Random songs. Don't mind about my voice ahahaha
Saturday, January 16, 2021
Saturday, January 9, 2021
Fan Fiction: Dua Bocah
Title: Dua Bocah
Author: Harucin
Cast: Reo Sano (GENERATIONS from EXILE TRIBE)
Genre: Fan Fiction
Length: One Shot
"Tes- tes- 1 2 3,"
"Ho~ Oooo~"
Seorang pria dewasa namun berwajah baby face dengan postur tubuh yang pendek sekitar 169 cm tampak sedang mengetuk-ngetuk jarinya ke bagian atas dari sebuah benda yang akan membuat suaranya menggelegar ke seisi ruangan tempatnya berada pada pukul 10 pagi hari ini. Sekitar lima menitan mengecek kondisi benda tersebut, pria itu yang merupakan pemilik rumah ini kini telah bersiap untuk melakukan sesuatu. Satu hal yang sudah terbayang olehnya dari semalam.
"Okay, it's show time!"
Benda itu memiliki pegangan. Gagangnya telah melekat di genggaman tangan. Sedangkan bagian atasnya telah didekatkan ke depan mulut si pemilik.
~Oh!!! Rusty Nail!!!~
~Dore dake namida wo nagaseba~
~Anata wo wasurerareru daro~
~Just tell me my life~
~Doko made aruite mite mo~
~Namida de ashita ga mienai~
~Kurushikute kokoro wo kazata.. ima mo~
~Anata wo wasurerarenakute~
~IYAAAAWWWW!!!~
Nada tinggi yang melengking seketika merambat ke seluruh isi ruangan. Suaranya amat memekikkan telinga. Nyanyian yang keluar dari mulut pria itu sukses untuk memompa kecepatan detak jantung. Dengan musik rock yang mengiringinya mampu untuk mendukung suasana menjadi lebih panas. Diikuti gerakan kedua tangannya yang seolah-olah tengah memetik gitar layaknya gitaris handal lalu mengangguk-anggukkan kepala seperti rocker, membuat pria ini sungguh larut dalam kenikmatan duniawinya. //hayohh lagi bayangin Reo pas jadi ToshiO yak XD//
Baru menyanyikan satu lagu saja, napasnya sudah terengah-engah. Music player yang berputar itu dihentikan dulu sementara. Tenggorokannya yang kering harus segera dialiri air. Sekalian mengatur ulang irama napasnya.
~Oh!!! Rusty Nail!!!~
~Dore dake namida wo nagaseba~
"Eh? Musiknya sudah berhenti kan, tapi kenapa suaranya masih ada?" tiba-tiba saja lagu yang sama terdengar kembali saat dia sedang minum meski sekarang keadaan player sedang tidak aktif. Jadi suara itu berasal dari mana?
Kebingungan sesaat akhirnya ia sadar bahwa suara itu datang dari ponselnya yang sama-sama memakai nada dering lagu band legendaris Jepang, X JAPAN berjudul Rusty Nail.
"Ah, ini dia ternyata. Ada telepon!" sambil duduk berselonjor ia mengangkat panggilan tersebut.
"Moshi-moshi, ada apa Manager-san?" tanyanya pada orang dibalik layar.
"Reo-san sedang di mana?" tanpa menjawab, manager pribadi dari pria baby face ini malah bertanya balik.
"Aku di rumah,"
"Aku ada di depan pagar rumahmu. Tolong bukakan."
Ia pun segera menuju ke tempat managernya berada. Membukakan pagar rumah yang masih digembok karena si pemiliknya ini belum menapakkan kaki ke luar.
"Aku sudah memencet bel berkali-kali, lalu memanggilmu, dan terus menelepon. Tapi tak ada sahutan ataupun jawaban." ungkap manager saat mereka masih berada di dekat pagar si pemilik rumah atas nama Sano Reo ini.
"Oh, begitukah? Aku tak mendengarnya," balas Reo polos tanpa merasa bersalah karena telah mengabaikan salahsatu orang yang berpengaruh dalam hidupnya ini.
"Sepertinya karena tadi aku sedang karaokean makanya aku tidak sadar pada sekitar." akunya membatin.
"Yasudahlah lupakan saja, yang penting kami sudah bertemu denganmu sekarang." pungkas manager.
Tak datang sendiri, manager Reo ini ditemani oleh seorang anak laki-laki berusia 6 tahun. Yang sejak tadi tak lepas dari gandengan tangan beliau. Mata Reo langsung tertuju padanya.
"Hey, boy!" sapanya tersenyum lebar mengajak anak itu untuk saling tos.
Tangan Reo pun disambut dengan semangatnya, "Oji-san!"
"Onii-san! Bukan Oji-san." Reo segera membenarkan panggilan untuknya pada anak itu. Meski memang sudah pantas dipanggil om juga karena usianya yang kini telah menginjak seperempat abad, tapi Reo masih keukeuh untuk memudakan dirinya dengan panggilan kakak. Hmm tak bisa disangkal sih, wajah baby face, tinggi badan serta tingkah laku usil Reo memang lebih dominan seperti anak-anak, jadi terserah dia saja lah mau seperti apa.
Setelah sapaan singkat ini, mereka bertiga sama-sama masuk ke dalam rumah. Secara refleks Reo membawa dua orang ini ke ruang tamunya yang masih tampak dalam keadaan 'konser' dadakan. Hatinya agak panik, tapi biarlah, manager pasti akan sangat memaklumi karena tahu betul kebiasaan dari artisnya ini.
"Aku akhirnya tahu penyebab Reo-san tak bisa mendengar suaraku tadi," beliau menyindir halus.
Reo hanya cengengesan sembari lirik-lirik anak kecil itu yang juga malah ikutan tertawa tanpa sebab.
Belum duduk, manager ini sudah langsung mengutarakan tujuan kedatangannya ke rumah Reo di jam yang menunjukkan pukul 10.30 pagi ini.
"Reo-san sumimasen, aku tidak bisa lama-lama di sini. Aku ingin meminta bantuanmu. Tolong jaga anakku sampai nanti sore ya." ucapnya to the point sambil kepalanya menengok sekilas ke arah anak di sebelahnya.
"Maksudnya, Manager-san mau menitipkan Rio-kun padaku?" Reo memastikan lagi dengan ikut melihat ke arah anak itu. Sudah beberapa kali mereka bertemu, namun baru kali ini keduanya bisa berinteraksi lebih intens. Anggukan pun ia terima.
"Tak masalah! Aku pun sedang tidak sibuk."
Lanjutnya membungkuk sembari mengacak-acak pelan rambut anak bernama Rio itu dengan telapak tangannya, "Kamu mau main bersama Onii-san kan?"
"Mauuuu." anak itu bersemangat.
"Tapi aku ingin meminta maaf duluan jika Rio merepotkanmu, ya?" ujar manager.
"Tenang saja! Itu adalah hal yang wajar, aku bisa mengerti." Reo membalas dengan santai.
Ayah Rio yang juga merupakan manager pribadi dari Reo ini pun berpamitan setelah menjelaskan alasan beliau tak bisa membawa pergi anaknya untuk beberapa jam ke depan. Kini Reo tak sendirian berada di dalam rumah. Belum tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, yang jelas sekarang Reo sedang memikul tanggung jawab. Bisa kah dia mengatasi satu anak bocah ini? Sedangkan dia pun masih seperti bocah. Etts, jangan anggap remeh! Karena dua-duanya adalah bocah, sepertinya mereka akan memiliki ikatan batin yang kuat hingga bisa saling mengerti satu sama lain, ahahaha.
Anak itu berlari ke arah peralatan karaoke Reo yang masih tergeletak tak beraturan. Ia menemukan sebuah mikrofon yang tadi digunakan Reo untuk bernyanyi. Lalu mengecek-ngecek suaranya di atas sana.
"Kamu ingin bernyanyi?" tanya Reo.
"Aku mau bernyanyiiii!" Rio menjawab dengan semangat menggunakan mic itu sehingga suaranya yang sudah nyaring semakin terdengar kencang.
Reo sedikit tersentak akibatnya. Refleks menutup kuping. "Bikkurishita.. Dasar bocah!" omelnya pelan.
"Oke, kita mainkan lagu yang ceria tapi mudah diikuti!" ajak Reo. Ia coba mencari lagu yang gampang dinyanyikan saja agar Rio bisa mengikutinya juga.
Anak itu menurut saja dengan polosnya. Ia malah lebih excited karena akan bernyanyi, entah apapun lagunya. Yang penting bisa bersenang-senang!
Musik berputar. Satu mic lagi disambungkan untuk Reo pakai. Dari mulai intro, Reo sudah menggoyang-goyangkan badan mengikuti irama lagu. Dan anak itu segera naik ke atas sofa lalu loncat-loncat tak karuan. Tak apalah, Reo membiarkannya karena itu memang hal yang wajar terjadi. Reo menyanyikan lirik dengan lumayan baik sedangkan Rio hanya mengikuti dengan kata-kata ~nanananana~ saja yang nadanya ke sana ke mari karena dia tak hapal lagunya.
Sampai di chorus, barulah Reo mengajak bocah itu untuk mengikutinya.
~Y. M. C. A~
"Ayok Rio-kun ikuti!"
