find me on:

Saturday, July 21, 2018

SM*SH -Fenomena

SM*SH is back!! Boyband Indonesia favorit saya dari jaman SMA ini akhirnya kembali lagi di 2018 setelah bertahun-tahun vakum. Walau saya gak seaktif dan hype banget ngikutin mereka kayak dulu pas jaman sekolah lagi, tapi saya tetep bahagiaaa mereka kembali. Dengan formasi yang masih bertahan dengan 6 orang setelah ditinggalkan Morgan di masa-masa kejayaan mereka, sekarang Six Men As Six Heroes alias SM*SH hadir lagi di belantika musik Indonesia dengan single berjudul "Fenomena" yang baru dirilis tanggal 18 Juli 2018. Lagunya tersedia di semua digital platform seperti Itunes dan Spotify. Berikut saya bagikan lirik lagu dari SM*SH -Fenomena :)

sumber foto: official instagram SM*SH Indonesia

SM*SH -Fenomena

Ingin kutahu u u u u
Apakah apa kau ada yang punya
Karena karena ku tak bisa
Lupakan lupakanmu

Kau, satu fenomena
Langit pun cerah hilang gelisah bila engkau ada
Dan, kuingin tahu
Mungkinkah ada yang istimewa bila ku menyapa

Telah kucoba tuk lupakanmu
Tapi ku tak pernah bisa
Harus kucoba bertegur sapa
Karena bayangmu, slalu hantuiku

Reff:
Ingin kutahu u u u u
Apakah apa kau ada yang punya
Karena karena ku tak bisa
Lupakan lupakanmu
Apa kau mau u u u u
Apakah apakah kau juga mau
Katakan katakan yang kau rasa
Jangan kau jangan kau diam saja
Katakan katakan yang kau rasa

Kau, satu fenomena
Langit pun cerah hilang gelisah bila engkau ada
Dan.. kuingin tahu
Mungkinkah ada yang istimewa bila ku menyapa...

Telah kucoba tuk lupakanmu
Tapi ku tak pernah bisa
Harus kucoba bertegur sapa
Karena bayangmu, slalu hantuiku

Reff:
Ingin kutahu u u u u
Apakah apa kau ada yang punya
Karena karena ku tak bisa
Lupakan lupakanmu
Apa kau mau u u u u
Apakah apakah kau juga mau
Katakan katakan yang kau rasa
Jangan kau jangan kau diam saja
Katakan katakan yang kau rasa

Rap:
Hey, teruntuk dirimu yang merasa
Yakinkan lagi asa ku kita bisa
Rasa ini masih terus berbayang
Kau tanpa ada namun ragamu hilang
Ah, mungkin kau masih ragu
Tapi salahkah jika kita coba dulu
Melepas bukanlah satu hal yang mudah
Kau tiba datang tanpa pamit menghilang

Reff:
Ingin kutahu u u u u
Apakah apa kau ada yang punya
Karena karena ku tak bisa
Lupakan lupakanmu
Apa kau mau u u u u
Apakah apakah kau juga mau
Katakan katakan yang kau rasa
Jangan kau jangan kau diam saja
Katakan katakan yang kau rasa


(mohon koreksi jika ada kesalahan)

**
Official Audio SM*SH -Fenomena


RAFAEL

RANGGA

BISMA

DICKY

REZA

ILHAM

(sumber foto: official instagram SM*SH Indonesia)




Thursday, July 19, 2018

Fan Fiction: Story (2)

Part 1: I Remember

Part 2: Echo
(Kazuhara Ryuto focus)

Burung-burung saling berkicau membangunkanku di pagi hari ini. Seperti biasa, suara alarm ponselku itu amat ampuh untuk membuatku cepat tersadar. Cuitan mereka mengingatkan pada suara Okaa-san yang akan terus menerus nyaring tiada henti sampai aku menyautnya lalu keluar kamar. Oleh karena itu, agar dapat merasakan kehadirannya di sini, kuputuskan memasang nada alarm seperti itu. Begitupun dengan adikku. Ahh aku rindu Okaa-san dan Otou-san. Tapi aku harus tetap berjuang di sini.

Setelah melewatkan malam terbodoh dalam hidupku, rasanya badan ini berat untuk meninggalkan kasur. Malas pula untuk keluar kamar apalagi jika bertemu dengan senpainya adikku itu yang masih menginap di sini. Haahh menyebalkan!

*di kamar Taishi*

*Point of View Author

"Gue kira tadi ada burung yang masuk ke sini, ternyata suara alarm.." ucap Ryuto yang masih tiduran di kasur sembari menggeliat.

"Bukanlah senpai.. Nee-chan yang suruh gue pake alarm itu, biar bisa inget terus sama Okaa-san. Dan emang bener sih berisiknya 11 12 sama kayak Okaa-san haha" jawab Taishi.

"Hahahaha bener sih.. *plak* .Gue jadi kangen deh sama keluarga di Amagasaki. Udah empat bulan belum pulang. Saat lihat Mori-kun dan Midori-san itu jadi mengingatkan gue sama Akane, adik perempuan gue. Udah gede pun tapi kita masih tetep suka berantem. Tapi kita juga saling menyayangi, saling menjaga, saling berbagi cerita. Walau pas deket suka bertengkar, tapi kalo jauh pasti rindu. Yaa kan?" ungkap Ryuto.

"Hai! Walau Nee-chan jutek dan kata-katanya kadang asal ngomong gitu, tapi dia orang yang baik kok. Dia bakal sangat peduli pada apa dan siapapun yang dia sayangi. Dia bertanggungjawab dan juga gak merasa keberatan membiayai kehidupanku selama disini. Tapi dia orangnya cengeng, mau sedih ataupun bahagia, pasti ujungnya nangis. Makanya gue pengen banget nanti dia punya pasangan yang selalu bisa melindungi dan menenangkan dia." jawab Taishi.

"Souka.. souka." ucap Ryuto sembari membayangkan sesuatu.

"Memang kelihatan banget sih dia begitu peduli sama Mori-kun, waktu pertama kali lihat gue aja, dia khawatir kan Mori-kun bergaul sama seorang preman?" lanjutnya.

"Ehhh senpai.. ano.... etto...." jawab Taishi kebingungan.

"Hahaha daijoubu Mori-kun.. kenyataannya badan gue emang kayak gini sih, wajar Nee-chan mu itu berpikiran kayak gitu."  Ryuto tertawa.

"Hahahaha senpai nih.. Ohh iya senpai.. Senpai suka kah sama Nee-chan?" pertanyaan jahil dari Taishi pun keluar.

"Ehh? Hmmm mungkin terlalu cepat kalo bilang suka, tapi gue penasaran sih sama Midori-san. Entah kenapa pas lihat sikap dia yang lucu di peristiwa semalam malah bikin hati gue tergerak buat mengenal dia lebih dalam lagi." jelas Ryuto sambil tersenyum.

