menghadap ke arahnya. la tersenyum seraya bibirnya bergerak mengucapkan sebaris kalimat, "Happy Valentine, Rei." ucapan untuk hari ini yang bertepatan dengan hari kasih sayang ia sampaikan pada perempuan itu.

"Happy Valentine, Ryuto-kun." pergantian ekspresi kesal yang berubah mengikuti senyuman Ryuto mengiringi balasan yang sama yang terucap dari Rei, perempuan tersebut.

"Suki dayo." kemudian Ryuto melanjutkan kalimatnya. Senyumannya masih bertahan disertai tatapan penuh kesungguhan.

"Gomennasai." pancaran senyumnya masih sama namun balasan secepat kilat yang dilemparkan Rei pada lawan bicaranya ini tidak sama lagi seperti sebelumnya.

Tawa terpancar dari wajah Ryuto sebagai reaksi atas jawaban Rei beberapa detik lalu. Matanya terus memandangi perempuan itu yang sekarang telah beranjak menjauh dari hadapannya. Tak terhitung berapa kali ia sudah mengutarakan kata cinta ini padanya, dan jawaban yang sama pun selalu diterima dari orang yang telah menjadi penghuni di sebelah rumah sekaligus sahabatnya sejak masa SMP sampai lulus kuliah ini. Namun Ryuto tidak pernah merasa patah hati akibat jawaban tersebut. Ia takkan pernah menghentikannya meski keseriusan yang dimiliki selama ini malah dianggap gurauan saja oleh perempuan itu.

"Suki dayo" to tsugeta ichibyou go ni "Gomennasai" to iwa re
Mou kore wa toritsuku shima mo nai torajiidii warau shika nai ya~~~
Satu detik setelah aku berkata, "Aku menyukaimu,”
Kau memberitahu, "Maafkan aku.”
Aku tidak punya pilihan selain menertawakan 'tragedi' yang menimpa ini

Rei kembali dengan sebuah handuk yang baru saja ia ambil dari balik pintu kamar ini. Lalu tanpa segan ia lemparkan pada Ryuto yang masih bersantai di atas kasurnya. "Cepat mandi, Ryuto-kun! Ini sudah jam 10!" Rei berkacak pinggang seperti atasan yang memerintah bawahannya saja.

Ryuto akhirnya bangkit. Tapi ia belum berniat untuk cepat-cepat menuju kamar mandi. Handuk yang ada bersamanya malah ia main-mainkan dahulu. Dijadikanlah handuk itu jubah bagai pahlawan super lalu ia berdiri di atas kasur dengan pose bersiap untuk terbang.

Kedua kalinya Rei merasa geram pada tingkah sahabatnya ini. la segera menghentikan kebiasaan Ryuto yang suka berperilaku konyol dengan volume suara tinggi, "Stoopppp!!" lanjutnya. "Ayolah, Ryuto-kun! Aku sedang tidak mau bercanda!!" daripada menampakkan kemarahan, kini Rei malah merengek. Bahkan ia memohon.

Melihat Rei yang seperti itu, Ryuto khawatir jika perempuan yang dicintainya ini akan menangis akibat dari kenakalannya. Maka ia langsung turun dan benar-benar akan menuruti perintah darinya. "Baiklah, aku akan mandi sekarang." ia segera pergi ke arah lemari untuk mengambil pakaian.

"Bagus!" Rei kembali tersenyum. "Kita harus latihan sekali lagi agar penampilan spesial nanti malam berjalan dengan sangat baik!"

"Haha, kau sangat bersemangat!" tanggap Ryuto yang masih memilih pakaian.

"Tentu saja! Selama satu tahun menjadi penyanyi di cafe itu, baru sekarang kita akan tampil selama satu jam. Apalagi itu atas permintaan dari managernya sendiri."

"Kita pasti bisa melakukannya." Ryuto meyakinkan bahwa mereka akan mampu memberikan yang terbaik.

"Makanya kita harus latihan lagi supaya tidak membuat kesalahan dan mengecewakan penonton!" tekad Rei.

Kedua insan ini diberikan kelebihan oleh Tuhan pada pita suaranya. Sejak sekolah, mereka selalu berduet di acara Festival yang diadakan di tempat menuntut ilmu tersebut. Dan kemenangan di ajang-ajang kompetisi setingkatnya sering juga diraih. Hingga saat masa perkuliahan dimulai, mereka ingin menjadikan bakat ini sebagai sumber pemasukan. Lumayan kan? Jika digabungkan dengan uang jajan dari orangtua, maka isi dompet akan semakin tebal dan bisa mereka pakai untuk memenuhi keinginan. Berada di jurusan dan kelas yang sama membuat Ryuto dan Rei seringkali memiliki banyak waktu berdua. Mau itu untuk bermain atau melakukan hobi mereka ini. Coba-coba menawarkan diri untuk menjadi penyanyi di cafe-cafe atau pun acara-acara. Hingga tiga tahun berlalu dari sejak mereka menjadi freelance, akhirnya mereka mendapat pekerjaan tetap di sebuah cafe modern dan masih bertahan sampai satu tahun setelahnya.

"Aku tidak mau kehilangan pekerjaan ini!" Rei tampak khawatir. Karena ia merasa beruntung di saat teman-teman yang lain masih belum memiliki pekerjaan, tapi dia telah mendapatkan 'jalan' baginya meski masih sementara. Sambil menunggu wisuda dan bisa bekerja sesuai gelar yang dimilikinya, ia akan tetap bernyanyi seperti ini. 

Ryuto terus menyimak perkataan Rei yang nyatanya belum selesai. Perempuan ini lanjut mengoceh. "...seperti aku yang sudah kehilangan cincinku dua hari lalu!" ia mengangkat telapak tangan kanannya, memamerkan jari-jari dan tatapannya tertuju pada jari manis yang seharusnya tersemat cincin namun kini benda tersebut tidak ada di tempatnya.

Ryuto berbalik dengan memegang pakaian gantinya. Ikut menatap jari-jari itu dari jarak 2 meter di belakang Rei. "Masih belum ketemu?" tanyanya. Rei menggeleng sambil membalikkan tubuh. Mereka kini berhadapan.

"Relakan saja, kau pasti akan mendapat cincin yang lebih bagus!" hibur Ryuto.

"Hmmm maksudmu aku harus membelinya lagi?"

"Tidak. Tapi akan ada orang yang memberikannya padamu."

"Eh? Memberikan?"

"Benar.. mungkin di malam istimewa ini."

"Malam istimewa ini.. ah! Mungkinkah ada yang akan melamarku?" tebak Rei tanpa pikiran matang.

Ryuto tersenyum misterius, "Mungkin saja."

Rei pun perlahan tersungging dengan pikirannya pada bayangan indah akan tebakannya tadi.

"Apa itu teman kampusku ya?" Rei masih menerka. 

"Hmmm.." hanya gumaman yang menjadi respon dari Ryuto.

"Atau.. bagaimana jika yang melamarku itu adalah manager cafe tempat kita bernyanyi?!" sekarang ucapan Rei tambah ngaco.

"Apa? Kenapa kau menebak dia orangnya?" Ryuto agak sewot.

"Dia kan baik padaku. Ramah, sering mengajakku bicara. Terus kita sering diberi bonus juga olehnya." jelas Rei yang mendeskripsikan sosok yang menjadi bahan obrolannya.

"Terlalu umum. Semua pria bisa seperti itu." batin Ryuto.

"Memangnya kau yakin jika dia masih single?" Ryuto bak mencibir.

Kini Rei diam. Tersirat wajah muram, "Aku tidak tahu.. ahh! aku tidak pernah memikirkan ini.." ucapnya melambat. Sementara Ryuto menyembur tawa melihat ekspresi Rei hingga terdengar keras seakan mengejek.

"Diam kau!" Rei membentak. Ia bete. Lalu Ryuto bergegas menuju kamar mandi meninggalkan perempuan ini sendirian di kamarnya sebelum ia mendapat amukan lebih parah.

Di dalam kamar mandi, Pikiran Ryuto melayang mengingat apa yang dia lakukan kemarin. Handuk dan pakaiannya telah ia gantung, namun dirinya malah mematung belum melakukan pergerakan selanjutnya.

"Cincinmu tidak hilang, tapi aku yang telah mengambilnya.."

*kemarin sore*

Langkah kaki Ryuto menuntunnya masuk ke sebuah toko perhiasan. Pandangan matanya bagai dimanjakan oleh kilauan indah dari beragam jenis benda mahal itu sampai ia berhenti di depan tujuannya. Pegawai yang berada di sana mulai melakukan tugas yang semestinya.

"Selamat sore, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan sopan.

"Ya. Aku ingin membeli cincin." balas Ryuto ramah. Moodnya dalam keadaan yang sangat baik dari sejak ia tiba di tempat ini.

Pegawai itu pun mempersilakan Ryuto untuk melihat-lihat dahulu semua koleksi cincin wanita yang tersedia. Kemudian coba memberi rekomendasi saat komunikasi dua arah mulai terjalin. Sekitar 15 menit berlalu, Ryuto telah menemukan pilihannya. Cincin emas dengan desain bernuansa mewah yang dihiasi dengan 3 batu permata berbentuk hati akan ia persembahkan untuk satu-satunya wanita yang telah bertahun-tahun singgah di hatinya.

"Baik Tuan, bagaimana dengan ukurannya?" kemudian pegawai itu menanyakan Iuas lingkar jari pemakainya.

