find me on:

Friday, August 17, 2018

Fan Fiction: Story (4)

Part 1: I Remember
Part 2: Echo
Part 3: Fallin

Part 4: Burning Up
(all members)

Aku tertunduk sambil mengusap-ngusap kening.

"Mi-chan? Ada apa?" tanya Katayose-kun.

"Iie. Aku baik-baik aja.." jawabku setengah ragu.

"Kamu jadi aneh setelah lihat Yuta-kun.." curiga Katayose-kun. Sebelum aku menjawab, suara muncul dari dalam tasku,

~teng nong~ (suara pesan line ponselku)

"Tunggu sebentar.." ucapku mengeluarkan ponsel.

---------
-Taishi-
Nee-chan di mana? Aku lupa bawa kunci nih, sekarang aku sama Kazuhara-san nunggu di depan apartemen. Cepat pulang, Kazuhara-san mau bawa barang-barangnya!
---------

"Sumimasen.. sepertinya aku harus pulang sekarang.." ucapku pada mereka berdua.

"Apa ada masalah Mi-chan?" tanya Katayose-kun.

"Adikku lupa bawa kunci apartemen.. Sekarang dia lagi nunggu di sana." jawabku.

"Oke.. aku antar.." ucapnya.

Aku dan Katayose-kun berpamitan pada Komori-san. Kemudian menuju ke apartemenku yang memakan waktu sekitar 20 menit selama perjalanannya.

Sampai di sana, Katayose-kun kuajak dulu untuk masuk ke apartemen. Taishi dan Kazuhara-san pun sedang menunggu.

"Kamu ngerepotin banget sih! Masa sampe lupa bawa kunci? Terus Asuka mana?" kesalku pada Taishi.

"Namanya juga lupa.. Lagian kan kita pergi bareng, pastinya bakal pulang bareng juga, ehh Nee-chan malah asyik sendirian.. Asuka-san udah diantar pulang duluan tadi." balas adikku.

"Gomennasai.. semua karena kesalahanku yang tiba-tiba mengajak Mi-chan pergi." ucap Katayose-kun.

"Hai hai santai aja.. Katayose-san dan Nee-chan darimana? Kayaknya kalian bersenang-senang?" tanya Taishi.

"RAHASIA!! Ayok pada masuk dulu, jangan ngobrol di sini.." timpalku.

Aku dan Katayose-kun duduk di ruang tengah sedangkan Kazuhara-san masuk ke kamar ditemani adikku untuk mengambil barang-barangnya.

"Mi-chan.. Kamu belum jawab pertanyaanku tadi. Wajahmu aneh setelah lihat Yuta-kun. Apa benar dia cuman teman sekolahmu?" tanya Katayose-kun.

"Ehh?? Benar.." jawabku pelan.

"Hontou ni? Bisa kebetulan gitu.." tanyanya lagi. Kemudian dia pindah duduk ke sampingku. Perlahan wajahnya mendekat ke arahku dengan tatapan tajam.

"HONTOU NI?" tanyanya lagi serius, bersamaan dengan Kazuhara-san serta Taishi keluar dari kamar dan melihat keadaan kami saat itu.

"Wooaaaa!!" teriak Taishi. Aku dan Katayose-kun segera mengubah posisi seperti semula.

"Lebih baik kalian lakukan 'itu' saat gak ada siapa-siapa, atau di tempat pribadi!" ucap Kazuhara-san.

"Ini tidak seperti yang kalian lihat!" jawabku.

"Ryuto-kun marah?" tanya Katayose-kun.

"Iie.. Gue gak berhak marah lah.." jawabnya mengelak.

"Souka souka.. Terus lo mau kemana sekarang?" tanya lagi Katayose-kun yang melihat Kazuhara-san membawa tas besarnya.

"Ke tempat Hayato." jawabnya singkat.

"Gue juga mau langsung ke sana sih, yaudah bareng lah." ajak Katayose-kun.

Mereka berdua lalu menuju rumah Komori-san untuk berkumpul dengan semua member.

**
-Point of View GENERATIONS-

Ryota dan Ryuto menuju ke tempat Hayato.

"Ryuto-kun suka sama Mi-chan?" tanya Ryota langsung pada inti.

"Hah? Kenapa tiba-tiba nanya gitu?" jawab Ryuto.

"Gue pengen tau aja sih.." balas Ryota tenang.

"Gak mungkin lah, gue baru kenal dia kemaren masa bisa langsung suka." Ryuto menyangkal.

"Yakin? Kalo gue yang suka sama dia menurut lo gimana?" tanya lagi Ryota.

"Ehh?" jawab Ryuto kaget.

"Yaaa gue juga baru ketemu dia lagi sekarang. Tapi gue udah kenal dia selama 6 tahun. Gak ada perubahan besar yang terjadi sama dia, dan gue nyaman saat barengan dia." jelas Ryota.

"Terserah lo sih.. Bukan urusan gue!" jawab Ryuto meninggi.

"Hai hai hai... Nge-gas aja sih lo. Santai aja kali.." balas Ryota yang semakin menaruh kecurigaan pada Ryuto setelah mendengar jawabannya itu.

Mereka pun sampai di tempat Hayato. Di sana telah ada Alan, Yuta dan Reo. Tinggal Mandy yang belum terlihat batang hidungnya. Anak-anak GENERATIONS ini berkumpul santai saat ada kesempatan untuk bisa bersama. Tak ada hal spesifik yang dibahas. Mengobrol tentang pekerjaan, kesibukan pribadi, rencana liburan sampai berbagai hal lainnya. Bercanda gurau, bermain game pula menghabiskan waktu di hari itu. Lalu tiba lah si member tertua yang datang terlambat,

"Gomen gomen gue telat.. Pacar gue tadi minta ditemenin dulu." ucap Mandy.

"Pacaran mulu sih Men-san! Gak setia kawan lo!!" balas Reo kesal.

"Hahaha lo sih malah putus sama Yumi-san.." jawab Mandy menyebut nama mantan pacarnya Reo.

"Huhu kasian banget adik kecil kita.." goda Alan si leader diikuti member yang lain.

"Urusai!! Gue sikat lo pada satu-satu!" bentak Reo. Semuanya pun hanya membalas dengan tawa.

"Ah! Mandy-san! Gue tadi ketemu temen sekolah yang juga sekelas sama pacarmu. Katanya dia pengen ketemu Angel sih.." ucap Ryota menyela.

"Dare desu ka? Cewek kan? Lo tinggal langsung kasih tau Angel aja lah.." jawab Mandy.

"Hooh cewek.. Hmm gue sih pengennya kita ketemu berempat.. Men-san dan Angel terus gue sama dia.. Makanya gue bilang dulu sama Men-san buat cari waktu yang pas.." ucap Ryota.

"Eh? Lo ngajak double date?" tanya Mandy. Ryota hanya menjawab dengan mengangkat alisnya sambil senyum-senyum.

"Wooo wooo wooo ada yang lagi jatuh cinta nih!!" semangat Hayato. Sekarang giliran Ryota yang digodai oleh semua member.

"Cantik gak cantik gak? Siapa namanya?" tanya Alan.

"Manis sih.. Moriyama Midori-san.. Ya kan Ryota-kun?" jawab Hayato. Yuta yang dari tadi paling senyap seperti biasanya dan hanya terus menikmati cemilan tiba-tiba tersedak setelah mendengar nama itu.

"Midori?" tanya Yuta dengan keras.

"Hai.. Ahh dia juga bilang kalo kenal sama Yuta-kun,, kalian teman sekolah kan?" ucap lagi Hayato teringat perkataan wanita itu tadi siang.

"Ahh iya iya.. Gue-- gue punya teman sekolah yang namanya sama pas masih di Osaka dulu.." balas Yuta yang pandangannya kabur kesana kemari.

"Apa itu Mi-chan kah? Kenapa dia bisa ada di Tokyo? Terus ada hubungan apa sama Ryota?" batin Yuta.

"Kok lo kenal sama dia Hayato?" tanya Alan.

"Tadi siang kan dia ke sini bareng Ryota-kun buat nganter kucing gue.." jawabnya.

"Ryuto-kun juga kenal dia tuh.." ucap Ryota dengan lirikan misterius pada Ryuto.

"Hai.. dia kakaknya temen fitnes gue.." jawab Ryuto cuek. Yuta hanya terus melihat saja ke arah dua vokalisnya ini sambil terus menerka apakah perempuan itu benar 'dia'.

"Hmm gue jadi penasaran pengen ketemu orangnya.." ucap Alan.

"Oh iya! Alan-kun! Temannya Mi-chan penggemar GENERATIONS, dia ngefans tuh sama lo! Pas ketemu gue aja heboh banget, gimana nanti kalo ketemu lo!!" ucap Ryota pada si pemimpin grup ini.

"Waawww! Serius? Dia mengidolakan orang yang tepat!!" balas Alan dengan gaya sok cool.

"Gebet aja der, gebettt.." pancing Hayato.

"Lo gak bakal cemburu kalo ntar gue punya pacar? Gue kan pasangan lo hahaha"  tanya Alan pada Hayato.

"Heeee!! Pasangan MC iyaa, tapi amit-amit kalo jadi pasangan hidup. Selera gue cewek cantik, bukan cowok ganteng kayak lo! Hueekk.." jawab Hayato menyudutkan Alan.