"Aseekk bahasanya.. Nanti juga lama-lama jadi jatuh cinta. Kalo senpai jadian sama Nee-chan, bisa kali gue dikenalin sama Akane-san juga.." goda Taishi.

"Heh! Adek gue masih sekolah! Gak ada pacar-pacaran! Udah sana mandi Mori-kun!!!" ucap Ryuto yang kesal sekaligus tersipu malu lalu mengurung diri lagi di balik selimut.

*Point of View Author end

**

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi. Aku mempersiapkan sarapan sedangkan Taishi bersama Kazuhara-san berada di ruang tengah sedang asyik menonton acara boxing internasional di TV sampai mereka pun memperagakan gerakannya seakan-akan merekalah peserta di acara itu. Tampak akrab sekali melihat mereka berdua. Sepertinya Taishi lebih menyukai seorang kakak laki-laki daripada perempuan sepertiku. Huft.

ting tong~ ting tong~

Bel apartemen berbunyi. Ahh pasti itu Asuka. Karena saat tadi kubangun tidur telah ada pesan darinya bahwa dia akan berkunjung ke rumahku pagi ini. Bukan karena ingin menemuiku, melainkan.... kalian sudah tahu lah.

Kubukakan pintu, dan.... betapa terkejutnya aku saat melihat dia.

"Asuka?!! Ba.. ba.. baju lo? Ini apartemen, bukan tempat konser! Ngapain lo pake setelan kayak gitu?!!!" ucapku dengan nada tinggi.

Bayangkanlah.. Asuka datang ke tempatku dengan mengenakan baju GENERATIONS. Memakai tas selendang GENERATIONS pula. Membalutkan syal bertuliskan nama yang sama di lehernya. Memakai topi sampai membawa bendera dengan nama itu juga!

"Ohayou Mi-chan! Kazuhara Ryuto-san? doko? doko?" tanyanya heboh dan mengabaikan pertanyaanku.

"Yaampunnn Asuka!! Tau ahh,, masuk deh masuk!!" kesalku.

Aku membawa Asuka menemui idolanya itu. Sampai di tempat di mana dia berada, aku melihat sebuah pemandangan yang mengejutkan lagi. Kazuhara-san, tengah menari-nari tak karuan di hadapan kami. Mengikuti tarian sebuah iklan di TV, namun apa yang dia lakukan bak seperti orang gila. Loncat kesana-kemari tak menentu. Taishi tertawa terbahak-bahak diikuti dengan tawa Asuka juga. Tapi aku? hanya mampu menganga dan membelalakkan mata tak percaya dengan apa yang baru saja dilihat. Siapa dia? Kazuhara-san? Eh? Seorang bapak-bapak yang menyeramkan dimataku kini berubah menjadi makhluk yang konyol. Masuk akal kah? Ehh? Lalu dia berbalik ke arahku dan seketika menghentikan tingkahnya.

"Ohh Midori-san.. Gomennasai,, aku kebablasan.. Gomen hehe" ucap Kazuhara-san sambil cengar cengir kemudian menghampiriku dan Asuka.

"Bablas? Maksud lo?" ucapku dalam hati dengan terheran-heran.

"Eehh Kazuhara Ryuto-san? Iyaaa ini beneran Ryuto-san!! Mi-chan!! Mi-chan!! Doki doki desu!! Kyaaaaa" Asuka heboh sekali setelah melihat idolanya itu kini ada di hadapan dia. Jingkrak-jingkrak bahagia dan tangannya tak henti menggoyang-goyang bahuku membuyarkan keherananku tadi pada Kazuhara-san. Huh merepotkan sekali sahabatku ini.

"Kazuhara Ryuto desu." ucapnya memperkenalkan diri sambil memperhatikan Asuka dari atas sampai bawah.

"Ano.. boku.. eh,, ore... ehh,, watashi.. watashi.. wa... wa.. " Asuka berubah seperti orang yang hilang ingatan.

"Nakamura Asuka desu... Gitu aja ribet banget sih lo!" jawabku mewakilinya. Namun aku mengerti sih mengapa dia seperti ini. Bertemu dengan idola, apapun bisa terjadi. Tak terkecuali dengan si Asuka miss heboh yang tiba-tiba jadi oon ini.

"Hai.. Panggil aja Asuka!" tegasnya.

"Oii Asuka-san! Ini rumah, bukan tempat konser. Salah kostum tuh Asuka-san! hahahaha" ejek Taishi.

"Uruseee!! Ini adek sama kakak kompakan banget sih gak bisa lihat oranglain senang apa.." kesal Asuka.

"Ano.. Asuka-san, penggemar GENERATIONS?" tanya Kazuhara-san.

"Hai!! GENERATIONS suki! Ryuto-san suki! Alan-san suki! semuanya aku suka!!!" jawab Asuka dengan sungguh-sungguh.

"Ehmm.. kita makan dulu deh. Ngobrolnya dilanjut nanti." ucapku ditengah-tengah obrolan mereka.

Sarapan telah siap. Kami berempat makan bersama-sama. Dan Asuka terus saja membisikiku bahwa dia gugup sekali bertemu Kazuhara-san. Hatinya terus berdegup kencang dan merasa ini seperti mimpi. Dia bingung harus bersikap bagaimana di depan idolanya itu. Kemudian kejahilan Taishi muncul lagi.

"Asuka-san daijoubu? Biasanya paling berisik diantara kita bertiga, kok sekarang diem aja pas ada Kazu-senpai? hihihihi" godanya.

"Ssssttt.." tegurku yang kemudian menginjak kakinya Taishi dan dia pun meringis kesakitan.

"Nande?" tanya Kazuhara-san.

"Nandemonai.." jawabku.

"Hmm member GENE yang paling Asuka-san sukai siapa?" tanya lagi Kazuhara-san.

"Riida daisuki!!" jawab Asuka yang tiba-tiba bersemangat menyebut nama itu.

"Ohh Alan-kun, si bule Philipina itu.. souka souka. Mau aku pertemukan dengan dia?" tanya Kazuhara-san.

"Hontou ni?? Mauuuuuu.." jawab Asuka lebih semangat.

"Kapan-kapan bisa kok aku kenalkan ke dia, ke semua member pun bisa. Asuka-san dan Midori-san bisa bertemu mereka." jelas Kazuhara-san.

"Eh?? Arigatou gozaimasu Ryuto-san! Ryuto-san baik sekali..." ucap Asuka bahagia. Aku tak peduli sih dengan apa yang mereka bicarakan. Mau bertemu atau tidak, bodo amaattt~
*belagubangetyaksiakuini >,<*

"Etto.. Alan-san bukan penyanyi dari GENE kan?" tanya Taishi cengengesan dan melirik padaku.