Ryuto merogoh saku celananya. Mendapat sebuah cincin dari hasil pencarian tangan itu. Lalu ia berikan pada pria di hadapan. "Tolong samakan dengan cincin ini." pintanya. Segera pegawai itu memeriksa model cincin pilihan Ryuto yang memiliki ukuran sama seperti cincin yang baru saja ia terima. Dapat! Salah satunya berukuran sesuai dengan ingin dari pembelinya tersebut. Maka ia tidak usah susah-susah mengubah ukurannya lagi. Dan Ryuto tidak perlu menunggu lebih lama di sana.

Setelah pembayaran selesai, cincin yang baru dibeli Ryuto telah tersimpan rapi di dalam kotaknya. la masukkan ke dalam saku celana. Sementara cincin yang sebelumnya ada di saku itu masih dalam genggamnya. la memandangi si bulat itu,

"Maafkan aku, Rei. Kemarin telah diam-diam mengambil cincin milikmu yang kau lepaskan saat akan masuk ke toilet. Biar aku saja yang sekarang menyimpannya. Dan aku akan memberimu yang baru tepat di hari valentine besok." batin Ryuto sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

*kilas balik selesai*

Wajah Ryuto mendadak tersipu setelah ia mengingat perilakunya kemarin. la senyam-senyum sendiri membayangkan adegan yang akan terjadi nanti malam sesuai khayalannya. Saat ini Rei berdebar karena sebab penampilan mereka. Sedangkan Ryuto berdebar karena hal yang akan ia lakukan di penghujung penampilan mereka nanti. la memiliki keyakinan bahwa wanita itu akan menyadari perasaannya selama ini. Benar-benar menyadari. Bukan hanya menganggap candaan belaka. Dan mereka akan resmi mengikat sebuah hubungan yang serius.

Nani banme no koi ga kazoete nante inai keredomo kimi koso
Unmei no hito da to omoi konda yo jibungatte ni
Aku tidak bisa menghitung berapa banyak cinta, tapi kaulah satu-satunya
Kupikir aku adalah orang yang ditakdirkan untukmu

***
Malam di hari Valentine selalu menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh para pasangan. Namun yang bukan sebagai pasangan pun tidak menutup kemungkinan untuk ikut merasakan kebahagiaan dari malam tersebut. Seperti halnya dua penyanyi ini, Ryuto dan Rei yang akan segera melakukan sesuatu yang luar biasa. Mereka bukan pasangan yang sebenarnya, namun mereka adalah pasangan ketika telah berada di atas panggung untuk melantunkan melodi-melodi indah.

Mobil yang dikendarai Ryuto dan Rei telah sampai di tujuan. Sebuah cafe tempat mereka menjalankan pekerjaan paruh waktu sebagai penyanyi yang akan menghibur para pengunjung. Penampilan visual keduanya telah sempurna! Dalam balutan gaun casual namun terlihat serasi yang dikenakan oleh Rei serta riasan wajah natural namun menawan. Dan Ryuto, yang memakai setelan kemeja biru dongker dan celana jeans juga kacamata gaya yang selalu jadi andalannya.

"Apa kau sudah siap? Aku sangat siap!!" sebelum keluar, Rei bertanya sedikit pada Ryuto karena dirinya telah bersemangat dari sejak keberangkatan mereka.

"Aku juga!" balas Ryuto menoleh ke sebelah kiri di mana Rei duduk.

"Oke, let's go!" perempuan itu turun duluan dengan senyum mengembang. Sementara Ryuto belum beranjak.

"Kau hanya siap untuk penampilan luar biasa kita saja. Tapi aku memiliki kesiapan yang double untuk malam ini!" dari balik kaca, Ryuto terus memandang Rei yang kian berlalu hingga tak bisa ia lihat lagi. Hatinya berdegup kala pandangan itu beralih pada sebuah cincin yang baru saja ia ambil dari saku kemejanya.

Tibalah Ryuto dan Rei melakukan pekerjaan mereka setelah beberapa saat lalu sedikit berkoordinasi dengan manager dan tim yang mengurus keperluan panggung. Semangat pun diberikan oleh sang manager itu agar dua penyanyi ini dapat mempersembahkan penampilan terbaiknya. Dorongan ini mampu membuat Rei yang sudah sangat siap menjadi lebih siap lagi. Mana sekarang pikirannya tiba-tiba tertuju pada perkataan Ryuto tadi siang tentang pemberian cincin malam ini. Meski akal sehatnya telah menyadari jika kemungkinan besar hanya angan saja, tapi secuil bisikan kenarsisan menjadikan Rei memiliki sekelebat bayangan untuk menjadikan ini nyata. la tak bisa menyembunyikan senyum.

"Ada apa? Kita belum tampil dan menerima respon dari para penonton, tapi kau sudah terlihat senang." Ryuto terheran.

"Malam ini indah!" balas Rei singkat. Tanpa mengulur waktu lagi, ia segera mengait lengan Ryuto dan mereka bersama-sama naik ke panggung.

Sambutan meriah datang dari para pengunjung cafe yang juga ingin menyaksikan penampilan dari 2R. Tidak sulit mencari nama untuk duo ini, dari inisial yang sama maka tercetuslah nama tersebut. Suasana di dalam sini telah didekorasi sesuai dengan perayaan hari ini. Banyak cinta yang menghiasi tempatnya. Ditambah pencahayaan lampu yang sedikit dibuat remang, semakin menambah keromantisan dari hari kasih sayang ini. Semakin menambah kesyahduan dari lagu-lagu cinta yang akan dibawakan oleh 2R selama satu jam ke depan dengan iringan musik akustik dari gitar yang dipetik oleh Ryuto.

Perpaduan keindahan suara Ryuto dan Rei mampu menyihir para pengunjung untuk tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya. Untuk selalu mendengarkannya lagi dan lagi. Ditambah dengan komunikasi yang dibangun oleh 2R pada para pengunjung yang mengajak mereka untuk bernyanyi bersama menyanyikan lagu-lagu cinta hits, telah berhasil menciptakan suasana yang hangat. Malah pengunjung baru terus berdatangan hingga membuat cafe ini ramai bahkan penuh. Sang manager sampai tertarik untuk turun tangan menyapa para tamu yang akan mendatangkan keuntungan juga bagi tempat yang ia kelola ini. Sambil perhatiannya pun tertuju berkali-kali ke atas panggung. Senyuman lebar terlukis dari wajah tampan nan berwibawa itu.

"Menakjubkan sekali! Aku sangat menyukainya. Tidak salah jika aku tetap mempertahankan penyanyi ini di sini." batinnya.

Satu-persatu lagu telah selesai dibawakan oleh 2R. Kemistri mereka dalam menyanyikan lagu-lagu ini sangat terasa. Tatapan mata yang ikut berbicara untuk mengungkapkan makna lagu. Sentuhan tangan yang lembut untuk mengekspresikan perasaan dari setiap lirik agar makin tersampaikan pada pendengar. Mereka bak pasangan serasi di antara para pasangan yang hadir di tempat ini.

Lagu terakhir telah berakhir. Penampilan mereka mendapat tepuk tangan yang sangat meriah. Para pengunjung terpuaskan. Bagi Rei, inilah penghujungnya. Namun bagi Ryuto ini belum selesai. la akan menjalankan niat terpendamnya sesegera mungkin. Mana orang-orang masih memadati tempat ini, nyalinya semakin tertantang, perasaan itu semakin menggebu dengan banyaknya saksi untuk malam yang akan meninggalkan jejak berarti bagi kehidupannya.

Lampu panggung yang menerangi, sontak mati. Membuat keberadaan Ryuto dan Rei tampak kabur dari mata penonton. Keterkejutan datang dari si perempuan yang langsung bertanya pada laki-laki di sebelahnya, "Eh kenapa lampunya mati, Ryuto-kun?"

Tanpa ada jawaban, lampu tersebut nyala kembali. Rei akan bangkit untuk memberi penghormatan terakhir pada penonton. Tapi ia mengurungkan maksud tersebut setelah kepalanya menoleh dan melihat orang yang ada di sampingnya ternyata bukan orang yang sama yang telah bernyanyi dengannya tadi.

Mulutnya sulit berkata. la tak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Dimana orang itu? Orang yang sudah 10 tahun berada di sisinya sebagai sahabat.

Orang yang dicari oleh Rei kini berada di bawah samping panggung. Hanya sekejap, ia berpindah posisi ketika lampu itu mati. Ini bukanlah keinginannya, bukan juga bagian dari rencananya. Namun ada bisikan pelan dari arah belakang yang memohon dirinya untuk meninggalkan posisinya, dan ia langsung mengikuti saja permintaan tersebut tanpa ia tahu tujuannya. Ryuto kini memandang Rei yang masih berada di atas sana. Tengah berdampingan dengan orang yang dia kenali pula. Orang itu lalu berdiri, seolah meminta Rei untuk ikut berdiri juga.

"Maaf, kau pasti terkejut dengan keadaan ini." ucapnya pada Rei yang kini berhadapan dengannya. Suara maskulin dari mikrofon terdengar jelas ke seluruh penjuru tempat ini yang seketika menjadi hening.

Masih dengan raut kebingungan, Rei membalas, "Ya. Tapi apa ini?" ia sungguh tidak memahaminya.