~Y. M. C. A~
Anak itu coba mengulangi kata tersebut. Hingga ia lancar meski hanya paham di bagian ini saja. Reo pun mengajak dia untuk mengikuti gerakan tangan yang menjadi ciri khas dari lagu yang dibawakan oleh grupnya sendiri ini. Sampai menjelang akhir, Reo sepertinya kebablasan. Ia bak terasuki oleh jiwa rockstar dari lagu yang sebelumnya menjadi pembuka di acara karaoke pribadinya ini.
~Y. M. C. A!!~
~Y. M. C. A!!~
Nada tinggi itu kembali menggelegar diikuti gerakan andalannya. Rio yang melihat ini sembari terus ikut bernyanyi malah terbahak-bahak pada kelakuan 'luar biasa' Reo. Dia pun tak mau kalah, ikut mengcopy gaya urakan Reo. Kini dua suara yang nyaring bin melengking seakan berlomba-lomba keluar dari pita suara mereka. Bising dan rusuh menyatu seketika di ruangan ini akibat tingkah laku dua orang yang satunya bocah dan satu lagi masih seperti bocah.
Lagu selesai. Tenggorokan keduanya begitu kering gara-gara teriakan maksimal itu. Duduk menyender bersebelahan di sofa. Ngos-ngosan seperti habis lomba lari saja.
"Oji-san, aku haus,"
"Oji-san lagi.. Terserah lah," gerutu Reo di tengah kelelahan. "Kamu mau minum apa?" tawar Reo padanya.
"Milkshake!" jawabnya cepat. Ia langsung terpikirkan minuman kesukaannya.
"Ehh? Tidak ada milkshake di sini. Hmm.. sirup saja, bagaimana?" jelaslah, mana ada minuman itu tersedia di rumah Reo, karena ini bukan tempat penjual minuman XD.
Tapi, anak itu tetap ngeyel pada keinginannya agar bisa dipenuhi. Ia terus meminta minuman itu pada Reo dengan paksaan.
"Oji-san aku mau milkshakeeeee!!" ia bangkit dari duduk lalu meraih mic di meja dan berteriak. Dua kali, Reo dibuat kaget olehnya.
"Hai hai haiiiii!!" balas Reo dengan teriakan juga sambil tangannya yang masih menutup telinga.
"Harusnya tadi aku langsung ambilkan minum saja, tanpa harus bertanya dulu maunya apa. Sekarang, aku sendiri yang susah!" batin Reo yang menyesal tapi dia harus tahan karena yang dihadapi ini adalah anak kecil. Akhirnya dia mengalah. Memesan online minuman tersebut dan akan segera tiba di rumahnya 30 menit kemudian.
"Kamu tidak mau minum dulu?" Reo kembali bertanya. Anak itu menggeleng.
Yasudahlah, kalau ingin minum nanti juga dia bilang sendiri. Mana bisa haus ditahan-tahan, kan? Begitu pikir Reo. Dia ke dapur sebentar membuat sirup untuk dirinya sendiri sementara anak itu disuruh diam untuk tetap menunggunya di sofa.
Saat Reo kembali dari dapur, sayangnya, dia tak menemukan keberadaan si bocah di tempat semula.
"Kemana dia?" Reo kebingungan. Memanggilnya dua kali. Dan sahutan ia terima dari sebuah ruangan di sebelah kanan ruang tamunya.
"Sedang apa kamu di sini?" anak itu masuk ke ruang tempat penyimpanan semua koleksi pakaian serta aksesoris milik Reo. Di sana pun terdapat banyak boneka dari ukuran kecil hingga besar yang melebihi postur tubuh anak tersebut. Ada juga bantal-bantal berbentuk bunga yang berkelopak warna-warni dengan hiasan wajah tersenyum di tengah-tengahnya.
"Aku bosan." singkatnya.
"Mau bernyanyi lagi?"
"Gak mau!"
"Terus?"
Mereka diam sesaat. Anak itu masih berleyeh-leyeh di atas kumpulan bantal dan Reo tetap berdiri sambil menenggak sirup di genggaman tangannya.
Dia bangkit. Matanya menatap satu benda di hadapan saat ia berguling ke arah kiri. Diambillah benda itu.
"Ini apa, Oji-san?"
"Nani?" Reo belum sadar dengan apa yang dipegang oleh Rio. Ia mendekat. "Ah, monopoli! Natsukashii.." ia terbawa sesaat pada ingatan masa lalu akibat permainan yang telah lama tak ia mainkan ini. Malah hampir lupa jika ia memilikinya dan tak ingat pula tempat penyimpanan benda tersebut.
"Monopoli itu apaan?" Rio bertanya lagi dengan polosnya.
"Bagaimana ya.." Reo sulit untuk menjelaskannya kepada anak sekecil ini. Ia akhirnya memiliki ide lain.
"Ah, Rio-kun! Kita main ular tangga saja biar kamu tidak bosan. Bisa kan?" untuk permainan ini yang ada di balik 'karton' monopoli, sebagian besar anak kecil pasti mudah untuk memainkannya. Hanya mengocok kemudian melempar dadu dan jalan sesuai dengan angka yang keluar. Lalu naik jika berhenti di tangga dan turun jika berhenti di ular. Yang paling cepat sampai finish itulah pemenangnya.
"Bisaaa.. Aku sama ayah suka main ini." jawabnya. Mereka keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruang tamu. Hanya saja Reo mengajaknya untuk duduk di bawah yang beralaskan permadani.
Rio memulai duluan atas keinginannya. Kedua orang ini saling berhadapan dalam posisi yang sama-sama tengkurap dengan kaki berselonjor. Sebelah tangan memangku dagu dan tangan lainnya bertugas untuk 'menjalani' permainan. Saling bergiliran hingga Reo berkali-kali melesat naik sedangkan anak itu masih jalan dengan normal.
"Rio-kun, jangan nangis ya kalau Oji-san yang menang." kesombongan mulai muncul dari diri Reo. Ia seolah mewanti-wanti anak itu agar tak kecewa nantinya.
"Aku kan jagoan, tidak pernah menangis!" Rio menyanggah dengan yakin.
"Lihatlah kemenanganku sesaat lagi.. 1, 2, 3... 4." dadu yang dilempar oleh Reo menunjuk angka empat. Ia maju dan ternyata berhenti tepat di ekor ular terpanjang. Otomatis ia harus turun seketika malahan terdampar di bawah milik Rio berada.
"Huaaaahhh!!" Reo sangat kesal akibat kejadian ini. Sedikit lagi ia akan jadi juara tapi harus tertunda karena kesialan. Ia tertunduk masih dengan omelan tidak jelasnya. Kedua tangannya memukul permadani itu. Kemudian badannya berputar jadi terlentang dan kakinya menekuk menghentak lantai berkali-kali.
"Kussooooo!!" tingkah marahnya ini sungguh membuat yang melihat jadi geleng-geleng kepala.
Sementara lawannya, anak itu tertawa puas menyaksikan Reo yang digulung kekesalan. Ngakaknya sampai tak karuan saking bahagia di atas penderitaan Reo. "Oji-san gak jadi menang hahahaha."
"Aku yang akan menang." dia terus mengolok si om di hadapannya.
Saat Reo akan kembali bermain dengan kondisi wajah yang masih manyun, bel di rumahnya berbunyi.
"Ah, pasti itu minumannya sudah datang." tebak Reo yang menoleh ke arah jam dinding. Waktunya tepat seperti yang tadi dijanjikan.
"Milkshake punyaku sudah ada?"
Reo mengangguk dan menyuruh Rio untuk tetap tinggal di posisi saat ini. Jangan menghilang lagi seperti tadi. Sekarang dia yakin kalo anak itu akan menurut karena jika tidak, maka minumannya takkan bisa dia dapatkan. Dengan tatapan sok menyeramkan, ancaman (pura-pura) itu Reo layangkan padanya. Dasar, om jahat!
Reo pun secepatnya telah kembali lagi membawa minuman itu. Tanpa berkata apa-apa, si anak segera berdiri dan merebut tas plastik di genggaman Reo. Membongkar isinya dan menyedot dengan cepat si minuman itu hingga berkurang setengahnya.
"Pelan-pelan, nanti tersedak." Reo yang sedikit terkesiap melihat tingkahnya itu coba menasehati.
Dia hanya mengangguk sambil mulutnya masih menempel pada sedotan.
"Apa kamu sangat kehausan?" kembali lagi Reo bertanya.
Baru saja akan menjawab, tetapi... "Uhuk!" anak itu malah tersedak hingga batuk berkali-kali.
"Waduh!!" Reo langsung panik dan berupaya menepuk punggung Rio agar batuknya mereda.
"Kan.. Pelan-pelan makanya." di tengah pertolongan itu, Reo sedikit menasehati lagi.
Untungnya, batuk telah berhenti. Anak itu bisa berbicara sekarang, "Oji-san nanya terus! Padahal kan aku lagi minum!" balasnya dengan penekanan nada.
"Ee.. Gitu ya." sebenarnya Reo tak merasa bersalah, tapi dia akhirnya meminta maaf karena khawatir anak itu akan ngambek berkepanjangan.
"Yuk lanjut main lagi," setelah minuman itu habis dalam sekejap, Reo mengajak Rio untuk kembali bermain ular tangga. Tapi anak itu menolaknya.