"Kau jahat! Huh.." balas lagi Alan sambil memukul-mukul manja Hayato yang tepat duduk di sampingnya dan Hayato pun malah ikut-ikutan memukul manja balik Alan.

"Wooii udah lah jangan ngomongin cinta mulu! Kesel gue dengerinnya. Mending pulang aja nih!!" teriak Reo.

"Iyalah gue juga pulang kalo yang diomongin itu-itu terus!" lanjut Ryuto yang hatinya memanas semenjak Ryota menceritakan tentang wanita itu.

"Hai hai hai hai.. Yaudah kita minum lagi.. Yookk Kanpaaiii." Ucap Alan mendamaikan suasana.

-Point of View GENERATIONS end-
**

Aku merebahkan badan di tempat tidur tercinta. Lelah sekali hari ini. Diikuti pula dengan hal yang membuatku terkejut beberapa kali. Semua terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan. Aku senang bisa bertemu lagi dengan teman lama, namun pertemuanku dengan dia membawaku untuk teringat lagi dengan seseorang di masa laluku. Aku sungguh tak ingin bertemu lagi dengan masa lalu itu. Kumohon Tuhan. Semua terjadi berawal saat aku mengenal Kazuhara-san. Kalau saja adikku bukan temannya. Kalau saja dia tak mengenalkan aku dengannya. Menyesal? Ada iya, ada tidak. Namun percuma, ibarat peribahasa nasi telah menjadi bubur. Aku bukan doraemon yang memiliki mesin waktu untuk bisa kembali. Haaaahhh memusingkan! Lebih baik aku tidur saja!

Hari-hari berlalu semenjak itu. Berganti minggu hingga bulan. Aku melakukan aktivitas seperti biasanya. Kini aku dan Katayose-kun jadi sering berkomunikasi walau hanya sebatas menanyakan kabar. Kadang dia juga menggodaku, tapi aku menganggap itu hanya candaan saja. Ya, wajar. Pikirku. Kami belum bertemu lagi sejak terakhir dia datang ke tempatku tiga minggu lalu. Walau dia sering berkata, "Mi-chan, aku ingin bertemu..", tapi kesibukan seorang artis dan orang biasa itu amat jauh berbeda. Apalagi dia juga punya jadwal sendiri yang tak kalah padat diluar grupnya. Aku bisa mengerti dan terus memberi semangat padanya. Di sisi lain, sesekali Kazuhara-san masih suka menginap di tempatku. Bahkan bergantian, ada saatnya Taishi yang menginap di tempat dia. Namun aku rasa ada yang aneh dengan Kazuhara-san sekarang. Sikapnya jadi dingin di hadapanku. Dia hanya berbicara seperlunya padaku tapi tetap tampak biasa saat dengan Taishi. Mungkinkah aku punya salah? Tapi aku sungkan untuk menanyakannya. Makanya, aku abaikan saja walau sebenarnya itu membuatku tak tenang.

**

Minggu ini aku bisa bertemu dengan Katayose-kun yang sekaligus menepati janjinya untuk mempertemukanku dengan Angel. Dia berkata bahwa Mandy-san juga akan ikut. Aku penasaran bagaimana Angel sekarang, dan bagaimana pula Mandy-san yang disebut-sebut seperti gorila itu. Hahaha. Sore tiba, Katayose-kun menjemputku dan kami pergi bersama ke tempat yang sudah dijanjikan. Setelah sampai, kami melihat Angel dan Mandy-san telah menunggu di sana.

"Konnichiwa.." ucapku pada mereka berdua yang sudah duduk membelakangi kami.

"Konnichiwa.. Ini Mi-chan?" jawab Angel menoleh.

Aku mengangguk. Kemudian Angel berdiri menghampiriku dan kami saling berpelukan berteriak kesenangan layaknya orang yang telah lama tak berjumpa. Apalagi sesama wanita. Salah satu teman terdekatku saat masa kecil selain Katayose-kun telah ada di hadapanku. Tetap tak banyak perubahan pada Angel, dia masih bertahan dengan rambut keriting dan tubuh mungilnya. Lalu aku dan Mandy-san pun saling memperkenalkan diri.

Kami pergi jalan-jalan bersama di hari yang cerah ini. Angel dan Mandy-san saling bergandengan tangan mesra sedangkan aku dan Katayose-kun hanya jalan berdampingan saja. Badan Mandy-san yang besar cocok sekali untuk melindungi tubuh Angel. Aku jadi iri. Walau tubuhku tak semungil Angel tapi aku termasuk wanita yang kurus, dan menginginkan pria yang bisa melindungiku juga. Hmmm Jangan mengkhayal terus, Midori!

"Mandy-san emang mirip gorila, sama kayak yang Kazuhara-san bilang haha.." bisikku pada Katayose-kun.

"Hmmm saat kita bersama pun kamu tetap aja mikirin oranglain.." balasnya jutek.

"Mikirin oranglain? Maksudmu Kazuhara-san? Yaampun siapa yang mikirin dia sih.. " elakku.

"Kalian bisik-bisik apaan? Kita kesana yuk.." ajak Angel yang mendengar suara samar-samar antara aku dan Katayose-kun.

Kami berempat terus melanjutkan petualangan seru ini. Beberapa kali orang sekitar menyangka kami seperti dua pasangan. Tapi pada kenyataannya tak seperti itu. Keakrabanku dengan Katayose-kun itu kurasa wajar saja terjadi diantara sahabat. Ya kan?? Aku pun merasa aneh mengapa tak ada yang mengenali dua pria ini padahal mereka orang terkenal? Mungkinkah penyamaran mereka berhasil? Padahal hanya memakai kacamata dan kupluk saja yang notabene wajahnya masih dapat dikenali. Tapi tak apa sih itu menguntungkan juga bagiku dan Angel. Tak perlu ribet bertemu dengan penggemar mereka. Sekitar dua jam lebih kita berkeliling di tempat ini, perut pun mulai keroncongan dan kami memutuskan makan di cafe sederhana namun tak kalah bagusnya dengan restoran mahal. Makanan telah siap. Melihat Angel dan Mandy-san saling menyuapi, aku merasa seperti obat nyamuk. Asem dah!!

"Aaaaaa.." Katayose-kun menghadap padaku sambil membuka mulutnya.

"Nani?" tanyaku aneh.

"Suapin.. Biar kayak Men-san dan Angel.." jawabnya.

"Makan sendiri lah,, aku bukan pacarmu.." balasku.

"Yasudah, jadilah pacarku.." ucapnya lagi.

"Ehh?? Bercanda aja sih! Aku gak kepikiran buat pacaran dengan Katayose-kun. Cukup kayak gini aja aku udah nyaman.." jawabku dengan santai padanya.

"Padahal gue serius, tapi kayaknya Mi-chan masih gak sadar. Atau dia beneran gak mau sama gue?!" batinnya lemas.

"Ano.. Udah berapa lama kalian pacaran? Ceritain dong.." tanyaku pada sepasang kekasih ini.

"Dih kepo.. Pengen punya pacar juga yaa Mi-chan. Bosen ngejomblo kan?" ejek Katayose-kun padaku.

"Jomblo kok teriak jomblo sih. Huh!!" balasku.

"Hahaha Mi-chan sama Katayose-kun pacaran aja lah! Kalian cocok kok!" goda Angel.

"Bener tuh! Rencana lo buat "ini" berhasil kan Ryota.." timpal Mandy-san senyum-senyum memberi kode ke arah Katayose-kun.

"Rencana apaan?" tanyaku pada Katayose-kun.

"Oii Men-san! Berisik lo!!" kesal Ryota sambil menggeplak kepala Mandy-san.

"Aneh banget ini cowok-cowok.. Jadi gimana awal kalian ketemu?" lanjutku pada Angel.

"Kita ketemu waktu GENERATIONS ngadain World Tour di LA tahun lalu. Gue kan udah mutusin menetap disana sejak kelulusan SMP. Terus pas udah masuk dunia kerja, kebetulan gue jadi salah satu crew yang nyiapin konser mereka itu. Dan ketemu deh sama Men-san." jawabnya yang terus menceritakan masa pendekatan mereka sampai jadian.

"Hai Moriyama-san! Aku kira dia bule makanya pas pertama ketemu aku bicara memakai Bahasa Inggris, tapi dia membalas dengan Bahasa Jepang." tambah Mandy-san sambil tertawa.

"Wajah dia emang bule haha dulu juga aku menganggap demikian.. Terus sekarang kok lo bisa ada di Jepang? Liburan?" tanyaku lagi pada Angel.

"Iie.. Gue udah lima bulan ini balik ke Jepang. Udah punya pekerjaan juga disini. Yaaa gue juga gak mau jauh-jauh sih sama Men-san hihi.." jawab Angel malu-malu.

"Oh baby i love you so much!" balas Mandy-san menatap Angel.

"Kimoiiiii!! Jangan pacaran depan gue lah hush hush.." ucap Katayose-kun.

"Katayose-kun iri kan? Makanya cari pacar.." balasku.

"Gak usah dicari, orangnya udah ada.." jawab dia.

"Dare? Dare?" tanyaku lagi. Dia hanya diam saja.

"Kalian lucu deh haha! Kita makan lagi yuk.." Ucap Angel.