"Happy Valentine." pemilik suara dengan tubuh tinggi itu lalu mengeluarkan setangkai bunga mawar dari balik jas yang rutin ia kenakan setiap hari di tempat ini. Keheningan yang terasa berubah menjadi sorakan akibat melihat sang manager dari cafe ini memberikan bunga pada salahsatu "karyawannya".

Rei dibuat salah tingkah karenanya. la terus menutup mulutnya dengan kedua tangan saking tak percaya dengan apa yang baru dialaminya.

Masih, Ryuto masih terpaku pada pemandangan ini. Terbesit sebuah pemikiran tentang tujuan dari orang itu melakukan hal ini. Jika hanya mengucapkan kalimat 'itu' saja, tak perlu harus seperti sekarang. Terlalu mencolok dan berlebihan. Ataukah... Jangan-jangan?!!

Semua pasang mata menyaksikan dua orang manusia yang tengah menjadi pusat perhatian di atas panggung sana. Setelah bunga itu berpindah tangan, nyatanya ada lagi sesuatu yang dikeluarkan oleh pria itu dari tempat yang sama. Dan yang terjadi kemudian, merupakan bukti nyata dari apa yang sudah dibayangkan oleh Ryuto saat ia berada di mobil menerawang cincin yang kini masih tersimpan rapi di saku kemeja.

Telah terjadi pernyataan cinta dan lamaran pernikahan di malam ini dengan hasil yang membahagiakan!

Hanya saja...

Bukan Ryuto yang mengambil peran sebagai sang calon mempelai pria bagi wanita cantik itu. Bukan dia yang memberi dan memakaikan cincin ke jari manisnya. Apa yang Ryuto katakan pada wanita itu siang tadi telah menjadi kenyataan. Namun tidak seperti ini jalan cerita yang ia mau.

Kinou eranda yubiwa ga
boku no poketto no naka
Deban wo zutto matte iru kedo
Kimi no kirei na yubi ni wa sudeni kirakira
Hikari kagayaku yubiwa ga atta
Cincin yang kubeli kemarin
ada di sakuku
la telah menunggu gilirannya
Tapi jari-jari indahmu tampak berkilauan
Karena telah tersemat cincin yang bersinar di sana

Suasana semakin ramai dan orang-orang membisingi tempat ini ketika mereka dapat menjadi saksi dari peristiwa manis nan romantis di malam Hari Valentine.

Mengapa ada petir menyambar jiwa Ryuto di cuaca yang cerah ini? Mengapa ada ledakan yang memborbardir hatinya di hari penuh kedamaian ini? Riuh suara dari orang-orang yang tak ada hentinya bagai menjadi hujan lontaran ejekan untuk nasib cinta Ryuto yang tidak bisa terwujud, bahkan takkan pernah tersampaikan pada pilihan hatinya.

Ryuto mundur perlahan. Meninggalkan keramaian tempat ini yang masih membuatnya syok.

"Aku ucapkan selamat untuk kalian. Mulai sekarang anda yang lebih berhak untuk mengantarnya pulang. Tolong jaga sahabatku ini dengan sebaik-baiknya, Katayose-san."

Sebuah pesan Ryuto kirimkan pada calon pendamping hidup dari wanita yang dicintainya sebelum ia benar-benar menghilang.

***
Berkendara sendirian, saat ini tidak mungkin baginya untuk pulang. la sungguh tidak ingin melihat Rei bersama dengan 'pemenang' itu untuk kedua kalinya di hari ini. Ia tidak sanggup jika hatinya yang telah pecah berkeping-keping semakin didera kehancuran.

Kemudi itu membawanya ke suatu tempat yang selalu jadi tempat suka dan dukanya. Suara deburan ombak terdengar makin kencang mengiringi langkahnya yang perlahan mendekat ke sumber itu. Kegelapan yang mengitari tempat ini, seakan menjadi perwujudan dari keadaan jiwanya. Pandangannya lurus namun tak terpusat. Di pikirannya, terus terbayang-bayang paras sang mantan pujaan meski dia berusaha untuk menghilangkannya. Teringat kembali saat-saat indah yang terakhir kali ia dan Rei lakukan beberapa jam lalu. Dan ia tersenyum.

Omowaseburi ni kawasu me to me mo sarigenaku fureru te mo
Mata saling memandang untuk pertama kali dan tangan yang menyentuh dengan santai

Tapi saat memori setelahnya melintas tanpa diminta, pecahan tajam dari hati yang menancap batinnya terasa menusuk lebih dalam. Rasa sakit itu tersalurkan melalui air matanya yang tak dapat ditahan lagi. Mengalir bebas di pipinya setelah kacamata yang bertengger itu ia lepas dan menabrak bebas hamparan pasir di sekeliling.

Ia memandang sendu cincin yang sejak tadi berada di sakunya. Tapi ketika cincin itu telah keluar dari sarangnya, justru ia malah kehilangan arah tujuan. Untuk siapa benda berkilau itu sekarang? Orang yang Ryuto inginkan untuk memakainya sudah tak patut ia impikan lagi. Ia telah kalah tanpa berlomba.

Bodoh. Hanya itu cacian yang ia lontar untuk diri sendiri. Menimbulkan tawa disela air matanya belum mengering. Menganggap lucu pada jalan asmaranya. Pria malang ini terus saja menertawakan khayalan kisah romansa malam valentine miliknya yang berubah menjadi tragedi.

Ichi Ichi sa uka rete yorokonda torajiidii warau shika nai ya~~~
Aku tidak punya pilihan selain menertawakan tragedi yang senang datang padaku satu-persatu

"AARRGGHHH!!!" Ryuto berteriak sampai batas maksimalnya. Seraya cincin itu yang kini telah lenyap terbawa arus ombak. Kakinya tak mampu lagi berdiri. Tubuh itu kini membungkuk dengan kepala tertunduk. Kedua tangannya mengepal kuat dalam jiwa yang dirundung kelemahan. Jika ini adalah adegan dalam sebuah film, maka penonton akan sangat terhanyut pada emosi yang dibangun begitu totalitas oleh sang aktor. Tapi apadaya, ini adalah peristiwa nyata yang tak bisa disamakan dengan adegan fiktif dalam sebuah cerita.

Ikiba nakushita yubiwa wo umi ni nageru nante
Eiga mitaina koto wa shinai kedo
Kimi wo omoi sugiteita mune ga itainda
Warai banashi ni sae dekinai na
Melemparkan cincin ke laut karena ku kehilangan tempat untuk pergi
Tapi yang kulakukan ini bukan hal seperti di film
Dadaku sakit karena aku terlalu memikirkanmu
Aku bahkan tidak bisa membuat cerita lucu

Malam ini memang meninggalkan jejak bagi kehidupan Ryuto. Tapi bukan jejak untuk kebahagiaannya..


-TAMAT-

Saturday, January 15, 2022

Ryuto-kun...

Tidak tahu akan memberi postingan ini dengan judul apa, namun karena yang akan menjadi pembahasannya adalah pemilik nama tersebut, maka saya tuliskan saja namanya sebagai judul dari postingan ini.

Lagi, kabar tidak mengenakkan datang dari Ryuto Kazuhara, salah satu member grup musik GENERATIONS from EXILE TRIBE. Tentang hal yang pernah dialami dirinya satu tahun lebih silam. Dan sekarang, 15 Januari 2022 hal itu kembali terjadi padanya. Untuk kedua kali, Ryuto terkena infeksi virus corona. Dan jenis terbaru lah yang kini menjangkiti tubuh vokalis tersebut. Kabar ini langsung diumumkan oleh Ryuto melalui mobile blog EXILE TRIBE pribadinya sore hari tadi, atau sekitar pukul 7 malam waktu Jepang.

**
15 Januari 2022

Laporan

Untuk semua orang yang mendukungku setiap hari.

Seperti yang diumumkan oleh LDH JAPAN, telah ditemukan infeksi virus corona baru pada tubuhku.

Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada semua orang.

Karena infeksi tersebut, penampilanku di siaran langsung "GENERATIONS HIGH SCHOOL TV (GeneKou)" yang dijadwalkan tayang hari ini telah ditunda.

Aku sangat menantikan perayaan tahun baru di liburan ini bersama semua anggota secara langsung, tetapi aku minta maaf karena itu tidak bisa menjadi kenyataan.

Tapi lebih dari itu, aku benar-benar meminta maaf kepada semua DREAMERS yang sudah menantikan siaran hari ini.

Ini adalah infeksi keduaku, tapi kondisi fisikku mulai pulih. Aku akan terus mengikuti instruksi dari para ahli kesehatan dan bertujuan untuk pemulihan awal sesegera mungkin.

**

Meski ini sudah pernah terjadi, namun tetap saja mengejutkan. Ini bukanlah hal yang diharapkan oleh siapapun. Tidak ada yang akan mau mendapat kabar buruk tersebut.

Rasanya seperti dejavu.. saat infeksi pertama, itu terjadi di hari Sabtu (22 Agustus 2020). Lalu keesokan harinya GENE akan melakukan siaran langsung di program Genekou. Dan sekarang, itu pun kembali terjadi di hari Sabtu, beberapa jam sebelum Genekou akan tayang secara langsung.

Kemudian.. mengingat kembali pada bulan Januari tahun lalu.. Ryuto mengawalinya dengan menjalani operasi polip dan ia berjuang dengan keras untuk melewati masa-masa sulit itu. Januari tahun ini, ia pun harus mengalami masa sulit lagi dan berjuang agar 'monster' itu segera hilang dari tubuhnya.