"Eh? Bukan lah Taishi, dia performer, yang bagian dance. Kalo penyanyi itu Ryuto-san dan Ryota-san.." jawab Asuka.

Mendengar ucapan Taishi, sontak membuatku tersedak yang saat itu tepat akan menelan makanan. Kata-kata yang keluar dari mulut si bakayaro syalan itu malah mengingatkanku lagi pada peristiwa aib semalam yang justru ingin sekali aku lupakan. Tak segan-segan kuinjak lagi kakinya tanpa ampun untuk yang kedua kali. Dia kesakitan lagi dan kami bertengkar dalam diam. Hanya ekspresi wajah lah yang saling menyahut memberikan serangan.

"Oii! Kalian kenapa sih? Aneh banget.. Emang siapa yang bilang kalo penyanyi dari GENE itu Alan-san? Baka!" tanya Asuka polos. Kazuhara-san dan Taishi yang mendengar itu tak bisa menahan tawa. Kemudian Asuka tersadar dan dia pun bukannya minta maaf malah ikut menertawaiku.

"Ya Tuhan... si Asuka kenapa malah bahas itu lagi sih?!" kesalku dalam hati sambil perlahan menutup wajah dengan kedua tangan.

"Sudah sudah jangan dibahas lagi.. Mari lanjut makan. Setelah ini kita jalan-jalan yuk? Bagaimana kalau ke kebun binatang?" ajak Kazuhara-san.

"Kebun binatang? Kazuhara-san mau bertemu dengan teman-temannya? Gorila kan?" celetukku.

"Nee-chan nih selalu yaaa.. kalo ngomong suka asal aja!" tegur Taishi. Asuka pun ikut-ikutan.

"Haha gapapa kok.. Hai, benar aku punya teman gorila yang bernama Mandy di sana. Auouooooo.." Kazuhara-san memperagakan gaya gorila yang sedang menepuk-nepuk dadanya. Tak tanggung-tanggung dia pun berlagak memasang ekspresi wajah yang persis seperti kera.

Kami terbahak-bahak melihat tingkahnya. Aku yang diantara ngakak tak bisa menahan tawa namun tetap merasa heran dengan dirinya. Benar-benar tak kusangka orang yang berpenampilan preman seperti dia memiliki sisi lain yang sungguh bertolak belakang.

"Ini orang kok geblek banget sih.." pikirku sambil terus tertawa menatapnya dan dia pun membalas tatapanku diikuti senyuman lebar. Segera kuhentikan tawa dan memalingkan wajah darinya. Loh? Kenapa aku ini... Eh?

Selesai makan, kami bersiap-siap untuk pergi. Namun Asuka kusuruh berganti pakaian dulu karena jika dilihat di depan umum maka itu akan menarik perhatian orang-orang. Apalagi jika ada yang mengenal Kazuhara-san, mungkin nanti mereka berpikir kalau dia sedang ada acara jumpa fans. Wagelasehhh -__-

Kami bersama-sama menuju parkiran mobil di apartemen. Dua pria itu berjalan mengikuti aku dan Asuka. Diriku dan sang sahabat ini memang sering bergurau malah sampai kebablasan. Saat kami berdua sedang saling dorong, aku tak bisa menahan dorongan dari tangannya dan tak sengaja kakiku pun menginjak batu yang kebetulan ada di samping hingga terserimpet. Membuat tubuhku terjungkal ke belakang terbawa gravitasi bumi. Secepatnya Kazuhara-san menolong dengan menahan punggungku oleh badannya agar tak jatuh. Tangan dia pun memegang erat kedua lenganku.

"Daijoubu Midori-san?" tanyanya dengan nada khawatir.

Aku berbalik menghadap ke arahnya dan mencoba berdiri tegak lagi dibantu olehnya. Entah mengapa tanganku refleks menyentuh dada pria ini. Kemudian aku mendongak ke atas. Wajah kami sangat dekat. Mata saling memandang. Kaku. Itu yang sekarang aku rasakan. Tubuh ini terpaku di hadapannya. Tanganku yang masih menempel di dadanya itu merasakan jantung Kazuhara-san berdetak cepat. Deg.. deg.. deg.. Getarannya seakan merambat ke tangan lalu menuju ke jantungku yang kini malah ikut berpacu juga.

~boku no mune no naka...~~~
hibikiau omoi... yeaahh~~~

Perasaanku, perasaannya, bergema tersembunyi tanpa diketahui siapapun. Tak ada suara terdengar namun di relung hati kami amatlah berkecamuk. Mengapa ini tak bisa terkontrol? Kupaksa tahan namun tak berhasil jua..

Kami tetap mematung. Tak bergerak. Tanpa berkata-kata.

"Lah mereka malah romantisan kayak di dorama aja, dikira kita obat nyamuk apa Taishi!" ucap Asuka pada adikku.

"Kerjain ahh.." iseng Taishi.

"Nee-chan awas ada kucing!! Ada kucing!! Neko! Neko!" teriak Taishi membuyarkan keadaan kami. Aku langsung terperanjat sambil ketakutan khawatir kalau seekor binatang itu ada di dekatku.

"Usoooo.." ucapnya lagi cengengesan bersamaan dengan Asuka.

"Bikin kaget aja sih! Dasar adik durhaka!!!" kesalku menjewer Taishi.

"Nee-chan itai!! Ayok kita pergi nanti keburu siang.. Lepas Nee-chan" mohon Taishi.

Kami pun melanjutkan langkah lagi. Sekarang aku bertingkah seperti orang kebingungan hingga lupa di mana aku memarkirkan mobil sampai harus Taishi yang akhirnya membimbing kami menuju ke tempat semestinya. Sementara Kazuhara-san dari tadi hanya diam saja. Selama di perjalanan pun dia hanya menyetir tanpa bersuara. Ya, dia mengambil alih lagi tugas sebagai pengemudi. Taishi dan Asuka sibuk bermain game bersama sedangkan aku malah gelisah tak karuan. Usik sana sini rasanya ingin cepat-cepat keluar dari mobil. Sesekali kulihat kaca spion depan karena aku duduk di jok tengah, dia pun nyatanya sedang melirik ke arah yang sama juga. Mata kami bertemu kembali.