Sekarang mereka melakukan permainan random. Reo yang sama sekali tak keberatan untuk menuruti keinginan bocah ini malah ikut menikmati setiap detik yang dilewati. Sama-sama larut dalam kesenangan. Bertingkah konyol dan terus tertawa lepas layaknya dua bocah yang tengah bermain bersama.
Lelah sekali. Kini keduanya terkulai di atas sofa. Rio mulai menguap beberapa kali.
"Kamu mengantuk?"
"Hai,"
Reo lalu menuntun anak itu menuju ke kamarnya. Membiarkan dia untuk tidur di kasur kesayangan. Tak sampai lima menit, Rio sudah terlelap dengan pulas.
"Anak ini.. Benar-benar tak bisa diam. Susah diatur pula." Reo berbicara sendiri.
"Apa dulu Okaa-san juga kerepotan mengurusku? Karena aku seperti melihat diriku ada di dalam diri Rio-kun." kini dia tersenyum tipis melihat dirinya di masa lalu lewat ponsel dalam pegangannya yang disandingkan dengan anak ini.
Rasa kantuk pun kemudian menguasai diri Reo. Ia ikut tidur di samping si anak dari managernya ini. Ponselnya ia letakkan di meja samping. Segera, alam bawah sadar sekarang telah berjumpa dengannya.
~Oh!!! Rusty Nail!!!~
~Dore dake namida wo nagaseba~
Untuk yang ketiga kalinya, lagu ini berputar. Karena musiknya yang keras dan mengagetkan, hingga membuat Reo bangun seketika. Anak itu, ikut menjadi korban dari nada dering ponsel Reo ini.
"Moshi moshi.." tanpa melihat si penelepon, Reo langsung mengangkatnya.
"Reo-san, aku sudah ada di depan rumahmu."
"Eh? Manager-san?" Reo masih agak linglung.
"Ya, ini aku. Memang siapa lagi?"
"Aku akan segera keluar." sambungan telepon pun terputus.
Melihat pada jam di ponsel, nyatanya sekarang telah memasuki pukul 4 sore. Memang benar sih, jam-jam segini sudah waktunya Rio dijemput oleh sang ayah. Anak itu dibawa ke ruang tamunya dan kembali duduk di sofa langganan yang sekitarnya masih dikelilingi oleh perlengkapan karaoke.
"Rio tidak nakal kan?" tanya manager ketika mereka berdua sudah kembali masuk rumah.
"Aahh.. Anak kecil sudah biasa seperti itu." balas Reo ramah.
"Papa, tadi aku minta dibelikan milkshake sama Oji-san. Enaakk!!" anak ini melapor pada ayahnya.
"Seperti itu? Kamu ada-ada saja." sang ayah sedikit memarahi.
"Tidak apa-apa kok. Itu saja mah gampang." tukas Reo. Manager pun berterimakasih pada artisnya ini.
Lalu Rio bercerita lagi tentang apa yang dilakukan oleh mereka berdua selama beberapa jam kebelakang. Termasuk saat Reo kesal karena permainan ular tangga tadi.
"Sssttt.. Yang itu jangan diceritakan!" tegur Reo pelan.
Manager langsung tertawa setelah mendengarnya. Dan beliau sedikit mengisengi Reo, "Apa tingkah Reo-san dan Rio hampir mirip ya?"
"Aa! Sebenarnya aku berpikiran itu juga. Hiperaktifnya sama sepertiku." ucap Reo berbisik. Anak itu terus cengengesan. Ayahnya pun tertawa juga.
Sudah waktunya ayah dan anak ini pamitan sebelum petang tiba. Reo berpesan agar Rio tak usah sungkan jika ingin main lagi ke sini. Ia akan menyambutnya dengan senang hati. Karena selain membuat harinya Reo penuh dengan hal yang tak terduga, ini pun bisa sekaligus melatih dia dalam mengurus anak jika tiba waktunya nanti dia menjadi seorang ayah. Hanya saja, masih belum terbayang bagaimana si pria baby face berkelakuan bocah ini akan menyandang status sebagai orang tua nantinya. Wong dia pun masih sulit dibedakan antara jadi orang dewasa atau anak-anak. Hahaha. Reo, selalu menggemaskan!
-TAMAT-
Wednesday, January 6, 2021
Fan Fiction: "Star Traveling" In The Sky
Title: "Star Traveling" In The Sky
Author: Harucin
Cast: Ryota Katayose (GENERATIONS from EXILE TRIBE)
Genre: Slice of life, Fan fiction AU
Length: One Shot
Nanto iu hoshizora, nanto iu shunkan
Mabataki suru kotosura dekinai
Betapa langit berbintang, betapa momen itu luar biasa
Aku bahkan tak bisa berkedip
"Benar sekali.. Aku sulit berkedip saat menatap kilauan bintang-bintang di atas sana yang tak terhitung jumlahnya."
"Sama seperti yang dirimu katakan pada saat itu. Kini aku bisa merasakannya juga."
"Di perjumpaan terakhir kita, kau meninggalkan sebaris kalimat yang akan selalu aku ingat."
"Kau pergi ke langit, menjadi bagian dari bintang-bintang itu."
"Sekarang maumu telah terwujud."
***
Flashback
"Aku sangaattt bahagia! Onii membiarkanku untuk datang sendirian. Meski nyatanya cuman Onii yang tetap memperlakukanku dengan normal, tapi itu sudah cukup."
"Mengapa kakakmu ini harus berlaku beda padamu? Kamu juga manusia. Bisa bernapas, bergerak, sama seperti manusia lainnya."
"Mulai nih.. Apa kakakku yg katanya tampan bak pangeran ini harus sekolah lagi supaya bisa mengerti maksudku?"
"Hmmm.. mungkin.. aku lulus sekolah 8 tahun lalu, jadi otakku sepertinya sudah lemot."
"Hahaha dasar!"
Percakapan yang takkan kunjung habis terjadi antara dua orang, gadis beranjak remaja berumur 13 tahun dan seorang pria dengan usia dua kali lipatnya. Pada malam hari di atas bukit belakang kediaman salah satunya. Berteman tiupan angin dengan udara yang cukup dingin namun takkan membuat keduanya membeku karena telah kalah oleh kehangatan dari canda tawa mereka. Di atas langit, bintang-bintang pun ikut hadir menemani dua insan ini. Walau faktanya, hanya si orang yang dipanggil "Onii" ini saja yang bisa melihat taburan bintang tersebut.
"Aku bisa menebak, pasti Onii sedang menatap luasnya langit yang dipenuhi oleh bintang-bintang." ucap gadis itu polos.
"Dih, sok tahu! Huuhhh," pria di sampingnya coba menjahili dengan mendekatkan mulutnya ke daun telinga gadis itu. Memengangi pendengaran.
Dia pun refleks menjauh setelah ada suara mengagetkan yang masuk ke gendang telinganya, "Yamete yooo.. Katayose Ryota-nii!" tegasnya hingga menyebut nama lengkap pria itu.
Ryota terus tertawa melihat ekspresi kesal dari adiknya. Adik yang bukan terlahir dari rahim Katayose Mama namun telah membuat Ryota merasa sangat dekat dengannya. Perasaan ingin melindungi seperti seorang kakak selalu muncul ketika dia tengah bersama gadis itu. Gadis yang pertama kali ia temui dua tahun lalu ketika diajak oleh sang ayah yang merupakan seorang guru musik pergi ke sebuah panti asuhan. Di mana setiap dua kali dalam seminggu beliau rutin untuk mengajari musik semua penghuni di sana baik dari anak kecil sampai dewasa. Dan Ryota, sering menemani sang ayah untuk berbagi ilmu di sana karena memang berbanding lurus dengan pekerjaan Ryota yang seorang musisi. Jadi, apa salahnya?
Pada perjumpaan pertama, Ryota menemukan sesosok gadis kecil tak biasa bernama Kurumi. Dengan kekurangan yang tampak jelas datang dari indera penglihatannya, namun gadis itu tetap berusaha untuk bisa mengikuti pelajaran ini. Mencoba menekan setiap tuts dari piano berukuran mini yang ada di hadapannya. Tak menyerah untuk dapat menyesuaikan nada hanya dengan melalui pendengaran. Sejak saat itu, Ryota tergerak untuk mulai berinteraksi dengan dia kemudian coba membimbingnya hingga seiring waktu mereka berdua dapat saling berbagi dan menjadi dekat seperti kakak dan adik. Layaknya keluarga. Sampai saat ini.
"Ya, tebakanmu sangat benar! Tapi bukan berarti kamu hebat sih, karena ini sudah sering terjadi.. Kamu hanya mencontek tebakan-tebakan dari yang lalu saja," dengan nada mengejek, Ryota lagi-lagi menggodanya melalui perkataan pedas yang sudah menjadi ciri khasnya.
"Huh! Memang benar apa yang dibilang sama Katayose-sensei waktu pertama kali memperkenalkan Onii. Walau wajahnya tampan, tapi bicaranya tajam seperti pisau!" Kurumi memalingkan wajahnya, berpura-pura jutek pada Ryota.
"Hidup itu harus seimbang. Jika kita memiliki sisi positif, kita juga harus memiliki sisi negatif!" timpal Ryota tak mau kalah. Mengulum tawa, khawatir suaranya akan terdengar. Karena dia hanya bermaksud untuk mengerjai adiknya.