Belakangan ini memang Ryuto-kun banyak melakukan kegiatan yang berkontak dengan cukup banyak orang. Ia hadir di berbagai program televisi yang bertempat di luar ruangan. Pun pergi berlibur ke tempat yang terbuka. Mungkin saja, diantara itulah penyebabnya.

Tapi ingat selalu, hey Ryuto-kun! Kamu tidak sendirian dalam melewati kesulitan itu! Doa untuk kepulihanmu terus mengalir dari para penggemarmu! Sahabat-sahabatmu! Keluargamu! Begitu banyaknya orang yang menyayangimu. Dukungan penuh akan selalu kami beri untukmu. 

Bukankah kamu juga adalah orang yang lebih lebih lebih kuat dari perkiraan siapapun? Kamu adalah orang yang bersemangat melebihi dugaan siapapun? Sama seperti ambisi yang kamu punya di setiap harinya. Ambisimu pun untuk bisa mendapat kembali kesehatan sempurnamu akan mampu menghancurkan virus tersebut. Seperti yang sudah kukatakan juga sebelumnya, keyakinan dari kami yang disatukan dengan keyakinan dari dirimu sendiri berharap akan memberimu kekuatan sepenuhnya untuk menjadi sehat kembali. Maka dari itu, mari kita bekerjasama dan terus optimis! Ryuto yang pantang menyerah, itulah dirimu yang kami kenal selama ini!

Kami menantikan Ryuto yang berkali-kali lipat lebih energik dari sekarang untuk bisa menghiasi dunia GENERATIONS lagi. Warna yang dimiliki olehmu akan semakin terpancar. Memberi keindahan bagi semua orang!

Mungkin apa yang aku tulis untukmu ini, berlebihan. Tapi aku tak peduli. Karena aku tidak dapat menahan diri, aku akan luapkan apapun yang aku rasa. Aku akan bebaskan apapun kata hatiku. Agar perasaan ini lega. Agar perasaan ini tersalurkan.

Aishiteruze, Ryuto-kun ❤️

Saturday, January 8, 2022

Antara Tahun 2022, Aku dan GENERATIONS

Selamat Tahun Baru 2022! Semoga di tahun ber-shio macan ini kita semua dapat menjadi manusia yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sehubungan dengan judul dari postingan ini, maka isi dari postingannya pun akan langsung menuju pada hal tersebut. Antara 2022, Aku dan GENERATIONS. Sebelumnya, di penghujung tahun 2021 telah ditutup dengan luar biasa oleh GENE yang dapat tampil kembali untuk yang ketiga kalinya di program musik tahunan bergengsi "Kouhaku Utagassen". Penampilan menawan dari 7 orang yang membawakan lagu Make Me Better dengan set panggung yang dihiasi oleh keindahan bunga-bunga. Perpaduan suara yang merdu, gerakan tarian yang lincah, kostum serasi yang sangat cocok dengan lagu cinta ini dengan didukung manisnya pemandangan warna-warni. Sempurna!!

GENERATIONS KOUHAKU 2021-2022
sumber foto: GENERATIONS Official Twitter

GENERATIONS KOUHAKU 2021-2022
sumber foto: GENERATIONS Official Twitter


Kini, 2022 telah tiba. Tahun di mana GENE akan segera menginjak usia 10 tahun. Angka yang selalu diibaratkan sebagai patokan kesuksesan dalam sebuah hal. Tidak mudah tentunya bagi GENE agar bisa sampai di tahun ke-10 ini. Banyak tantangan, kesulitan, pengorbanan yang dilakukan hingga kesuksesan dapat diraih seperti sekarang. Dan kesuksesan itu, pastinya tidak hanya akan dirasakan oleh GENE sendiri. Berbagi dengan penggemar adalah yang paling tepat! Dalam merayakan si usia emas ini, akan banyak hal fantastis menanti di depan sana. Meski belum diketahui bahwa itu akan seperti apa? Bagaimana caranya? Tapi yang jelas, penggemar alias DREAMERS harus mempersiapkan diri! Dan inilah, poin utama dari apa yang akan saya sampaikan kali ini.

Di tahun 2022, Aku bersiap untuk GENERATIONS. Sudah terbayang bahwa GENE akan 'meledakkan bom' secara bertubi-tubi. Mengingat pada para seniornya yang melakukan hal serupa di saat mereka mencapai angka tersebut. Dari sebelum hingga tiba saatnya puncak perayaan hari bahagia nanti. Dan mungkin juga sampai berakhirnya tahun ini. Aku harus mempersiapkan diri! Yang paling utama, adalah kesehatan raga. Tentu saja kita akan dengan mudah beraktivitas jika tubuh ini dalam keadaan prima, kan? Jadi aku dapat 'bertemu' dalam kedamaian dengan GENE ketika 'saat-saat itu' tiba. Lalu, keadaan mental pun harus stabil! GENE pasti akan membuat perasaan hatiku meleleh luluh lantak, membuat pikiranku berputar-putar tak karuan, membuat napasku jadi sesak akibat dari 'bom' yang 'diledakkan' tersebut. Makanya, aku harus bersiap dari sekarang! Dan terakhir, aku juga harus mempersiapkan... UANG!! Ini merupakan sesuatu yang sangat penting juga dan tidak bisa diabaikan, AHAHA. GENE pasti akan 'meninggalkan jejak(jejak)' untuk perayaan ke-10 tahun ini. 'Jejak' yang akan membuat isi dompet penggemar terkuras! HAHAHAHA. Ini memang bukan hal yang wajib dilakukan oleh penggemar. Bukan jalan satu-satunya untuk bisa mendukung idola. Namun bagiku, aku telah bertekad untuk bisa 'menapaki jejak' tersebut minimal satu! Entah 'jejak' dari sisi yang mana, aku akan berusaha keras semampuku. Maka dimulai dari bulan pertama ini, aku harus membuat tabungan khusus untuk 10 tahun GENE! Karena aku tidak bisa melakukannya secara dadakan. Kebutuhan harus tetap terpenuhi dan keinginan akan ikut menyusul. Jadi, semangatlah Cindy! Semangat menjaga kesehatan, semangat stabilkan mental, dan semangat bekerja untuk mengisi 'celengan'!!

GANBARIMASU!!!

Sunday, December 26, 2021

GENERATIONS from EXILE TRIBE -to U

Adakah grup musik yang meluncurkan lagu dengan lantunan suara yang bukan dari vokalis aslinya? Hal ini sangat jarang terjadi dan menimbulkan kesan unik tersendiri di dalamnya. GENERATIONS from EXILE TRIBE, itulah nama grup musik yang menjadi bagian dari keunikan tersebut. Untuk yang pertama kalinya GENE melakukan langkah ini. Lagu berjudul "to U" yang merupakan b-side dari single ke-26 yang rilis pada 6 Oktober lalu, tidak menyertakan kedua vokalis untuk mengisi suara bagi lagunya. Justru, para performersnya lah yang ditunjuk untuk menyanyikan rangkaian lirik pada lagu tersebut. Alan, Reo dan Mandy, tiga dari lima performers GENE ini telah menunjukkan "sisi lain" mereka lewat lagu to U yang akan memberi kesegaran baru untuk telinga yang mendengarkannya, terutama bagi seluruh "DREAMERS" di dunia! Kita bisa mendengar suara Alan bernyanyi dan Reo serta Mandy yang berperan sebagai duo rapper.

Selain berkontribusi berupa suara, tiga member ini pun ikut menulis lirik untuk lagunya juga loh! Dan tak tanggung, Alan pula lah yang mengaransemen musiknya bersama dengan dua rekan dia. Musik dengan beat yang santai dan asyik mengalun mengiringi setiap lirik dari lagu cinta ini. Lagu yang menitikberatkan pada ungkapan rasa terimakasih untuk sang kekasih. "to U", lagu ini memang untukmu :)

Jacket Photo single ke-26 GENERATIONS "Unchained World"
sumber foto: GENERATIONS Official Twitter

GENERATIONS from EXILE TRIBE -
to U (Untukmu)

Lirik: Alan Shirahama, Reo Sano, Mandy Sekiguchi, ELIONE
Musik: Alan Shirahama, ELIONE, SLAY (HIROKI)

Reff: (Alan)
Omotteru yo "arigatou"
Ienai mama ja iyadarou
Arifureta kotoba dakedo
Doushitemo tsutaetaikara
"Uta ni shite mita yo"
Aku sedang memikirkanmu "Terimakasih"
Kau tidak menyukainya ketika kau tak bisa memberitahu padaku
Ini adalah kata yang umum
Tapi aku benar-benar ingin memberitahumu
"Aku mencoba membuat lagu"

(Alan)
To you, mimamotte kurete arigatou
To you, yoko ni ite kurete arigatou
To you, All i need is your love
"Up & Down" arukedo kokorokara to you
Untukmu, terimakasih telah mengawasiku
Untukmu, terimakasih telah berada di sampingku
Untukmu, semua yang kubutuhkan adalah cintamu
"Bangkit & jatuh" tetapi dari lubuk hatiku untukmu


Rap: (Reo)
Yoko de warau homie ni (ay ay ay)
Ore tsutaetai no ni (wait wait wait)
Terekakushi no talking (yeah i know)
Bukiyoude sorry (sorry i can't)
Nakama to sugoshitara Ashita wa hareru
Omoide no kazu dake dekiru yo tanhenshuu
Untuk tertawa di samping rumah (ay ay ay)
Aku ingin memberitahumu (tunggu tunggu tunggu)
Untuk menyembunyikan pembicaraanku yang menyebalkan (ya aku tahu)
Ceroboh dan maaf (maaf aku tak bisa)
Jika kau menghabiskan waktu dengan teman-teman, esok akan menjadi baik
Aku membuat banyak kenangan sebanyak yang aku inginkan, cerita pendek