Selesai makan kami lanjut menonton bioskop hingga pulang hampir tengah malam. Setelah hari itu pun aku dan Angel suka berkirim pesan. Tak lupa juga kukenalkan dia pada Asuka dan kami bertiga kini sering pergi bersama-sama. Nyaman. Itulah yang kami rasakan. Tak peduli seberapa lama kami baru berjumpa, tapi rasa nyaman bisa mengalahkan segalanya. Bahkan Asuka beruntung bisa mengenal Angel karena dia merupakan kekasih dari Mandy-san, salah satu member grup musik favoritnya.

**

"Tadaima.." Pukul 8 malam aku baru kembali dari kantor. Ada permasalahan di sana dan aku terpaksa harus menunggu karena dikejar deadline hari ini. Lelah sekali rasanya. Cacing di perut pun sudah pada demo. Aku memanggil Taishi karena tak biasanya dia menghilang dari ruang tengah di jam segini. Dia masih tak menyahut. Kuketuk pintu kamarnya dan dia menyuruhku masuk. Di sana aku melihat Taishi sedang berbaring di tempat tidurnya.

"Taishi? Kamu kenapa?" tanyaku.

"Nee-chan, pusing.." jawabnya lemah. Aku mengecek dahinya dan ternyata sedikit hangat.

"Kamu sakit. Kita ke dokter yuk.." ajakku cemas.

"Gak usah Nee-chan.. Aku minum obat aja. Tapi sekarang aku harus ke tempatnya Kazu-senpai, aku harus ngasih barang yang waktu itu aku pinjam soalnya besok mau dipake sama dia.." jawabnya.

"Mana mungkin kamu bisa pergi sekarang! Yaudah biar Nee-chan aja yang ke sana.." ucapku.

Aku pun pergi ke tempatnya Kazuhara-san masih dengan rasa lelah dan lapar. Demi adikku satu-satunya aku rela melakukan ini walau aku merasa hubunganku dengan Kazuhara-san tidak baik sekarang.

"Midori-san? Ada apa?" tanyanya kaget melihatku ada di depan pintu rumahnya.

"Aku ke sini cuman mau memberikan titipannya Taishi. Dia sedang sakit, jadi tak bisa datang ke sini dan besok pun tak akan pergi ke tempat fitnes." jawabku.

"Ohh arigatou Midori-san! Maaf merepotkanmu. Semoga Mori-kun cepat sembuh.." ucapnya yang terus mengalihkan pandangannya dariku. Benar kan? Kedatanganku ini tak diharapkan olehnya. Dia masih bersikap dingin padaku. Baiklah, aku langsung pamit saja.

"Kalau begitu aku pulang dulu Kazu--" balasku namun tiba-tiba suara muncul dari perutku saat itu. Dan sontak dia yang masih didepanku pun tertawa.

"Apa itu suara bom? Kau belum makan? Hahaha.. ayok masuk! Akan kubuatkan makanan untukmu." ajaknya sambil terus tertawa mengejekku.

"Yamete!! Itu gak lucu!" kesalku namun ada rasa tenang dalam hatiku saat melihat tawanya.

Aku mengikuti dia masuk ke dalam rumah. Tapi kakiku tersandung sepatu yang terletak acak tak jauh dari depan pintu, dan bruk!! Aku jatuh hingga tangan kanan ini luka karena terbentur lantai. Kazuhara-san segera membangunkanku dan mengecek seluruh badanku.

"Midori-san! Tunggu sebentar, aku bawakan P3K dulu!" dia panik melihat keadaanku.

Aku menangis kesakitan di hadapannya. Ini hanya luka kecil, tapi tetap saja aku tak bisa menahannya. Kazuhara-san segera mengobati dengan pelan. Dia juga mencoba menenangkan walau kumasih terus terisak.

"Sudah selesai, jangan menangis lagi.. besok juga sembuh. Midori-san memang cengeng.." ucapnya.

"Gomen..." jawabku pelan.

"Eh? Kenapa kau minta maaf? Sudah.. Sudah.." ucapnya lagi sambil menghapus air mataku dengan lembut. Telapak tangan dia yang besar terasa hangat di kedua pipiku. Aku menatapnya dengan dalam. Tapi saat pandangan kami beradu dia malah mengalihkannya (lagi) kemudian melepas tangannya dari wajahku.

"Aku bantu berdiri Midori-san.." ucapnya. Lalu seseorang keluar dari salah satu ruangan di rumah Kazuhara-san. Mungkinkah dia si pemilik sepatu yang membuatku jatuh itu?

"Ryuto-kun ada apa? Tadi pas di kamar mandi gue denger ada suara 'brukk!!' " ucap orang itu.

"Ah nandemonai! Yuta-kun, ada temen gue yang dateng ke sini.." jawabnya.

"Moriyama Midori desu.." ucapku pada orang itu sebelum melihat jelas wajahnya.

"Eee??.. Mi.. Mi-chan?" ucapnya yang kaget saat melihat wajahku. Aku pun tak kalah kagetnya saat  mendapatkan pandangan jelas pada dia dan hanya membalas dengan senyum paksa.

"Yuta desu.. Nakatsuka Yuta desu.. Kamu ingat aku kan?" dia seakan mencoba untuk membuatku mengingatnya. Aku mengangguk.

"Ohh iyaa kalian teman sekolah kan?" tanya Kazuhara-san.

"Hai.. Aku dan Yuta-kun berada di sekolah yang sama." jawabku. Yuta-kun hanya ikut mengangguk.

"Yasudah kalian duduk dulu. Aku akan buat makanan sekarang.." ucap Kazuhara-san.

Kazuhara-san ke dapur dan mulai membuat makanan. Aku serta Yuta-kun hanya duduk saling diam saja. Mengapa sesuatu yang tak kuharapkan ini malah terjadi? Dan dalam suasana yang sangat menyulitkan juga.

"Anjirr kikuk banget ketemu lagi sama dia.. Gue pengen pulang sekarang, tapi gak enak sama Kazuhara-san." batinku.

Aku dan Yuta-kun masih terdiam. Dalam ruangan yang sedikit remang ini, kisah masa lalu yang telah terkubur kini bangkit lagi memenuhi ingatan.

-bersambung-

Saturday, August 11, 2018

LIRIK LAGU HIROOMI TOSAKA 1st ALBUM - "FULL MOON"


Dimulai dari Juli 2017 lalu muncul digital single pertama, terus ada lagi kedua dan ketiga, mungkinkah bakal ada album? dannnn.... jawabannya ADA!! Album pertama dari Hiroomi Tosaka pun akhirnya rilis di tanggal 8 Agustus 2018. Berisi 14 buah lagu tapi di track list yang pertama hanya intro aja tanpa lirik, baru dari kedua hingga terakhir berupa lagu-lagu dengan lirik yang beragam. Rata-rata tentang cinta sih, tapi kisahnya yang berbeda. Ada lagu jatuh cinta, patah hati sampe yang ++ (iykwim) hahahaha.

Berikut lirik dari semua lagu-lagu di album "FULL MOON":

1. INTRO ~WAKE THE MOON~

**
Berhubung saya sukaaaaaa banget sama solonya Omi ini.. Suka! Suka! Suka! Lagu-lagunya pun pada enak semua! Dijamin! Saya yakin! Jadi saya semangat nulis beginian :D Saya nebar lirik lagu + MV nya aja, gak sama lagu-lagu karena yang saya punya hasil nyolong dari oranglain *plak*. Tapi lebih baik juga buat streaming lagunya aja di Spotify. Atau malah beli albumnya sekalian. Biar berkahh ^_^ . Dari awal WASTED LOVE, lagunya udah bikin saya keracunan. Dilanjut DIAMOND SUNSET, LUXE sampe semua lagunya yang ada di album "FUTURE" 3JSB, gak ada yang mengecewakan. Pas aja di telinga saya. Asyik. Nyantol. Bikin Nagih! Kemudian ditambah sama lagu-lagu baru yang di albumnya ini, udah deehhh klepek-klepek parah saya dengerinnya. Apalagi suaranya Omi yang laki banget tapi kerasa lembutnya juga ❤❤❤. Bahkan sampai mendayu-dayu untuk di lagu ballad. Lalu -desahan- yang suka muncul di ujung-ujung lirik itu, aduhhh gak nahan deh!! Hahaha. Genre lagu disini bermacam-macam, makanya gak bikin bosan. Yang ngebeat seru buat goyang-goyangin badan, dan yang ballad pun gak tanggung-tanggung bikin merinding. Ada juga yang santai-santai aja dan pas didengerin buat nemenin nugas hahaha. Pokoknya 100 jempol deh saya kasih buat Omi!! ^^

HIROOMI TOSAKA -OUTRO ~ECLIPSE DE LUNE~

HIROOMI TOSAKA -OUTRO ~ECLIPSE DE LUNE~

We can make love on a full moon
Everything fine on a full moon
Lights go off on a full moon.. moon..

Tell me all your secrets on a full moon
Gravity is a deeper on a full moon
Money we don't need it on a full moon.. moon..

Take a ride in my two seater
I want you but i don't need yaa
Still good when i'm all alone
Full moon and i'm in my zone

Don't talk, feel the vibe
Kick back, enjoy the ride
No word can explain my thought
No man can match what i got

I see my self when the lights shine bright
Mid finds night in the middle of the night
You're my type whe we make things right
Right, right, right, right


We can make love on a full moon
Everything's fine on a full moon
Lights go off on a full moon.. moon..

Tell me all your secrets on a full moon
Gravity is a deeper on a full moon
Money we don't need it on a full moon.. moon..

We can make love on a full moon
Everything's fine on a full moon
Lights go off on a full moon.. moon..