Dahi Kurumi mengkerut mendengar ucapan dari Ryota. "Hah?? Apa itu sebuah kata-kata mutiara? Atau nasehat? Mana ada hal yang seperti itu.." kepalanya lalu menghadap ke arah Ryota.
Pria itu tak sanggup menahan tawanya lagi melihat wajah gadis kecil ini yang kebingungan atas kata-kata yang tadi ia lontarkan. Kurumi pun kemudian sadar jika ia tengah dikerjai setelah suara ngakak Ryota mendominasi keadaan.
"Oniiii!! Menyebalkan!"
Tak tega melihat kemarahan Kurumi, akhirnya Ryota meminta maaf sambil kembali mengontrol dirinya.
"Kalau Onii mau aku maafkan, Onii harus memberitahuku rahasia yang waktu itu sensei bilang!"
Selain satu sifat itu, ayah Ryota juga pernah mengatakan bahwa anaknya ini memiliki rahasia. Namun yang namanya rahasia, pasti tak boleh diketahui oleh orang lain.
Ryota langsung terdiam saat Kurumi menunggu jawaban darinya. Ia menatap lekat wajah mungil itu dari samping. Tanpa berkata, perlahan tubuhnya ia geser mendekat pada si pemilik tanya. Lalu mendekapnya dan membenamkan kepala sang adik di dadanya. Telapak tangan dia, mengelus lembut rambut hitam yang panjangnya sebahu itu.
"Onii.. Ada apa?" Kurumi mulai heran atas sikap Ryota yang tiba-tiba. Sudah kesekian kali ia merasakan dekapan darinya, tapi saat ini, dekapan itu terasa begitu erat.
"Kamu pasti akan tahu rahasiaku, setelah aku bisa melakukan perjalanan ke langit dan menjadi bagian dari bintang-bintang itu." suara lembut Ryota perlahan memelan seperti tertahan. Kepalanya tertunduk bertumpu pada milik Kurumi.
"Onii akan terbang ke sana?" tanyanya dengan polos.
"Mmmm.." singkat Ryota membalas tanya tersebut.
"Aku ingin ikut! Meski aku tidak bisa melihat semua yang ada di sana, tapi kalau bersama Onii aku pasti akan baik-baik saja." Lanjutnya, "Karena Onii akan jadi penerang dalam kegelapanku. Cahaya bintang yang dilihat oleh matamu akan terasa oleh mataku juga."
Ryota semakin memeluk erat tubuhnya. Hatinya begitu terenyuh menerima setiap pengakuan tulus dari gadis ini.
Namun, jawaban Ryota berbanding terbalik. Ia menyangkal, "Tidak bisa! Aku akan pergi ke sana sendiri saja."
Gadis itu tiba-tiba berontak. Menarik dirinya dari dekapan Ryota.
"Kenapa?"
"Jalanmu masih sangat panjang. Ini belum saatnya.." batin Ryota. Tapi yang dia katakan berbeda. "Karena kita akan sama-sama melihat bintang itu dari sini. Tak perlu pergi ke tempat yang jauh." matanya berbinar menatap tatapan kosong dari bola mata Kurumi.
"Seperti sekarang?" Kurumi mendongak memposisikan kepalanya memandang langit.
"Bukan, tapi kamu akan sungguh-sungguh melihatnya." sambil berkata, Ryota ikut melebarkan pandangan ke langit.
"...dan aku akan mengawasimu dari atas sana." lagi, Ryota hanya memendam kalimat ini di dalam hatinya.
"Janji? Aku dan Onii akan sama-sama melihat bintang yang indah itu suatu saat nanti." Kurumi meminta Ryota untuk saling menautkan jari kelingking.
"Aku bukan anak kecil lagi, mana mau melakukan hal itu? wleee" Ryota menolak ajakannya sambil menjulurkan lidah. Bermaksud mengejeknya agar suasana kembali ceria lagi.
Sudah jelas, gadis itu dibuat kesal untuk yang kedua kalinya. Ryota kembali menertawai dan malah mencubit gemas kedua pipi Kurumi yang bulatnya sama persis seperti milik Ryota.
"Kau telah memberiku tujuan, Kurumi-chan. Aku takkan menyesal dengan semua perjalanan hidupku ini. Terima kasih."
Percakapan malam itu tampak sangat panjang. Walau masih dibumbui candaan, lalu bernyanyi bersama, namun hawanya berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya. Ryota lah yang paling merasakan. Karena pada kenyataannya, ini adalah perjumpaan langsung mereka yang terakhir.
Flashback end
***
"Kau sungguh menepati janjimu, Onii.." sambil terus bertahan pada posisinya di tempat favorit ini, Kurumi mengingat kembali semua kenangan antara dia dan sang kakak yang saat ini tengah dipandangi. Di langit malam. Satu cahaya yang amat bersinar di atas sana. Berwujudkan bintang, itulah dirinya.
"Kita bisa melihat bintang-bintang itu bersama. Melalui matamu yang juga merupakan milikku."
"Kilauannya.. Kerlap-kerlip itu.. Kita akan selalu menatap titik yang sama!"
"Aku bersamamu, sama-sama memandang dirimu."
"Apa yang aku katakan ini, Onii? haha." Kurumi terus bermonolog disertai tawa tipisnya.
Dengan terbongkarnya rahasia yang dimiliki oleh Ryota, maka pria itu pun kini telah damai menuju ke tempat yang ia inginkan. Rahasia itu, menyangkut tentang sisa usianya yang tak bisa bertahan lebih lama lagi. Sejak mengenal Kurumi, ia jadi memiliki tekad untuk menyerahkan penglihatannya pada gadis itu di saat waktunya telah tiba. Tak ada penyesalan sedikitpun, ia bahagia karena hidupnya bisa berarti bagi kehidupan lain. Dan tujuan mulia itu, akhirnya tercapai.
Hanya saja, hati si gadis kecil hancur. Ia yang belum mengerti apa-apa tak bisa menerima. Pikirannya selalu berbisik jika sang kakak tega meninggalkan dia sendirian di dunia ini.
Empat tahun berlalu, sekarang sang gadis kecil telah berubah menjadi seorang gadis remaja. Sepanjang waktu itu, dengan dibantu oleh keluarga Katayose yang telah resmi menjadi orang tua angkatnya atas permintaan terakhir dari Ryota, Kurumi mulai paham dengan semua keadaan. Ia dapat memperluas pemikirannya dan bisa menerima jalan hidup ini. Justru rasa optimislah yang sekarang tertanam di dirinya. Ia takkan menyia-nyiakan 'kehidupan' yang telah diberi oleh Ryota. Ia akan terus berusaha dengan berpegang pada setiap nasehat yang dulu sering dikatakannya.
"Aku harap Onii takkan lelah mengawasiku dari sana. Teruslah berjalan mengikuti kemanapun aku pergi." senyumnya mengembang kala terus menerus menatap satu bintang paling terang itu.
"Aku selalu bisa melihatmu."
"Bagiku kau bukan pangeran seperti yang dikatakan oleh orang-orang. Tapi kau adalah pahlawan. Satu-satunya pahlawanku."
"Terima kasih, Onii.."
-TAMAT-
Friday, January 1, 2021
GENERATIONS from EXILE TRIBE -Ame Nochi Hare
Selamat Tahun Baru 2021!! Semoga kita semua sehat selalu dan tetap kuat dalam menjalani hidup ini!
Untuk mengawali tahun yang baru ini, saya akan membuat postingan yang bisa jadi juga merupakan harapan yang diinginkan terwujud oleh semua orang di tahun ini. Di mana 'hujan' yang terus menerus turun pada tahun 2020 akan berhenti untuk selamanya dan berganti menjadi 'cerah' di tahun 2021. Maka dari itu, kali ini saya akan berbagi lirik dari lagu terbarunya GENERATIONS from EXILE TRIBE dengan judul "Ame Nochi Hare" yang berarti "Cerah Setelah Hujan".