"Yabaiiii.." Batinku


-bersambung-

Part 3: Fallin

Saturday, July 14, 2018

HIROOMI TOSAKA -HEY feat. Afrojack

HIROOMI TOSAKA -HEY feat. Afrojack

Asayake ni utai, hajimeyou story, ate no nai tabi e to
Machi no naka hitori, kimi no na wo calling, kakedasu winding road

Aahh donna toki mo ashita sekai ga owatte mo
I.. won't regret koko de kimi to deaerunara

Reff 1:
I say, Hey! kono koe no kagiri sakende iku sakende iku
Hey! Kokoro no mama ni negai ga todoku made
I say, Hey! Kono koe no kagiri sakende iku sakende iku
Hey! Kodou ni himeta kodoku wo tokasu made

Running to sunrise
Journey to the end of time
Breaking through the night


Iku sen no hikari, hibikiau senritsu, imada minu keshiki wo
Tsukiridasou, yume no you na dance floor, tsuredasu brand new world

Aahh doko ni ite mo tatoe ima wa hanarete ite mo
Ai to yuu kiseki wo koko de kimi to kanaeru no sa

Reff 2:
I say Hey! kono koe no kagiri sakende iku sakende iku
Hey! Kokoro no mama ni negai ga todoku made

Running to sunrise
Journey to the end of time
Breaking through the night


Rap:
Hey love i prophesy
You and me we about to synchronize
Furoa ni mou dare mo inai no ni
Saigo no kyoku made odottetai nante
Sonna oretachi awanai wake ga nai saikou sugiru vibe
Kono shunkan owatte hoshiku nai all night
Let's get high

Reff 3:
I say Hey! kono koe no kagiri sakende iku sakende iku
Hey! Kokoro no mama ni negai ga todoku made
I say Hey! Kono koe no kagiri sakende iku sakende iku
Hey! Sono te wo tsunagi kodoku wo tokasu made

Running to sunrise
Journey to the end of time
Breaking through the night

(mohon koreksi jika ada kesalahan)

Friday, July 13, 2018

HIROOMI TOSAKA -END of LINE

HIROOMI TOSAKA -END of LINE
(Romaji dan terjemahan B.Indonesia)

Each day we live could be our last, from now on
Important thing is how you live it, embrace your life
Kanashimi ga afuretara, hohoende
Ikutsu mo no owari wo, koeta
Setiap hari hidup kita bisa menjadi yang terakhir, dari sekarang
Yang penting adalah bagaimana kamu menjalaninya, merangkul hidupmu
Tersenyumlah saat kesedihan meluap
Aku telah melintasi sampai akhir

I don't wanna stay this way, tomaritakunai
I might be wrong, sore de mo mada
Aku tidak ingin tetap seperti ini, aku tidak ingin berhenti
Aku mungkin salah, tetapi tetap saja

Where's the end... ?
What is the end... ?
Dimana akhirnya... ?
Apakah akhirnya... ?

So tell me how do you see me? In your eyes
You see a sad look on my face, don't worry about it
Kodoku ni osowaretara, unazuite
Issho ni tsuki no hikari wo, tadorou
Jadi ceritakan padaku bagaimana kamu melihatku? Di matamu
Kamu melihat kesedihan di wajahku, jangan khawatirkan itu
Mengangguklah jika kamu kesepian
Lalu mari ikuti cahaya bulan bersama

I just stay a step ahead, mite ite hoshii
I might hate my self, sore de mo mada
Aku hanya tinggal selangkah lebih maju, aku ingin kamu melihat
Aku mungkin membenci diriku, tetap tetap saja

Where's the end... ?
What is the end... ?
Where is the end sagashimotome
Oh, END of LINE...
Dimana akhirnya... ?
Apakah akhirnya... ?
Dimana mencari akhir
Oh, akhir dari garis...

Tsukarete me wo tojiru mae ni
Ayumi wo tomeru sono mae ni
I just wanna find my true self
Jika lelah tutuplah matamu
Sebelum kita berhenti berjalan
Aku hanya ingin menemukan diriku yang sebenarnya

Where's the end... ?
What is the end... ?
Where is the end sagashimotome
Oh, END of LINE...
END of LINE, now..
Dimana akhirnya... ?
Apakah akhirnya... ?
Dimana mencari akhir
Oh, akhir dari garis...
Akhir dari garis, sekarang..


(mohon koreksi jika ada kesalahan)

**

MV dari lagu HIROOMI TOSAKA -END of LINE


Lagu ini bergenre ballad yang fulllllll ballad. Dengan diiringi dentingan piano yang merdu, rasa dari lagunya ngena banget. Suaranya Omi pun menjiwai dengan sangat dalam. Cuman sekali dengerin, bisa langsung kebawa dalam lagunya. Apalagi kalo sambil dihayati, bisa sampe nangis deh. Liriknya pun gampang diingat. It's a great ballad song!!! I really like this song! I cried..

HIROOMI TOSAKA -Smile Moon Night

Ketika sebelumnya saya bilang setiap Omi ngeluarin lagu baru, saya akan bagikan liriknya. Dan sekarang waktunya menepati janji. Lagu ini masuk ke dalam album terbaru dari Sandaime J Soul Brothers, yaitu "FUTURE" yang rilis pada 6 Juni 2018. Disana terdapat 3 CD, yang pertama berisi lagu-lagu dari 3JSB, kedua lagu-lagu solo Ryuji Imaichi dan yang ketiga lagu-lagu solo dari Hiroomi Tosaka. Di CD yang ketiga, lagu-lagu Omi terdiri dari WASTED LOVE, DIAMOND SUNSET, LUXE, yang mana ketiganya itu udah saya bagiin liriknya, kemudian dilanjut Smile Moon Night, END of LINE dan HEY yang sekarang akan saya bagiin liriknya juga secara terpisah.

HIROOMI TOSAKA -Smile Moon Night

Miageta yozora ni hibike sing sing
Amata no hoshi furu yoru no naka
Bokura ga sugoshita konya wa
Itsuka mata sabishi sa ni yorisoiwarau yo

Sou kimi to boku wa kono yume wo dakishimeai
Tokerunara ashita mo dakishimeru dake

Reff 1:
Tsuki ga neru made odorou
Yoake made hohoemu yo
Stop the time.. No words more love
Konya wo motto.. Smile moon night (smile moon night)
Stop the time.. No words more love
Konya wo motto.. Smile moon night
No words more love
Smile moon night
Smile moon night


Touku de matsu hi ni negau wan shin
Itsuka no negai wo kanaeta kyou
Sou ikutsu mo no chisai ai wo atatameai
Hoshi no nai yoru ni wa kimi wo terasu tame

Reff 2:
Kimi ga neru made utau yo
Yume de mata deaeru yo
Stop the time.. No words more love
Konya wo motto.. Smile moon night (smile moon night)
Stop the time.. No words more love
Konya wo motto.. Smile moon night
No words more love
Smile moon night
Smile moon night

Reff 3:
Tsuki ga neru made odorou
Yoake made hohoemu yo
Stop the time.. No words more love
Konya wo motto.. Smile moon night (smile moon night)
Smile moon night
No words more love
Smile moon night
No words more love
Smile moon night

(mohon koreksi jika ada kesalahan)

**
Lagunya asyik? Udah pasti!! Bikin gerak-gerakin badan? Woyajelas!! Dan tembakannya pasti selalu ada, di bagian, "smile moon night~~~" kemudian musik setelah bagian itu, mantaaaapp banget!! :D



Saturday, July 7, 2018

Fan Fiction: Story

Sebuah fan fiction bersama grup musik dari Jepang, GENERATIONS from EXILE TRIBE. Ketika saya suka menyalurkan hobi untuk menulis cerpen, kali ini saya mencoba untuk membuat fan fiction. Pasti masih banyak kekurangan yaa, makanya dengan senang hati saya akan menerima kritik dan saran dari pembaca agar saya bisa menulis lebih baik dan baik lagi. Douzo.. :D

  • Title: Story
  • Author: Harucin
  • Genre: Romance
  • Cast: 
Dalam cast ini, author membuat satu original character (OC) utama yang berhubungan dengan keseluruhan isi cerita. Si OC ini akan author fokuskan untuk ber-pairing dengan kedua vokalis. Namun setiap member pun memiliki ceritanya masing-masing dengan beberapa karakter lain yang diciptakan oleh author.