Rap: (Reo & Alan)
Youryou hakarenai memory
Mawari wa shiawase seizou-ki
Tsuraikoto kaki kesu rainbow na melody
Kansha noseru teion ni
Kizuna ga TRIBE no dentou ni
Daijina koto zutto
Wasurenai you ni
Memori yang kapasitasnya tidak dapat diukur
Orang di sekitarku adalah mesin pembuat kebahagiaan
Aku akan menulis hal-hal yang menyakitkan di melodi pelangi
Terimakasih untuk musiknya
Perjanjian adalah tradisi sukuku
Hal-hal yang penting
Janganlah lupakan

(Reo)
Uhh, uhh, kyokunara aerukana kimi ni
Uhh, uhh, kotoba ni shitemiru kyou wa
Uhh, uhh, kiitara Tell me how your feeling
Uhh, uhh, All i need is your love
Uhh, uhh, bisakah aku berkata sebuah lagu untukmu?
Uhh, uhh, aku akan coba memasukkannya ke dalam kata-kata hari ini
Uhh, uhh, dengarkan itu, dan beritahu aku bagaimana perasaanmu
Uhh, uhh, semua yang kubutuhkan adalah cintamu

Reff: (Alan)
Omotteru yo "arigatou"
Ienai mama ja iyadarou
Arifureta kotoba dakedo
Doushitemo tsutaetaikara
"Uta ni shite mita yo"
Aku sedang memikirkanmu "Terimakasih"
Kau tidak menyukainya ketika kau tak bisa memberitahu padaku
Ini adalah kata yang umum
Tapi aku benar-benar ingin memberitahumu
"Aku mencoba membuat lagu"

(Alan)
To you, mimamotte kurete arigatou
To you, yoko ni ite kurete arigatou
To you, All i need is your love
"Up & Down" arukedo kokorokara to you
Untukmu, terimakasih telah mengawasiku
Untukmu, terimakasih telah berada di sampingku
Untukmu, semua yang kubutuhkan adalah cintamu
"Bangkit & jatuh" tetapi dari lubuk hatiku untukmu

(Alan)
Nanigenaku hajimaru mata Monday
Sugu ni Tuesday nai teru Wednesday
Waratta Thursday kimi to no Friday
Saturday Sunday mainichi ga Special days 
Itu dimulai dengan santai di hari Senin
Segera Selasa, menangis Rabu
Tertawa Kamis, Jumat bersamamu
Sabtu, Minggu, setiap hari adalah hari-hari istimewa

Rap: (Mandy)
Ima made ni nai hodo ryoukou relationship (ay ay ay)
Kamisama ni watashitai tairyou irei no chippu (ay ay ay)
Oniai no futari fukanou wanai
Otagai purasu ni (yeah)
Zutto soba ni ite hoshii (back your time)
Hubungan terbaik yang pernah ada (ay ay ay)
Petunjuk besar untuk diberikan kepada Tuhan (ay ay ay)
Dua orang sempurna untuk satu sama lain
Kita adalah dua orang yang positif (yeah)
Aku ingin kau tetap bersamaku selamanya (kembali pada waktumu)

Rap: (Mandy)
Katagaki wa kankei nante nai (ay) sonzai dake rikuesuto
Naimen yoi toko tanken-tai (ay) home atte risupekuto
Itsumo issho ni iru dake (oh) sore de shiawase (oh)
Hoka ni aru ka ne? (oh) Koko ni iru imi
Judul tidak relevan, hanya keberadaan yang diminta
Aku adalah penyelidik dari apa yang baik di dalamnya
Kita selalu bersama (oh), betapa bahagianya (oh)
Apa ada hal lain yang kau inginkan? (oh) apa arti berada di sini

(Alan & Mandy)
Karafuruna kureyon
Minna chigatte saikou
Sukinairo wo uzumeyou
Sorezore no aikon
Krayon yang berwarna-warni
Setiap orang itu berbeda dan hebat
Isilah dengan warna kesukaanmu
Setiap ikon

Rap: (Mandy)
Kodawan'nai iro to zoukei (ay)
Gata ni hamen no wa No way!! (way)
Shitatameru dake sa koutei (ay)
Sekai afureru xiexie
Warna dan bentuk itu tidak melekat (ay)
Tidak ada cara untuk memasukkannya ke dalam cetakan!! (cara)
Cukup akui itu, sahkan itu (ay)
Dunia yang meluap dengan perasaan terimakasih

(Alan)
I need your love
All you need is love
Mado kara nozoi teru hohoemu gunjou
Boku ni wa kikoeru sora kara no eru
Tomaranai de motto mae e Goes on!!
Aku butuh cintamu
Semua yang kau butuhkan adalah cinta
Aku melihat ke jendela, tersenyum tenang
Aku bisa mendengarnya, pekikan dari langit
Jangan berhenti, majulah, ayo!!

Reff: (Alan)
Omotteru yo "arigatou"
Ienai mama ja iyadarou
Arifureta kotoba dakedo
Doushitemo tsutaetaikara
"Uta ni shite mita yo"
Aku sedang memikirkanmu "Terimakasih"
Kau tidak menyukainya ketika kau tak bisa memberitahu padaku
Ini adalah kata yang umum
Tapi aku benar-benar ingin memberitahumu
"Aku mencoba membuat lagu"

(Alan)
To you, mimamotte kurete arigatou
To you, yoko ni ite kurete arigatou
To you, All i need is your love
"Up & Down" arukedo kokorokara to you
Untukmu, terimakasih telah mengawasiku
Untukmu, terimakasih telah berada di sampingku
Untukmu, semua yang kubutuhkan adalah cintamu
"Bangkit & jatuh" tetapi dari lubuk hatiku untukmu

(Alan)
Nanigenaku hajimaru mata Monday
Sugu ni Tuesday nai teru Wednesday
Waratta Thursday kimi to no Friday
Saturday Sunday mainichi ga Special days 
Itu dimulai dengan santai di hari Senin
Segera Selasa, menangis Rabu
Tertawa Kamis, Jumat bersamamu
Sabtu, Minggu, setiap hari adalah hari-hari istimewa

to U
Untukmu

(sumber lirik kanji: Video Lirik GENERATIONS -to U)
(lirik romaji dan terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)


Saturday, December 11, 2021

Happy Retirement, The Doctor!

Mari jadikanlah postingan ini sebagai curhatan dari saya tentang Valentino Rossi, yang mana pemilik nama ini adalah seorang pembalap motor dunia yang sangattt luar biasa! Dikagumi banyak orang, diidolakan dari kalangan muda sampai tua, dan dicintai oleh siapa saja yang mengenalnya baik secara langsung atau tidak. Tentu saja, saya adalah bagian dari poin-poin tersebut. Vale, nama yang selalu menjadi panggilan saya pada dia dari sejak dulu. Dari sejak saya mulai mengidolakannya pada usia sekitar 12 tahun, saat saya lulus dari bangku SD. Dan sekarang, berapa usia saya? Sebut saja 25++, ok? :) Selama itu saya menjadi seorang penggemar darinya. Rossifumi, adalah salahsatu sebutan lain untuk nama saya. Dan akan berlanjut terus meski kini dia tidak ada lagi di ajang MotoGP. 

sumber foto: Valentino Rossi official twitter

Tak ada yang bisa dibantah bahwa Vale merupakan alasan utama bagi banyak orang untuk menonton ajang balapan MotoGP. Itu pun alasan yang saya miliki saat terus menerus mengikuti perkembangan dari kompetisi ini setiap tahunnya. Saya selalu berusaha agar dapat menonton balapan tersebut tepat pada waktunya. Karena kompetisi bergulir setiap Hari Minggu, jadi kemungkinan besar saya pasti bisa menontonnya. Dan memanglah, itu yang saya alami selama ini.

Melihatnya berada di lintasan balap dengan kecepatan yang gila-gilaan, menjadikan detak jantung terpacu tidak karuan. Vale memberikan rasa was-was, khawatir, takut ketika saya melihat aksinya. Namun itu tidak membuat saya kapok untuk melihatnya lagi dan lagi, terus-menerus dalam beraksi. Bahagia ketika Vale dapat masuk ke podium apalagi meraih kemenangan. Dan kesal ketika Vale tidak dapat menyelesaikan balapan sampai akhir karena sebuah crash atau masalah mesin. Perasaan seperti ini berulang kali saya rasakan. Tapi saya tetap menikmati perjalanan peridolaan ini. Mengidolakan sosok Valentino Rossi telah memberi kesenangan dan nilai positif di dalam kehidupan saya. Mengoleksi pernak-pernik tentangnya semampu saya telah memberi rasa bangga saya padanya semakin bertambah. Saya tidak akan menyesalinya di seumur hidup!