![]() |
| GENERATIONS dengan kostum di lagu Ame Nochi Hare sumber foto: GENERATIONS Official Twitter |
"Ame Nochi Hare" yang merupakan single ke-25 dari GENERATIONS from EXILE TRIBE akan dirilis pada tanggal 10 Februari 2021. Lagu bertempo santai ini telah dipilih sebagai lagu tema dari drama TV Asahi berjudul "Mokomi ~Kanojo Chotto Hendakedo~" yang akan mulai tayang pada 23 Januari 2021 setiap hari Sabtu malam. Ini adalah lagu yang menghangatkan dan inspiratif yang akan memelukmu dalam kehangatan manusia dan membantu melepaskan kerumitan serta masalah yang dimiliki oleh semua orang. [sumber: LDH Global Website]
Lagu ini untuk menghapus rasa sepi dan menyakitkan. Memiliki pengertian dan simpati atas kesulitan dalam mengambil langkah. Dengan suara hangat dari vokal yang menyegarkan, ini adalah lagu positif yang bisa mendorongmu. Lirik ini didasarkan pada citra pemeran utamanya, 'sekarang' dan 'masa depan' dari Mokomi. Seperti judulnya "Ame Nochi Hare", aku berharap dunia akan mendapatkan kembali kehidupan sehari-hari yang normal sehingga tidak akan ada hujan yang tidak berhenti. [Alan Shirahama pada wawancara ORICON]
GENERATIONS from EXILE TRIBE -雨のち晴れ / Ame Nochi Hare
(Cerah Setelah Hujan)
Kanpeki na mono na do kono sekai ni wa mou nai kedo
Kimi ga kimirashiku iru dake de sekai wa akaruku naru
Kawaranai mono ga tada aru dake de mou subete ga
Kagayaite mieru yo I know kitto
Kimi ga kimirashiku iru dake de sekai wa akaruku naru
Kawaranai mono ga tada aru dake de mou subete ga
Kagayaite mieru yo I know kitto
Tak ada yang namanya sempurna di dunia ini
Dunia akan menjadi cerah jika kau yang seperti dirimu
Ada sesuatu yang tak berubah begitupun lainnya
Ini tampak bersinar, aku tahu pasti
Muite mune ni kizamu
Me ni wa mienakute mo
Saat momen itu dimulai
Hadapilah dan ukir di dadamu
Meskipun tak terlihat oleh mata
Reff 1:
Hirogaru sekai ni fumidashite yukou
Ame nochi hare no mirai e to
Kimi ga itsudatte kimi de aru tame ni
Shinjirareru tsuyo sa te ni ireta
Mari melangkah ke dunia yang berkembang ini
Untuk masa depan yang cerah setelah hujan
Karena kau selalu baik, demi dirimu sendiri
Percayalah akan kau dapatkan
Me to me ga atte, te to te wo tsunagi
Issho ni aruku kono michi wo
Itsumade mo taisetsu ni shite zutto susunde yuku
Kontak dari mata ke mata, genggaman dari tangan ke tangan
Ikuti jalan ini untuk dilalui bersama
Aku akan menghargai sesuatu penting itu selamanya dan terus maju
Kansei nante mono hodo ayafuyana mono wa nai kedo
Tashikana koto wa kimi ga aru koto
Tak ada yang lebih samar-samar seperti kepekaan
Karena yang pasti itu adalah kau
Juunin hito iro chigatte kamawanai
Hiki hagashita retteru ni
Ima koso sayonara wo
Hiki hagashita retteru ni
Ima koso sayonara wo
Tak masalah jika ada 10 orang dan 10 warna yang berbeda
Untuk label yang kau robek
Ucapkan selamat tinggal sekarang
Reff 2:
Kyukutsuna sekai ni wakare wo tsugeyou
Ame nochi hare no mirai e to
Kimi ga soko ni iru tada sore dakede ii
Atarimae no you de tokubetsuna koto
Ucapkan selamat tinggal pada dunia yang sempit
Untuk masa depan yang cerah setelah hujan
Kau berada di sana, hanya itu yang kau butuhkan
Yang sudah jelas damai dan istimewa
Me to me ga atte, kokoro ga fureru
Koboreru egao no tsuyo sa yo
Kyou ga subarashii hi ni naru I believe kakushin suru
Kontak dari mata ke mata dan sentuhan dari hati ke hati
Kekuatan senyum meluap
Aku percaya bahwa hari ini adalah hari yang luar biasa
Kimi no sono te no naka zutto nigirishimeta mama no yume
Yuuki dashite ima Set it free
Dare no mono demo nai sono omoi
In your dream
Yuuki dashite ima Set it free
Dare no mono demo nai sono omoi
In your dream
Mimpi yang selalu tergenggam di tanganmu
Beranilah dan bebaskan sekarang
Perasaan yang bukan milik siapapun
Di mimpimu
Reff 3:
Hirogaru sekai ni fumidashite yukou
Ame nochi hare no mirai e to
Kimi ga itsudatte kimi de aru tame ni
Shinjirareru tsuyo sa te ni ireta
Mari melangkah ke dunia yang berkembang ini
Untuk masa depan yang cerah setelah hujan
Karena kau selalu baik, demi dirimu sendiri
Percayalah akan kau dapatkan
Issho ni aruku kono michi wo
Itsumade mo taisetsu ni shite zutto susunde yuku
Kontak dari mata ke mata, genggaman dari tangan ke tangan
Ikuti jalan ini untuk dilalui bersama
Aku akan menghargai sesuatu penting itu selamanya dan terus maju
(sumber lirik kanji: LxO GENERATIONS "Ballad Best")
(lirik romaji dan terjemahan Bahasa Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)
Monday, December 28, 2020
GENERATIONS LIVE ONLINE 2020 "BALLAD BEST" ~ORCHESTRA LIVE~
![]() |
| sumber foto: Nikkan LDH twitter |
Live Online terakhir yang dilaksanakan oleh grup musik besutan LDH, GENERATIONS from EXILE TRIBE di tahun 2020. Dengan mengusung tema "BALLAD BEST" yang diiringi oleh live orchestra menjadikan konser yang digelar malam tadi di Abema TV ini berada dalam suasana yang syahdu dan menyejukkan.
Konser ini menyajikan penampilan para member yang berbalut tuxedo dengan sangat rapi. Memancarkan aura ketampanan yang sangat kuat. Dilanjutkan dengan suguhan hangat dari salah satu vokalis, Ryota Katayose dalam memainkan piano. Jari-jarinya dengan manis menari indah menghasilkan denting yang sangat merdu. Kemudian rap dari Mandy, tak ketinggalan untuk dihadirkan di sini. Lagu-lagu dari album yang sudah cukup lama pun dibawakan secara medley. Dengan menggaet satu persatu performernya untuk menari di setiap lagu tersebut. Foto-foto para member saat di momen berbagai live tour sebelumnya ikut terpajang di sisi-sisi sebuah lorong yang merupakan salah satu set untuk penunjang konser ini. Lagu baru yang akan dirilis bulan Februari 2021 telah ditampilkan untuk yang pertama kalinya. Hingga diakhiri dengan kejutan ulang tahun Ryuto, kebersamaan mereka sangat nyata!
![]() |
| sumber foto: GENERATIONS Official Twitter |
Sebagian besar penggemar mengatakan bahwa ini adalah Live Online terbaik GENERATIONS di antara tiga Live Online yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dan saya sangat setuju! Melalui konser ini, GENE berhasil membawa penonton untuk masuk ke dalam dunia yang dibuatnya. Dunia yang memberikan perasaan campur aduk. Memainkan emosi penonton saat menyaksikan penampilan mereka. Terhipnotis dengan segala yang ditunjukkan. Setiap detik yang berjalan begitu berharga.
Penonton akan dibuat larut dalam lagu-lagu nuansa ballad yang dinyanyikan oleh kedua vokalisnya. Di beberapa lagu lain, harmoni dari semua anggota grup DEEP SQUAD yang ikut memeriahkan akan semakin menghanyutkan perasaan. Kemudian sentuhan tarian dari para performer GENE, mustahil untuk terabaikan. Pemandangan yang takkan bisa membuat penonton berpaling meski hanya sekejap. Musik orkestra yang megah, alunan biola dari para violinist hebat, menjadikan konser ini lebih berkelas. Gabungan dari semua itu adalah mahakarya yang luar biasa!
![]() |
| GENERATIONS, DEEP SQUAD, Team Orchestra sumber foto: GENERATIONS Official Twitter |
Bagi saya, yang sangat menunggu-nunggu lagu favorit untuk dinyanyikan sejak konser pertama, tak mampu untuk menahan air mata ketika akhirnya lagu itu dinyanyikan di sini! Always with you, lagu yang sangat saya cintai dari segala sisinya telah berkumandang di konser 'terakhir' ini. Jelas, air mata yang mengalir adalah untuk kebahagiaan.
Tak berhenti di situ, saya pun kembali menangis saat lagu Kataomoi menjadi salah satu setlist di konser ini. Lagu yang dibawakan dengan cara berbeda, memberi rasa baru yang tak kalah dari aslinya. Indah namun sesak, saat melihat penampilan lagu ini sambil merenungkan maknanya.
ECHO! Keinginan saya berikutnya yang terkabul. Lagu yang sudah lama sekali ingin saya saksikan livenya, dan di sini dapat menjadi kenyataan. Bagaimana respon saya? Tentu saja, menangis lagi.
Tiga lagu yang menjadi harapan saya untuk bisa dinyanyikan oleh GENE dari sejak live pertama, namun belum terwujud satupun hingga live ketiga. Tapi.. di live akhir tahun ini, tak tanggung semuanya langsung terkabul! GENE memberikan bahagia yang tak terbendung oleh diri saya!
Tangis, tawa, haru, kehangatan, rasa merinding, senyum gemas, semua terasa saat di konser ini. Utamanya, untuk tangisan. Bukan saya saja, semua yang menonton konser ini saya jamin tak akan ada yang bisa menahan air mata. Melihat penampilan mereka yang menakjubkan. Dan melihat pada pribadi masing-masing member GENERATIONS. Apa yang terjadi pada sang leader, kemudian Yuta, lalu Mandy dan Ryuto yang tiba-tiba memberi kabar mengejutkan. Yang mengatakan bahwa dirinya terkena penyakit Polyp pada pita suara dan akan melakukan operasi di awal tahun depan. Dia masih terlihat tegar saat itu. Suara dalam berbicaranya tetap stabil. Namun setelahnya saat menyanyikan lagu terakhir, tangisnya pecah seketika! Hingga dia tak sanggup melanjutkan lirik di lagu yang sedang dinyanyikan. Kami tak tahu apa yang tengah ada di pikirannya saat itu. Namun tangis yang ia keluarkan amat berpengaruh pada kami. Pada penonton. Langsung menular dengan cepat membuat kami ikut larut dalam emosi tersebut sampai acara selesai. Jujur saja, keadaan hati saya sangat berantakan akibat konser ini!