GENERATIONS members:
Shirahama Alan (Leader+Performer)
Katayose Ryota (Vocalist)
Kazuhara Ryuto (Vocalist)
Komori Hayato (Performer)
Sano Reo (Performer)
Sekiguchi Mandy (Performer)
Nakatsuka Yuta (Performer)

  • Rating: PG 13+
  • Length: Chaptered
*************************


Mungkinkah ini akan kekal? Atau hanya sesaat? Berganti waktu mengukir cerita. Entah berujung atau tidak, orang itulah yang memulai kisah ini..

Part 1: I Remember
(Kazuhara Ryuto focus)

"Taishi! Nee-chan udah jemput nih di depan. Hayaku!" sebuah pesan line kukirim untuk satu-satunya adik laki-lakiku yang saat itu baru selesai latihan fitnes kemudian memintaku untuk menjemputnya. Aku menunggu depan mobil agar Taishi tak sulit mencari.

Tak lama, dia pun keluar dari tempat itu. Melambaikan tangan padaku dan berjalan bersama dengan seorang laki-laki bertubuh sangat kekar namun kurang tinggi (dimataku). Berkulit gelap, memakai kupluk dan mengenakan kaos oblong serta celana pendek. Semakin mereka mendekat terlihat pula bahwa si pria itu berjenggot dan memiliki kumis tipis.

"Ini adek gue kok gaulnya sama bapak-bapak sih? Mana serem lagi." ucapku dalam hati.

"Nee-chan udah lama nunggu?" tanyanya.

"Enggak kok.. yuk pulang." ajakku.

"Eh, Nee-chan.. kenalin ini Kazuhara-senpai, orang yang suka aku ceritain yang sering ngajarin aku tehnik-tehnik buat fitnes." ucap adikku.

"Kazuhara desu.." ucap orang itu duluan memperkenalkan diri.

"Moriyama desu.." jawabku.

"Lah Nee-chan, jangan pake nama keluarga aja dong, pake nama depanmu juga.." protes adikku.

"Bukannya dia juga pake nama keluarga yak? Lagian gak penting juga buat tau nama depanku. Bukan siapa-siapa ini, baru juga kenal." jawabku ketus.

"Nee-chan yang sopan dong sama senpai!" geram adikku.

"Udah udah.. gapapa kok.. santai aja, yang penting kita udah kenalan." ucap orang itu melerai aku dan Taishi.

"Yaudah yuk pulang!" kataku.

"Oh iya Nee-chan.. hari ini Kazuhara-senpai mau nginep di apartemen. Ada banyak hal yang pengen kita bahas dan mumpung besok akhir pekan terus dianya juga lagi libur, jadi ini waktu yang pas. Boleh kan?" tanyanya.

Akupun menarik lengan adikku dan membawanya menjauh dari sana.

"Kamu kok temenannya sama bapak-bapak sih? Gak salah?" tanyaku sambil berbisik.

"Lah? siapa yang bapak-bapak? senpai baru 25 tahun loh, cuman beda 2 tahun sama Nee-chan." jawabnya.

"Haaahhh?? Maji de??" aku kaget mendengar jawaban dari adikku.

Kulirik pelan-pelan ke arah senpainya itu. Jelas sekali jenggotnya membuat dia terlihat seperti bapak-bapak. Dan alis yang runcing diikuti mata yang tajam serta ototnya yang besar membuat dia tampak menyeramkan.

"Kowai....." ucapku depan Taishi.

"Udahlah Nee-chan.. dia orangnya baik kok. Penampilan aja yang gitu, tapi aslinya dia orang yang humoris. Sesuai tipe Nee-chan kan.. nanti lama-lama juga Nee-chan bakalan seneng temenan sama dia, apalagi sampe pacaran. Hahaha." goda adikku.

"Bakayaro Taishiii!!!" kujewer telinga adikku untuk pembalasan atas kata-kata kurang ajarnya itu.

"Nee-chan lepas.. itai itai!! Kasihan senpai lama nunggu disana.. Lepasin Nee-chan!!" mohon adikku.

Kami pun kembali ke depan mobil dimana sang senpai sedang menunggu.

"Baiklah.. Kazuhara-san boleh menginap kok di apartemen. Asalkan Kazuhara-san yang menyetir mobilnya sampe tujuan. Gimana?" Ucapku

"Nee-chan!!" ucap adikku kesal.

"Kazuhara-san bisa menyetir kan? Kau punya SIM?" tanpa mempedulikan adikku, aku kembali bertanya pada senpainya itu.

"Hai, aku punya SIM.. Biar aku saja yang menyetir." jawab si senpai.

"Gomennasai senpai.. Nee-chan memang selalu jutek dan seenaknya kalo sama orang baru. Apalagi cowok. Gomen ne.." ucap adikku.

"Iie iie.. Tenang aja Mori-kun.." jawab senpainya.

Kami pun bergegas pulang ke apartemen. Di perjalanan mereka berdua asyik berbincang, sedangkan aku memainkan game di ponsel.

"Oh iya Nee-chan,, serius gak tau Kazu-senpai ini siapa? Dia orang terkenal loh.." tanya adikku.

"Dare?" kutanya balik.

"Masa gak tau sih,, kuper banget Nee-chan haha." ejek adikku. Senpainya pun terlihat ikut tertawa juga.

"Hah? penting buatku tau?" jawabku jutek.

"Ahh payah banget sih Nee-chan.." ucap adikku.

Aku tak peduli. Kuabaikan saja perkataan dari Taishi.