(mohon koreksi jika ada kesalahan)


HIROOMI TOSAKA -HEART of GOLD

HIROOMI TOSAKA -HEART of GOLD

Tsumazuita koto no nai hito nante inain janai ka?
Wakare no kanashimi ajiwatte tachinaotta hitodore dake iru?
Dare ka no egao ni dore dake sukuwareta koto ga arudarou
Ore mo sonna sonzai ni naritai.. no sa

Today tomorrow
Time won't stop ohh
Kizutsuite mo mata okiaga..tte
See the sun get my back up
Uwamuite oh waraitobashite ikou...

Reff:
Namida hitosuji nante sugu ni kawakundashi
Ase ga hitosuji nara isso motto motto nagasou
Zenzen hecchara sa
Because i got a heart of gold
Itaku nai konna kurai...
I got a heart of gold
I got a heart of gold
I got a heart of gold
I got a heart of gold
I got a heart of gold
Akari hitosuji kin iro ni kagayaku
Hikari hitosuji miageru motto motto shine on

Kurushii toki koso ikiteru akashi ga mieru mono na no kamo
Shiawasette doko ka wo sagasu mono ja naku sono sonzai jitai
Ano hito no namida ga oshiete kureta pure de are to
Ore mo sonna fuu ni aritai no sa

Today tomorrow
Time won't stop oh
Mae ni shika susumanai doushitatte..
See the sun get my back up
Mae muite oh zenkai de hasririda..sou

Reff:
Namida hitosuji nante sugu ni kawakundashi
Ase ga hitosuji nara isso motto motto nagasou
Zenzen hecchara sa
Because i got a heart of gold
Itaku nai konna kurai...
I got a heart of gold
I got a heart of gold
I got a heart of gold
I got a heart of gold
I got a heart of gold
Akari hitosuji kin iro ni kagayaku
Hikari hitosuji miageru motto motto shine on

Shippai shitatte soredemo asu ga kuru kagiri you'll never know
Saigo made wakaranai
Nan kai mo torai sore ga mirai
Kaete ikeru youna main..do
I got a heart of gold..

Reff:
Namida hitosuji nante sugu ni kawakundashi
Ase ga hitosuji nara isso motto motto nagasou
Zenzen hecchara sa
Because i got a heart of gold
Itaku nai konna kurai
I got a heart of gold
I got a heart of gold
I got a heart of gold
I got a heart of gold
I got a heart of gold
Akari hitosuji kin iro ni kagayaku
Hikari hitosuji miageru motto motto shine on

(mohon koreksi jika ada kesalahan)

HIROOMI TOSAKA -With You

HIROOMI TOSAKA -With You

Zutto suna wo na kimi wo miteru to
Itoshiku omou kimochi kara.. mune ga kurushiku naru
Kitto najimu you ni tsunaida te wa
Kono saki eien ni.. sono katachi wo kaeru koto wa nai kara

Reff 1:
Kimi to autabi ni.. koi ni wochite..iru..
Sono kao, koe.. hitotsu hitotsu kotoba ga denai hodo ni
Kimi ni fureru tabi.. koi ni wochite..iru..
Sono subete wo
Can't help falling in love... with you

Zutto shiawase ga oitsukanai hodo
Bokutachi wa jiyuu de iyou
Donna ni hanarete mo
Kawaranai kara
Wooo...

Reff 2:
Kimi to autabi ni.. koi ni wochite..iru..
Sono kami, te mo.. mabataki suru jikan ga oshii hodo ni
Kimi ni fureru tabi.. koi ni wochite..iru..
Sono subete wo
Can't help falling in love... with you

Maboroshi janai hontou wo no ai ni dea..tta
Can't help falling in love......
Itsumademo

Reff 1:
Kimi to autabi ni.. koi ni wochite..iru..
Sono kao, koe.. hitotsu hitotsu kotoba ga denai hodo ni
Kimi ni fureru tabi.. koi ni wochite..iru..
Sono subete wo
Can't help falling in love... with you.....

(mohon koreksi jika ada kesalahan)

HIROOMI TOSAKA -Not For Me

HIROOMI TOSAKA -Not For Me

You are beautiful so perfect
Itsumo miteru kara
And you are kind to everybody anytime
Juubun ni wakatteru

Maybe i know patiently i wait to hear the words that you'll never ever say
Donna ni matte mo kitto, uuhh..
You know it can get so hard sometimes but i'm keeping everything inside
Nanni mo shiranai to omou kedo

Reff 1:
Kimi wa kimatte boku ni kikunda
You know maybe i'm wrong i feel like you're pouting
Boku wa itsumo warai nagara
Don't mind at all sou kaesunda
Ain't the only one

You are popular so perfect
Hanashi wo kiku kara
And you are trying really hard anytime
Sonna koto wakatteru

Maybe i know it's only natural but i waited and nothing change at all
Kitai wo shite mite mo kitto uuhh.. yeaahh
You know i don't regret any of it so i don't deserve someone like you
Wakatteru to omou kedo

Reff 2:
Kimi wa kimatte boku ni iunda
You know maybe i'm wrong i feel like you're jealous
Boku wa kotoba saegiru youni
Don't mind at all sou kaesunda
Ain't the only one

Reff 1:
Kimi wa kimatte boku ni kikunda
You know maybe i'm wrong i feel like you're pouting
Boku wa itsumo warai nagara
Don't mind at all sou kaesunda
Ain't the only one..

Reff 2:
Kimi wa kimatte boku ni iunda
You know maybe i'm wrong i feel like you're jealous
Boku wa kotoba saegiru youni
Don't mind at all sou kaesunda
Ain't the only one

(mohon koreksi jika ada kesalahan)

**
MV HIROOMI TOSAKA -Not For Me


HIROOMI TOSAKA feat BENI -One Last Time

HIROOMI TOSAKA feat BENI -One Last Time

(OMI part)
I just wanna feel your body
Reminiscing every night
How you used to call me saying
You couldn't sleep without me by your side
Tell me do you think about me
This time i wanna love you right
Where we left off
Yeah..

Kowareru made all night long
Mou ichido baby in my arms..
Fukaku fukaku in your heart
Kizamu you..ni i'm coming

(OMI & BENI)
Reff:
Coz baby one last time
We gon love, we gon love
Hold me one last time
And make love, let's make love baby
Kono mama de owarenai
Nemuru mae no rarabai
So one last time
We gon love, we gon love baby...

(BENI part)
I know you still think about me
But i don't wanna hurt no more
Even though it's said and done
I can still taste you on my lips
Cause boy we drove each other crazy
But i can't it help but want
Your love just one more time, yeaah..

Kowareru made all night long
Mou ichido baby in your arms..
Fukaku fukaku in my heart
Kizamu you..ni i'm coming

(OMI & BENI)
Reff:
Coz baby one last time
We gon love, we gon love
Hold me one last time
And make love, let's make love baby
Kono mama de owarenai
Nemuru mae no rarabai
So one last time
We gon love, we gon love baby..

Kowareru made all night long
Mou ichido baby in my arms..
Fukaku fukaku in my heart
Kizamu you..ni oohh oohh..

(OMI & BENI)
Reff:
Coz baby one last time
We gon love, we gon love
Hold me one last time
And make love, let's make love baby
Kono mama de owarenai
Nemuru mae no rarabai
So one last time
We gon love, we gon love baby...

One last time..
One last time..
One last time..
One last time..
One last time..
Let's make love, let's make love
Let's make love, let's make love
One last time..

(mohon koreksi jika ada kesalahan)

**
Sangat amat mudah buat menerjemahkan lirik lagu ini kedalam Bahasa Indonesia. Tapi... saya sungkan. Liriknya dewasa banget sih haha jadi rasanya gimanaaaa gitu.. Yasudahlah biarkan kayak gini aja :D Yang penting lagunya tetap asyik didengar. ^^



HIROOMI TOSAKA -EGO

HIROOMI TOSAKA -EGO

Reff:
Utsumukanaide, let's make it right, toki wa sugiteku
Kaeru basho nante doko ni mo nai ne
There's no place i could be without you
Mayonaka no drivin' nakama to no party hisoka ni futari kasaneta kisses
Hoka no dare ka ni yorisotte mite mo
Always think about you

Kowareta ai no kakera mune no naka ni atsumetara
Mamoru yo kotoba dake ga futari wo nando habande mo
My ego can't stop loving you
Kizutsuketa kokoro wo, dakishimerarerunara

Reff:
Utsumukanaide, let's make it right, toki wa sugiteku
Kaeru basho nante doko ni mo nai ne
There's no place i could be without you
Mayonaka no drivin' nakama to no party hisoka ni futari kasaneta kisses
Hoka no dare ka ni yorisotte mite mo
Baby always think about you

Yabureta omoide wo tsunaideru
Zurui uso de norikiru friday
Futari wa marude joker to harley
Bureiki mo kakezutobashita highway

Cheap na gossip odorasareta hibi
Sayonara e no trip hikikaesenai michi
Party is over na no ni sober isso konna
Mijime na boku wo waratteyo

Hontou wa kizuiteita sangurasu goshi kimi no namida
Touzakaru ushirosugata todokanai ai tsuyogaru hodo
My ego can't stop loving you
kono ude ni mou ichido dakishimerarerunara

Reff:
Utsumukanaide, let's make it right, toki wa sugiteku
Kaeru basho nante doko ni mo nai ne
There's no place i could be without you
Mayonaka no drivin' nakama to no party hisoka ni futari kasaneta kisses
Hoka no dare ka ni yorisotte mite mo
Baby always think about you

My ego can't stop loving you
Tatoe bara no toge mo.. dakishimerareru kara

Reff:
Utsumukanaide, let's make it right, toki wa sugiteku
Kaeru basho nante doko ni mo nai ne
There's no place i could be without you
Mayonaka no drivin' nakama to no party hisoka ni futari kasaneta kisses
Hoka no dare ka ni yorisotte mite mo
Baby always think about you

(mohon koreksi jika ada kesalahan)


Tuesday, August 7, 2018

HIROOMI TOSAKA -FULL MOON

HIROOMI TOSAKA -FULL MOON

I don't need to see you
I don't need to hear your voice
Donna chiisaku
Tooi kodou sae mo kikoeteru kara

Here we stand
We don't need you know, need you know
I can always feel you
Kimi wa hitori janai..