![]() |
| sumber foto: Alan Shirahama Official Instagram |
Live Online GENE di tahun ini diawali dengan tawa dan diakhiri dengan tangis. Namun tangis tak berarti selalu buruk. Tangisan itu merupakan bentuk perwujudan dari sebuah perasaan yang akan membuat diri menjadi lebih kuat lagi untuk ke depannya.
Terimakasih GENERATIONS, atas semua kerja keras hingga membuahkan hasil yang sangat tak terduga untuk kami. Yang akan selalu diingat sampai kapanpun. Kebahagiaan yang kalian beri akan menjadi kekuatan untuk kami. Mari sama-sama membuat masa depan yang lebih hebat dari ini! Kalian pasti bisa. Perjuangan kalian takkan sia-sia!
LOVE YOU,
ALAN
RYOTA
RYUTO
HAYATO
REO
MANDY
YUTA
LOVE YOU ALL, GENERATIONS from EXILE TRIBE!
Friday, December 25, 2020
My Favorite: GENERATIONS from EXILE TRIBE
Mari mengenal lebih jauh tentang apa-apa saja kesukaan dari setiap member grup musik GENERATIONS from EXILE TRIBE! Info ini saya dapat dari buletin digital EXILE TRIBE FAMILY volume. 71 yang baru saja dirilis hari ini! Sebenarnya, ini tersedia dalam bentuk visual alias sebuah gambar yang di dalamnya terdapat foto setiap member beserta poin-poin yang akan menjadi bahasan saya sekarang. Tapi.. karena mustahil untuk saya bisa menebar gambar tersebut, jadi saya pindahkan saja info itu menjadi berbentuk tulisan. Saya rasa ini tidak masalah karena sesuai pengalaman, banyak juga yang melakukan hal seperti ini. Intinya.. tidak ada visual, visual dan VISUAL!! Ahahaha
![]() |
| sumber foto: GENERATIONS Official Twitter |
1. ALAN SHIRAHAMA
BASIC DATA
Tanggal Lahir: 04 Agustus
Tempat Lahir: Prefektur Ehime
MY FAVORITE..??
↓
Makanan → Ramen
Minuman → Bir
Binatang → Anjing
Olahraga → Sepakbola
Makanan → Ramen
Minuman → Bir
Binatang → Anjing
Olahraga → Sepakbola
Warna → Putih
Lagu LDH → GENERATIONS "Hirahira"
Lagu LDH → GENERATIONS "Hirahira"
2. RYOTA KATAYOSE
BASIC DATA
Tanggal Lahir: 29 Agustus
Tempat Lahir: Prefektur Osaka
MY FAVORITE..??
↓
Makanan → Kare, Daging, Oumichou (seafood)
Minuman → Wine
Binatang → Binatang kecil
Olahraga → Sepakbola
Makanan → Kare, Daging, Oumichou (seafood)
Minuman → Wine
Binatang → Binatang kecil
Olahraga → Sepakbola
Warna → Biru, Merah
Lagu LDH → Sandaime J SOUL BROTHERS "Tokyo"
Lagu LDH → Sandaime J SOUL BROTHERS "Tokyo"
3. RYUTO KAZUHARA
BASIC DATA
Tanggal Lahir: 28 Desember
Tempat Lahir: Prefektur Hyogo
MY FAVORITE..??
↓
Makanan → Daging
Minuman → Air asam
Binatang → Anjing (Tono dan Waka)
Olahraga → Berselancar
Makanan → Daging
Minuman → Air asam
Binatang → Anjing (Tono dan Waka)
Olahraga → Berselancar
Warna → Hitam, Orange
Lagu LDH → EXILE "Motto Tsuyoku"
Lagu LDH → EXILE "Motto Tsuyoku"
4. HAYATO KOMORI
BASIC DATA
Tanggal Lahir: 13 Juni
Tempat Lahir: Prefektur Mie
MY FAVORITE..??
↓
Makanan → Potongan daging babi
Minuman → Soda melon
Makanan → Potongan daging babi
Minuman → Soda melon
Binatang → Induk Ayam
Olahraga → Bola Voli
Olahraga → Bola Voli
Warna → Biru, Kuning
Lagu LDH → Ini pertanyaan yang sulit... EXILE "Love, Dream & Happiness"
Lagu LDH → Ini pertanyaan yang sulit... EXILE "Love, Dream & Happiness"
5. REO SANO
BASIC DATA
Tanggal Lahir: 08 Januari
Tempat Lahir: Tokyo
MY FAVORITE..??
↓
Makanan → Ikan (Nodoguro)
Minuman → Kopi (hitam)
Binatang → Anak Singa
Olahraga → Skateboard (khusus jadi penonton)
Makanan → Ikan (Nodoguro)
Minuman → Kopi (hitam)
Binatang → Anak Singa
Olahraga → Skateboard (khusus jadi penonton)
Warna → Hijau, Hitam
Lagu LDH → Sandaime J SOUL BROTHERS "starting over"
Lagu LDH → Sandaime J SOUL BROTHERS "starting over"
6. MANDY SEKIGUCHI
BASIC DATA
Tanggal Lahir: 25 Januari
Tempat Lahir: Amerika
MY FAVORITE..??
↓
Makanan → Roti isi daging (hamburger)
Minuman → Kopi
Binatang → Manusia //*hah??
Olahraga → Baseball
Makanan → Roti isi daging (hamburger)
Minuman → Kopi
Binatang → Manusia //*hah??
Olahraga → Baseball
Warna → Biru
Lagu LDH → EXILE "This Is My Life"
Lagu LDH → EXILE "This Is My Life"
7. YUTA NAKATSUKA
BASIC DATA
Tanggal Lahir: 07 Januari
Tempat Lahir: Prefektur Osaka
MY FAVORITE..??
↓
Makanan → Tuna
Minuman → Sake Jepang
Binatang → Landak
Olahraga → Sepakbola
Makanan → Tuna
Minuman → Sake Jepang
Binatang → Landak
Olahraga → Sepakbola
Warna → Hitam
Lagu LDH → GENERATIONS "Lonely"
Lagu LDH → GENERATIONS "Lonely"
--
(sumber foto member: Abema TV Official Instagram)
Saturday, December 5, 2020
Ryuto Kazuhara -Time Capsule
Di akhir tahun ini, Ryuto Kazuhara merilis single solo ke-3 nya! Ini terasa lebih istimewa karena Ryuto sendirilah yang menulis liriknya! Berjudul "Time Capsule" yang sekaligus dijadikan sebagai OST dari kelanjutan drama HiGH&LOW "6 from HiGH&LOW THE WORST". Ini kedua kalinya Ryuto mengisi lagu di project tersebut setelah satu tahun lalu lagu debutnya mengiringi kisah sebuah persahabatan yang terjalin dalam filmnya.
Bersumber dari info mobile blog EXT, lagu ini ditulis sesuai dengan isi dramanya. Interaksi santai dengan sahabat dan rekan kerja yang pernah dialami oleh semua orang. Kenangan menyenangkan yang tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah lagu dengan suara nyanyiannya yang santai dan segar. Diikuti perasaan yang pada akhirnya akan hilang dari ingatan seiring berjalannya waktu. Dan itu akan menjadi seperti harta karun.
Ini adalah lagu yang dapat membuat semua orang bersimpati pada ikatan enam orang yang berada di dalam drama.
![]() |
| Cover lagu Ryuto Kazuhara -Time Capsule sumber: GENERATIONS Official Twitter |
Ryuto Kazuhara -タイムカプセル / Time Capsule
(Kapsul Waktu)
Lirik: Ryuto Kazuhara
Musik: DAICHI, Erik Lidbom
Itsu kara
Bokura konna fuuni
Mirai wo
Egaku youni natta?
Sejak kapan
Kita seperti ini
Masa depan
Apakah kau menggambarnya?
Natsukashii neiro to keshiki
Sore zore idaku omoi
Terashi awasetara
Bernostalgia nada dan pemandangan
Saat menggabungkan penerangan
Dari pikiran masing-masing
Kawaru koto no nai
Sekai ga kirei ni
Irodoru darou
Kitto...
Tak pernah berubah
Dunia itu indah
Kau akan mewarnainya
Pasti...
Reff 1:
Bakamitai ni
Warai atta
Kyou made no hibi ga
Sou
Asu wo tsumugu sutori
Seperti orang bodoh
Menertawakan satu sama lain
Hari-hari hingga hari ini
Begitu
Sebuah cerita yang berputar di masa depan
Surechigatte
Butsukatta
Donna kizudatte subete ga
Kakegaenai kara
Melewati satu sama lain
Menabrak
Setiap semua goresan
Itu tak tergantikan
Toki ni wa
Erabu michi wo mayoi
Kidzukeba
Hitori bocchi datta
Iminonai tawamureda to
Wakatteita hazu na no ni
Ijiwoharu bakari
Terkadang
Tersesat untuk memilih jalan
Jika kau melihat
Aku sendirian
Ini adalah permainan yang tak masuk akal
Aku seharusnya telah mengetahui
Hanya saja bersikap keras kepala
Wasureteta
Ano hi no kioku
Ima, flashback
Kasundeku shikai...