Sesampainya di apartemen, hari sudah gelap. Aku langsung masuk kamar kemudian mandi. Dan adikku serta senpainya malah berleha-leha dulu di ruang tengah. Satu jam berlalu, perut kami mulai keroncongan. Awalnya aku hanya akan membuat ramen saja karena tidak mood untuk masak walau ada bahan makanan tersimpan di kulkas. Tapi sebenarnya aku tidak sungguh-sungguh bisa masak, hanya terus mencoba dan mencoba. Haha! Tak apa, karena aku dan adikku adalah anak rantau, jadi kami harus mandiri. Terus belajar sampai kami bisa. Kami kini berada jauh dari orang tua yang tinggal di kampung halaman, Osaka. Aku diterima kerja di Tokyo dan adikku pun menggapai impiannya untuk bisa kuliah di Ibukota. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan emas ini :)). Saat aku hendak mengambil ramen di lemari dapur, lalu Kazuhara-san berkata,

"Chotto matte, daripada makan ramen, bagaimana kalau aku yang  memasak?" ucapnya menawarkan diri.

"Ahh ide bagus! Senpai kan jago masak!" jawab Taishi.

"Hmmm.. yaudah terserah, yang penting kita bisa makan." tanggapku.

Kazuhara-san mulai memasak. Aku membantunya mengumpulkan makanan karena bagaimanapun aku sebagai tuan rumah memiliki tanggung jawab juga. Setelah itu Kazuhara-san menyuruhku untuk duduk saja sampai dia selesai memasak. Akupun menurut. Menunggunya di meja makan bersama dengan adikku. Kuperhatikan kecekatannya dalam memasak. Dia seperti sudah biasa melakukan hal itu. Lalu aku ingat sesuatu.

"Taishi! Tadi pas di mobil kamu bilang dia orang terkenal kan? Apa jangan-jangan dia chef yang suka nongol di TV?" tanyaku penasaran.

"Ya Tuhan... Nee-chan keterlaluan yak! Bener-bener gak tau dia siapa? Padahal tiap hari tuh Nee-chan 'ketemu' sama senpai!" jawab adikku gereget.

"Ketemu? Dimana? Aku aja baru pertama kali ketemu dia sekarang. Kamu halu tuh, udah kelaperan dek!" ucapku dengan sewot.

"Terserah Nee-chan deh.. terseraaahh.." jawab adiku dengan pasrah.