And i can't go.. back
I'm falling for you, i'm falling for you
So inside and.. out kagayaku kara

Reff:
Full moon.....
Feeling alive kimi wo kanjiteita yo
When you.....
Are feeling alive kasanaru sono toki made my baby
Auuu... yeah
Auuu... yeah

Even in the dark i
Pull you in like gravity
Mienai hikari
Futari wo tsunagu you ni musubareteiru

Here we stand
Can you not see us now, see us now?
I will always be there
Bokura wa hitori janai..

And i can't go.. back
I'm falling for you, i'm falling for you
So inside and.. out todokeru kara

Reff:
Full moon.....
Feeling alive kimi wo kanjiteita yo
When you.....
Are feeling alive kasanaru sono toki made my baby
Auuu... yeah
Auuu... yeah


Deau koto no nai
Hikari to kage wa..
Keshite hanareru koto wa nai unmei

And i can't go.. back
I'm falling for you, i'm falling for you
So inside and.. out kagayaku kara

Reff:
Full moon.....
Feeling alive kimi wo kanjiteita yo
When you.....
Are feeling alive kasanaru sono toki made my baby
Auuu... yeah
Auuu... yeah


I don't need to see you
I don't need to hear your voice

(mohon koreksi jika ada kesalahan)

**
MV HIROOMI TOSAKA -FULL MOON


Saya gak tau mau komentar apa lagi. Udah banyak pujian yang dilemparkan buat orang ini hahaha. Semua lagu-lagu solonya Omi bisa diterima dengan baik oleh telinga saya. Karena memang suara dia berkarakter kuat dan laki banget tapi punya sentuhan lembut juga menurut saya. Lagu-lagunya pun asyik, bikin nyantol dan gampang diingat. Tembakan-tembakannya itu loh... THE BEST LAAHHH!!

Sunday, August 5, 2018

Puisi: Masa Lalu, Berlalulah

Senyumku, itu kamu
Senangku, itu kamu
Sayangku, itu kamu
Hanya kamu, dulu

Tak ada yang salah dengan kisah kita
Kenangan yang terukir akan tetap ada
Tentangmu takkan terhapus dari jiwa
Kau hadirkan rasa
Kau hadirkan cinta
Aku bahagia.. 

Hanya saja perpisahan..
Itulah jalan
Guncangan badai dahsyat menerpa pertahanan
Kau dan aku tak sanggup menahan
Kau dan aku tak bisa lagi sejalan
Kau dan aku takkan ada masa depan
Terimalah kenyataan

Kini aku siap menata hidup yang cerah
Terus berjalan tanpa menghentikan langkah
Melepas bayang-bayangmu tanpa menyerah
Meyakinkan hatiku agar tak goyah
Merelakan masa laluku, untuk berlalulah..


Friday, July 27, 2018

Fan Fiction: Story (3)

Part 3: Fallin
(Kazuhara Ryuto, Katayose Ryota, Komori Hayato)

Akhirnya sampai juga! Segera ku keluar dari mobil dan menghirup udara bebas dengan kuat untuk melepas pengapku selama di dalam sana. AC menyala pun tak bisa terasa oleh tubuhku. Benar-benar sesak sekali saat perjalanan itu.

Kazuhara-san bersama Taishi menuju loket membeli tiket masuk. Sementara aku dan Asuka asyik berfoto dahulu di depan sebuah tugu yang menjadi ciri khas dari kebun binatang ini. Lalu Taishi memberi tanda padaku bahwa mereka telah selesai. Aku dan Asuka menyusulnya dan kami masuk bersama-sama melihat-lihat suasana sekitar. Tak jauh dari pintu masuk terpampang sebuah peta besar tentang lokasi-lokasi di dalam sini. Kami lihat dan semua yang ada disana tampak menakjubkan. Termasuk beberapa wahana taman hiburan juga tersedia disini.

"Ne.. gimana kalo kita naik bianglala dulu? Dari atas kita bisa lihat pemandangan di bawah sini. Pasti menyenangkan.." ajak Asuka.

"Setujuuu!!" jawab Taishi semangat.

"Hmmm gimana kalo kita lihat pertunjukkan gajah dulu? Disini ditulis kalo itu bakal berlangsung sebentar lagi.." balasku.

"Gak ah!!" keluh adikku.

"Ryuto-san bagaimana?" tanya Asuka.

"Aku.. ehmm lebih baik kita berkeliling lihat-lihat binatang di sini. Bukannya kita datang ke sini untuk melihat binatang?" jawabnya.

"Ahh gak seru! Yasudah biar adil, Kazu-senpai dan Nee-chan nonton pertunjukkan gajah aja. Aku dan Asuka-san bakal pergi ke bianglala." ucap Taishi.

"Ayok deh!" jawab Asuka. Mereka berdua kemudian cepat-cepat menuju ke tempat yang diinginkannya itu.

"Eeehh chottoooo.." teriakku.

Belum juga mendengarkan persetujuan kami, mereka berdua malah sudah berlari meninggalkan aku dan Kazuhara-san. Bagaimana ini... Padahal aku berusaha menghindarinya. Tak mau sedikitpun berinteraksi dengan dia. Tapi kenapa sekarang malah hanya ada aku dengannya di sini.

"Midori-san daijoubu? Kau tampak cemas.." tanya Kazuhara-san.

"Daijoubu desu." jawabku singkat.

"Ano.. tentang yang tadi.. Maaf, aku hanya bermaksud menolongmu. Tidak ada yang lain lagi." jelasnya.

"Ahh iie.. Jangan meminta maaf, aku yang harus berterimakasih padamu karena sudah menolongku. Arigatou gozaimasu Kazuhara-san." jawabku.

"Hai.. dengan apa yang terjadi setelah itu, lebih baik kita lupakan saja." ucapnya lagi.

Aku mengangguk.

"Apa Midori-san mau menjadi temanku?" tanyanya.

"Ehh? Maksudmu?" tanyaku balik.

"Sejak bertemu kemarin rasanya kita seperti orang yang secara tak sengaja dikenalkan. Aku temannya Mori-kun dan Midori-san kakak dari dia. Tapi sekarang aku ingin menganggap Midori-san sebagai teman dan Midori-san pun bisa menganggapku teman juga. Bagaimana?" jelas Kazuhara-san.

"Ohh.. souka.. Aku gak masalah sih. Baiklah." jawabku.

"Kau tak masalah berteman dengan preman sepertiku?" candanya bermaksud mencairkan suasana. Tapi ucapannya itu mengingatkanku kembali pada kesan pertamaku saat melihatnya.

"Jangan mulai deh.. apa aku batalkan saja pertemanan kita?" kesalku.

"Tidak, tidak.. aku bercanda. Gomen hehe.. Baiklah. Hajimemashite, Kazuhara Ryuto desu." dia mulai memperkenalkan diri lagi.

"Moriyama Midori desu." jawabku.

Kami pun saling berjabat tangan untuk perkenalan diri yang ketiga kalinya. Perlahan kecanggungan diantara kami memudar. Kami bisa berkomunikasi layaknya seperti teman biasa. Kami juga mulai bertukar kontak. Walau celetukan berbahayaku tetap saja suka terlontar, tapi dia santai saja. Dia orang yang ramah, seru dan.. konyol, nyatanya. Sama seperti saatku melihat tingkah dia di apartemen tadi pagi. Selama menonton pertunjukkan gajah pun beberapa kali dia 'kumat' dan membuatku sulit untuk berhenti tertawa. Belum lagi saat kami melihat ke sekumpulan gorila, dia malah saling bersahutan dengan binatang itu. Menarik perhatian orang-orang dan mengundang tawa sekitar juga.

"Apa selain jadi penyanyi, Kazuhara-san juga seorang pelawak?" tanyaku penasaran.

"Eee? Apa tampangku terlihat seperti itu? Bukankah aku menyeramkan?" tanya dia balik.

"Bukan wajahmu, tapi tingkah Kazuhara-san bisa mengundang tawa dari semua yang melihatnya. Hahahaha" tawaku.

Dia hanya tersenyum menatapku terus.

"Nande? Ada apa diwajahku?" tanyaku.

"Tidak.. aku senang kalau Midori-san banyak tertawa di depanku. Jangan jutek-jutek teruslah.. Aku ingin selalu melihat lesung pipimu itu." ucap Kazuhara-san padaku.

Aku tak tahu apa dia sedang menggoda, memuji, mengejek atau sekedar bicara tanpa maksud saja padaku. Yang jelas kata-katanya itu membuat jantungku kembali berdegup seketika. Ada apa ini? Please, jangan baper, Midori!