Afureta
Aku lupa
Kenangan hari itu
Sekarang mengingat ke belakang
Pemandangan yang kabur...
Meluap
Reff 2:
Bakamitai ni
Fuzake atta
Kyou made no hibi ga
Sou
Senaka oshite kureta
Seperti orang bodoh
Bergurau satu sama lain
Hari-hari hingga hari ini
Begitu
Mendorongku kembali
Omoide wo tsumekonda
Kokoro no taimu kapuseru wo
Saa, hirakunda
Mengemasi kenangan
Kapsul waktu dalam hati
Ayo, buka
Oboeteru kana?
Itsuka hanashita
Yume no tsuzuki ga sugu sobade
Bokura wo matteiru
Apakah kau ingat?
Kelanjutan dari mimpi kita sudah dekat, di sebelah
Aku akan bicarakan suatu hari nanti
Menunggu kita
Reff 3:
Bakamitai ni
Warai atta
Kyou made no hibi ga
Sou
Asu wo tsumugu sutori
Seperti orang bodoh
Menertawakan satu sama lain
Hari-hari hingga hari ini
Begitu
Sebuah cerita yang berputar di masa depan
Riyuu nante iranakatta
Kotae mo motomezu tada
Onaji sora wo miteta
Aku tak butuh alasan
Aku tak minta jawaban
Aku sedang melihat ke langit yang sama
Kore made mo
Kore kara mo bokura wo
Tsunagu basho ga aru
Hitori jyanaikara
Mulai sekarang
Kita akan terus melanjutkan
Ada tempat untuk terhubung
Aku tak sendirian
My precious place
Tempat berhargaku
(sumber lirik kanji: Ryuto Kazuhara official blog)
(lirik romaji dan terjemahan B. Indonesia oleh saya sendiri)
(mohon koreksi jika ada kesalahan)
Sunday, November 29, 2020
#KaraokeTimeCindy (2)
I don't care about my voice, cz i really enjoy doing this. For my love GENERATIONS, thanks for the beautiful and truly meaningful songs from you all. ❤
You & I
Star Traveling
Lonely
Saturday, November 21, 2020
GENERATIONS from EXILE TRIBE Part. 4
Selamat perayaan ulang tahun ke-8 untuk tujuh orang manusia ajaib dengan segudang bakat, GENERATIONS from EXILE TRIBE! Di angka 8 yang garisnya terus menyambung tanpa ada ujungnya ini, semoga perjalanan kalian pun akan terus tersambung lalu melesat hingga tak ada ujungnya. Kalian yang akan tetap energik dan selalu berhasil memberikan keceriaan pada semua orang melalui suara, tarian serta pribadi masing-masing. I Love You GENE!!
Berjumpa lagi nih dengan postingan tahunan dari saya. Yang dikhususkan untuk ditulis satu tahun sekali. Ini sangat spesial karena menyangkut idola saya yang begitu spesial juga! Hihihi. Kali ini sudah sampai di part. 4 yaak.. sungguh tidak terasa nyatanya terhitung lumayan lama juga saya menjadi penggemar dan pastinya mengikuti perkembangan mereka. Niatnya sih saya ingin terus membuat bahasan tentang ini sampai ke poin terakhir alias Z. Entah itu akan menghabiskan waktu bertahun-tahun ke depannya lagi, tapi saya akan berusaha semampu dan sebisanya untuk tidak melewatkan ini. Saya cuman berdoa agar terus diberi kesehatan oleh Yang Di Atas, lalu dikonsistenkan dalam menulis serta masih punya waktu luang meskipun mungkin nanti tidak sebebas sebelumnya ataupun hari ini karena berbagai macam alasan di kehidupan nyata.. Aamiinn *tolong doakan saya juga yaa gaes ahaha*. Pokoknya, selama GENE masih bersama dan terus berkarya, tulisan dari saya tentang mereka tak akan ada habisnya!
Untuk mengingat kembali pembahasan di tahun-tahun yang lalu, ini saya tampilkan lagi postingannya ↓
Dan sekarang berlanjut ke part. 4, let's gooo!!
--------------------------------------------------
L. GOLONGAN LAGU-LAGU GENERATIONS from EXILE TRIBE
Setiap lagu pasti memiliki jenis-jenis irama yang mengikatnya hingga dapat menjadi sebuah musik yang bisa dinikmati. Baik dari irama yang menghentak keras hingga mengalun dengan lembutnya. Berikut saya coba untuk mengklasifikasikan lagu-lagu dari GENERATIONS berdasarkan jenis irama musiknya.
1. Jenis Lagu Hard-Beat
Lagu yang musiknya terkesan keras dengan tempo cepat dan sukses meningkatkan suasana berapi-api. Hampir mengarah ke jenis lagu rock juga. Cocok untuk melepas stres saat bisa dinyanyikan dengan suara lantang!
Album 1 "GENERATIONS"
- ANIMAL
- HOT SHOT
- BURNING UP
Album 2 "GENERATION EX"
- Sing it Loud
- REVOLVER
Album 3 "SPEEDSTER"
- AGEHA
- Hard Knock Days
Album 4 "Namida wo Nagasenai Pierrot wa Taiyou mo Tsuki mo nai Sora wo Miageta"
- Taiyou mo Tsuki mo
- PIERROT
- RUN THIS TOWN
Album 5 (BEST ALBUM "BEST GENERATION")
- ALRIGHT! ALRIGHT!
Album 6 "SHONEN CHRONICLE"
- F.L.Y. BOYS F.L.Y. GIRLS
- SNAKE PIT
Single 22 "HiraHira"
- HiraHira
2. Jenis Lagu Up-Beat
Lagu-lagu yang bisa membangkitkan semangat dengan iramanya yang masih bertempo lumayan cepat.
Album 1 "GENERATIONS"
- BRAVE IT OUT
- to the STAGE
- Go On
- Into You
Album 2 "GENERATION EX"
- HIGHER
- Pump It
- NEVER LET YOU GO
Album 3 "SPEEDSTER"
- Gimme!
- Evergreen
- TRANSFORM
- I Believe In Miracles
Album 4 "Namida wo Nagasenai Pierrot wa Taiyou mo Tsuki mo nai Sora wo Miageta"
- Make You Mine
- be the ONE
- Y.M.C.A.
Album 5 (BEST ALBUM "BEST GENERATION")
- BIG CITY RODEO
Album 6 "SHONEN CHRONICLE"
- A New Chronicle
- G-ENERGY
- MAD CYCLONE
- UNITED JOURNEY
心声 /
Shinsei
Single 22 "HiraHira"
- Red Carpet
Other songs:
- Organ Donor ~Off Da Hook~ (feat DJ Makidai, SWAY)
- Possible (Ryota Katayose solo song)
3. Jenis Lagu Up-Beat Santai
Irama yang sudah tidak terlalu cepat tapi hentakannya masih terasa. Lagu yang cocok sekali didengarkan saat keadaan sedang bersantai ataupun untuk menemani beraktivitas agar mood tetap stabil.
Album 1 "GENERATIONS"
- Ima Kaze ni Natte
- LET ME FLY
- My Eyes On You
- Fallin'
- BELIEVE IN YOURSELF
Album 2 "GENERATION EX"
- EVERLASTING
- Always with you
- My Only Love
- Think of you
- Make It Real
- I Remember
- STORY
- Hana
Album 3 "SPEEDSTER"
- ALL FOR YOU
- LOADSTAR
- ...for you
Album 4 "Namida wo Nagasenai Pierrot wa Taiyou mo Tsuki mo nai Sora wo Miageta"
- Togetherness
- SOUND OF LOVE
- NEXT
Album 5 (BEST ALBUM "BEST GENERATION")
- SUMMER TIME LOVE
- I Believe
Album 6 "SHONEN CHRONICLE"
- Brand New Story
- Control Myself
- DREAMERS
- EXPerience Greatness
- One in a Million ~Kiseki no Yoru ni~
Single 24 "Loading..."
- You & I
- Lonely
Other songs:
- Need Is Your Love (feat Joji 88rising)
- Mou Ichido Kimi to Odoritai (Ryuto Kazuhara solo song)
- Psychic Magic (Ryota Katayose solo song)
4. Jenis Lagu Ballad Emosional
Lagu dengan alunan melodi yang lambat namun menusuk hati. Permainan nada yang mampu mengaduk-aduk perasaan.
Album 1 "GENERATIONS"
- ECHO
Album 3 "SPEEDSTER"
- Tell Me Why
- Rainy Room
Album 4 "Namida wo Nagasenai Pierrot wa Taiyou mo Tsuki mo nai Sora wo Miageta"
- Stupid ~Makkana Bracelet~
Album 6 "SHONEN CHRONICLE"
- Mata, Ashita
- Nani mo Kamo ga Setsunai
- Shounen
5. Jenis Lagu Ballad Menyentuh
Ini merupakan lagu-lagu dengan tempo lambat yang membuat hati terenyuh. Bisa karena lagunya yang manis menenangkan ataupun bersifat sebaliknya.