Kami masih menunggu Kazuhara-san memasak. Sesekali aku bersenandung lagu BIG CITY RODEO milik GENERATIONS.

~~~Let's turn it up.. Hey! Turn it up.. Hey! Turn it up.. Hey! Kono furoa goto yurasu you ni bounce.. Hey!~~~~~~

"Eh..?" Kazuhara-san menoleh ke arahku.

"Eh??" balasku kebingungan.

"Iie.. nandemonai.." lalu dia melanjutkan untuk memasak.

"Nee-chan tau gak sih itu lagu yang tadi dinyanyiin punya siapa?" tanya adikku.

"Tau lah pasti, orang lagunya selalu aku jadiin nada dering masa gak tau." jawabku.

"Nee-chan tau nama penyanyinya?" tanya lagi adikku.

"Tau.. Alan kan?" jawabku dengan pede.

Kazuhara-san yang mendengar pembicaraan kami hanya bisa menahan tawa saja.

"Nee-chan!!! aduhh gima......." ucapan Taishi terpotong karena ponselku berdering,

~Big City Rodeo.. Rodeo.. Rodeo..~~~ (nada deringnya)

"Udah angkat tuh Nee-chan. Paling dari Asuka-san. Nee-chan kan jomblo jadi mana ada cowok yang bakal nelpon." ucap Taishi.

"Urusaii!! Bakayaro!!" bentakku sambil menjitak Taishi lalu pergi ke kamar.

"Senpai tau gak, Nee-chan itu jadiin lagunya grup senpai sebagai nada dering, tapi dia gak tau siapa yang nyanyinya hahaha" ucap Taishi.

"Nande? Kok bisa gitu?" tanya Kazuhara-san.

"Jadi, sahabatnya Nee-chan, Asuka-san, dia itu penggemarnya GENERATIONS. Tiap dia main kesini, pasti selalu cerita tentang GENE sama Nee-chan. Nyetel lagu-lagunya, dan ngerekomendasiin lagunya juga ke Nee-chan. Tapi dia selalu cuek-cuek aja. Dan kenapa lagu GENE bisa jadi nada deringnya? itu sebagai hadiah ulang tahun dari Nee-chan buat Asuka-san. Dia bakal pake lagu itu selama setahun penuh." Taishi memberi penjelasan pada senpainya.

"Ooo.. souka, souka.. Pantes dia gak kenal gue. Jangan bilang yang dia tau itu cuman Alan-kun aja?" tanyanya.

"Kenyataannya gitu senpai. Karena ichibannya Asuka-san itu Shirahama Alan-san, jadi dia sering dengernya nama itu." jawab Taishi sambil tertawa.

"Haahh.. kalo Alan-kun yang jadi vokalisnya, GENE bisa-bisa dinobatin jadi grup musik ter-alay. Ikemen sih, tapi alaynya gak ketulungan." ucap si senpai.

"Hahahahahahahaha"

Merekapun tertawa dalam obrolannya.

Di kamar, aku menerima telepon dari Asuka. Berbicara ini itu sampai tibalah aku bercerita,

"Eh.. di rumah gue lagi ada temennya si Taishi. Katanya senpai dia di tempat fitnes gitu sih." ucapku.

"Ganteng gak? Pasti macho dong dia? Jangan-jangan mau dijodohin sama lo tuh.." ucap Asuka seenaknya.

"Ihh apaan sih sembarangan banget lo. Gue kasih aja deh buat lo.." jawabku ketus.

"Haha gomen gomen Mi-chan.. Terus kenapa dia?" tanyanya lagi.

"Gak kenapa-kenapa sih. Tapi muka dia itu kayak bapak-bapak. Mana preman juga! Eh pas gue tau ternyata umurnya baru 25 tahun. Namanya tuh Kazuhara-san." jawabku nyerocos.

"Chotto.... Kazuhara? Kazuhara Ryuto? GENERATIONS? eeeeee??" tanya Asuka mendadak heboh.

"Hah? Nani? Kok malah GENERATIONS sih?" jawabku bingung.

"Itu.. itu.. jangan bilang kalo namanya Kazuhara Ryuto? Itu dia penyanyinya!! Ciri-ciri dia mirip sama kayak yang lo bilang tadi loh!" ucap Asuka yang tetap heboh.

"Itu siapa lagi Ryuto.. gue gak kenal!" jawabku tambah bingung.

"Oke oke.. Mi-chan, lo punya lagu Big City Rodeo kan yang gue kasih? Masih lo jadiin nada dering kan? Nah disitu ada foto dari member-member GENE. Kalo orang yang ada di rumah lo itu beneran Kazuhara Ryuto, lo bisa nemuin muka dia ada di foto itu. Cepettt!!" ucap Asuka semakin heboh.

"E... Hai, hai.. Gue liat dulu fotonya bentar." jawabku.

Aku membuka playlist lagu di ponsel. Sampai kutemukan lagu yang dimaksud, aku melihat cover dari lagu itu berisi pria-pria dengan memakai setelan jas. Baru kulihat satu orang yang paling depan disana, mataku langsung terpaku.

"YABAI!! ANO HITO!!" Betapa terkejutnya aku saat mengetahui bahwa wajah tersebut mirip dengan Kazuhara-san, orang yang saat ini sedang berada di apartemenku. Aku keluar kamar menuju meja makan dan melihat pada Kazuhara-san yang masih memasak untuk memastikan apakah itu benar dia atau bukan. Kucolek adikku dan menunjukkan padanya foto tersebut.

"Kore.. Kazuhara-san?" ucapku berbisik.

"Yokattaaaaaa!! Akhirnya Nee-chan sadar juga!!" teriak Taishi.

Kazuhara-san menoleh ke arah kami. Memasang raut muka kebingungan. Lalu aku langsung berlari masuk ke kamar lagi.

"Asukaaaaa!! Ano hito! Ano hito!! GENERATIONS desu!!!" ucapku terbata-bata.

"Heeeeeeeee Mi-chaaannn!! Hontooooouu?? Gue pengen ke rumah lo sekaraaanngg!! Gue pengen ketemu dia!!! Tapi gue gak bisa, gue bener-bener gak sempett!!" jawab Asuka dengan heboh diikuti suaranya yang melengking.

"Jadi lo gak bisa ke sini? Gimana dong? Lo tau gak! Setelah tau hal ini, gue gak berani lagi buat ketemu dia. Gue maluuuu!!" ucapku merengek.

"Malu kenapa lo? Jangan-jangan lo ngelakuin hal yang gak menyenangkan sama dia?" tuduhnya.

"Salah satunya.. Tapi....." saat ku sedang berbicara, lalu Taishi mengetuk pintu kamarku memberi tahu bahwa makanan telah siap.

"Pokoknya nanti kalo kita ketemu gue bakal ceritain deh.. udah dulu yaa gue mau makan. Ja neee!!" ucapku menyudahi pembicaraan dengan Asuka.

Aku sebenarnya malu untuk keluar. Tapi perut sudah keroncongan tak tahan menahan lapar lagi. Baiklah kuberanikan diri dengan wajah tebal ini.

Di meja makan, entah kenapa adikku terus saja senyum-senyum seperti ada sesuatu. Kazuhara-san juga tampak sama. Sepertinya mereka sudah tahu apa yang telah aku alami.

"Mari kita makan.. itadakimasu..." ucap Kazuhara-san.

"Ano.. anata wa.. Kazuhara Ryuto-san? GENERATIONS? Big City Rodeo?" tanyaku pelan.

"Hai.. seikai!! Kazuhara Ryuto desu.. Turn it up~ Turn it up~." jawab Kazuhara-san sambil bernyanyi lagu yang menjadi nada deringku.

"Bikkurishita.. Kenapa gak ngasih tau dari tadi sih?!! Mau ngerjain gue apa ini orang -_-" ucapku berbisik sambil memalingkan wajah.

"Hmm? Nani?" tanyanya.

Aku menggelengkan kepala sambil senyum dengan terpaksa.

"Anata no namae wa?" tanyanya lagi sambil tersenyum padaku.

"Watashi wa.. Mori.. Moriyama.. Midori desu.." jawabku dengan terbata sambil tak sadar memasang wajah yang awkward.

"Akhirnya aku tahu nama depanmu. Hmm.. Midori-san? Bolehku memanggilnya seperti itu?" tanya dia

"Hai..." jawabku lagi. Otakku kini nge blank tak tahu harus bicara apa. Yang jelas kali ini aku benar-benar akan mengingatnya. Nama dan wajahnya akan selalu kuingat!

Sementara si Taishi bakayaro itu terus saja menahan tawa walau suaranya tetap terdengar karena melihat tingkahku yang.... ahh aku saja malu untuk menjabarkannya. Diikuti dengan Kazuhara-san yang juga ikut-ikutan tersenyum sambil tetap melahap makanannya. Ya Tuhan... rasanya aku ingin sekali cepat-cepat pergi dari hadapannya. Dan aku tak ingin bertemu lagi dengannya. Namun keinginanku itu tak akan terjadi. Semenjak pertemuan pertama kami hari ini, kemudian kami pun seperti ditakdirkan untuk bertemu lagi dan lagi. Terus menerus. Hingga beriringnya waktu, kami melukiskan cerita dalam kehidupan masing-masing. Bukan hanya berdua, namun melibatkan semua kawannya yang tergabung dalam grup musik bernama GENERATIONS.


-bersambung-

Part 2: Echo

Friday, July 6, 2018

Ryota Katayose, How "asem" you are dear!! (SPAM PHOTO)