"Urusai!" ucapku mengalihkan pembicaraan.

"Jadi, mana teman gorilamu itu yang bernama Mandy?" tanyaku lagi.

"Kau menganggap perkataanku itu serius? Itu tidak nyata Midori-san hahaha. Mandy-san teman satu grupku di GENERATIONS, tubuh dia memang tinggi dan besar, sama seperti gorila. Nih kukasih lihat fotonya." jelas Kazuhara-san.

"Ah! Aku tahu orang ini! Aku pernah melihatnya di suatu variety show.. Dia member EXILE kan? apa GENERATIONS = EXILE?" tanyaku makin penasaran. Untuk nama EXILE, aku tahu. Grup musik itu sudah sangat terkenal di seluruh penjuru Jepang. Walau tak mengikuti perkembangan dan mengetahui secara keseluruhan musik mereka, tapi aku tahu nama ini.

"Bukan, bukan.. Itu berbeda Midori-san.." jawabnya. Kazuhara-san mulai menjelaskan tentang struktur dari EXILE sampai kebawah-bawahnya. Secara rinci dan panjang lebar. Karena saking seriusnya menyimak, aku sampai tak sadar bahwa sejak tadi aku menyimak sembari menatapnya terus.

"Bagaimana? Midori-san mengerti kan sekarang?" tanyanya ke arahku yang saat itu sedang menatapnya. Wajah kami saling berhadapan lagi. Dan lagi lagi jantungku berdegup.

"Midori-san? Hoi?!!" tegurnya sambil mengibas-ngibas tangan di depan wajahku.

"Ahh gomen.." jawabku kemudian.

"Apa kau terkesima padaku sampai terus-menerus memandangku seperti itu?" goda dia.

"Iie!! Bukan itu! Penjelasanmu membingungkan, aku belum mnegerti.. Makanya... yaa itu.." aku mengelak mencari-cari alasan.

"Hmmm begitukah? Atau Midori-san tanya saja deh pada Asuka-san, mungkin kalau dia yang menjelaskan jadi bisa dimengerti." ucapnya. Aku mengangguk-angguk saja. Tak lama kemudian terdengar suara seseorang memanggil namaku dari arah belakang. Ternyata mereka Asuka dan adikku.

"Udah nih naik bianglalanya?" tanyaku.

"Udah dong.. Seru!!" jawab Asuka cekikikan.

"Padahal kita sama sekali gak naik bianglala ataupun pergi kemana-mana sih. Nee-chan gak tau kalo daritadi kita itu ngikutin kalian berdua. Hihihihihi. Yes! Rencana berhasil!" batin Taishi.

"Yaudah yuk jalan-jalan lagi. Atau Mi-chan dan Ryuto-san mau naik bianglala juga? Biar aku yang nunggu di bawah sama Taishi." tanya Asuka.

"Gak usah!" ucapku.

"Nande?" tanya Kazuhara-san.

"Yaudah yuk kita pergi lagi lihat-lihat yang lain." ajakku buru-buru tak menghiraukan pertanyaan Kazuhara-san.

Kami akhirnya berkeliling di kebun binatang ini dengan full team. Aku dan Asuka berjalan di depan sedangkan Taishi dan Kazuhara-san mengikuti di belakang. Melihat-lihat keberagaman jenis dari makhluk hidup lainnya. Bercanda gurau sepanjang jalan, berfoto-foto hingga membuat video juga. Ketika aku dan Asuka sedang fokus melihat foto-foto kami di ponsel sambil terus berjalan, tak sengaja aku menabrak orang di depan.

"Aaa sumimasen.." aku membungkuk dan minta maaf padanya.

"Maaf juga, karena saya tadi sedang berjalan sambil main ponsel." jawab orang itu.

"Loh Ryota? Ngapain lo disini?" ucap Kazuhara-san pada orang yang barusan kutabrak.

"Ryuto-kun? Ah gue habis pemotretan majalah disini. Lo sendiri?" tanya balik orang itu.

"Gue lagi jalan-jalan aja sih bareng temen." jawabnya.

"Ohh ini teman-teman Ryuto-kun. Hajimemashite, Katayose Ryota desu." orang itu memperkenalkan diri sambil menebar senyum.

"Katayose..?" batinku mendadak terpikirkan sesuatu sambil terus memperhatikan si pria bermuka imut ini.

"Moriyama Taishi desu." Taishi duluan memperkenalkan diri.

"Moriyama Midori desu." jawabku yang terus menerka-nerka karena rasanya tak asing dengan nama Katayose dan wajahnya ini.

"KATAYOSE RYOTA!! RYOTA!! RYOTA-SAN! OH MY GOD! HAAAHH!!" teriak Asuka yang bukannya memperkenalkan diri malah heboh bertingkah sama seperti saat dia bertemu Kazuhara-san.

"Nama lo woy! Bukan nama dia!" tegurku.

"Sumimasen.. Asuka desu! Aku.. aku.. penggemar GENERATIONS!" jawab Asuka semangat.

"Ahh benarkah? Arigatou gozaimasu! Atas segala dukungannya selama ini, terimakasih banyak!" jawab orang itu.

"Oh apa ini teman satu grupnya Kazuhara-san?" tanyaku. Apakah ini jawaban dari terkaanku tadi? Merasa tak asing karena orang ini adalah member GENERATIONS? Namun tidak, masih tetap ada yang mengganjal pikiranku.

"Benar sekali!" jawabnya yang malah ikut-ikutan memperhatikanku dengan aneh. Alisnya yang tebal seakan tertaut saat dia menatapku.

"Ryota? Ngapain lo terus lihatin Midori-san?" Kazuhara-san mencurigai sikap rekannya.

"Ano.. Sepertinya saya mengenal Moriyama-san....." jawabnya sambil terus berpikir keras. Mencari-cari satu titik yang menjadi kepastian. Sedangkan tiga orang lainnya diam.

"Saya juga.. rasanya tak asing dengan nama Katayose..." balasku masih dengan rasa penasaran yang makin menumpuk.

"Apa.. Moriyama-san berasal dari Tokyo?" ia mulai berusaha menemukan jawabannya.

"Bukan, saya dari Osaka." jawabku.

"Osaka? Saya juga dari sana." 

Ia melanjutkan, "Jangan-jangan-- Moriyama-san bersekolah di SD ***** ?" tanyanya lagi menebak.

Aku terkejut. Sangat! Iya, itu memang sekolahku. Akhirnya! Akhirnya!! Aku bisa mengingat dia. Memori lama tentangnya yang terlupakan kini muncul kembali.

"Katayose Ryota.. Katayose-kun.. Kamu, kamu.. si anak chubby yang pandai main piano itu?" tanyaku terbata-bata.

"Heee kamu ingat! Kimi wa.. Moriyama Midori.. Midori.. Mi-chan, Mi-chan, si ketua yang cengeng?" jawabnya.

Aku mengangguk. Hanya bisa terus menutup mulutku yang menganga dengan kedua tangan karena saking terkejut. Aku tak percaya bisa bertemu dengan teman sekelas di sekolah masa kecilku. Saat itu, aku dan dia serta empat orang siswa lainnya di kelas membentuk sebuah gang abal-abal ala anak bocah. Hachigatsu Squad, itulah namanya. Terbentuk saat kami berada di kelas IV dengan anggota yang terdiri dari siswa-siswa yang lahir di bulan ke-8. Tak ada hal penting yang mendasari pembentukannya, namun karena di kelas paling banyak yang lahir di bulan tersebut, maka terbentuklah si squad ini. Dan aku, ditunjuk jadi ketuanya karena akulah yang lahir di tanggal yang lebih dulu dari siswa lainnya. Dan atas dasar ini pula aku kemudian ditunjuk jadi ketua kelas selepas ketua kelas yang sebelumnya pindah sekolah.

"Katayose-kun sudah besar. Kamu tinggi banget, persis kayak jerapah disini." ucapku refleks.

"Kata-katamu itu tetap gak berubah dari dulu, bikin nyelekit. Apa gak sadar, sebagai perempuan pun tingginya Mi-chan udah melebihi batas, kamu juga sama kayak jerapah." balas dia.

"Eee dasarrr!" aku meneriakinya sambil tetap tertawa. Tak terasa keasingan diantara kami. Walau baru bertemu lagi tapi kami bisa langsung akrab.

"Lesung pipimu juga gak berubah yak.. Senyummu tetap manis kayak dulu." candanya sambil mencubit kedua pipiku.

"Lepas woii.. Sakit.." aku merengek.

"Nah kan, nangis nih nangis.. Apa Mi-chan masih jadi anak cengeng kayak dulu?" candanya lagi.

"Urusee!! Apa Katayose-kun cuman ingat aku karena hal itu?" tanyaku lemas.

"Hai! Karena dulu Mi-chan sering banget menangis, dapat nilai bagus pun nangis. Cuman aku yang bisa menenangkannya. Padahal aku anak bontot di squad, tapi Mi-chan tetap saja bergantung padaku. Ya kan?" ucapnya.

"Ya! Itu benar.. Karena aku cuman bisa percaya padamu.. Katayose-kun masih ingat aja.." jawabku tersipu malu.

"Tapi Mi-chan malah meninggalkanku setelah kelulusan.. Kamu gak mau masuk ke SMP yang sama denganku.." ungkapnya sambil manyun.