Album 1 "GENERATIONS"
- Kataomoi
- Love You More
- Itsuka Harewataru Sora no Shita de
Album 3 "SPEEDSTER"
- PAGES
Album 4 "Namida wo Nagasenai Pierrot wa Taiyou mo Tsuki mo nai Sora wo Miageta"
- Sora
- Namida
- Pray
Album 5 (BEST ALBUM "BEST GENERATION")
- Lovers Again
Album 6 "SHONEN CHRONICLE"
- Nostalgie (Ryuto Kazuhara solo song)
- Kaiten
Single 24 "Loading..."
- Star Traveling
--------------------------------------------------
M. REKOMENDASI LAGU-LAGU GENERATIONS from EXILE TRIBE
Setelah membagi jenis-jenis lagu dari GENERATIONS, kemudian saya akan memberikan rekomendasi mana aja sih yang merupakan terbaik dari yang terbaik di antara lagu-lagu tersebut. Daftar rekomendasi ini sebenarnya merupakan campuran antara penilaian objektif dan selera pribadi saya. Setuju atau tidaknya itu saya serahkan lagi kepada pembaca. Yang jelas, tidak akan ada penyesalan dalam diri kalian setelah mendengarkan lagu-lagu ini hahaha.
1. Lagu Hard-Beat
- BIG CITY RODEO
- Make You Mine (music from Spotify)
- to the STAGE (music from Spotify)
- Gimme! (music from Spotify)
- Shinsei (music from Spotify)
3. Lagu Up-Beat Santai
- Always with you
- DREAMERS
- I Remember (music from Spotify)
- Ima, Kaze ni Natte (music from Spotify)
- SOUND OF LOVE (music from Spotify)
4. Lagu Ballad Emosional
- Stupid ~Makkana Bracelet~ (music from Spotify)
- ECHO (music from Spotify)
- Mata, Ashita (music from Spotify)
- Rainy Room
- Shounen
5. Lagu Ballad Menyentuh
6. Lagu Cinta
- Always with you
- Love You More
- One in a Million ~Kiseki no Yoru ni~
7. Lagu Patah Hati
- Stupid ~Makkana Bracelet~
- Kataomoi
- Namida
- Rainy Room
- Mata, Ashita
8. Lagu Penyemangat
- DREAMERS
- Hard Knock Days
- to the STAGE
- Evergreen
- EXPerience Greatness
- AGEHA
- NEXT
--------------------------------------------------
N. ACARA-ACARA REGULAR GENERATIONS from EXILE TRIBE
Selain tampil di atas panggung musik sebagai dance-vocal group, GENE juga mempunyai beberapa acara regular yang pastinya bisa semakin mendekatkan hubungan mereka dengan para penggemarnya. Berikut adalah daftar dari acara-acara regular GENERATIONS:
1. GENE-TALK
GeneTalk merupakan sebuah acara radio milik GENERATIONS yang dimulai sejak bulan April 2013 setiap hari senin malam. Sudah berjalan tujuh tahun dan acara ini masih mengudara sampai sekarang. Setiap member GENE bergiliran menjadi penyiarnya. Baik itu sendiri, berdua, bertiga dan ada kalanya semua member melakukan siaran secara bersama-sama.
Untuk mendengarkan siaran radio dari GeneTalk ini, bisa diakses melalui PROGRAM GENETALK. Website ini adalah sumber asli dimana GeneTalk disiarkan. Kita sebagai pendengar sekaligus penggemar bisa mengetahui info-info terbaru tentang GeneTalk, lalu jaringan radio Jepang yang terhubung dengan acara ini, dan tak ketinggalan kita juga bisa melihat foto-foto di balik layar dari para penyiarnya!
Untuk yang ingin mendengar siaran radio ini secara praktis, di YouTube sudah ada yang berbaik hati memberikan rekamannya loh. Silahkan dikunjungi → GENETALK YouTube.
2. GENERATIONS HIGH SCHOOL TV (GENE-KOU)
Info tentang GeneKou sudah saya bahas sebelumnya secara khusus di postingan tahun lalu. Mari dibaca kembali di sini. Oleh karena itu, saya akan beri tebaran foto-foto member GENE aja yaak saat mereka berada di 'sesi tertentu' dari GeneKou! Tinggal klik tulisan di bawah ini dan kesegaran akan terasa nyata pada kedua bola matamu~ *aiihh*
3. GENE-CHAN
Nah yang ketiga ini, acara regular GENE dengan nama Gene-Chan yang dimulai sejak Januari 2018, tayang setiap hari Rabu pukul 9 malam dan bisa saya bilang sebagai acara 'terbatas'nya GENE. Kenapa demikian? Karena acara ini tidak tersedia secara bebas. Tidak semua orang bisa menontonnya. Karena jika ingin menyaksikan acara ini, kita diharuskan untuk berlangganan alias membayar biaya yang sudah ditentukan setiap bulannya. GeneChan sebelumnya ditayangkan di channel LDH TV, yang merupakan channel khusus dari agensi LDH yang didalamnya berisi semua acara-acara dari artis di agensi tersebut termasuk GENERATIONS. Tapi kini channelnya telah berganti nama menjadi CL meskipun isinya tetap sama bahkan kontennya semakin bertambah.
Walau berbayar tapi kita masih bisa melihat cuplikan-cuplikan acaranya dengan gratis melalui CL Official YouTube Channel. Memang sih cuman dalam hitungan detik, tapi lumayan juga kan daripada enggak sama sekali hihi.
4. GENE-HOUSE
Terakhir yang paling baru, Gene House ini ibarat acara regular 'dadakan'nya GENE. Karena dimulai saat terjadinya penyebaran virus corona di seluruh dunia. Untuk bisa menemani dan menghibur orang-orang di rumah agar tetap tenang dalam menghadapi situasi ini, GENE dengan khusus memberikan tayangan-tayangan tentang apa saja kegiatan yang mereka lakukan selama berada di rumah. Dengan demikian, GENE berharap semua orang yang melihat acara Gene House ini akan kembali mendapat kekuatannya. "Meskipun berjauhan, namun hati kita tetap satu."
Konten-konten dari acara ini semuanya tersedia di YouTube, tepatnya bisa dilihat di channel LDH JAPAN. Jadwal pengunggahan video Gene House ke YouTube tidak menentu, ini bergantung dari penyesuaian aktivitas antar membernya. Tapi saya berharap meskipun nantinya pandemi ini sudah menghilang seutuhnya dari dunia, acara ini masih akan terus berlangsung. Dan ruang lingkupnya pun lebih luas. Karena saya merasa di Gene House ini merupakan gambaran sisi lain dari para member GENE. Tidak seperti mereka pada umumnya yang selalu kita lihat di depan layar kaca. :D
Salah satu tayangan dari Gene House ↓
--------------------------------------------------
O. FAN FICTION GENERATIONS from EXILE TRIBE
Fan Fiction atau dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai fiksi penggemar, merupakan sebuah cerita fiksi yang dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter atau latar yang sudah ada [Wikipedia]. Untuk di poin ini, saya ingin menyampaikan beberapa karya fan fiction yang saya tulis dengan memakai tokoh para member dari GENERATIONS! Mungkin ini bisa dibilang sebagai promosi juga sih yaak, sambil menyelam minum air ahahaha. Ketika saya suka menuangkan pikiran halu ke dalam karangan cerita, maka seperti ini lah hasilnya. Saya menyadari masih banyak kekurangan dari hasil karya ini, tapi mudah-mudahan saja siapa yang membacanya bisa menikmati setiap jalan cerita yang tertuang. Apalagi kalau bersedia untuk meninggalkan jejak dengan memberi tanggapan, kritik dan saran. Pasti saya akan senang sekali! :D
GENERATIONS from EXILE TRIBE
↓
Member GENERATIONS
↓
***********************************
Sudah sampai di akhir nih, semoga yang telah saya bagikan ini bisa bermanfaat untuk pembaca :). Oh yaa, sebelum berpisah, selain ucapan selamat ulang tahun buat GENE, saya pun ingin mengucapkan selamat karena GENE telah terpilih untuk tampil kembali di acara musik Kouhaku Uta Gassen 2020!! Yeeaayyy!! Ini kedua kalinya GENE menjadi pengisi acara di program akhir tahun yang paling bergengsi dan membanggakan! Karena artis yang bisa menembus ke sana bukan sembarang artis loh. Semuanya telah melalui penilaian yang ketat dan GENE berhasil masuk ke dalam kriterianya! Kalian memang pantas berada di sana dengan melihat apa yang telah kalian bertujuh beri dan raih di tahun yang sulit ini. Tetaplah menghasilkan karya yang bisa mewakilkan perasaan banyak orang. Terus kobarkan semangatmu, GENERATIONS!!!
Baiklah, sampai jumpa lagi di 'postingan' tahun depan semuanyaaa.. Salam hangat, tertanda, penulis, permaisuri hatinya Ryota Katayose. Baybayyy ^_^
⬇️
⬇️
Subscribe to:
Posts (Atom)


