Diawal ini saya ingin berkata kasar. Kampreeeetttt banget ini orang! Asem asem asem!! pria bernama Ryota Katayose, berasal dari Osaka yang berusia sama dengan saya ini gak ada henti-hentinya bikin saya jantungan karena bom yang dia ledakkan. Terus menerus, lagi dan lagi, tanpa nonstop dia mengguncang hati saya. Yang pasti bukan saya aja sih, semua penggemar GENE terutama waifunya dibikin mimisan bertingkat sama ulah dia. Belakangan ini banyak berita tentang dia terutama foto-foto dia yang tersebar hampir di seluruh sosial media terkenal. Hal itu pun menyebabkan saya buat nyepam foto-fotonya di akun twitter. Bukan cuman sekali, tapi sampe berkali-kali. Apakah saya bosan? TIDAK! Itu malah membuat saya bersemangat haha. Mohon maapkan kealayan saya yang kumat tiap ngomongin si Mr. Katayose. Saya selalu over excited bawaannya. Gak bisa nahan. Sulit banget.  Entah kenapa. Bingung nemu alasannya juga. Yang jelas hati saya bahagia kalo ada sesuatu yang berhubungan sama dia ahahaha.
Kali ini untuk yang kesekian kalinya saya akan menebar foto-foto Ryota, bukan di twitter lagi karena tempatnya gak cukup, makanya saya tebar di blog haha. Fotonya didapat dari akun weibo ELLEMEN. Kalo diingat-ingat, gak asing yaa sama nama "ELLE" ini, karena sebelumnya saya pun udah menebar foto Ryota dari majalah "SUPERELLE" keluaran China, yang menunjukkan sisi imut dari dirinya. Setelah itu saya tebar lagi fotonya dari majalah "GRAZIA" yang juga bertempat di China, dengan menampakkan sisi cool nya seorang Ryota Katayose. Untuk yang sekarang, lagi-lagi dari China, hmmm mungkin jodohnya Ryota ngemodel di China dulu kali yak baru nanti ke Jepang haha. Saya bingung mau nulis judulnya kayak gimana lagi. Di semua foto yang siap saya tebar ini banyak ekspresi yang dia tunjukkan. Keren, oke. Ganteng, oke. Imut, oke. Seksi, oke. Menggoda, oke. Mempesona, oke. Cuci mata-able bangetlah!! Makanya karena saking banyaknya ekspresi tersebut, jadi kata yang tepat saya kasih yaitu "Asem". Karena udah bikin saya bingung makanya jadi asem haha *gak deh*. Yaahh asem aja lah si Ryota, pokoknya semua foto ini bikin hati yang lihatnya terutama saya jadi amburadul gak karuan, leleh luluh lantak tak berbentuk lagi. Ryota Katayose bak seorang pangeran yang dipuja-puja oleh kaum wanita dengan ketampanannya yang tak akan habis tujuh turunan *eeaaaguelebaybangetsih*. Serius! Aura dia itu memancarkan cahaya yang begitu terang dan indah dimata, hati juga seluruh tubuh. Asdfghjklmnbvcxzoiuytrewqkanaseeeemmmm
Ya sudahlah langsung aja saya tebar foto-fotonya. Criiinggg~~















matiguematiguematiguematiguematigue

**
Selain dari majalah ELLEMEN, saya juga bakal tebar foto-foto Ryota dari photobook pertamanya dengan judul "GOOD BYE WHITE" yang akan rilis tanggal 7 Agustus 2018. Ini baru sedikit bocoran dari foto-fotonya sih, tapi gatel pengen nebar hahaha. 










Keaseman yang Haqiqi
by: Ryota Katayose

Thursday, July 5, 2018

Dia yang 'PHP' atau Kamu yang 'Baper' ?

'PHP' dan 'baper', dua kata yang udah gak asing lagi terdengar di jaman modern ini. Semakin berkembangnya teknologi, berkembang pula kreativitas manusia dalam menciptakan hal-hal baru termasuk bahasa gaul yang akan saya bahas ini. Jadi apa sih sebenarnya 'PHP' dan 'baper' itu?

PHP adalah singkatan dari Pemberi Harapan Palsu, bisa artikan sebagai seseorang yang diawalnya memberikan suatu harapan atau angan-angan kepada oranglain, namun ternyata hal itu lama-lama lenyap dan gak ada kelanjutannya. Hampir sama juga kayak diingkari janji. Jahat? Memang!

Kemudian ada Baper alias BAwa PERasaan. Ini adalah suatu perasaan seseorang yang gampang terbawa suasana. Dikit-dikit pake perasaan. Dipuji dikit gampang ke-gr-an. Kesinggung dikit gampang ngambek. Hmmm

Nah apa ada hubungannya PHP dan Baper ini? Jelas ada!! Dalam konteks percintaan, kedua kata ini sangat erat berhubungan. Entah cewek atau cowok, dua pihak tersebut bisa menempati posisi keduanya. Sebagai si-PHP dan juga si-Baper. Kondisi kayak gini sering ditemukan pada orang yang masih dalam tahap pendekatan untuk memulai suatu hubungan. Bisa juga masih dalam status hanya teman tapi suka ngasih kode-kode gitu. Tapi kadangkala karena kesalahan persepsi, kedua kata ini bisa menghancurkan hubungan. Sekarang saya mau berbagi tips apakah emang si dianya yang PHP-in kamu, atau justru kamunya aja yang ke-baper-an?


1. Si dia sering ngasih komentar di status sosmed kamu.

Ini hal umum sih yaaa.. tapi kalo keseringan juga gak nutup kemungkinan kamunya juga bakal berpikir, "kok dia sering komen yak? kenapa? dia naksir gitu? cari perhatian?" dan baper pun lama-lama bisa muncul. Tapi, jangan dulu diseriusin, selama masih di sosmed doang, yang semua orang bisa lakuin, saya rasa itu masih gak cukup ngasih tanda kalo dia suka sama kamu. Plis, jangan sampe baper dulu. Dan si dia nya juga belum bisa dikatakan sebagai si-PHP.


2. Di dunia nyata jarang komunikasi, tapi di sosmed dia suka mulai duluan.

Mungkin bagi dia melalui tulisan atau tanpa tatap muka langsung bisa membuat dia nyaman. Tapi kan bikin kaget juga, tiba-tiba dia suka mulai duluan buat nyapa. Tapi kembali ke poin pertama, selama itu masih seputaran sosmed, bukan chat pribadi, kamu jangan dulu baper. Bisa jadi kan dia ke orang lain juga gitu. Hmmm


3. Dia udah sering ngechat pribadi, tapi sering juga ilang-ilangan.

Udah sok-sok an nanya alamat line atau WA, terus ngechat, nanya kabar segala macam, dan kamu tanggepin. Tapi di kemudian hari si dianya malah lama menghilang entah kemana. Loh? Habis itu gak ada angin gak ada hujan, balik lagi si dia nyapa. Ilang lagi. Naaahh kalo yang ini, fix banget si dia itu PHP!! Orang kayak gini cuman punya niat buat mainin perasaan doang. Jangan diterusin! Cuekin! Tinggalin! Lupain! Cuman bikin sakit hati aja. 


4. Diajak makan cuman berdua.

Kalo kondisinya si dia itu teman kantor, teman yang dekat di kampus, sekolah, atau teman satu organisasi, bisa aja dia beneran cuman ngajak kamu makan doang. Entah karena gak ada orang lagi yang bisa diajak, atau karena kamunya yang enak diajak ngobrol, jadi si dia ngajak kamu deh. Disini si dia gak terlihat ada niat buat PHP, dan kamu pun juga jangan baper. Tapi biar gak penasaran, bisa langsung kamu tanyain aja kenapa dia cuman ngajak kamu doang buat makan :)
Kalo kondisinya si dia dan kamu bukan orang yang deket, maka sebelum pergi kamu wajib nanya dulu kenapa dia pengen makan sama kamu. Yang ini mencurigakan, kan?


5. Ngajak nonton dan jalan berdua.

Nah lain lagi kalo udah gini. Walau kalian udah saling akrab, tapi hal kayak gini terlihat seperti buat orang yang udah menjalin hubungan atau dalam masa pendekatan. Disini kamu harus perhatiin gerak-geriknya, apa dia emang sekedar ngajak cuman buat hiburan aja atau ada maksud lain? Kamu pun juga dianjurkan buat nanya ke dia kenapa tiba-tiba ngajak jalan. Biar gak ada salah paham nantinya.

**

Segitu aja deh tips yang bisa saya bagikan buat bisa lebih memahami tentang PHP dan baper dalam istilah cinta. Mudah-mudahan bisa membantu yaaa. Jangan sampe salah kaprah, yang akhirnya bisa bikin kecewa. Pahami dulu semuanya dengan baik, baru ambil kesimpulan. Sekian.. :D