"Bukan begitu.. karena rumah orang tuaku pindah ke daerah lain, jadi aku mencari sekolah terdekat aja." jawabku.

"Hai hai,, yasudahlah.." jawabnya.

"Ah! Apa Mi-chan masih ingat Angel?" tanyanya lagi.

"Angel.. hmmm anggota squad berambut keriting yang paling pintar di kelas itu?" tebakku.

"Benar! Mi-chan tahu, aku udah ketemu dia sejak tiga bulan lalu. Dan ternyata, hal yang gak disangka-sangka, dia itu kekasihnya Mandy-san, teman satu grupku. Benar kan Ryuto-kun? Ryuto-kun?" jawabnya yang kemudian memanggil Kazuhara-san untuk memastikan ucapannya tapi dia tidak menyahut. Kami pun melihat ke sekitar.

Ternyata, saat aku dan Katayose-kun keasyikan mengobrol membahas masa lalu, Asuka dan Taishi hanya diam menyimak kami saja. Dan Kazuhara-san, dia malah sedang jongkok sambil melempar batu-batu kecil ke sebuah kolam di samping kita semua berada dengan raut wajah yang tampak bete.

"Sampai kapan kalian terus mengobrol?" tanya adikku.

"Ahh gomennasai.. Hmm kalo gitu, bolehkah aku meminjam Mi-chan dari kalian? Aku masih ingin terus mengobrol banyak dengannya." tanya Katayose-kun.

"Gak usah minta ijin.. Yuk kita pergi aja dari sini." jawabku langsung. Kami berdua pun pergi meninggalkan mereka.

"Yaahh kirain kita bakal pergi sama-sama, ehh dia malah ngacir sama si Mi-chan. Gak nyangka juga ternyata Ryota-san dan Mi-chan itu teman SD." Keluh Asuka

"Udahlah kita lanjut yuk.. Kazu-senpai, ayok!" ajak Taishi.

"Si tiang listrik ngapain sih ganggu gue sama Midori-san! Padahal suasananya kan udah bagus, ehh malah ketemu sama si 'setan'. (ps: onii jadi oni). Kenapa juga bisa kebetulan mereka itu teman masa kecil! -_-" kesal Kazuhara-san dalam hati. Dengan lesunya dia pun bangkit dan melanjutkan lagi perjalanan.

Aku dan Katayose-kun terus saja berbincang tak ada habisnya mengenang masa-masa kecil. Kami pun mulai membahas hal-hal yang terjadi setelah dewasa. Kesibukan kami sampai masalah percintaan pun saling diceritakan. Tak tahu mengapa aku bisa mencurahkan dengan bebas hal-hal ini pada Katayose-kun, rasanya aku langsung nyaman saja saat bersamanya. Walau kita bukan anak kecil lagi, walau dia juga adalah lawan jenis, tapi aku tak mempedulikan hal itu.

"Mi-chan, udah punya pacar?" tanya dia.

"Ahh,, tidak ada.. Katayose-kun?" tanyaku balik.

"Aku pun belum.. Sejujurnya sejak aku berkonsentrasi di dunia musik ini, aku belum pernah menjalin kasih lagi. Mungkin sejak umurku 15 tahun. Memalukan sekali.." jawabnya dengan nada yang melemah.

"Memalukan? Kenapa? Hmm tapi bagus sih buat penggemarmu. Jadi mereka gak akan cemburu kalo Katayose-kun belum punya pasangan haha.." jawabku usil.

"Kukira bagus buatmu.. Hmmm" ucapnya ngaco.

"Ehh? Haha ada-ada aja kamu! Hmm akupun belum pernah menjalin cinta lagi setelah lulus SMA. Ini lebih memalukan karena aku perempuan..." jawabku sambil menutup wajah.

"Kenapa? Apa Mi-chan belum bisa melupakan dia?" tanyanya lagi.

"Bukan begitu.. malah aku udah gak mengingat dia lagi sekarang. Dulu dia senpai di sekolah. Kita berpisah dengan cara yang kurang baik, sih. Tapi sudahlah, aku udah putus komunikasi sama dia sejak saat itu.. Aku rasa dia udah bahagia sama kehidupannya sekarang dan akupun juga bahagia dengan kehidupanku ini.." jawabku.

"Hmmm..." dia hanya merespon dengan dehaman saja.

~teng nong~ (suara pesan line)

Kami terdiam beberapa saat.

"Ah, Mi-chan, temani aku yuk?" tanya dia sambil mengecek ponselnya yang terus berbunyi.

"Yuk.." aku langsung menjawab tanpa bertanya kemana dia akan membawaku.

"Kamu gak nanya kemana kita bakal pergi?" tanyanya lagi.

"Aku percaya kok Katayose-kun gak akan bawa aku ke tempat yang berbahaya kan?" jawabku.

"Iya lah, mana mungkin aku membahayakanmu. Let's go!" ucapnya.

Kami menuju pintu keluar. Lalu ke parkiran mobilnya dan cusss berangkat. Aku menelpon Taishi, memberitahunya bahwa aku pergi bersama Katayose-kun. Untung saja kunci mobilku masih ada di Kazuhara-san, jadi aku tak perlu kembali menemui mereka untuk memberikan kuncinya. Biar saja nanti Asuka yang membawanya pulang, atau mungkin Kazuhara-san, jika dia berniat menginap lagi di apartemen. Kalau adikku? Dia baru genap 20 tahun sebulan lalu, dan belum sempat membuat SIM. Yang jelas sekarang aku bisa tenang meninggalkan mereka.

Sementara saat itu di dalam kebun binatang..

**
-Point of View Kazuhara Ryuto-

Semangatku turun drastis setelah Midori-san tak bersama kami lagi. Aku terpaksa ikut berkeliling walau semuanya terasa membosankan. Huh! Ada pertunjukkan seru pun aku tak mood untuk membuat lawakan.

~teng nong~ (suara pesan line)
---------------------------------------------------------------
Grup Line GENERATIONS

*Komori Hayato
"Minna.. apa ada yang mau bantu bawain kucing gue di penitipan hewan? Gue lagi beres-beres rumah buat ntar malam kumpul nih.."

*Shirahama Alan
"Gomen.. gue gak bisa Hayato!"

*Nakatsuka Yuta
"Gue juga gak bisa, 5 menit lagi waktunya Mairo dan Aruby mandi, gak boleh telat.."

*Katayose Ryota
"Oke! Kirim alamat dan tanda buktinya, gue segera ke sana.."

*Komori Hayato
"Jl. xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx. Sankyu Ryota-kun!!!"

*Sano Reo
"Yahh.. Gue telat baca yak? Yaudah deh tidur lagi..."

chat end
----------------------------------------------------------------

"Ee? Apa Ryota pergi ke sana bareng Midori-san kah?" batinku.

"Asuka-san, Kazu-senpai, barusan Nee-chan telpon katanya mau pergi sama Katayose-san. Jadi kita gak usah nunggu dia.." ucap Mori-kun.

"Mau kemana mereka?" tanya Asuka-san. Mori-kun pun menjawab tak tahu.

"Mereka pergi ke tempat penitipan hewan. Tepatnya mau bawa kucing Hayato dari sana." jawabku menunjukkan chat line di grup.

"Eeee kucing?!!!" Mori-kun dan Asuka-san terkejut.

"Nande?" tanyaku bingung.

"Mi-chan kok mau sih, dia kan anti banget sama kucing. Hmmm" heran Asuka-san.

"Hontou ni?" tanyaku lagi.

"Hai senpai.. Nee-chan gak pernah akur sama binatang itu. Hmmm apa karena lagi sama Katayose-san dia bela-belain maksa pergi. Mencurigakan~~" ucap Mori-kun serius.

Mendengar perkataan Mori-kun membuat hatiku makin semrawut. Cinta bisa datang kapan saja tanpa mengenal waktu. Lama atau sekejap, hati lah yang mampu menentukannya. Sekarang kumulai merasa percikan-percikan asmara untuknya, tapi ketika itu tiba, dia malah pergi bersama orang lain. Sialan! Gue ditikung!

-Point of View Kazuhara Ryuto end-
**

Selama perjalanan, aku dan Katayose-kun melanjutkan obrolan.

"Ano Katayose-kun, tadi kamu bilang udah ketemu Angel kan?" tanyaku.

"Hai.. kita ketemu pas dia dikenalkan sama Mandy-san." jawabnya.

"Mandy-san.. Gorila-san.. ahaha" candaku.

"Eh? Mi-chan tahu dia? Sampe bisa nyebut gorila. Tapi emang bener dia mirip gorila. Hahaha" timpalnya.

"Aku belum pernah ketemu Mandy-san itu. Kazuhara-san yang bilang dia mirip gorila." jawabku.

"Mi-chan udah lama kenal sama Ryuto-kun?" tanya lagi Katayose-kun.

"Aku baru mengenalnya kemarin. Dia teman adikku, si Taishi." jelasku.

"Sesingkat itukah? Kukira udah lama, tapi aku lihat ada sesuatu yang beda dari Ryuto-kun padamu." ucapnya.

"Eh? Maksudnya?" tanyaku bingung.

"Iie.. Jangan dipikirkan.. Ah iya, Mi-chan pengen ketemu Angel kan? Nanti aku hubungi Mandy-san supaya kalian bisa ketemu." ucapnya. Akupun mengangguk.