Poster Valentino Rossi

Kini, telah diketahui bahwa takkan ada dirinya lagi yang berjuang di lintasan balap. Bersaing dengan rider lainnya yang bahkan berbeda generasi dengannya. Dia sudah membuat keputusan akhir, mengakhiri karir balapan di tahun 2021. Cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi. Berkaca pada usianya yang "tidak muda lagi" serta lamanya dia berada di kompetisi MotoGP tersebut. Para penggemar harus mempersiapkan diri malah dari tahun-tahun sebelumnya yang menjadi prediksi dari beberapa ahli. Namun tetap saja, ketika hal itu sungguh terjadi, perasaan sedih dari dalam diri saya meluap. Sangat emosional dan berujung dengan menangis, sebagai perwujudan dari apa yang dirasakan. Perpisahan telah di depan mata. Tiada lagi saya bisa menyaksikan aksi menarik nan menakjubkan dari sang legenda ini. Tak ada lagi pula yang akan saya 'nantikan' di setiap Hari Minggu-nya.

Walau demikian..

Kenangan tentang Vale di perjalanan hidup saya dari sejak dulu tidak akan bisa hilang. Memori manis ataupun pahit sepanjang karirnya akan selalu melekat di memori saya. Vale memang tidak akan menjalani kehidupan sebagai pembalap MotoGP lagi untuk ke depannya, namun saya akan tetap menjadi penggemarnya di manapun Vale berada. Apapun yang akan dilakukan olehnya kelak. Karena saya, adalah Rossifumi.

Terimakasih atas semua aksi-aksi berhargamu, Vale. Atas semua kemenangan yang kau persembahkan untuk para penggemarmu. Keluargamu, tim suksesmu dan orang-orang terdekat bagimu. Terimakasih atas keceriaan yang selalu kau tunjukkan pada kami. Senyummu, wajah bahagiamu, keoptimisanmu, sifat ramahmu yang suka menyapa siapapun yang ada di sekelilingmu. Kami pasti akan merindukan itu semua darimu..

Enjoy your retirement, The Doctor!! ❤️

#GrazieVale

Vale, dengan nama lengkap Valentino Rossi, sudah tidak asing lagi di telinga semua orang. Sebuah nama yang melegenda dan menorehkan sejarah bagi salahsatu ajang kompetisi bergengsi yang terkenal di dunia, yaitu MotoGP. Berkat kehadirannya, maka ajang ini pun selalu identik dengan sosok dirinya. Pria kelahiran Urbino, Italia pada 16 Februari 1979 tersebut tidak akan pernah hilang dari kenangan meski kini di tahun 2021 ia telah memutuskan untuk gantung helm. Tidak akan ada lagi dirinya yang akan meliuk-liuk hebat pada lintasan balap untuk tahun-tahun berikutnya di ajang MotoGP. Karir sebagai pembalapnya resmi berakhir saat ia menyelesaikan balapan terakhir pada sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol di tanggal 14 November 2021. Balapan yang terasa sangat emosional sekaligus membanggakan. Bangga karena Rossi -panggilan dirinya yang dikenal oleh kebanyakan orang-, berhasil bertarung hingga ke titik akhir race tersebut. Dan emosional karena saat-saat penonton terutama penggemar dapat melihat sosoknya seperti ini telah berada pada ujungnya. Pengumuman pensiun Valentino Rossi yang berawal pada tanggal 5 Agustus lalu kini benar-benar terjadi. Ketika kompetisi musim 2021 telah selesai, maka ia pun telah selesai pula dalam "pekerjaannya".

Valentino Rossi pada balapan terakhir
sumber foto: Valentino Rossi official twitter

25 tahun berkarir di balapan MotoGP, banyak sekali momen menakjubkan dari dirinya yang pasti akan terus melekat di ingatan para pecinta kompetisi ini. Apalagi bagi semua penggemarnya yang disebut "Rossifumi". Setiap tahun yang dijalani memberikan memori dengan berbagai reaksi yang akan menjadi kenangan abadi di dunia balap MotoGP. Apalagi saat dirinya dapat berdiri di atas podium kemenangan sampai berhasil meraih gelar juara dunia yang terhitung telah mencapai 9 kali. Pengalaman bertarung di area balap sebanyak lebih dari 300 kali dan memenangkan podium hingga melebihi angka 100 menjadikan satu sosok yang terkenal sebagai pribadi yang supel dan lucu ini inspirasi bagi banyak orang. Motivasi serta panutan yang membawa aura positif. Tak terkecuali untuk mereka-mereka pula yang kini memulai karir di dunia balap roda dua tersebut.

sumber foto: Valentino Rossi official twitter

Tidak ada di arena balap bukan berarti sosok Vale -panggilan dirinya dari orang-orang yang mendukungnya- akan langsung memudar di kompetisi ini. Ia tidak mudah untuk dilupakan, bahkan takkan pernah bisa dilupakan. Prestasi yang telah diukir dan diakui secara mendunia, hiburan luar biasa yang sudah ditunjukkan dengan mengerahkan seluruh kemampuannya, juga kepribadian dia yang disukai oleh orang-orang, akan menjadi pengingat sepanjang masa bagi siapa saja.

Terimakasih untuk semua itu, Vale sang The Doctor. MotoGP musim selanjutnya akan terasa berbeda tanpa ada dirimu. Namun tidak usah khawatir, fokuslah pada kehidupan barumu di masa depan. Kau akan selalu dikenal sebagai legenda. Takkan pernah ada yang bisa menggantikanmu.

Grazie, Vale!

sumber foto: Valentino Rossi official twitter

Sunday, November 28, 2021

#KaraokeTimeCindy (5)

Karaokean lagi dan lagi, terus menerus! Yang saya nyanyikan sekarang adalah keempat single lagu solo milik Ryuto Kazuhara "GENERATIONS from EXILE TRIBE", yang satu bulan lagi akan berulang tahun! Anggap aja ini sebagai hadiah dari saya wkwkw (walau gak seberapa banget). Karena ini hanya untuk kesenangan saja, jadi nyanyiannya gak usah didengerin dengan serius yaa.. atau nanti malah menyesal, hahaha!






Terimakasih ^^

Ryota Katayose -Sakurairo

Ada satu lagi nih, sebuah lagu tema untuk salahsatu dari 6 bagian film pendek "CFP 4". Kali ini pasangan duet dari Ryuto Kazuhara alias si vokalis jangkung GENE, Ryota Katayose lah yang menyanyikan lagunya. Ryota mendapat kesempatan yang double-double dalam project CFP 4 ini. Ia dapat membintangi salahsatu bagian dari film pendek tersebut sekaligus mengisi lagu tema bagi film itu sendiri. Mata kita akan dimanjakan dengan penampilan visual Ryota dalam tayangan film itu serta telinga yang akan dibuai oleh suara merdunya yang mengiringi jalannya film. Lagu berjudul "Sakurairo" untuk film yang memiliki tajuk "COYOTE". Film ini didirectori oleh Tetsuya Mariko. Bercerita tentang bagaimana dunia tiba-tiba berubah akibat pandemi COVID-19. Dan terpaksa harus terpisah dengan orang-orang tersayang. Di film ini, Ryota coba mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya loh. Banyak dialog dari Ryota yang menggunakan bahasa asing tersebut. Dengan berlatar lintas negara, penonton akan disuguhkan dengan 'kesegaran' yang ditampilkan oleh Ryota!

sumber foto: CINEMA FIGHTERS Project Official Twitter

Mengenai lagu ini, "サクライロ/ Sakurairo" adalah lagu original milik Takumi Saito yang dirilis pada tahun 2012. Kemudian kini Ryota Katayose menyanyikan ulang lagunya dengan nuansa baru berciri khas yang "Ryota banget". Musik jazz mengalun lembut mendamaikan pendengaran hingga cocok untuk relaksasi. Untuk menetralkan perasaan agar bisa kembali baik seperti semula. Begitu menenangkan! :)

Ryota Katayose
sumber foto: modelpress

Ryota Katayose -サクライロ / Sakurairo
(Warna Bunga Sakura)

Lirik: Masato Odake
Musik: Tatsuro Mashiko

Kuchibue fuite ukabu meroodi
Tsutanai kotoba nosete mitara
Anata no tame no uta ni natta
Dasenai mama de ita tegami wo
Kakinaoshite yonderu you de
Nanka natsukashiku natte ita
Melodi yang berhembus dan melayang
Jika kau menambahkan kata yang tidak masuk akal
Menjadikan lagu untukmu
Surat yang tidak bisa kukirim
Tampaknya ditulis ulang dan dibaca
Aku merasa nostalgia

Ano hi kaze no naka de anata sakurairo ni somari nagara
Harahara ochiru hanabira ni tsutsumare boku ni mukatte te wo futteta
Sambil mewarnaimu "Sakurairo" di angin hari itu
Dibungkus dengan kelopak yang jatuh dan melambai padaku

Reff 1:
Wasurerarenai hito yo wakasugita bokura wa
Suki datte kimochi dake soredake de mou
Hontou ni daiji na mono wo sagasou to shinai de
Asu ni mayoi nagara hashitteta
Orang-orang yang tak terlupakan, kami terlalu muda
Aku hanya menyukainya, itu hanya perasaanku
Jangan mencoba untuk menemukan sesuatu yang sangat penting
Aku berlari sambil ragu-ragu besok


Tokei wo hametenai anata wa
Nee nanji? tte itsumo boku ni
Jikan wo kiku kuse ga atta ne
Ima no anata wa donna kao de
Dare ni jikan kiiteru ndarou?
Sonna koto bonyari omotta
Jika kau tidak memakai jam tangan
Hei jam berapa? Kau selalu tanya padaku
Aku punya kebiasaan mendengarkan waktu
Seperti apa wajahmu sekarang
Siapa yang kau mintai waktu?
Aku memikirkan hal semacam itu secara samar

Wakasa tte yatsu wa angai sakura no iro to onnaji de
Mabushiku azayaka dakeredo hakanai dakara anna ni kirei nanda ne
Pemuda secara tak terduga sama dengan warna sakura
Ini menyilaukan dan hidup, tapi itu fana, jadi sangat indah

Reff 2:
Wasurerarenai hito yo imasara omou nda
Mata atte mitai toka sonna nja nakute
Tada massugu ni yasashiku saigo kurai anata wo
Dakishimete misereba yokatta to
Orang yang tak terlupakan, aku sedang memikirkannya sekarang
Aku tidak ingin melihatmu lagi
Lurus dan lembut padamu untuk terakhir kalinya
Andai aku memelukmu


Doushiyou naku mijuku na tokoro ga nite ita bokura wa
Onaji kanashimi wo motte ita hazu datta
Boku wa anata wo motto motto aiseta hazu datta
Kami tidak bisa tak menyerupai bagian yang belum matang
Seharusnya memiliki kesedihan yang sama
Seharusnya aku semakin, semakin mencintaimu

Reff 3:
Wasurerarenai hito yo wakasugita bokura wa
Suki datte kimochi dake soredake de mou
Honto ni daiji na mono wo sagasou to shinai de
Asu ni mayoi nagara hashitteta
Yume ni hagure nagara hashitteta
Orang-orang yang tak terlupakan, kami terlalu muda
Aku hanya menyukainya, itu hanya perasaanku
Jangan mencoba untuk menemukan sesuatu yang sangat penting
Aku berlari sambil ragu-ragu besok
Aku berlari sambil tersesat dalam mimpiku


(sumber lirik kanji: LDH PICTURES)
(lirik romaji dan terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

***
Komentar dari Ryota untuk film dan lagu ini:

"Aku bertemu director Tetsuya Mariko di akhir tahun lalu dan berbicara tentang permasalahan-permasalahanku serta pikiran-pikiranku dengannya. Kemudian karakter yang aku temukan di dalam skrip tampak seperti orang yang hadir di bagian terdalam dari hatiku.
Aku penasaran dan senang untuk memainkan peran ini.
Aku juga menyanyikan lagu tema untuk film ini. Aku bernyanyi lagu yang ditulis oleh orang yang memiliki hubungan kuat dengan jalan unik diriku sendiri. Berharap kalian akan menyukai lagunya dengan baik."

*****

Ryuto Kazuhara -Warau Shikanai Tragedy

Masih berhubungan dengan postingan sebelumnya, lirik lagu yang akan saya tebarkan sekarang adalah lirik dari lagu yang merupakan lagu tema untuk satu dari enam bagian judul film pendek di dalam "CFP 4". Lagu yang dinyanyikan oleh satu-satunya member GENE yang tidak ikut terlibat untuk berakting dalam film ini.  Siapakah dia? Untuk namanya sudah saya sebut duluan yaa pada postingan lalu. :)))

sumber foto: CINEMA FIGHTERS Project Official Twitter

Berjudul "笑うしかないトラジデイー/ Warau Shikanai Tragedy", lagu ini menjadi lagu tema untuk bagian film CFP 4 "Mayonaka no Hitoritachi" yang dibintangi oleh Mandy Sekiguchi dan didirectori oleh Takehiko Shinjo. Film ini menceritakan tentang seorang pria dan wanita yang kehilangan orang yang mereka cintai. Kemudian mereka bertemu dan berjalan di jalanan Tokyo pada suatu malam.

"Warau Shikanai Tragedy" merupakan single solo ke-4 milik Ryuto. Ini adalah sebuah lagu ballad yang mendayu-dayu. Mendengar Ryuto menyanyikan lagunya, mampu membuat perasaan para pendengar tersayat seketika. Membaca sekilas garis besar cerita di film yang diiringi oleh lagu ini, memang berbanding lurus dengan makna dari lagunya. Dentingan piano mengawali musik yang mengalun syahdu namun menusuk, berpadu dengan penghayatan dari sang penyanyi dalam melantunkan nada-nada melalui kelembutan suara serta tembakan improvisasi, vibrato, falseto, 'cengkok' dan nada tinggi yang sangat tepat, menjadikan siapa saja yang mendengar akan tenggelam ke dasar "kesesakkan" dari lagunya! Ayok dengarkan lagunya di platform-platform musik yang sudah tersedia! :)

Ryuto Kazuhara
sumber foto: modelpress

Ryuto Kazuhara -笑うしかないトラジデイー / Warau Shikanai Tragedy
(Tidak Punya Pilihan Selain Menertawakan Tragedi ini) 

Lirik: Masato Odake
Musik: ERIK LIDBOM, FAST LANE, CHRIS HARAPAN

Boku no shiranai toko de kimi ga namida ni kurete iru toki ga areba
Sugu ni kaketsukeru yo sonna shikaku wa nai to shite mo
Jika ada saat ketika kau menangis karena tidak mengenalku
Aku akan segera bergegas, bahkan jika aku tidak memiliki kualifikasi itu

"Suki dayo" to tsugeta ichibyou go ni "Gomennasai" to iwa re
Mou kore wa toritsuku shima mo nai torajiidii warau shika nai ya~~
Satu detik setelah aku berkata, "Aku menyukaimu.", kau memberitahu, "Maafkan aku."
Aku tidak punya pilihan selain menertawakan tragedi yang menimpa ini

Reff 1:
Kinou eranda yubiwa ga boku no poketto no naka
Deban wo zutto matte iru kedo
Kimi no kirei na yubi ni wa sudeni kirakira
Hikari kagayaku yubiwa ga atta
Cincin yang kubeli kemarin ada di sakuku
Ia telah menunggu gilirannya
Tapi jari-jari indahmu tampak berkilauan
Karena telah tersemat cincin yang bersinar di sana


Nani banme no koi ga kazoete nante inai keredomo kimi koso
Unmei no hito da to omoikonda yo jibungatte ni
Aku tidak bisa menghitung berapa banyak cinta, tapi kaulah satu-satunya
Aku pikir aku adalah orang yang ditakdirkan untukmu

Omowaseburi ni kawasu me to me mo sarigenaku fureru te mo
Ichi ichi sa uka rete yorokonda torajiidii warau shika nai ya~~
Mata saling bertukar untuk pertama kalinya dan tangan yang menyentuh dengan santai
Aku tidak punya pilihan selain menertawakan tragedi yang senang datang padaku satu-persatu

Reff 2:
Ikiba nakushita yubiwa wo umi ni nageru nante
Eiga mitaina koto wa shinai kedo
Kimi wo omoi sugiteita mune ga itainda
Warai banashi ni sae dekinai na
Melemparkan cincin ke laut karena ku kehilangan tempat untuk pergi
Tapi aku bukan melakukan hal seperti di film
Dadaku sakit karena aku terlalu memikirkanmu
Aku bahkan tidak bisa membuat cerita lucu


Fuzakete bakari iru konna boku demo
Tsukuri egao de sae ima wa muri dayo
Waraeba iindarou? Waraenai ya~~
Jika aku hanya bermain-main
Bahkan aku pun tidak bisa tersenyum sekarang
Haruskah aku tertawa? Aku tidak bisa tertawa

Reff 1:
Kinou eranda yubiwa ga boku no poketto no naka
Deban wo zutto matte iru kedo
Kimi no kirei na yubi ni wa sudeni kirakira
Hikari kagayaku yubiwa ga atta
Yubiwa wa naita
Cincin yang kubeli kemarin ada di sakuku
Ia telah menunggu gilirannya
Tapi jari-jari indahmu tampak berkilauan
Karena telah tersemat cincin yang bersinar di sana
Cincin itu menangis


(sumber lirik kanji: LDH PICTURES)
(lirik romaji dan terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

*****
Komentar dari Ryuto untuk lagu dan film ini:

"Aktivitas soloku telah meningkat belakangan ini, dan aku merasa terhormat untuk menyanyikan lagu tema untuk film pendek yang dibintangi oleh member dari grupku. Aku membaca skrip sebelum rekaman dan merasakan ekspresi sakit serta kesedihan di dalamnya, tapi di sana juga ada beberapa bagian yang membuatku simpati dan dapat tersenyum.
Aku menyanyikan lagunya dan membayangkan bagaimana skrip itu mempresentasikan dan memanggil kembali pengalaman-pengalaman pribadiku. Kalian akan tertawa jika kalian mengerti arti terdalamnya.
Mungkin lagu ini akan tepat sasaran dengan orang yang memiliki pengalaman yang sama?
Berharap lagunya dapat menambahkan kilauan untuk pekerjaan ini."