Lalu dia menyetel lagu bertempo semi ballad di mobilnya. Kudengar dua jenis suara disana. Satu lembut berkarakter khas dan satu lagi powerful namun kelembutannya bisa terasa juga. Irama dan suaranya amat menyatu. Mengalun dengan indah sampai ke hatiku.

"Mi-chan tahu grupku kan?" tanyanya.

"Ah Pasti! Katayose-kun sedang memutar lagunya kan ini?" jawabku menebak.

"Hai! Apa Mi-chan penggemar GENE juga kah? Sama kayak temanmu yang tadi itu?" tanyanya lagi.

"Kalo itu, bukan hehe.. Cuman Asuka aja.. Tapi aku mendengar semua musik-musik kalian. Semuanya bagusss. Malah lagu Big City Rodeo aku jadiin nada dering!" jawabku meyakinkan. Ah, maafkan kebohongan kecilku ini Katayose-kun. Lagu kalian pun aku hanya tahu satu saja yang setia kujadikan nada dering itu. Tapi aku sulit berkata jujur di depanmu tentang hal ini. Karena aib itu tak boleh diketahui siapa-siapa lagi selain mereka bertiga.

"Ohh.. Tapi Mi-chan gak tau kan kalo aku GENERATIONS? Kalo member lainnya? Hahaha" tawanya.

Aku menggeleng-gelengkan kepala sambil senyum-senyum watados. Ternyata walau sudah berbohong pun tetap saja aku tak bisa membohonginya lagi.

"Daijoubu.. Nanti bisa kukenalkan Mi-chan ke teman-teman lain, dan Asuka-san juga. Pasti dia senang. Sekarang kita bakal ke tempatnya Hayato, salah satu diantara mereka. Tapi sebelumnya kita ke penitipan hewan dulu membawa kucingnya dia. Hampir sampai kok.." ucap Katayose-kun.

DEG! Aku kaget mendengar tempat dan binatang itu. Wajahku seketika memucat. Kedua tanganku saling menggenggam dan keringat dingin mulai terasa.

"Nah sampai! Yuk turun." ajaknya.

"Aduh gimana ini.. Gilak! Harusnya tadi gue tanya dulu dia mau ke mana! Ini tempat berbahaya banget buat gue!!" batinku cemas.

"Mi-chan? Daijoubu? Wajahmu pucat.." tanyanya khawatir.

"Ano.. Katayose-kun.. aku.. aku.. takut itu.. kucing.." jawabku lemas sambil tertunduk.

"Eehh?? Serius? Gomen Mi-chan aku gak tau.." jawabnya terkejut. Dia memang tak pernah mengetahui kenyataan ini. Faktanya, aku berhasil menutupi hal ini dari orang-orang di SD. Selama bersekolah di sana Tuhan seperti menolongku untuk tidak mempertemukanku secara dekat dengan binatang itu.

"Gak ada yang tau selain keluargaku..." jawabku lagi.

"Hmmm bagaimana ya.." ia tampak kebingungan.

Lanjutnya, "Yaudah, Mi-chan tunggu aja di sini, biar aku yang masuk sendiri."

"Lalu kucingnya, dibawa masuk ke mobil?" tanyaku lagi.

Dia mengangguk

"Gawat!! Aku pulang aja Katayose-kun. Aku bisa pulang sendiri. Aku naik taksi aja." jawabku.

"No no no no.. Mi-chan tetap di sini. Kucingnya pake kandang, jadi dia gak akan keluar. Tenang aja, Mi-chan pasti aman." jawabnya menenangkanku.

Katayose-kun terus menahanku agar tak pulang walau aku merasa cemas. Tapi baiklah, karena aku tak tega melihat raut wajahnya yang seakan memohonku untuk tetap tinggal. Aku tenangkan diri, mencoba untuk rileks lagi. Sekitar 10 menit menunggu, dia pun keluar juga dari tempat itu. Diletakkannya si kucing di kursi tengah mobil dan kami berangkat lagi. Selama perjalanan menuju ke tempat sang pemilik, binatang itu terus saja mengeong membuat bulu kudukku merinding. Membuatku tak bisa santai, tapi Katayose-kun lagi-lagi bisa menenangkanku dengan caranya sendiri yang membuat aku perlahan bisa bernapas normal lagi.

Kami sampai di tempat tujuan. Diajaknya lah aku olehnya masuk ke rumah itu.

"Aaahh Kagura-chaannn!! Sankyu Ryota-kun!!" ucap si pemilik rumah.

"Douita!" jawab Katayose-kun.

"Terus.. cewek ini siapa?" tanyanya melihat ke arahku.

"Moriyama Midori desu.." jawabku.

"Komori Hayato desu.. " jawabnya.

"Ini teman gue, gapapa kan diajak kesini?" tanya Katayose-kun.

"Gapapalah, masuk yuk.." ajaknya.

"Ehh anoo.." ucapku tertahan.

Lalu Katayose-kun membisiki temannya memberitahu tentang kecemasanku itu. Dia pun mengerti dan mengatakan padaku bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dipersilahkannya aku dan Katayose-kun masuk ke rumahnya.

"Kalian mau ngopi? Moriyama-san suka kopi kah?" tanya Komori-san.

"Hai,, boleh.." jawabku.

"Lo ngopi mulu hobinya Hayato! Aturan kalo ada orang yang datang tuh ditawarin teh atau air putih kek, ini langsung kopi.." keluh Katayose-kun.

"Berisik lo,, kalo mau teh ambil aja sendiri. Biasanya juga gitu.." jawab Komori-san menuju dapurnya untuk membuat kopi.

Aku hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua.

"Hai.. Silahkan diminum kopi terbaik buatan Komori Hayato." ucapnya yang kembali membawa dua cangkir kopi.

"Arigatou.. Uhh harumnyaaa.. Komori-san penggemar kopi kah?" tanyaku.

"Betul! Aku sukaaa sekali kopi. Pagi siang sore malam hidupku untuk kopi!" jawabnya semangat.

"Halah lebay lo!" ucap Katayose-kun.

"Ohh iya, Moriyama-san temannya Ryota-kun? Bukan pacarnya kah?" tanya dia kepo.

"Ehh? Bukan.. Aku dan Katayose-kun teman sejak lama, tapi kita baru bertemu lagi sekarang.." jawabku.

"Hmm souka.. Karena baru kali ini aku lihat Ryota-kun gandeng cewek. Selama di GENE dia belum pernah ngenalin pacarnya." ucap Komori-san.

"Diem looo!!" kesal Katayose-kun.

"Tapi bentar lagi kayaknya bakalan ngenalin Moriyama-san ke kita-kita deh.. Ciyeee hahahasyiiikkk" goda lagi Komori-san.

Aku hanya bisa tertawa lagi menanggapi perkataan Komori-san itu. Yaahh hanya waktu saja yang bisa menjawab. Kami bertiga terus berbincang-bincang dan ternyata Komori-san itu orangnya berisik sekali. Heboh juga dan tak tanggung-tanggung bisa langsung mengekspresikan apa yang dia rasakan. Pantas saja tadi selama perjalanan kucingnya mengeong terus, ternyata itu turunan dari si pemilik. Sifatnya mengingatkanku pada Asuka. Sepertinya dia akan jadi kombinasi yang pas bersama dengan Asuka. Hahahaha.

Aku melihat sebuah bingkai foto yang besar terpasang di dinding ruangannya. biar kutebak, itu pasti GENERATIONS.

"Foto itu.. GENERATIONS kan?" tanyaku.

"Hai.." jawab Komori-san.

Aku melihat satu persatu wajah diantara mereka. Ada Komori-san, Katayose-kun, Mandy-san (?) aku yakin itu dia, dan tak ketinggalan Kazuhara-san, dia tampan juga ternyata walau aura seramnya tetap menempel. Melihat fotonya membuatku tiba-tiba mengumbar senyum tanpa sebab. Aiihh >,<

"Ano.. apa ada anak kecil kah di grup ini?" Tanyaku sembari menunjuk ke arah foto yang kumaksud.

"Ohh Reo! Dia emang paling kecil di sini. Umur dan tinggi badannya sesuai. Mukanya juga sih.. Tapi sesungguhnya dia bukan anak kecil yang biasa." jawab Katayose-kun.

"Maksudmu?" tanyaku bingung.

"Mi-chan bakal kaget deh kalo nanti ketemu dia.." jawabnya lagi.

"Hmmm.." Jawabku. Aku melanjutkan lihat wajah yang lainnya.

"Orang ini.. pasti Alan-san?" Tanyaku menebak karena wajahnya seringkali diperlihatkan oleh Asuka.

"Hai.. Leader kami!" jawab Komori-san.

"Gilak! Beneran ganteng banget ini ichibannya si Asuka.. Pantesan dia demen hmmm.." batinku.

Lalu aku melihat pada satu orang terakhir yang berambut merah. EEEHHH???

Dia...

Dia... wajah yang sangat amat kukenali! Bercampur dengan perasaan kaget aku terus memandanginya dan refleks berkata,

"Yupi?" ucapku.

"Eeh? Yuta-kun? Moriyama-san mengenalnya?" tanya Komori-san.

"Ee.. eh.. ettoo.. dia.. dia satu SMA denganku, kita saling mengenal. Nakatsuka Yuta kan?" jawabku dengan gugup. Ucapan yang terbata.

"Ya.. Itu namanya.." jawab dia. Aku mengangguk-angguk saja masih dengan perasaan yang teramat kaget.

"Jadi dia udah sukses sekarang..." batinku.


-bersambung-

Part 4: Burning Up