*****

GENERATIONS from EXILE TRIBE -Kinou yori Akaku, Ashita yori Aoku

Kembali bersama postingan tentang lirik lagu! Dan kembali lagi juga merupakan lagu dari GENERATIONS from EXILE TRIBE. Lirik lagu yang akan dibagikan ini adalah lagu terbaru yang dijadikan sebagai OST utama dari project film pendek bernama "CINEMA FIGHTERS Project". Dan di tahun ini, project tersebut telah masuk pada musim ke-4 dengan bertajuk "昨日より赤く明日より青く/ Kinou yori Akaku, Ashita yori Aoku", yang mana judul itu pun sama juga dengan judul dari OST yang saya bicarakan di atas. Tak tanggung, selain mengisi OST, para member GENE juga berkesempatan untuk bergabung di dalam film ini. Ada 6 bagian dari film pendek "CFP 4" ini, dan masing-masing member menjadi bintang utama dalam setiap bagian filmnya. Satu member GENE tersisa, Ryuto Kazuhara, yang tidak ikut berakting dalam film tersebut namun ia tetap berperan untuk mengisi lagu tema dari salahsatu judul dari keenam bagian tersebut. Jadi kita bisa merasakan pula kehadiran dirinya sebagai 'personal' di sini. "CFP 4" yang diprakarsai oleh EXILE HIRO ini, menggaet CEO dari Short Shorts Film Festival (SSFF) & Asia yaitu Tetsuya Bessho serta penulis lirik Masato Odake, yang memiliki peranan penting untuk mengkombinasikan puisi dan musik ke dalam film "CFP 4" ini.

poster film CINEMA FIGHTERS Project 4 
"Kinou yori Akaku, Ashita yori Aoku"
sumber foto: CINEMA FIGTERS Project Official Twitter 

"Kinou Yori Akaku, Ashita Yori Aoku", lagu dengan tempo yang cukup santai ini mengandung makna yang dalam tentang kehidupan. Bagaimana masalah datang dan membuat kita kesulitan untuk menghadapinya. Entah itu kemarin, hari ini atau esok. Kita terus mencoba menyembunyikan kenyataan tersebut dari sekitar. "Warna" antara apa yang kita tunjukkan pada oranglain dan apa yang benar-benar kita rasakan. Sampai saatnya nanti kita menemukan alasan untuk dapat kembali percaya pada diri sendiri. Sebenarnya, saya pribadi masih kebingungan untuk memahami arti dari setiap rangkaian lirik lagunya. Karena makna yang tertulis dibuat secara tersirat. Tapi dengan berkaca dari MV lagu ini yang baru dirilis tanggal 25 November kemarin, pada akhirnya inilah kesimpulan dari saya. Hanya seperti itu yang mampu untuk saya pahami. Tapi saya yakin bahwa penyampaian dari suara kedua vokalis dan sentuhan dance para performer GENE dapat diterima oleh pendengar sekaligus penonton meski belum mengetahui makna dari lagu ini. Dan lagunya pun sudah dapat didengar juga di platform-platform musik umum yang tersedia.

GENERATIONS from EXILE TRIBE -昨日より赤く明日より青く / Kinou yori Akaku, Ashita yori Aoku
(Lebih Merah dari Kemarin, Lebih Biru dari Esok)

Lirik: Masato Odake
Musik: Anders Dannvick, Martias Olofsson, Kalle Persson

Toki ni boku no mune no oku wa nigotte ite
Mamono ni shihai sa re sou ni naru
Sore ga hito ni barenai you ni hisshide tsukuriwarai
Sono ato bakamitai ni hitori de naku
Terkadang bagian dalam hatiku menjadi keruh
Aku hampir dikuasai oleh iblis
Mencoba yang terbaik untuk tersenyum sehingga oranglain tidak menyadarinya
Setelah itu menangis sendirian seperti orang bodoh

Shinjitsu to uso wo nuri wake, saishuu teki ni boku wa donna iro ni naru?
Warna apa yang akan kudapat untuk melukiskan kebenaran dan kebohonganku?

Reff 1:
Kinou yori akaku akaku, turn red, turn red
Ashita yori aoku aoku, still blue, still blue
Sou yatte daremo ga ikite kunda
In the red sunshine and the blue moonlight, tata turn red, still blue
Lebih merah dari kemarin, merah, berubah merah, berubah menjadi merah
Lebih biru dari besok, biru, masih biru, tetap biru
Begitulah cara kita hidup
Di bawah merahnya sinar matahari dan birunya cahaya bulan, tata berubah merah, masih biru


Hibi ni bousatsu sa re wasuregachi dakedo
Zettai wasurecha ikenai ai ga aru
Gyaku ni dou demo ii nurui kansho ni shibarare
Mirai ni ashikase wo tsuke tari mo suru
Kita sibuk setiap hari sehingga mudah untuk dilupakan
Bahwa ada cinta yang tidak akan boleh kita lupakan
Kita bisa terikat oleh perasaan hangat yang tidak penting
Menghalangi masa depan kita

Asa wo kite yoru wo nugisute, jibun wo shinjiru riyuu mitsuketa toki
Ketika menyambut pagi dan melepas malam, kita menemukan alasan untuk percaya pada diri sendiri

Reff 2:
Kajitsu wa akaku natte ku, turn red, turn red
Ao sa wo nokoshinagara, still blue, still blue
Sou yatte bokura wa iro wo kaeru
In the red sunshine and the blue moonlight, tata turn red, still blue
Buah berubah merah, berubah merah, berubah menjadi merah
Selagi masih menyisakan biru, masih biru, tetap biru
Begitu cara kita mengubah warna
Di bawah merahnya sinar matahari dan birunya cahaya bulan, tata berubah merah, masih biru


Kimi wa dare? Shakou sa rete kuroi heya miraa ni, boku to onnaji kao wo shite iru dareka ga utsuru
Siapa kau? Di dalam cermin dari bayangan di ruangan hitam ini, aku melihat seseorang yang memiliki wajah yang sama denganku

Reff 1:
Kinou yori akaku akaku, turn red, turn red
Ashita yori aoku aoku, still blue, still blue
Sou yatte daremo ga ikite kunda
In the red sunshine and the blue moonlight, tata turn red, still blue
Lebih merah dari kemarin, merah, berubah merah, berubah menjadi merah
Lebih biru dari besok, biru, masih biru, tetap biru
Begitulah cara kita hidup
Di bawah merahnya sinar matahari dan birunya cahaya bulan, tata berubah merah, masih biru


(sumber lirik kanji: www.lyrical-nonsense.com)
(lirik romaji dan terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)

MV dari Lagu "Kinou yori Akaku, Ashita yori Aoku"
⬇️
⬇️

GENERATIONS from EXILE TRIBE

Sunday, November 21, 2021

We Are DREAMERS

DREAMERS
sumber foto: GENERATIONS Official Twitter

Puncak perayaan hari debut dari GENERATIONS from EXILE TRIBE telah dilaksanakan sore hari tadi dengan penuh kegembiraan bersama para penggemar yang berada di seluruh dunia! Melalui YouTube dan CL, GENE berbagi momen bahagia ini tanpa ada yang kurang sedikitpun. Dan seperti yang telah direncanakan sebelumnya, bahwa nama dari penggemar GENE akan diresmikan saat perayaan tersebut. Memulai acara live di YouTube pada pukul 16.30 waktu Jepang, acara diawali dengan perkenalan masing-masing member lalu berlanjut pada obrolan mengenai nama penggemar yang dibahas secara santai sambil dibumbui dengan candaan yang telah menjadi ciri khas mereka. Hingga saat yang dinanti pun tiba, akhirnya.. nama penggemar diumumkan! Alan Shirahama sebagai leader mengambil alih komando tersebut, dan menuliskan nama penggemar resmi GENE lalu menunjukkannya sembari menyebut nama itu ke depan kamera yang disaksikan nyata oleh baaanyaaaaknya pasang mata.

DREAMERS!

Itulah nama yang telah diputuskan untuk menjadi nama penggemar GENERATIONS from EXILE TRIBE! Sebuah kata dari Bahasa Inggris yang berarti "Para Pemimpi". DREAMERS juga merupakan salahsatu judul lagu GENE yang dirilis tahun 2019 lalu. Di mana lagu ini mengandung makna yang amat dalam untuk kehidupan. Memberi semangat, kekuatan, keberanian, rasa optimis dan jiwa pantang menyerah bagi siapa saja untuk menggapai apa yang diimpikan. Dan inilah yang ingin GENE tanamkan di dalam nama penggemarnya. Bukan hanya nama yang dapat diingat secara asal saja, namun nama ini sungguh melekat dengan image GENE. Sebagai kesatuan yang saling mengisi dan melengkapi. Ibarat satu jiwa dalam satu raga. Seperti pasangan, Kau & Aku.

sumber foto: GENERATIONS Official Instagram

Lalu bagaimana respon dari para penggemar mengenai "DREAMERS" ini? Tentu saja, tanggapan positiflah yang diberikan oleh semua. Nama yang memang banyak diinginkan penggemar termasuk saya untuk dijadikan sebagai "identitas" kami. Dan GENE, mengabulkannya atas segala pertimbangan serta pemikiran yang telah dituangkan!

Hadiah luar biasa yang diberikan GENE kepada seluruh penggemar di Anniversary yang ke-9 tahun. Setelah selama itu, akhirnya nama penggemar dapat diputuskan. Mungkin, GENE adalah satu-satunya grup musik yang baru memberikan nama penggemar bagi mereka ketika usianya telah se-"cukup matang" ini. Tapi itu bukan masalah, ketika tanpa nama, kami sudah mencintai GENE. Kami bangga pada GENE. Dan saat nama itu telah disandang, rasa tersebut tidak akan pernah berubah.

Di mana pun kita berada, kita akan selalu terhubung. GENE dan DREAMERS. Mari kita bermimpi dan mewujudkannya bersama! Kami akan mendukung impian GENE, dan GENE akan mendukung pula impian dari kami. Karena kita semua adalah Para Pemimpi!

Perayaan 9 Tahun GENERATIONS
sumber foto: GENERATIONS Official Twitter